
tama duduk didekat pohon yang dekat dengan jendela kamar Lannox, ia bersandar sambil melihat ketiga temannya yang sedang berlatih.
'kelihatannya.. saga akan segera selesai, apalagi tingkat ranah jiwanya sudah sempurna.' ia melihat kearah gira dan tersenyum. 'hmm.. gira sedikit kesulitan, namun, dia akan menyusul saga. tapi, apa yang terjadi pada roya..! beberapa titik buta inderanya tidak bisa terbuka. dan pusat energinya terpecah belah tidak beraturan, itu membuatnya terganggu dan tidak bisa fokus bahkan dia sampai terluka parah. beberapa titik fitalnyapun membengkak karena bentrokan dari dimensi yang dibuka paksa. ini gawat.. aku harus segera membantunya. jika tidak segera ditolong! aku khawatir akan semakin parah. ketika melihat perkembangan yang lainnya, roya jadi semakin berinisiatif sampai harus memaksakan dirinya sendiri.'
"sedang apa paman diatas sana?" tampak gapi dibawah pohon sedang melihat keatas, tama melihat kebawah ada lima peri yang terus mengikutinya. tamapun langsung terjun dan menyapanya..! "darimana saja kau bocah? sudah lama aku tidak melihatmu."
"hmm.. paman saja yang jarang kelihatan." tama menggaru pipinya yang tidak gatal.
"benarkah..! bagaimana keadaanmu? kelihatannya kau belum pulih total, jangan terlalu memaksakan dirimu.. nanti kau bisa celaka seperti seseorang yang kukenal hiiy."
gapi mengibaskan sayap merahnya yang kecil, dan mencoba terbang melayang mensejajarkan posisinya dengan tinggi tama. "sepertinya aku baik-baik saja Paman, sayapku juga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya."
tama memegang dagunya, sambil memperhatikan keseluruhan tubuh gapi. 'hmm dia memang tampak sehat dari luar secara jasmani! tapi tidak luka dalamnya. kelihatannya dia belum sembuh benar..!' tiba-tiba tama terpikirkan sesuatu. "turunlah, sebaiknya kau ikut aku sekarang."
"mm.. memangnya kita mau kemana paman?"
"ikut saja.. nanti kau juga akan tau."
gapi, mengikutinya dan berlari kecil.. agar menyamai langkahnya dengan tama, diikuti kelima peri dari belakang. para peri.. sudah berani menunjukkan keberadaan mereka secara terang-terangan didepan gapi. "jika kuperhatikan lagi.., kau semakin bertambah gendut saja..! apa yang kau makan hingga badanmu jadi sebesar ini?"
"beliau memakan anak rusa, terkadang beliau juga menangkap anak macan." ujar ramis ceplos.
"hehe.. itu karena aku sambil melatih instingku paman, dan juga.. paman jura pernah bilang kepadaku! untuk menjadi buas, kau harus mengalahkan yang terbuas dulu agar bisa melebihi mereka. dengan begitu..! semua ras hewan bisa mengakuiku."
"cih.. kau tidak perlu melakukannya jika kau tidak mau, ketika kau sudah besar nanti.. jangankan diakui mereka, bahkan semua hewan akan ketakutan saat melihatmu!"
"hmm kenapa bisa begitu, paman?"
"yah, kau akan tau nanti.. saat kau sudah mencapai tahap dewasa."
"itu lama sekali paman..!"
"hehehe.. yah bukankah itu bagus! dengan begitu kau bisa menikmati masa kecilmu bersama dewi, beliau juga akan bertumbuh besar bersamamu, hanya saja tidak secepat dirimu."
"hmm.. benar juga, jika aku terlalu besar! dewi tidak akan bisa lagi menggendongku. kalau begitu.. aku ingin menjadi kecil saja paman! apakah tidak bisa..?"
"hahahaha.. pertumbuhan naga dengan manusia itu sangat berbeda jauh, kau akan lebih cepat bertumbuh, dibanding Dewi, walaupun kau tidak bisa lagi digendong dengannya. tapi setidaknya.. kau bisa membawanya terbang dengan sayapmu."
__ADS_1
"benar juga.. jika begitu, aku bisa membawa dewi kemanapun dia mau. mm.. tapi paman, dewi juga bisa terbang bukan?"
"ya tidak masalah, apapun itu.. kau harus melindungi dewi, karena itu sudah menjadi tanggung jawabmu sekarang."
"tentu saja.. itu sudah pasti. tapi omong-omong paman! apakah tempatnya masih jauh?"
"tidak, kita sudah dekat." mereka berjalan masuk kedalam hutan menuju tebing tinggi. sesampainya mereka disana! gapi berlari kepinggir tebing, dan melihat kebawah.
"wow.. ini sangat tinggi sekali paman.."
"raja kecil, hati-hati.. nanti anda terjatuh." teriak beni, kelimanya menarik sayap gapi agar tidak jatuh, karena mereka merasa sangat khawatir.
"tenang saja.. kalian tidak perlu cemas, apa guna sayapnya jika ia tidak bisa digunakan untuk terbang."
"hei.. anda jahat sekali..! beliau itu berbeda denganmu." ujar serin bawel.
"cih.. jangan kurang ajar denganku, biasanya mahluk sepertimu! selalu dijadikan bahan praktek untuk sihirku. hmm apa kucabut saja satu persatu sayapmu.. biar kau tidak bisa merasakan terbang lagi..!"
"m..m..maafkan aku tuan!" serin bersembunyi dibalik sayap gapi, sambil mengintip.
"makanya serin, jaga sikapmu jika berbicara dengan orang yang jauh lebih tua darimu, kau tidak boleh bersikap kurang ajar seperti itu! aku tidak suka."
"hmm.. gapi, sekarang kemarilah ikut aku! kalian berlima tetap disini."
"baik tuan." ujar mereka serentak.
didalam kamar, lannox baru saja tiba, ia ingin melihat putri kesayangannya itu, karena hampir sehari waktu ia habiskan tanpa putrinya. namun saat ia masuk kedalam kamar, ia kaget melihat kamarnya berantakan dan terdapat retakan besar di dinding tembok kamarnya. "ceklik.. ngiik.. ha.. apa-apaan ini..!" dilihatnya tembok dinding kamarnya, terkena retakan yang sangat besar, dan tampak ketiga spirit sedang fokus bersemadi didalam kamar miliknya.
"apa yang mereka lakukan dikamarku??"
tiba-tiba Jura muncul entah darimana.
"mereka diperintahkan untuk menjaga putrimu! jadi mereka mengisi waktu sambil latihan."
"apa kalian tidak bisa melakukannya ditempat lain? kau lihat sendiri hasilnya.."
"ya kai santai saja.. latihan mereka tidak akan berdampak pada dewi."
__ADS_1
"ya.. kuharap memang begitu, sebaiknya aku memindahkan putriku kekamar lain." lannox lantas mengangkat putrinya, dan dia langsung menghilang.
"haah.. yah aku juga tidak bisa menyalahkan mereka." jura melihat roya, yang tampak sedang menahan sakit. 'hmm.. sepertinya ada yang aneh dengan anak itu!' jura melangkah maju mendekati roya, dan memperhatikannya dari jarak yang lebih dekat. tidak menunggu waktu lama baginya. jura langsung menotok sirkulasi darahnya dan membuka kunci kedua titik butanya yang sudah lama tersegel.
"pruuufffftttttt...." semburan darah segar menyembur keluar dari mulutnya. "a..a..apa yang kau lakukan padaku jura?" ia memegang dadanya yang kesakitan.
"aku membuka beberapa kunci titik butamu, kau tidak akan bisa mebuka alam jiwa kedua, RAHENA. titik butamu terkunci dan sirkulasi darahmu tidak berjalan dengan lancar."
"bagaimana bisa kau melakukannya? bahkan tama saja tidak tau cara membukanya!"
"itu karena kami berada pada level yang berbeda, aku sudah membuka kunci titik kelemahan yang menghambat latihanmu! sebaiknya kau kembalilah kezona mana. dan jangan latihan dulu untuk beberapa hari, istirahatlah yang cukup sampai kondisimu benar-benar pulih."
"terimakasih saudaraku, maafkan aku karena tidak bisa menjaga dewi."
"hmm.. jangan terlalu dipikirkan."
"kalau begitu, aku pamit dulu." royapun langsung menghilang. jura kemudian melihat kedua saudaranya yang lain, keduanya masih tenggelam dalam semadinya.
'hmm.. mereka sangat fokus, saga sudah mencapai sempurna, begitupun dengan gira. omong-omong, kemana tama pergi? bahkan gapi juga belum kembali sejak tadi, sebaiknya aku mencari bocah itu dulu.'
sementara itu.. jauh dikedalaman hutan didekat tebing, tama dan gapi masuk kedalam gua menembusi air terjun. "kemarilah nak!" gapi maju mendekati tama.
"memangnya apa yang ingin kau lakukan paman?"
ditempat lain.. doja meminum ramuan yang sudah dimantrai dengan sihir, setelah meminumnya.. luka bakar dilengan kanannyapun perlahan menghilang. "haha.. ternyata ramuan yang sudah aku coba berkali-kali akhirnya berhasil, ini sebuah kemajuan besar untukku. obat ini benar-benar manjur, aku akan membuat lebih banyak lagi membuat ramuan seperti ini.. sebagian untuk persediaanku kedepannya, dan sisanya lagi.. akan aku jual."
"cucuku, sudah saatnya aku kembali."
"baik kek." zaku menghilang, dan saat zion sedang berjalan.. tampak orang yang ia benci, berhenti didepannya.
"halo kucing manja, kita bertemu lagi."
"hmm.. sedang apa kau disini?"
"sebaiknya kau tanyakan saja.. kepada yang mulia. mulai sekarang kita akan sering bertemu, jadi baik-baiklah denganku senior hm.. hm.." setelah berbicara dengan zion, sambil tersenyum arguspun pergi melewatinya begitu saja.
'cih, apa yang sedang ia lakukan dimansion..? sebaiknya, aku harus menanyakan langsung masalah ini, dengan sibocah tengik itu. haah.. hampir seharian aku disini. sebaiknya aku harus mencarinya untuk meminta penjelasan.' zionpun menghilang.
__ADS_1
Diperbatasan, Ramon sedang duduk menghadap pembakaran ia sedang memanggang ikan hasil tangkapannya. 'sudah dua hari berlalu.. besok adalah hari yang berat untukku! dimana para utusan datang membawa pesan penting. aku sudah gagal dalam misi kali ini, aku tidak yakin orsi tidak mengetahuinya..! apalagi mata-mata mereka sangat banyak dan ada dimana-mana. hmm.. entah kenapa firasatku jadi tidak enak! sebaiknya aku harus kabur dari sini, tapi kemana..? tidak ada tempat yang aman untukku pergi.'
Ramon, hampir putus asa dan tidak tau harus kemana lagi. jangan lupa vote, like, saran, komen klean.