AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
ADA TIGA ATURAN, YANG PERLU KAU TAU!


__ADS_3

tama menghadapi musuh baru, yang tidak dia duga sebelumnya.


"katakan, siapa kau?"


tampak seekor burung hantu raksasa, berdiri dengan gagah menatap tajam kearah tama, yang sedang dalam wujud manusianya.


'mungkin jika dia burung hantu biasa, aku tidak akan pernah melihat wujud sebesar itu. tapi lain ceritanya jika dia mahluk spirit sepertiku! dia kelihatan sangat kuat dan gemuk, bahkan lebih kuat daripada orang yang kukalahkan tadi. mmm.. aku tidak boleh menganggap remeh burung ini, dilihat dari auranya.. dia bukan sekedar spirit biasa.. dia kuat.'


"hmm.. pikiranmu terlalu mudah ditebak rubah! ternyata tamu yang dikatakan beliau adalah kau, rubah api sipemikat sihir, dicintai oleh segala ilmu sihir, dan kau juga spirit kuno, raja dari segala rubah. sang legenda yang terlahir dengan tubuh api kesu.."


jengah mendengar asal-usulnya dibahas, tama, memutar matanya dan langsung memotong pembicaraan burung itu.


"apa kau sudah selesai bicara? kau benar-benar tidak sopan, bukankah seharusnya kau memperkenalkan dirimu lebih dulu! dan bukannya menjawab pertanyaanku, kau malah membahas riwayat hidupku. apa kau seluang itu? sampai tidak punya kesibukan lain hah.. badanmu saja yang dibesarkan, ternyata otakmu kosong rupanya. berhenti mencampuri urusan orang lain, dan urus saja dirimu yang kelebihan bobot itu. kau tampak gemuk, seperti burung pemalas yang dipelihara. cih, membosankan."


"sialan, persis seperti rumornya, mulutmu sangat busuk dan bau, dasar tidak beradab, sungguh tidak sesuai dengan darah yang kau miliki saat ini."


"cih, apa urusannya denganmu hah..! mau darahku merah, hitam, hijau kek, aku tidak perduli. jangan banyak omong, ayo cepat kita selesaikan urusan kita sekarang. karena aku tidak punya waktu, untuk berdebat denganmu, dasar burung jelek." ujar tama kesal. 'lama-lama dia jadi mengingatkanku kepada roya, bikin kesal saja.'


"hmm.. kau terlalu blak-blakan rupanya, baiklah aku akan meladenimu. tapi sebelum itu.. ada tiga aturan, yang perlu kau tau!"


"heh.. katakan apa itu?"


"pertama, kau bisa menyerangku dari arah manapun yang kau suka, akan tetapi.. tidak boleh menyentuhku."


"haah.. apa-apaan itu! apa otakmu sudah bergeser dari pada tempatnya, bagaimana bisa bertarung jika tidak menyentuh tubuh lawan, yang benar saja benahi bicaramu."


"itu adalah aturanya, suka tidak suka kau harus mematuhinya. kedua, kau tidak boleh menggunakan sihirmu apapun itu, apalagi merapal mantra yang aneh-aneh."


"bodoh kau.. itu namanya curang, jika aku tidak bisa merapal mantra, dan menggunakan sihir, lalu.. bagaimana caranya? aku bertarung denganmu sialan."


tama semakin jengkel, dan terus mengumpat.


"memang itu adalah aturannya, kau harus menaattinya. jika tidak suka.. tidak usah bertarung, dan kau selamanya akan terjebak dan tinggal ditempat ini. karena misi ini memang dibuat khusus untukmu, mau tidak mau.. kau harus mematuhinya. bukankah kau juga masih bisa menggunakan mana, dan aura, selain menggunakan sihir!"


'cih.. dasar burung licik, ini pasti aturan dari suara yang tidak jelas itu! aku harus secepatnya keluar dari sini dan menemukan keberadaannya, bahkan aku tidak bisa melakukan semedi dengan fokus, karena gangguan darinya, sementara waktu yang telah ditetapkan semakin dekat. celaka, lama-lama aku bisa gila, terus berada di tempat ini. kalau begini.. bagaimana caranya aku bisa melindungi dewi!? benar-benar bedebah sialan, rasanya aku ingin membunuh siapapun sekarang.'


"bagaimana! apa kau setuju?"

__ADS_1


"cih, baiklah."


jawab tama, dengan enggan, meskipun pada akhirnya dia menerimanya.


"hem.. bagus, dan sekarang untuk yang terakhir."


"cepat katakan, jangan bertele-tele, aku tidak suka menunggu."


"hmm.. baiklah, kau tidak sabaran sekali. yang ketiga.. jika kau kalah dariku, tubuhmu akan menjadi milikku."


"bagaimana jika kau yang kalah?"


"hmm.." burung itu.. melipat tangannya sambil berpikir sejenak.


"aku akan menjadi bagian dari dirimu!"


"haah.. apa-apaan itu! sangat menjijikan, tidak.. aku tidak mau, aku tidak suka menjadi burung, lebih baik kau aku makan bagaimana!"


"hmm.. terserah mau kau apakan tubuhku, itupun jika kau bisa mengalahkanku!"


tama diam sejenak, sambil memperhatikan burung hantu bertubuh besar itu, bulu perak kehitaman menutupi tubuhnya yang besar. matanya yang tajam juga bulat, membuatnya tampak mengerikan. bagai pemburu yang berada dibawah sinar bulan, seolah sedang mengawasi mangsanya. kakinya yang berotot dan cakarnya yang panjang, tampak seperti sudah terlatih dan terbiasa menyambar, dan menyayat mangsanya.


'aura mistisnya sungguh kentara sekali, apakah dia sengaja memamerkannya!'


...****************...


ditempat lain dalam mansion, sang duke sedang duduk sambil membaca proposal yang diberikan oleh ranov. saat ia tengah fokus dibeberapa lembar kertas yang ia baca, tampak kedua alis itu mengernyit seolah tidak puas.


'hmm.. terlalu banyak yang tidak relevan disini, laporan yang diberikan inipun juga palsu! semuanya dimanipulatif secara menditail, dengan sangat bersih, siapapun dengan sekali lihat bisa menganggap ini proposal asli. jika aku tidak mengeceknya dengan teliti, mungkin! aku juga tidak akan menyadarinya jika proposal ini, palsu. pantas saja ranov, menyuruhku untuk mengecek ulang, sebelum ditandatangani.'


'benar-benar biadab, aku tidak bisa memberi ampun kepada orang yang telah mengkhianati kepercayaanku. semua hasil keuntungan yang seharusnya mencapai delapan puluh persen, malah menjadi berkurang dua puluh persen. dengan alasan pesanan akhir-akhir ini menurun drastis, tapi, dari laporan yang kuterima baru-baru ini. jika harga batu kristal melunjak naik menjadi dua puluh persen, karena keberadaannya yang sangat langka. berarti, sudah berapa banyak keuntungan yang telah mereka hasilkan, sementara aku yang mendapat kerugian besar. benar-benar tidak bisa kumaafkan, aku harus cepat memberantas pelakunya sampai keakar-akarnya.'


'omong-omong anak dua itu, belum ada kabarnya sama sekali, apa misi mereka berhasil atau tidak! jika mereka menemui kesulitan, kenapa tidak menghubungiku? bukankah misi ini sangat mudah, atau.. jangan-jangan mereka ingin membuktikan kinerja mereka kepadaku, makanya tidak meminta bantuanku?'


"Zion......"


tidak ada jawaban, lannox mencoba memanggilnya lagi.

__ADS_1


"Zion...... sialan, dimana pak tua itu? tidak biasanya dia mengabaikan panggilanku, kecuali.. disaat dia sedang marah, atau sibuk! dia sibuk.. cih, mana mungkin!! akhir-akhir ini dia terlalu banyak waktu senggang.. hmm aku akan mencobanya sekali lagi.. dengan telepati."


'zion.. zion.. dimana kau? mengapa tidak menjawabku, pak tua!'


'hah.. ini panggilan dari sibocah tengik, mau apa dia memanggilku disaat seperti ini? mengganggu saja.. jangan sekarang, aku sedang sibuk.'


telepatipun terputus, zion mengunci pikirannya agar tidak diganggu dengan lannox. lannox, menjadi kesal karena diabaikan oleh spiritnya sendiri.


'cih, sialan, dia mengabaikanku dasar pak tua brengsek. sibuk apa dia? padahal beberapa hari lalu, aku melihatnya berkeliaran tidak jelas, dan sekarang dia bilang sibuk! cih, berani sekali dia mengabaikan panggilanku, awas saja kau pak tua, aku akan membuat hidupmu tidak tenang, lihat saja nanti.'


***


didalam hutan terlarang, zion masih berdiskusi, untuk menahan singa hitam tersebut! agar berada dibawah pengawasannya.


"baiklah, katakan apa syaratnya?"


'hmm.. bagus, dia memakan umpannya!' seringainya dalam hati. "kau harus memberitahu asal-usulmu, agar aku bisa memastikan, langkah apa yang harus aku ambil kedepannya.. untuk membantumu!"


singa hitam itu, tampak ragu-ragu dengan jawaban zion, yang terlihat ambigu.


'apa benar dia, bisa membantuku? atau malah sebaliknya??'


dengan enggan dia menerima pensyaratan tersebut. zion, tersenyum senang.


"omong-omong dimana naga kecil yang bersamamu tadi?"


"ah! anak itu sedang dalam misi penting sekarang, dia akan kembali lagi nanti, untuk itu.. aku menunggunya ditempat pertama kami datangi tadi."


'hmm.. sayang sekali, aku sebenarnya sangat tertarik dengan anak itu! apalagi saat melihat kekuatannya yang ia keluarkan tempo hari, semua penghuni hutan ini pada berlari ketakutan karena hal itu, aku yakin anak itu melakukannya tanpa disengaja. aku jadi semakin penasaran!' ujarnya dalam hati, ada rasa kecewa diraut wajahnya. "baiklah, jika begitu.. aku akan kembali kedalam gua."


"baik terserah kau saja, sesekali aku akan datang mengunjungimu."


"terserah kau saja."


setelah pembicaraan itu berakhir, singa hitam itupun menghilang. tinggal zion, berjalan santai sambil memikirkan sesuatu.


'hmm.. ini menarik, aku belum pernah melihat ras singa hitam sepertinya, jujur saja ia sangat cantik, tidak heran dia menyembunyikan wujudnya. ah! tidak, aku lupa menanyakan namanya? lupakan, masih banyak hari lain! aku akan menanyakannya nanti. kira-kira.. apa bocah itu berhasil? atau malah gagal?! jika dalam tiga hari, ia tidak muncul, aku akan menjemputnya.'

__ADS_1


__ADS_2