AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SURAT KAISAR


__ADS_3

Argus celingak-celinguk mencari keberadaan bayi yang disebutkan Putri Ravella.. Tapi ia tidak menemukan apapun, selain sepuluh pengawal dan dua dayang.


"Baiklah, saya akan mencoba mempercayainya.. Lalu dimana bayi anda Putri??"


Ravella meneruskan kembali kesibukannya.


"Dia tidak disini..!"


"Hem.. Lalu, dimana?"


"Bisakah anda diam dulu Tuan, anda mengganggu fokus saya." ucap Ravella tegas.


Mendengar celoteh dari si Putri kecil, Argus tersentak. Begitupun para pengawal dan dayang, yang sedang menahan tawa.


'Hem.. Dia persis seperti Master!' Argus menyeringai, lalu duduk di dekatnya sambil memperhatikannya. 'Sepertinya.. aku akan betah tinggal di sini.' terbesit pikiran yang membuatnya nyaman. "Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu..!"


Ravella diam tidak merespon.. Dia hanya fokus mengerjakan hobinya itu, Ravella benar-benar tidak sabar ingin segera bertemu dengan bayi kecilnya. Setelah beberapa menit kemudian..!


"Yeah, Sudah siap..!!! Dengan begini bayiku pasti senang." Teriaknya ceria, karena jalinan gelang yang ia buat telah selesai.


Ravella melihat Argus masih setia menemaninya, hingga ia tertidur di sebelah Ravella. Ia berbaring di atas rumput hijau beralaskan kedua lengannya.. Sebagai bantal. Semilir angin bertiup lembut, membuat rambut perak kemerahan melayang menutupi wajahnya.


Ia menyeka rambutnya, dan menyelipkan ketelinga kirinya, lalu ia memperhatikan sosok yang sedang tertidur disampingnya.


'Siapa dia? Kenapa Ayah tidak pernah bercerita apapun tentang orang ini?? Hmm.. aku akan mencari tahu tentangnya nanti.'


Kemudian ia bangun dari duduknya, dan melihat kelangit cerah. Sambil menutupi wajahnya dengan telapak Tangannya, dari parparan sinar matahari.. Tak lama ia pun berseru.


"Reni, sir Roland..!"


"Ya putri.. Apa anda menginginkan sesuatu!!" Tanya Reni.


"Tidak, karena aku sudah selesai mengerjakan tugasku, ayo kita kembali."


"Baik Putri..!" Jawab keduanya serentak.


Sebelum pergi.. Roland melirik kearah Argus sebentar, Tampak ia sedang tertidur pulas.


'Entah kenapa?? Aku merasa tatapan beliau, sangat berbeda saat menatap Yang Mulia Putri..! Semoga ini hanya perasaanku saja.'


Setelah Ravella pergi.. Ia tidak ingin membangunkan Argus, jadi ia pergi diam-diam tanpa membangunkannya. Setelah Ravella sedikit menjauh dari pandangan, Argus membuka matanya perlahan dan melihat kelangit biru, tampak tersirat senyuman di permukaan wajah tampannya.


***


Sesampainya Ravella di kamar.. Ia menyuruh semua orang menunggu diluar. Reni, yang peka dengan maksud Ravella, segera keluar dan menutup kedua pintu tersebut.


Sedangkan Dean, agak penasaran dengan apa yang akan dilakukan Sang Putri di dalam. Mungkin, jika dia bukan seorang kesatria Duke.. sudah lama Ia menyelinap masuk kedalam.


'Hah.. Semakin hari aku semakin di buat penasaran. Yang Mulia Kecil, bahkan tidak pernah sedikitpun membahas Spirit miliknya, atau menunjukkan kebanggaannya itu. Aku benar-benar ingin tahu, kebenaran seperti apa yang bisa membuat seluruh pasukan sampai mahu bersumpah setia kepadanya!!' Dean berpikir keras, ingin mencari pembuktian.


'Belum pernah ada dalam sejarah apapun, jika seluruh prajurit melakukan sumpah setia dengan dua orang secara bersamaan, Dan ini baru terjadi hanya di bawah kepemimpinan Yang Mulia Duke. Biasanya sumpah kesatria hanya dilakukan untuk satu orang, dan sumpah itu berlaku untuk seumur hidup, begitupun peraturan di Kekaisaran.

__ADS_1


Aku juga ingin tahu, kelebihan seperti apa? Yang dimiliki Yang Mulia Kecil. Aku ingin memastikannya sendiri dengan mata kepalaku, andaikan apa yang dikatakan para Prajurit itu benar adanya..! Aku secara pribadi dengan suka rela akan melakukan hal yang sama seperti mereka.' Pikir Robi menyelidik.


Setelah memastikan kamarnya benar-benar kosong.. Ravella pun langsung membuka mata ketiganya. Dan ia pergi ke Zona Mana, saat ia muncul.. Tampak keenam Spirit sudah menyambut kedatangannya.


"Kau telat Nak...," Ujar Saga.


"Ya kek, maaf, aku tadi sedikit ada kerjaan hehe.. Omong-omong apa yang ingin kakek bicarakan? Sampai mengumpulkan kita semua di sini!!" tanya Ravella penasaran.


Tama, membuka topik pembicaraan lebih dulu.


"Dewi..., sudah lama aku dan Roya, ingin memberi laporan tentang masalah ini. tapi berhubung terakhir kali ada kejadian yang tidak mengenakan di mansion, Jadi kami menundanya dulu hingga keadaan benar-benar membaik. Dan setelah sekian lama.. baru hari ini kami diberi kesempatan untuk melaporkan hasil dari misi tersebut." Ujar Tama, menjelaskan.


"Benar nak, dan kami tidak menyangka kau sampai bertengkar dengan Ayahmu, demi mempertahankan kedua anak-anak itu!" Sambung Roya.


"Dan aku juga ingin meminta maaf padamu nak, gara-gara permintaanku, kau sampai bertengkar dengan Ayahmu." Ucap Tama, dengan penuh penyesalan.


"Jangan dipikirkan kek, jika aku setuju.. Itu dikarenakan aku sudah memikirkan konsekuensinya dengan sangat matang. Jadi kakek tidak perlu terlalu khawatir, sebab Ayah juga sudah berjanji kepadaku." Meskipun ia sendiri masih belum yakin dengan tindakannya. 'Aku mendengarkan semua penjelasan kedua Kakek, dengan seksama. Tanpa melewatkan sedikitpun.


Ini mungkin memang sedikit beresiko untuk kedua anak-anak itu, walaupun Ayah menyetujuinya.. Bukan berarti Ayah tidak membencinya. kita juga masih belum tahu, bagaimana tindakan Ayah setelah melihat kedua anak-anak tersebut. tapi, apapun yang terjadi nanti.. aku akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku tidak akan biarkan, kedua anak-anak itu terlantar.'


"Jadi Dewi, inilah maksud kami mengumpulkan kita semua disini.. Apa lagi kedua anak itu sering menanyakan orang tua angkat mereka, saya hanya menjawab seperlunya. jika Dewi sedang sakit, makanya tidak bisa menemui mereka. Jadi Anda sudah tahu harus jawab apa bukan.. Jika sampai anak-anak itu menanyakan tentang keadaan anda."


"Oke! serahkan semuanya padaku Kek, Lalu kakek Jura.. Sepertinya ada yang ingin kau katakan!"


"Hem.. Ini tentang Bayimu nak, untuk melindunginya dari amukan ayahmu, jadi aku terpaksa menitip kannya kepada kedua anak-anakmu." Ujar Jura, beralasan.


"Hem.. Pantas saja aku tidak melihat keberadaannya sama sekali dimansion, ternyata dia ada disana!"


"Hmm.. Kebetulan sekali Kek, aku juga sudah tidak sabar menemui mereka." Ravella nampak bersemangat. "Baiklah, sudah kuputuskan. ayo kita menemui mereka sekarang, Sudah saatnya membawa ketiga anak-anakku kemansion hihi.." Ucapnya bersemangat.


'Hahaha.. Dia benar-benar lucu,


Sebenarnya siapa yang lebih pantas dipanggil anak-anak.' Pikir Saga, agak geli.


Sementara Spirit lainnya.. hanya menahan tawa melihat semangat dari Dewi kecil mereka.


"Dengan senang hati Dewi, kalau begitu ayo kita berangkat." Ujar Tama, yang juga menahan tawanya.


Dan, akhirnya.. Pertemuan yang dinantikan pun akan segera tiba. Semuanya berangkat meninggalkan markas, untuk menemui anak angkat Dewi.


......................


Di mansion, Duke sedang duduk di bibir jendela ruang kerjanya. Ia bersandar melihat keluar mansion, sambil melipat kedua tangannya. Dari kejauhan, tampak gerombolan burung merpati mendarat di lapangan luas.


Lalu Duke, melihat sebagian para prajurit ada yang sedang berlatih, dan ada juga yang sedang berpatroli keliling. Dan entah kenapa..! tiba-tiba ada keresahan bersemayam di sebalik sikapnya yang tampak tenang.


'Kenapa perasaanku tidak enak, haah.., semoga saja tidak ada apapun yang terjadi, sudah cukup dengan semua masalah yang kuhadapi. Andai saja ada Arabel disisiku, ini semua pasti tidak akan terasa sulit bagiku.'


"Apa yang sedang kau pikirkan nak?" Tanya Zion, yang baru saja muncul.


"Entahlah Pak Tua.. Aku hanya merasakan lelah saja."

__ADS_1


'Hmm.. Dasar bocah suka memendam masalah, kau bisa menipu orang lain, tapi tidak denganku.' Zion melihat kegundahan dalam sikapnya yang tenang. "Sebaiknya kau pergilah berlibur dengan Putrimu, manfaatkan kesempatan ini, untuk mengganti hari-hari yang telah kau lewatkan bersamanya." Ujar Zion menenangkan.


Lannox tersenyum mendengar saran dari Spirit miliknya, dia tidak menyangka, Zion punya ide seperti itu untuknya.


"Kau benar Pak Tua.. Beberapa hari ini, aku banyak menghabiskan waktuku di ruangan ini..! Dengan pekerjaan yang menumpuk, saranmu boleh juga.. Akan aku pikirkan nanti."


"Omong-omong nak, apa kau sudah mendapat kabar dari kesatria bayanganmu?"


"Apa maksudmu?"


Yah, ini sudah beberapa hari berlalu.. Aku dengar, rumor telah menyebar luas di seluruh ibu kota. bahkan, rumor tersebut sudah tersebar hingga kenegara tetangga."


"Hem, Benarkah..!! Kalau begitu, kita tunggu saja. jika mereka sudah memakan umpannya.. mereka pasti akan muncul menunjukkan diri. Lalu, bagaimana respon Kaisar terhadap masalah ini?? Apa ada kabar darinya!!"


"Untuk itulah aku kemari, aku menerima Surat Kaisar dari prajurit istana pagi ini. "


"Apa.. Surat Kaisar!!"


"Benar.. Bacalah, aku ingin tahu. Apa lagi yang, direncanakan si Ular Tua itu untukmu."


Tiba-tiba muncul sepucuk surat diatas meja Kerjanya, surat dengan segel Kekaisaran.


"Tumben sekali, mereka tidak langsung menemuiku! Dan hanya menitipkannya saja."


"Tentu saja, karena aku bilang kau sedang tidak berada di tempat sekarang. Jadi, Kesatria tersebut dengan berat hati terpaksa menitipkan surat itu kepadaku."


"Tumben kau pintar mengurus mereka, aku senang kau cepat tanggap." Ujar Lannox menyeringai.


"Cih, Aku tahu aku memang sudah pintar sejak dulu.. Kau saja yang terlambat Tahu." Ujar Zion, memuji diri sendiri.


"Haah.. Aku menyesal telah memujimu."


Lannox melihat sepucuk surat tergeletak di atas meja, dengan segel Kekaisaran. Sebenarnya ia malas membacanya.. Tapi, entah kenapa hatinya tergerak untuk membukanya.


'Aku mengambil surat tersebut, dan membukanya. Dan saat aku membacanya, aku benar-benar dibuat terkejut dengan isi surat tersebut. Jadi, perasaan yang tidak enak kurasakan sejak tadi adalah ini..!! Aku benar-benar marah dengan sikap Kaisar yang semena-mena secara sebelah pihak.


Melihat reaksiku, Zion langsung menghampiriku, dan tampak asap putih keluar dari tubuhnya.. dalam sekejap ia langsung berubah menjadi seorang anak muda berusia dua puluhan.


Aku terkejut saat melihat perubahan sosok manusianya, karena ini baru pertama kalinya ia menunjukkan bentuknya yang seperti ini kepadaku. Saat ia melihat reaksiku setelah membaca surat itu.. Ia penasaran, dan langsung merampas surat itu dariku.'


"Coba kulihat, apa isi suratnya??"


...( "KAISAR DEONXALL ROLEF...


...HALO DUKE, YANG PERTAMA AKU INGIN MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADAMU, ATAS KEBERHASILANMU MENYELESAIKAN MISI SULIT. DAN UNTUK ITU.. AKU AKAN MENEPATI JANJIKU. KAU TIDAK PERLU HADIR SAAT ADA RAPAT APAPUN DI ISTANA, NAMUN, SEBAGAI GANTINYA...!...


...KAU HARUS MENGHADIRI SETIAP ACARA YANG AKU BUAT, JIKA TIDAK, AKU TERPAKSA MENGUMUMKAN PERTUNANGAN PUTRIMU DENGAN PANGERAN....


...MULAI MINGGU DEPAN, AKU AKAN MENGADAKAN PESTA TEH SECARA PERIBADI. AKU HARAP KAU DATANG MEMBAWA PUTRIMU, KARENA AKU INGIN MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN PUTRIMU....


...KAISAR. )"...

__ADS_1


__ADS_2