AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
DAMU BERHADAPAN DENGAN PASUKAN TERBAIK DEWA


__ADS_3

'Heem, Apa yang sedang ia lakukan?' pikirnya masih mengamati dengan melipat kedua tangannya.


Sosok hitam tersebut mengarahkan tangannya kearah Garda, Dan tak lama.. Muncul Ombak besar membentuk kedua tangan raksasa, yang ingin menyambar tubuh Garda yang sedang melayang di udara.


Melihat Ombak ganas tersebut, Garda dengan cepat terbang tinggi.. Menghindari amukan ganas dari tepukan ombak tersebut.


Tidak puas dengan itu.. Pria itu pun langsung mengayunkan sebelah tangannya kearah Air Laut.


Air laut yang mengikuti pergerakan tangannya.. Dan berubah menjadi sebuah tombak raksasa yang menghujam Garda.


Melihat tombak besar itu, Garda dengan cepat menghilang dan muncul di hadapan Pria tersebut. Garda mengeluarkan sesuatu di tangannya, sebuah cahaya biru yang menyala terang.


Serangan itu langsung di tancapkan pada Sosok Bayangan Hitam besar.. "SYIIUUUUUNNNGGH BOOOM CREESSS."


Ekspresi Garda seketika langsung berubah, Serangannya dihalangi oleh air laut yang berubah jadi tameng, untuk melindungi Pria bayangan hitam tersebut dari serangan Garda.


Pria itu pun menyeringai, dan air laut yang menjadi tamengnya tadi, seketika langsung berubah menjadi ganas dan menyerang Garda, Garda yang terkejut dengan cepat menghindar.


Menyadari hal tersebut, Garda pun mulai menjaga jarak dari sosok Bayangan Hitam tersebut.


'Tidak kusangka, dia lumayan juga.. Aku harus berhati-hati agar tidak terkena serangannya. Ia bisa menguasai air laut dan merubah bentuk sesukanya, sesuai pikirannya.'


Garda mulai siaga.. Aura tubuhnya tiba-tiba langsung berubah di penuhi petir hitam. Rambutnya mengambang keatas, seolah ia sedang berada di dalam air.


Ia pun merentangkan telapak tangannya kearah langit, dan seketika muncul tombak hitam yang terdapat petir kuning, mengelilingi tombak tersebut.


Melihat tombak Garda, Pria bayangan Hitam itupun terkejut. Dan dengan cepat mengerahkan tangannya kearah Garda.


Melihat reaksi tersebut, Garda menyipitkan matanya.. Dan bergumam pada Pria Bayangan Hitam. Sambil menyeringai seolah ia sedang mengejek sosok Bayangan Hitam itu.


"Hehehe... Aku tidak akan membiarkanmu menyerangku dengan cara yang sama."


Tak lama.. Garda yang tengah berdiri sambil memegang tombaknya, dengan tubuh dan tombak yang di kelilingi petir hitam dan kuning secara bersamaan, tubuhnya mengeluarkan tekanan yang sangat luar biasa.


Membuat Pria Bayangan Hitam itu merasakan kengerian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


'sepertinya.. Jika aku meneruskan pertarungan ini, aku pasti akan kalah. Air laut ini tidak bisa menghentikan serangan Petir tersebut.


Karena petir tidak terpengaruh dengan apapun, kemungkinannya serangannya telak akan mengenaiku.

__ADS_1


Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan.. Sebaiknya aku menghentikan pertarungan ini.


Ia juga tampaknya sudah mulai serius.. Berbeda saat ia bertarung denganku tadi, kali ini ia kelihatan tidak main-main dengan serangannya.'


Saat Garda sudah mulai mengarahkan tombaknya kelangit.. Tiba-tiba terdengar suara lantang dari musuh yang sedang ia hadapi sekarang, melihat itu Iapun menghentikan serangannya.


"Tunggu...!!! Tunggu dulu...." teriaknya sambil mengarahkan tangan kehadapan Garda.


Melihat itu, Garda mengangkat salah-satu alisnya yang sebelah kanan, dan menurunkan tangannya sambil memperhatikan Pria tersebut dengan heran.


'Tunggu.. Aku menyerah, aku akan mengizinkanmu memasuki Samudra, akan tetapi.. Bisakah kau beritahukan padaku, siapa Dewa yang telah memerintahkanmu ketempat ini??" gumamnya pada Garda.


"Kenapa kau ingin tahu???" tanya Garda penasaran.


...****************...


Sementara itu, Di waktu yang sama di Langit Kastil..


"Semuanya..., bersiaplah dengan kemungkinan yang akan terjadi." perintahnya pada Para Seratus Prajurit tersebut.


Dari kejauhan di atas langit.. Tampak pasukan berkuda putih, sedang mendekat kearah Kastil, Semua pasukan berkuda putih bersayap mengenakan armor perak hitam.


"Hati-hati.. Mereka adalah prajurit terbaik, yang di miliki oleh Dewa KARMA. Baru-baru ini, mereka baru saja meraih kemenangan sebagai pasukan tempur terbaik ketiga." Damu menghalangi para pasukannya, agar tidak bertindak gegabah.


'Sial, ini diluar perkiaraanku! Kenapa Paduka mengirimkan Pasukan Sepuluh yang hanya beranggotakan seratus orang? Sedangkan musuh yang kami hadapi saat ini, adalah pasukan Elit terbaik milik Dewa KARMA.


Apa mungkin Paduka salah memprediksi keberadaan musuh?? Haah sial, Damu.. Apa yang sedang kau pikirkan! Hanya karena berhadapan dengan musuh terbaik,


Aku malah jadi berpikir macam-macam tentang Paduka. Prediksi Paduka tidak mungkin salah, Tapi sebenarnya apa yang sedang beliau rencanakan?


Sehingga mengutusku untuk melindungi Permaisuri Dewi..., Pasti ada sebabnya kenapa sampai beliau mengutusku.


Tapi sebelum itu.. Aku harus mencari tahu dulu! Apa tujuan mereka datang kemari?' pikirnya sambil mengamati Para Pasukan yang semakin mendekat.


Sedangkan Pasukan musuh, yang juga sedang melihat Damu dan para pasukannya. Kini sedang menghadang jalan mereka.. Iapun segera menghentikan pergerakan para prajurit miliknya, sambil mengangkat tangan kanan kesamping.


"Semuanya berhenti....!!!" perintahnya pada para seribu pasukan, yang ada di belakangnya.


Sementara Damu, hanya membawa seratus pasukan. Melihat itu Si Pria yang menjadi pemimpin dari seribu pasukan.

__ADS_1


Menyeringai dan melihat kearah Damu, yang hanya memiliki seratus prajurit di belakangnya.


"Aku tidak tahu apa yang membuatmu berani menghalangi jalan kami.. Tapi, kami datang kemari, bukan untuk bertarung dengan kalian.


Jadi, bisakah kalian menyingkir dari jalan yang akan kami lalui..!" ujarnya dengan intonasi setengah sopan.


Namun dalam hati ia bergumam.. Memikirkan apa yang sedang terjadi saat ini. 'Hem.. Darimana mereka tahu kalau kami akan tiba di tempat ini? Tapi, yang jadi pertanyaanku sekarang..


Apa dia benar-benar meremehkan keberadaan kami, hanya dengan membawa seratus pasukan, untuk menghadang jalan kami. Sedangkan pasukan yang ikut bersamaku, ada seribu orang.


Dewa mana yang dengan bodohnya, telah bertindak konyol di hadapan pasukan terbaik ketiga seperti kami..??' pikirnya meremehkan.


Namun, tanpa mereka ketahui.. Di suatu tempat yang tidak terjamah oleh siapapun, Sang Dewa yang sedang bertopang dagu kesamping sambil melipat kedua kakinya.


Ia saat ini sedang menyaksikan semuanya sambil menyeringai, saat mendengar pikiran sombong dari Pemimpin pasukan tersebut. "Hem... Hem..."


Sedangkan Damu yang mendengar perintah dari musuhnya, hanya merespon dengan santai, sambil melipat kedua tangannya lalu berujar pada musuh di hadapannya itu.


"Aku akan menyingkir dari tempat ini.. Itupun setelah mendengar tujuan kalian datang kemari. Jadi, bisakah kau katakan apa tujuanmu dengan membawa seribu pasukan terbaik ketiga kemari." ujarnya sambil mencaritau, tujuan Pria tersebut.


"Oh, ternyata anda tahu siapa kami rupanya. Sungguh sebuah kehormatan bagi kami, karena di kenali oleh kalian.


Hem..., Dewaku telah memerintahkan pada kami, untuk membawa Dewi penguasa dari segala Dewi yang telah bereinkarnasi di bumi.


Dan setelah merasakan adanya kehadirannya.. Saat berada di kota Ruga, Kami di perintahkan untuk segera menjemputnya. Namun, saat dalam perjalanan ke kota tujuan, tiba-tiba Dewaku mengatakan.


Jika Sang dewi telah berpindah tempat, dan sekarang dia berada di Bumi MAGANIKA. tempat kerajaan Elf.


Sekarang kau sudah tahu tujuan kami.. jadi, menyingkirlah dari sini. Karena kami tidak punya waktu Senggang seperti kalian." ujarnya dengan angkuh.


'Cih, apa mereka bodoh? Dengan gampangnya mereka memberitahukan misi mereka, saat di tanya oleh musuh. Sungguh mereka terlalu menganggap remeh lawan mereka, hanya karena jumlah mereka lebih banyak.


Heem.. Pantas saja sebelumnya, Paduka terlihat sangat dingin saat kami tiba dengan membawa pasukan yang beliau perintahkan.


Jadi ini masalahnya.. Tapi, siapa orang yang telah lancangnya hingga bertindak nekat dengan membawa Permaisuri Paduka? Apa dia tidak tahu atau dia memang bodoh, jika banyak Dewa yang akan mengincar Permaisuri Dewi, setelah mereka merasakan kehadirannya.


Apalagi.. Kehadiran manusia sangatlah terlarang di Alam Langit..! Haah.. Aku tidak tahu siapa itu? Tapi dia benar-benar cari masalah dengan Paduka.' ujarnya bergumam dalam hati.


"Hem.. Sangat di sayangkan sekali, setelah mendengar alasan kalian datang ketempat ini.. Aku jadi berubah pikiran."

__ADS_1


Mendengar jawaban Damu, Pria itupun menyipitkan matanya saat menatap Damu, Ia sangat tidak suka dengan jawaban Damu yang seolah sedang menantang mereka.


__ADS_2