
sesampainya count arnold didepan pintu kamar, tampak dua kesatria gagah sedang berdiri berjaga di depan pintu sang putri. sementara lannox tertidur disamping ravella, ia tidak beranjak sejak pagi hingga siang, ia benar-benar memanfaatkan sisa waktunya yang sedikit bersama putrinya. hanya tersisa satu hari sebelum ia berangkat kekota dakus untuk mengurus wabah.
"maaf, apa saya boleh menjenguk tuan putri...?"
"maafkan kami count, tapi yang mulia sedang istirahat didalam. jadi, datanglah lainkali."
wajah yang tadinya bersemangat, kini berubah menjadi suram.
"begitu ya.. baiklah, besok saya akan datang berkunjung lagi."
kemudian countpun kembali dengan perasaan kecewa kepaviliun.
(zion) 'dia belum pernah tidur siang sebelumnya, tapi kali ini, ia benar-benar menghabiskan waktu bersama putrinya. bahkan ia tidak mahu makan, ia begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya, apakah ini rasa sayangnya yang berlebihan..! atau, rasa bersalahnya pada putrinya..? entahlah! yang terlihat bagiku, kedua-duanya.'
"tok.. tok.. tok.. tuan, ini saya rey dan dean."
"masuklah."
keduanyapun memasuki ruangan, namun ada sedikit ketegangan yang dirasakan.
(rey) 'dari ekspresinya, sepertinya moodnya sedang tidak baik.'
(dean) ".........."
dean terlihat lebih banyak diam daripada biasanya, suasana dalam ruanganpun terasa mencengkam karena sang majikan, masih belum mengeluarkan suaranya.
"satu menit.............!"
"lima menit............!"
"sepuluh menit.........!"
"kalian berdua.. kemarilah, ini bisa juga menjadi misi yang sangat berbahaya untuk kalian, akupun tidak berharap banyak dari misi ini. namun, ini adalah perintah yang kudapat. jadi.. simak baik-baik."
(mawar hitam tumbuh didalam hutan, langit terlihat biru tapi sebenarnya menangis, para peri bersenandung mendendangkan kidung kematian, rubah yang marah terjun mengarungi lautan api, dan sang gagak akan datang menaburkan bunga duka cita.)
"apa kalian sudah mencatatnya."
(rey/dean) "sudah tuan"
"bagus, sekarang pergilah, ini adalah misi yang sangat berbahaya, aku harap kalian kembali dengan selamat."
(dean) "baik tuan, kami undur diri dulu."
"hem." ia melihat kepergian keduanya dengan sedikit rasa cemas. 'sebenarnya.. aku tidak ingin mengirimkan kedua anak itu. tapi, apa boleh buat..? ini adalah permintaan darinya, mahu tidak mahu, aku harus merelakan mereka berdua. haah.. padahal aku paling banyak dirugikan dalam hal ini, dan aku sudah kehilangan banyak orang-orangku. ya.. meskipun mereka masih level tujuh..! tapi mereka juga termasuk daftar anak yang lumayan berbakat, karena selalu bisa memecahkan teka-teki, dan tentunya, membawa banyak keuntungan untuk orsi. sepertinya..? aku harus segera mencari pengganti mereka berdua.'
"baginda.. maaf sebelumnya, tapi. kunjungan baginda dalam waktu dekat sepertinya, harus segera ditunda dulu..!"
pria itu menatap marah.
"apa maksudmu daskal???"
...****************...
"hentikan"
(garda) "apa-apaan ini.., ke.. kenapa aku tidak bisa bergerak..?"
(jura) "tekanan ini..!"
para spirit lainnya tidak bisa bergerak samasekali.. ataupun bicara.
sang kaisar melewati mereka dengan santai, dan ia duduk di singgasana miliknya. dilihatnya kearah para spirit dan garda, lalu ia mendengus.
"huh....... apa kalian masih ingin berkelahi..?"
(zaku) "ti..tidak, kaisar"
"dan bagaimana dengan kalian berdua?"
zando melihat kearah tama, dan roya.
(roya) "sa... saya, janji.. ti..tidak akan mengulanginya lagi."
__ADS_1
zando melihat tama, sambil menyipitkan matanya.
(tama) "ba..baiklah.. kaisar sa..saya, mengaku salah."
jura, saga, gira, tetap diam dan tenang karena mereka tidak ingin ikut campur konflik antara roya, zaku, dan tama. namun, apa yang terjadi di luar dugaan.
(garda) 'cih bahkan, dia bisa membuatku tidak bergerak seperti ini..! si.. siapa dia sebenarnya..??'
"tugas kalian adalah melindungi dewi, dan bukannya berdebat karena masalah sepele. tapi, jika kalian masih tetap memaksa ingin melanjutkan pertarungan..! maka, aku akan mengambil semua kekuatan kalian, tanpa tersisa sedikitpun. dan membuat kalian kembali menjadi monster level terendah. apa kalian setuju??"
(roya) 'celaka, sepertinya kali ini kaisar serius dengan ucapannya.' "sa..saya mengaku salah kaisar, sa.. saya janji tidak akan mengulanginya lagi.'
(tama) 'susah payah aku menjadi seperti sekarang, dan hanya karena aku meladeni sifat kekanak-kanakan zaku, mana mungkin aku mahu kehilangan kekuatanku. sungguh tidak setimpal.'
tama keringat dingin memikirkan tawaran kaisar. "sa..saya.. juga tidak akan mengulanginya kaisar."
(zaku) 'apa.. jadi kelas terendah..! dan harus kehilangan kekuatan? cih, mana mungkin aku mau, lebih baik aku mati. ini semua gegara tama, jika dia tidak memulainya.. aku tidak akan terpancing.' zaku menggertakkan giginya. "saya berjanji kaisar.. saya juga tidak akan melakukannya lagi."
(garda) 'bahkan dia juga bisa membuat seseorang menjadi kelas rendahan. dan, menghilangkan kekuatan mereka dalam sekejap, huh untung saja aku tidak jadi menyelidikinya, jika tidak.. entah apa yang akan terjadi kepadaku.'
suasana diruangan menjadi bungkam, zando yang duduk tenang, memperhatikan gira.
(gira) 'ke.. kenapa kaisar melihat kearahku..?'
"dan kau.. punca dari semua keributan ini, apa aku juga harus memberimu sedikit hadiah..?"
(gira) "hehe.. ti..tidak kaisar, sa..saya mengaku, saya salah ."
"hmm.. agar menjadi adil.. maka kalian semua, harus mendapatkan ganjarannya..!"
(jura/garda) "kaisar tu..tunggu dulu?"
(saga) "kaisar zando tunggu dulu, tidak bisakah kaisar memberi keringanan sedikit?"
"baiklah aku akan menambah hukuman kalian?"
(saga) "ah, ti..tidak saya mohon maaf kaisar"
"baguslah, bagaimana denganmu garda..! apa kau juga tidak menyetujui keputusanku?"
"apa kau yakin...?"
(garda) 'dia mempermainkanku, cih.. karena mereka! aku yang tidak ada sangkut paut dengan masalah ini..? juga ikut terkena imbasnya.' garda menjadi kesal, karena ikut mendapatkan hukuman. "ya.. saya yakin."
tidak terasa sudah sore, dan lannox baru terbangun dari tidurnya.
"kau sudah bangun nak...?"
dilihatnya zion yang masih terjaga berbaring didekat jendela.
"ya, jam berapa sekarang?"
zion melihat keluar jendela.
"melihat arah matahari.. sepertinya sudah jam tiga sore."
"kenapa kau tidak bangunkan aku?"
"aku tidak ingin mengganggu waktumu yang tersisa, bersama putrimu."
"cih, melihatmu bicara begitu.. sepertinya, kau ingin aku segera menghilang."
"hahaha mahunya juga begitu, tapi itu tidak mungkinkan..! karena putrimu yang akan menderita, jika kehilangan dirimu."
"lalu, bagaimana bisa anak itu ada disini?"
dilihatnya gapi yang sedang tertidur di samping zion sambil meliuk-liuk seperti kucing.
"aku yang membawanya kemari."
"kenapa tidak kau lepaskan saja dia kehutan, biar tidak menggangu pemandangan."
"aku tidak sekejam dirimu, sampai tega mengikatnya dipohon."
__ADS_1
"oh kau juga tahu masalah itu.. apa dia mengadukannya kepadamu?"
"tidak, kek jura yang mengatakannya padaku, dia bertemu anak ini terikat, saat dia sedang berjalan-jalan dihutan belakang mantion."
"jadi dia sang penyelamat anak ini, kukira anak ini akan segera menghilang dari muka bumi. tapi jika kuperhatikan lagi...! mengapa dia sedikit lebih besar dari terakhir kali aku melihatnya?"
"anak ini sering berburu dihutan, dan selalu mendapatkan tangkapan besar. jadi wajar saja, jika dia tumbuh dengan cepat."
"hem.. akan menjadi masalah jika ukurannya terus bertambah, karena dia bukanlah mahluk spirit."
"benar juga... aku tidak memikirkan sampai kesitu, ya.. kita pikirkan itu nanti. tadi count arnold datang mengunjungi putrimu!"
"benarkah?"
"ya.. namun, tidak jadi, karena para kesatria tidak mengizinkannya masuk."
"hah aku lupa kalau dia ada disini, aku terlalu sibuk memikirkan keadaan putriku, jadi aku tidak menyadari keberadaannya dimantion ini. dia pasti ingin membahas masalah orsi, aku akan mengurus masalah itu nanti. zion, bisakah kau membawaku kezona mana? ada yang ingin aku katakan kepada zando."
"ya bisa.. dewi sudah mengajarkanku cara untuk kesana."
"hem.. mengapa aku merasa didiskriminasi oleh putriku sendiri..!"
"kau tidak boleh cemburu, berarti putrimu itu lebih menyayangi aku daripada dirimu."
"kita bahas itu nanti, sekarang bawa aku kezona mana."
"baiklah, tapi aku tidak jamin kalau kau bisa menemuinya, kau tahu sendiri bukan? dia itu seperti roh gentayangan, kadang menghilang, kadang-kadang muncul sendiri."
lannox diam hanya melirik malas kepada zion, zionpun mulai bangkit dan mengeluarkan cahaya keemasan seperti laser dari keningnya, cahaya itu mengarah kedepan, kemudian tampak pintu gerbang yang mulai kelihatan jelas.
"selamat datang, jika kalian adalah tamu dewi, katakan sandinya..?"
gerbang itu bicara pada zion dan lannox.
"jika kau musuh, mati saja, jangan pernah bermimpi untuk menginjakkan kakimu kemari."
"sandi diterima" pintu gerbangpun terbuka.
'pufftt apakah itu sandinya? tapi kenapa terdengar seperti umpatan. hah dia memang putriku. tapi yang jadi pertanyaan, sejak kapan gerbang ini bisa berbicara..? dan kenapa ingin masuk saja sampai dipersulit begini..! putriku ternyata lebih waspada.'
"ayo kita pergi." ajak zion, lannoxpun
mengikutinya dari belakang, tiga puluh menit sebelum mereka kezona mana.
"baiklah untuk merenungkan kesalahan kalian..! aku akan memberikan hukuman ringan, kalian akan terus mematung seperti ini, hingga tiga hari kedepan."
(zaku) 'ini bukanlah apa-apa, jika di bandingkan harus kehilangan kekuatan.'
"selama masa hukuman, renungkanlah baik-baik kesalahan kalian, dan jika kalian tidak bisa akur..? maka, kalian bertujuh tidak akan bisa terbebas dari hukuman. dan akan terus mematung seperti sekarang."
keenam spirit dan juga garda, tidak bisa melakukan pergerakan samasekali..!hanya bisa menunggu waktu yang dijanjikan agar bisa terlepas dari masa hukuman, merekapun merasa sedikit lega karena kaisar memberi kelonggaran hanya dihukum selama tiga hari. namun, celakanya.. jika ketiga spirit masih keras kepala dan tidak mau akur? maka, mereka akan tetap seperti patung dan tidak bisa bergerak ataupun bicara.
'hem sepertinya bocah itu memerlukan bantuanku, kalau begitu.. aku akan menunggu disini sebentar.'
lannox dan zionpun tiba, namun pemandangan yang disajikan membuat mereka terkejut dan bingung, antara harus tertawa, atau bersimpati. para spirit dan garda merasa malu, dan tidak berdaya dihadapan sang kaisar, mereka berpura-pura diam dan tak melihat kehadiran zion dan lannox.
"hee... kakek, apa itu kau..?"
'cih dasar sialan, awas saja kau ya... kalau berani menertawakan aku.'
"hahahaha... kau sangat cocok dengan pose seperti itu kek, mirip seperti zombi."
zaku berpose dalam keadaan menyerang, dan sedang menganga dengan taringnya yang tajam.
'dasar cucu sialan, awas saja kau, jika aku bebas dari hukuman ini.'
"kalian sangat cocok seperti ini, seharusnya kalian menjadi patung hiasan penyambut tamu dimantionku saja."
para spirit dan juga garda, menjadi geram dengan omongan lannox yang blak-blakan. tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, salain tidak bisa bergerak, mereka juga tidak bisa bicara. kecuali, saling berkomunikasi satu sama lainnya.
"oh ia, melihat mereka.. aku jadi melupakan tujuanku datang kemari."
'aku melihat sekeliling ruangan, awalnya sempat merasa kecewa, takut kalau aku tidak bisa menemuinya. namun, tak lama.. tampak wujud yang sangat mencolok dari kejauhan, sedang tertidur.'
__ADS_1
lannox mendekati sosok emas itu, dan.
"tidak perlu basa-basi, katakan saja tujuanmu datang mencariku...!"