
Argus yang tidak bisa mengelak lagi.. Mau tidak mau, Terpaksa harus ikut pergi dengan kedua orang yang tak dikenalinya tersebut. dan lannox yang masih khawatirpun segera bergegas, menuju ketempat argus berada. Namun, saat mereka tiba disana, argus sudah tidak ada lagi ditempat.
Lannox: sialan aku terlambat.
Zion: sepertinya mereka belum cukup lama pergi dari sini, hmm ada aroma orang lain disini.
Lannox: apa maksudmu?
Zion: entahlah, dilihat dari tempat ini.. sepertinya telah terjadi pertempuran hebat. Dan aku mencium energi yang sangat besar dari kedua orang ini.
Lannox: dua orang.. ! Berarti, dihitung dengan argus jadi tiga orang ya.. Pasti lawannya sangat kuat?
Zion: ya sepertinya begitu.. ! Sekarang bagaimana, apa kita harus melanjutkan pencarian..?
Lannox: tidak, aku yakin anak itu baik-baik saja.
Zion: kalau sudah tau dia tidak kenap-napa, lantas kenapa kita sampai harus repot mencarinya?
Lannox: aku hanya ingin memastikan saja, Sebaiknya sekarang, kita kembali dulu kearmouth.
Zion: baiklah, Oya nak, apa kau sudah dengar kabar hangat?
Lannox: hmm.. Soal apa?
Zion: benua barat telah menang tanpa berperang.
Lannox: oh.
Zion: jawaban apa itu..!
Lannox: memangnya aku harus jawab apa?
Zion: apa kau tidak kesal, musuhmu sepertinya sedang berniat pamer padamu.
Lannox: heh.. Apa peduliku, itu bukan urusanku. Omong-omong, bagaimana kabar mereka diperbatasan, apa sudah ada pergerakan dari anak-anak itu.. ?
Zion: masih belum, tapi kau tidak perlu khawatir, karena aku sudah mengirimkan orangku untuk memata-matai mereka.
Lannox: cih.. Siapa bilang aku khawatir, jika mengikut naluriku, aku ingin sekali mengirim mereka dalam keadaan tidak bernyawa, kepada siular tua itu. Namun, aku berubah pikiran.
Zion: tumben sifat liarmu menjadi begitu lembut..?
Lannox: tentu saja, aku melakukannya hanya untuk bersenang-senang. dan jika langsung kubunuh, semuanya hanya akan menjadi semakin membosankan. Dan lagi.. ada urusan yang jauh lebih penting untuk diselesaikan.
Zion: apa maksudmu nak?
Di benua barat, tempat para pasukan berkumpul, mereka masih setia menunggu titah dari sang kaisar. walaupun mereka sudah tau, jika nyawa mereka sebenarnya, sudah berada diujung tanduk. Namun, mereka masih tetap tenang menunggu jawaban kaisar.
Kubus biru menyala terang disemua benua barat.
Rafael: semuanya.. Dengarkan aku.
Pasukan 1: ini.. Suara baginda.
Pasukan 4: apakah sudah saatnya?
Pasukan 2: entahlah, apapun itu.. Kita harus menunggu jawaban dari beliau.
Rafael yang telah duduk disinggahsana raja, sambil melipat kaki, dan wajah yang sedikit miring kesamping, dengan ditopang satu tangan. Tampak sorot mata yang tajam dan licik, dengan senyuman kemenangan ia menyeringai. Suasana ruangan istana yang masih terasa hening dan mencengkam, karena kehadiran sang penguasa baru kini semakin membuat yang ada disana merasa tertekan, membuat semuanya tak bergeming sedikitpun. Sementara itu.. dihadapannya, terdapat layar putih besar, yang terbuat dari sihir miliknya. Seolah ia sedang ingin menunjukkan kekuasaannya, dihadapan para musuh yang baru ditundukkannya dalam sekejap.
Lukas: 'apa-apaan ini.. Benarkah apa yang aku lihat sekarang?'
__ADS_1
Arlo: 'oh tidak, aku pasti sedang bermimpi bukan? jika benar ini mimpi.. Seseorang, tolong bangunkan aku.'
Zora: 'bagaimana mungkin, kekuatan sebesar ini..! Dia tidak hanya memiliki prajurit sihir, tapi juga memiliki kekuatan militer terbesar setelah benua utara. Dan harapan yang baru saja bangkit, sekarang benar-benar menghilang ditelan ketidak berdayaan.'
Rafael: semuanya.. bagaimana keadaan disana?
Muri: baginda, ada badai hitam yang semakin mendekati wilayah ini. namun.. Kami nasih belum tau, apakah itu berasal dari musuh atau bukan..!
Rafael: hehehe..
Suara tawa pelan sedikit bergema didalam ruangan.
Rafael: tenanglah semuanya, aku akan mengurusnya, sekarang kuperintahkan semua pasukan untuk segera kembali, Karena wilayah musuh telah berada didalam genggamanku.
Pasukan 3: benarkah baginda.. Berarti kita telah menang.. Horeeeeeeeee..
Sorak-sorai riuh kebahagian datang dari balik layar, lantang bergema diseluruh benua barat. hingga terdengar dalam ruangan istana yang didukinya. Semua pasukanpun diperintahkan untuk segera mundur. Setelah beberapa menit, tampak badai hitam kemerahan sudah memasuki wilayah kekuasaan rafael, seolah-olah ingin melahap semua yang ada disekelilingnya. Rafael dalam sekejap menghilang dan telah berpindah, dan ia berdiri melayang tepat dihadapan badai hitam tersebut. Saat rafael sedang berhadapan dengan badai, sang raja dan penyihir julius, sudah berteleportasi kemenara hitam yang berada dilaut timur milik julius.
Raja: julius dimana kita? Apa sebenarnya yang telah terjadi.. Hingga kau membawaku ketempat asing seperti ini...?
Julius: maafkan saya baginda raja, saya terpaksa melakukannya.
Raja: apa maksudmu, aku tidak mengerti..?
Julius: saya merasakan kekuatan yang sangat besar, telah memasuki istana. Sepertinya itu adalah penguasa dari benua barat, maaf baginda sebelumnya.. sejujurnya saya bukanlah tandingannya. Untuk itu, daripada harus bertempur dan tertangkap, lebih baik kita kabur. dan mungkin sekarang, dia pasti telah mengusai kerajaan milik anda. Tepatnya, kita telah kalah telak baginda.
Raj: apa....... Ti.. Tidak mungkin julius, katakan julius.. ini tidak mungkin terjadi kepadaku. Wilayah yang telah aku bangun dari nol ki.. Kini.. Tidak tidak mungkin... ! aaarrggg bruug.. Braggg... Bag..
Julius hanya bisa terdiam dan pasrah, dengan apa yang telah terjadi. karena sejak awal dia sudah menduganya, Kemungkinan untuk menang melawan seorang kaisar yang terkenal dengan kejeniusannya, bahkan sampai membangkitkan jurus terlarang sekalipun, itu sangatlah mustahil. hasil yang mereka miliki tetap nihil, raja yang masih mengamuk didalam ruangan, terus membanting barang yang ada disekitarnya, hingga ruangan menjadi berantakan karena amukannya.
Julius: 'sebaiknya, aku biarkan saja dulu dia sendirian, karena ini pasti telah menjadi pukulan berat baginya. kalah sebelum berperang, ini benar-benar sangat memalukan, bagi seorang raja sepertinya. Namun, ini juga menjadi sebuah pelajaran untuknya, Agar tidak sembarangan lagi meremehkan lawan. Yang jadi masalahnya sekarang, Aku terpaksa harus merawatnya. Tidak hanya fisik, bahkan ia juga mungkin ikut terluka mental. Seorang raja yang tidak pernah merasakan nikmatnya peperangan dimedan tempur, dan tidak pernah juga Merasakan kekalahan samasekali, karena memipin suatu negera yang terlalu damai. Pasti pada akhirnya akan merasakan dampak besar. jika ia tidak bisa berlapang dada melepas kepemilikannya yang ia banggakan selama ini, dia pasti akan terus merasakan siksaan panjang karena menanggung malu. Dan celakanya lagi.. aku adalah orang yang harus merawatnya, ini benar-benar merepotkan, haah seharusnya aku tinggalkan saja dia disana.'
"Hihihihihi... Jadi disini kau rupanya bersembunyi...!"
Ditempat count arnold yang telah berada diperjalanan, didalam kereta kuda, arnold yang masih dalam kondisi tangan terikat, dengan mulut yang masih disumpal. dan mata masih tertutup kain. Ditambah harus duduk berdesakan berdempet, dengan kedua pengawal yang ada disampingnya. dan, dua lagi berada dihadapannya.
Arnold: bban.. Bebebebe.
Keempat prajurit saling menoleh, karena tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan count arnold.
Arnold: 'sialan.. Bagaimana bisa yang mulia mengkhianatiku..! Padahal selama ini aku sudah bersumpah setia kepadanya. hingga sanggup mempertaruhkan nyawaku, tapi ini.. Kesalahan apa sebenarnya yang telah aku perbuat? hingga membuat aku ditawan.
Prajurit: kita sudah sampai tuan count, cepatlah turun.
Keempat prajurit tersebut, keluar lebih dulu dari count arnold. Arnold yang masih merasa ragu, untuk keluar.
Arnold: 'apakah aku akan dihukum mati?'
"apa yang kau lakukan, cepatlah turun, jangan membuatku menunggu lebih lama lagi?"
Arnold: su.. suara ini, yang mulia duke.
Arnold bergegas keluar, dengan tangan yang terikat, mulut yang masih tersumpal, dan mata yang masih tertutup.
Lannox: apa yang kalian lakukan, cepat lepaskan dia.
Parajurit: ba.. Baik yang mulia.
Setelah parajurit melepaskan semua yang membelenggu dirinya, akhirnya countpun terbebas dan turun dari kereta. dan ia merasa takjub tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Arnold: tidak mungkin, kalian..!
__ADS_1
Arnold langsung berlari, dan mengabaikan sang duke yang berada dihadapannya.
Lannox: cih.. cih.. Sangking bahagianya dia sampai mengabaikan keberadaanku.
Arnold mengusap airmatanya, Keluarga yang selama ini dia rindukan.
Arnold: maafkan saya yang mulia, saya begitu senang hingga lupa, jika ada yang mulia dihadapan saya.
Lannox: heh tidak apa-apa, untuk kali ini aku maafkan.
Arnold: hehe maafkan saya yang mulia, saya janji tidak akan melakukannya lagi.
Arnold tertawa, dan menggaruk kepalanya yang tidak merasa gatal.
Countess Helena: hormat kepada yang mulia, hmm.. Kami juga sudah mengetahuinya dari yang mulia suamiku, sebelum kau datang, yang mulia sudah berpesan agar tidak kaget dengan apa yang terjadi nanti, Ternyata ini maksud yang mulia.
Arnold melihat lannox, dengan perasan haru tak percaya.
Arnold: 'aku tidak menyangka, ternyata seorang yang mulia berhati bengis dan buas sepertinya, bisa bersikap lembut juga.'
Lannox: jangan menatapku seperti itu, ayo kita masuk dan berbicara didalam.
Count arnold/Countess helena: baik yang mulia.
Merekapun bergegas masuk mengikuti lannox, yang tampak kelelahan.
Helena: suamiku.. aku tinggal dulu, yang mulia, kalau begitu saya akan menyediakan air hangat untuk yang mulia membersihkan diri.
Lannox menggangguk, setelah melihat punggung helena yang semakin menjauh ditelan muka pintu. Mereka berduapun lanjut berbicara, dan kali ini ditemani oleh zion, yang baru saja muncul dari bayangan di dinding. Arnold yang sepertinya sudah terbiasan melihat zion tidak merasa heran dan canggung lagi. Dan iapun memberanikan diri, untuk membuka pembicaraan lebih dulu.
Arnold: yang mulia.. Jika boleh saya tau, mengapa anda sampai berbuat seolah-olah saya sedang tertangkap seperti sedang melakukan kesalahan. Bahkan, saya juga sempat tertipu dengan rencana yang mulia?
Zion: hem.. Tentu saja kami harus melakukannya dan membuat musuh percaya, Untuk itu kami harus nenipu target lebih dulu, agar terlihat lebih realistis.
Lannox masih bungkam seakan sedang malas berbicara, suasana ruangan yang sengaja diterangi lampu yang sedikit redup, menyesuaikan kebiasaan lama lannox. Yang memang tidak suka, jika berada dalam pencahayaan ruangan yang terlalu terang.
Arnold: yang mulia... 'sepertinya, beliau sudah tertidur.'
Zion: ya dia sudah tidur, dia pasti kelelahan. karena sudah seminggu lebih, tidak tidur dan beristirahat cukup. Pergilah, kau juga harus istirahat.
Arnold bangkit dari duduknya, dan menunduk hormat kepada lannox yang sedang tertidur, dan juga zion yang masih duduk Menatapnya.
Arnold: baik yang mulia, kalau begitu.. saya izin undur diri dulu.
Zion: Hmm "angguk zion, setelah kepergian count arnold, zionpun melirik kearah lannox, yang masih tertidur." mengapa kau berpura-pura tidur, dan tidak menjawabnya.
Lannoxpun membuka matanya dan tersenyum.
Lannox: hem.. Aku ketahuan ya.. Ternyata, Aku memang tidak bisa berbohong dihadapanmu.
Zion: cih tentu saja, kau bisa menipu orang lain, Tapi tidak denganku dasar bocah.
Lannox bangkit dari duduknya dan menanggalkan armour miliknya, serta membuka pakaian yang sudah kotor.
Lannox: pak tua.. kau paling mengenalku dari siapapun. Dan, aku paling malas menjelaskan sesuatu yang menurutku merepotkan. Besok pagi, kita akan kembali kemantion. aku sudah tidak sabar, ingin bertemu dengan putriku. Bagiku sekarang, tidak ada yang lebih penting selain putriku. tinggalkan aku sendiri zion, aku ingin membersihkan diri dan beristirahat sebentar, sambil menunggu fajar yang sekejap lagi akan terbangun dari peraduannya.
Zion: hmm kau sudah banyak berubah nak, baiklah aku akan kembali lagi nanti.
Dan zionpun menghilang tenggelam dalam bayangan, tak lama.. Lannox berendam sambil menatap langit dibalik jendela kecil. Raut wajahnya yang tampan, entah kenapa tiba-tiba berubah menjadi mendung.
Lannox: arabella.. Andai kau masih ada disini.. , kita pasti akan menjadi keluarga yang utuh dan paling sempurna, dengan seorang putri yang sangat cantik sepertimu. Dan dengan bakatnya yang begitu mencolok, kini Dia semakin bertumbuh besar, dan aku semakin khawatir dengan banyaknya perhatian yang terus mengarah kepada putri kita. Hem.. Ternyata beginikah rasanya menjadi orang tua, Mulai sekarang.. aku harus lebih protektif lagi kepada putri kita, dan akan kuhabisi siapapun yang berniat mengambilnya dariku.
__ADS_1
Jangan lupan like, vote, n komen. Terimakasih, masih setia membaca tulisan saya yang receh. 😊