AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
DIA HANYA AKAN MENJADI MASALAH BUATMU, DIMASA MENDATANG.


__ADS_3

Gapi terbangun dari tidurnya, dan saat ia tersadar. Ia melihat kesekitar ruangan, tidak ada ravella disisinya.


Gapi: 'euh dimana dewi..? Kenapa aku ada disini..! Bukannya tadi, aku sedang tidur disamping dewi? Aku harus pergi, bagiku tidak ada tempat yang lebih nyaman, selain berada disisi dewi.'


Zion: sebaiknya, kau urungkan niatmu itu nak.


Gapi: euh.. paman zion, sejak kapan kau ada disitu..?


Zion berbaring seperti kucing, yang sedang santai meletakkan wajahnya, diatas kedua tangannya. Seakan-akan, ia sedang mengincar mangsanya.


Zion: aku sudah sejak tadi, berada didalam ruangan ini.


Gapi: begitukah, lalu.. Bagaimana bisa, aku berada dikamar ini paman?


Zion: tidurmu pulas sekali, sampai kau tidak sadar, saat pengawal memindahkanmu kemari.


Gapi: kenapa pengawal dewi memindahkanku? padahal sebelumnya, mereka tidak pernah melakukannya. Dan, selalu mengabaikan keberadaanku.


Zion: itu karena sang empunya kamar, sudah kembali.


Gapi: ha.. Ma.. Maksud paman, ayah dewi telah kembali dari misi..?


Zion: ya..


Gapi: haah, kalau begini.. aku tidak akan bisa lagi, tidur disamping dewi.


Zion: hem.. "zion hanya menanggapinya dengan senyuman."


Gapipun, melemaskan tubuhnya, ia merasa kecewa. Karena dengan kembalinya sang duke, selama ravella masih belum sadar. Maka dia akan sulit.. untuk Mendekati ravella. Iapun kembali berbaring, dan tak lama setelahnya, ia terlelap. Sedangkan zion, masih tetap terjaga.


Zion: 'hmm.. aku masih kepikiran, soal laporan, tentang keempat bocah mata-mata kaisar'.


Diperperbatasan, ramon yang sedang berada didekat hutan. Dan sedang berbicara, dengan sosok yang tak dikenali.


Ramon: sepertinya, sang duke sudah mencurigai keberadaan kami. Dan aku tidak bisa, bergerak bebas disini.


"hmm, tujuh hari dari sekarang, kami akan bergerak kebenua timur, dan perintah dari atasan sudah turun.


Ramon: benarkah..! Lalu apa perintah untukku?"


"Tiga hari lagi, akan datang pembawa kabar dari langit biru. Dan saat itu kau akan tau jawabannya."


Ramon: apa... langit biru! Jika mereka sang pembawa pesan yang turun langsung, berarti.. Ini misi tingkat s.


"ya.. Begitulah, saatnya bagimu meninggalkan misi ini."


Ramon: tapi, aku masih belum mendapatkan kabar dari kaisar.


"mm apakah identitas gandamu, telah bocor?"


Ramon: untungnya tidak, ya untuk saat ini.


"hmm.. Sebaiknya kau berhati-hati ramon, kau tau sendirikan. Resikonya.. jika sampai identitasmu ketahuan!"


Ramon: ya, aku mengerti, Kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu.


"sebaiknya memang begitu. Baiklah, sudah saatnya untukku pergi, jaga dirimu baik-baik kawan."


Ramon: baik, aku mengerti, Aku akan berhati-hati.


Setelah pertemuan mereka yang secara rahasia, merekapun pergi meninggalkan tempat itu. Kembali ketempat doja, dan ban. Keduanya telah memasuki istana kosong, yang terlihat seperti tak bertuan. Sesampainya didepan singgahsana megah, dojapun berhenti.


Ban: bug.. Hei jangan asal berhenti seperti itu.


Doja hanya diam, saat tubuhnya ditabrak oleh ban.


Doja: hormat kepada pemilik sang keagungan.

__ADS_1


Ban yang masih belum mengerti, apa yang dilakukan doja. ia melihat doja berlutut, dan menghadap singgahsana kosong.


Ban: hei.. Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah disana tidak ada orang..!


Doja: kau harus melakukan, seperti apa yang aku lakukan ban, jika kau ingin nyawamu selamat.


Ban: apa maksudmu? Aku tidak mau, aku bukan orang bodoh, sampai harus berlutut didepan singgahsana kosong seperti itu. Ayo bang..


"tik, tekretek.. Kretek.. Kretek"


Ban: a.... tubuhku terbakar, tolong aku doja.. Tolong aku, kumohon to.. aku..


Doja: ban...! Sang agung, saya moon, tolong.. ampuni teman saya, yang bodoh ini..! Dia tidak mengerti apapun.


Doja bersujud sambil memohon, dan terdengar suara yang tak berwujud, dari singgahsana kosong tersebut.


"hehehe.. Aku tidak suka manusia sepertinya, dia hanya akan menjadi masalah buatmu, dimasa mendatang. Lalu, apa yang membawamu kemari?"


'maafkan aku ban, aku tidak menyangka membawamu kemari.. malah akan mengahiri hidupmu.'


Ban: a..... tidak.. tolong aku doj.. Gedebug.


Teriakan terakhir dari temannya, sungguh memilukan.. dan begitu menyayat hati. Ia sebenarnya, tidak sanggup mendengarkan teriakan dari temannya. akan tetapi, doja tidak bisa melakukan apapun. dihadapan seseorang, yang bahkan tak bisa ia lihat samasekali, sosok keberadaannya.


Doja: sa.. saya telah gagal sang agung, akan tetapi.. saya sempat menyelamatkan diri, dari pria itu.


"hem.. Jadi, apa hanya itu yang ingin kau sampaikan kepadaku..? Dan membuang waktuku yang sangat berharga."


Doja: ti.. tidak sang agung, sa.. saya merasakan sesuatu yang aneh dari pria itu..!


"hmm apa maksudmu?"


Doja: pria itu.. mempunyai sihir yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Dan lagi.. Dia bisa mengetahui rute keberadaan kami, para penyihir, dengan sangat gampangnya.


"lalu..?"


Di negeri para elf, dimana semua pemandangan alam terlihat sangat indah. membuat yang mendatanginya, merasa betah, dan tidak ingin pergi meninggalkannya.


"ada apa?"


"hah.. hah.. hah.. P.. P.. Pangerang telah kembali, baginda. Namun sepertinya, kali ini beliau tidak datang sendiri."


"benarkah..! Dimana dia sekarang?"


"digerbang utama, dan sekarang, pangeran sedang dalam perjalanan kemari."


"apa kau mengenal, orang yang datang bersamanya?"


"tidak baginda, akan tetapi.. Aura mereka, terlihat berbeda dengan kita para elf."


"hmm begitu.. baiklah, aku akan menyambutnya sekarang."


Sang rajapun pergi meninggalkan singgahsananya, untuk menyambut putra kesayangannya.


Lalu dikekaisaran.. Diruangan kerja sang kaisar, tampak kaisar sedang berdiri menghadap didekat jendela, sambil menatap kosong keluar, dan melipat tangannya kebelekang. Ia teringat kembali, akan pembicaraannya dengan lagrin.


(flashback)


Kaisar: benarkah! Apa itu.. ?


Lagrin: suplai batu kristal, yang hanya diperuntukkan dalam negri. Dijual secara ilegal kenegara tetangga, Dengan harga yang sangat tinggi.


Kaisar: hmm.. Lantas, siapa dan apa? status dari bangsawan itu!!


Lagrin: marquees rohel, dan juga.. Duke tapallin.


Kaisar: jadi orang yang aku percayai selama ini, Adalah dalang dari kasus ini..?

__ADS_1


Lagrin: benar baginda. (Kembali kemasa sekarang.)


Kaisar: haah.. 'aku tidak menyangka sama sekali. Kedua orang kepercayaanku, justru mengkhianatiku. Pengawal...


Terdengar suara dari luar pintu. "ya baginda."


Kaisar: Panggilkan lagrin sekarang.


"baik baginda."


Kaisar: 'aku akan menindak tegas, kedua orang itu. dan selanjutnya.. tinggal menunggu laporan dari bocah lannox. Kira-kira apakah dia berhasil menyelesaikan misi ini..?


Tak lama, yang dipanggilpun tiba.


Lagrin: Tok.. Tok.. Tok.. Baginda, ini saya lagrin.


Kaisar: masuk.


Lagrin: ceklik, tap.. Tap.. Saya menghadap kepada matahari kakaisaran. "hormatnya"


Kaisar: lagrin, kirim utusan untuk segera menangkap kedua tersangka tersebut, Dan segera tempatkan keduanya, kedalam penjara terasing.


Lagrin: apa.. penjara terasing, maksud anda, dipulau yang hanya dihuni binatang liar dan buas itu..!


Kaisar: ya.. tidak ada ampun bagi pengkhianat, apalagi telah merugikan negara, dan menyusahkan banyak masyarakat. Keduanya harus disiksa, dengan hukum rimba.


Lagrin: 'jika sudah begini, sama saja dengan hukum mati. namun, perbedaannya dengan hukum pancung.. Tersangka akan lebih tersiksa lagi, dan mati mengenaskan. dimana pulau yang tidak ada penghuni, melainkan hanya hewan-hewan liar, dan para binatang buas. Sungguh hukuman yang sangat kejam dan sadis, bagi nasib keduanya. Dan sekarang, mereka berdua pasti sedang bersantai ria, sambil berfoya-foya menikmati hasil.


Kaisar: omong-omong.. kerja bagus lagrin, kau memang bisa diandalkan.


Lagrin menekan kacamatanya yang tidak jatuh.


Lagrin: terimakasih baginda, tapi ada satu hal lagi yang bikin saya penasaran.


Kaisar: apa itu lagrin?


Lagrin: bagaimana kabar keempat mata-mata, yang anda kirimkan dikediaman duke lannox?


Kaisar: hmm ya.. aku baru ingat, tentang empat anak itu. mereka masih belum memberiku kabar, apapun.


Lagrin: lalu.. bagaimana jika mereka tertangkap baginda?


Kaisar merenung sejenak, lagrin menatap diam kebingungan baginda.


Kaisar: aku yakin, sedikit sulit untuk mengirim mereka kembali kemari..!


Lagrin: 'hmm sepertinya, baginda sedikit kesulitan ya..' lantas, apa yang akan baginda lakukan? Kepada anak-anak itu..!


Kaisar: untuk sekarang, biarkan saja dulu. aku yakin, mereka pasti baik-baik saja disana. Prioritas utama kita sekarang, adalah menyelesaikan masalah kedua bangsawan tersebut. Dan juga..harus menyediakan dokter, untuk mengembalikan mental anak-anak yang sudah mengalami trauma berat. dan merawat mereka, yang terluka parah, atas kejadian penyiksaan tersebut.


Lagrin: baik baginda, seperti keinginan anda. Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, kalau begitu.. saya mohon pamit undur diri dulu.


Kaisar: hmm..


Setelah kepergian lagrin, kaisar menarik nafasnya dalam-dalam. dan ia baru teringat akan keempat mata-mata yang telah ia kirim, untuk mengawasi duke lannox secara diam-diam.


Kaisar: haah.. 'Jika aku menarik mundur mereka sekarang. maka, sibocah besar kepala itu, pasti akan menaruh curiga kepadaku. Sekarang saja.. Anak itu sangat sulit untuk diatur. atau bisa jadi.. dia memang sudah tau semuanya. namun untuk menmancingku keluar, Ia pasti sengaja membiarkannya. Hem.. Begitu rupanya..!' Hahaha, 'dasar bocah tengil, dia memang benar-benar bisa memahami pikiranku. Dan juga selalu membuatku merasa terhibur, walaupun terkadang, aku sering gagal mengerjainya. Yah setidaknya, bocah itu jauh lebih jujur dan setia kepadaku. dibanding bangsawan lainnya.. yang kerjanya suka menjilat, hanya untuk sekedar mencari simpatiku. Benar-benar bikin aku, merasa muak dengan semuanya.'


'duduk diatas tahta, dan bergelimang harta. Bukan berarti aku bahagia, terlalu banyak tanggung jawab yang harus aku pikul. dan memikirkan bagaimana nasib negara ini kelak..! Apalagi putraku, masih belum bisa memimpin tahta kekaisaran. Dengan sifatnya yang terkadang sangat brutal dan sadis, juga mudah emosian. Tidak mungkin aku membiarkan anak seperti itu, untuk memimpin sebuah negara bukan..? Akan jadi apa nasib negri ini nanti..! Kecuali,, yah lupakan saja.'


'Hem.. Omong-omong, strategi apalagi.. yang harus aku lakukan untuk menekan sibocah duke itu..! Aku harus mencari cara lain, untuk menjahilinya haha.. aku jadi bersemangat lagi. Sebaiknya sekarang, aku menjenguk ratuku dulu, sudah lama aku tidak melihatnya.. hanya dia pelipur laraku.'


Sementara dibenua barat, serangan hebat terus saja terjadi. angin beliung, bercampur petir merah bertegangan tinggipun, dilepaskan kearah tameng. yang memang sudah dipasang oleh rafael, untuk melindungi seluruh benua barat.


Badai hitam: rasakan ini manusia.. lebih tinggi lagi.. Juedaarrr.. Jueadaarrrr... 'apa..? Bagaimana bisa, satupun seranganku tidak ada yang bisa menembusnya. Cih, sialan. Siapa sebenarnya manusia ini..? kalau begitu, akan aku naikan lagi level tegangannya.' Rasakan ini, Juedaarrrr.. Juedaarrrr.. Booom.. Sruruuut.. Sruuuruuuttt..


Tekanan terus ditambahkan, serangannya menjadi berkali-kali lipat, dari sebelumnya. Amukan sang badai, tak membuat rafael bergeming dari tempatnya. Malah, hanya membuatnya menyeringai senang.

__ADS_1


Rafael: hmhmhm... Jadi begitu rupanya. Dia memang kuat, sebentar lagi kau akan segera menjadi milikku.


Jangan lupa vote, like, and komen. terimakasih 🙂


__ADS_2