AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
AKU TIDAK AKAN MENYAKITI KALIAN


__ADS_3

halo.. apa kalian merindukanku haha. daripada ngabacot gajez langsung aja, happy reading 😉


"bocah terima ini!"


"apa ini..?"


"ini penawar dari putrimu untukmu" jura menceritakan kembali saat ia gira dan ravella berbicara sebelum pergi.


"sekarang kakek ambillah penawar ini.. aku harus segera melihat keadaan ditempat lain."


"untuk apa kau menitipkan penawar ini padaku nak..?"


"mmm.. aku bisa merasakan ayah sedang terluka parah namun ia sedang menahannya."


"apa! bagaimana bisa kau mengetahuinya kalau ayahmu terluka?"


"ya sayang, bahkan kami saja tidak tahu akan hal itu..!"


"haah apa kakek ingat saat aku diculik..?" ravella menghelah nafas panjang dan menceritakan kembali kepada jura dan gira.


"ya tentu kami mengetahuinya..,"


"pada saat itu kakek juga tahukan kalau aku bertemu ibu dalam mimpiku."


"tentu dewi, kami juga berada disana menyaksikan pertemuanmu, hanya saja kami tidak menunjukkan wujud kami padamu, karena tidak di izinkan."


"lantas apa hubungannya dengan mimpi itu nak..?"


"ibu memberiku.. dua buah kalung permata darah"


"apa..! permata darah, bukankah permata itu terbuat dari jantung dewa.. dan itu sangat langka bahkan para penyihir juga ikut²an mencari permata itu." ujar gira takjub, jura hanya terdiam menyimak apa yang dikatan ravella.


"lanjutkan sayang."


"satu untukku dan satu lagi untuk ayah, dan kalung itu bisa melindungi kami dari bahaya.. dan juga bisa saling terhubung jika terjadi sesuatu diantara kami. dan sekarang aku bisa merasakan.. kalau ayah sedang terluka parah. ia pasti terkena sihir hitam, karna jika tidak ada campur tangan penyihir, aku yakin ayah bisa melakukannya tanpa terluka. untuk itu, aku menitipkan penawar ini untuk ayahku, aku akan segera menjemputnya sekarang. jadi saat aku membawa ayah kemari tolong berikan penawar ini untuknya, separuh untuk diminum dan separuh lagi dioleskan pada yang terluka."


"begitulah yang putrimu katakan"


tanpa terasa airmata meluap memaksa keluar tanpa izin. lannox benar² tidak percaya dengan apa yang dilakukan putrinya sangat membuatnya terharu dan sedih. ia terdiam kemudian ia mengusap kasar airmatanya lalu diminumnya penawar itu, dan setengah dari sisanya ia oleskan pada luka diperutnya. racun hitam yang menyebar dari dalam tubuhnya telah dimurnikan. dan luka yang dipenuhi darah hitam juga perlahan menghilang daging yang terkoyak telah menyatu kembali.


"i.. ini sungguh ajaib luka dan racunnya benar² menghilang, tanpa meninggalkan bekas sedikitpun."ujar zion dan pasukan yang lain hanya bisa takjub melihat apa yang terjadi.


"aku akan pergi sekarang."


"tap, jangan nak! tetaplah disini kau hanya akan menjadi beban untuknya jika kau memaksa pergi." jura menahan lengan lannox yang ingin pergi membantu putri kecilnya "percayalah padanya kau akan tahu jawabannya setelah menyaksikan layar itu." lannox menatap nyalang pada jura dan merenung sebentar.


"aku mengerti perasaanmu bocah, tapi sekarang tenanglah."


"baiklah, aku akan coba untuk mempercayaimu. akan tetapi, jika aku melihat putriku terluka aku akan langsung kesana untuk membantunya."


"huh! baiklah aku setuju" 'dia benar² keras kepala tidak heran jika dewi juga menurun sifatnya.'


"lantas dari mana putriku mendapatkan penawar itu..?"


"putrimu sendiri yang membuatnya" jura melihat wajah lannox sambil tersenyum


"ti..dak mungkin bagaimana bisa..?"

__ADS_1


"aku juga sama terkejutnya sepertimu, saat mendengarnya sendiri."


"apa! bagaimana bisa kalian tidak tahu! seharusnya kalianlah yang paling tahu karna kalian yang selalu menemani putriku."


"ya.. tidak semua kami harus tahu, karna dewi juga mempunyai privasi sendiri. dan dia juga merahasiakannya dari kami."


'huh! anakku setelah ini berakhir, banyak yang harus kau jelaskan padaku'


"hei kenapa wajahmu terlihat mengkerut seperti itu, kau terlihat jelek tahu."


"cih,! aku sedang malas berdebat denganmu"


zion mendorong tubuh lannox yang sedang bersedakap tangan sambil berpikir tentang kejutan yang dilakukan putrinya hampir membuatnya tidak percaya.


"apa yang kau lakukan! menjauhlah aku sedang tidak ingin bermain denganmu pak tua jelek."


"cih, plak..!aku senang melihatmu telah kembali nak, sekarang mari kita lihat kejutan apalagi yang akan disuguhkan oleh dewi."


zion mendorong lutut lannox dengan kepalanya.. agar duduk bersandar padanya lannoxpun terjatuh terduduk.


"kau, apa kau sudah bosan hidup hahhh!"


"hahahah jangan marah terus bocah jelek, duduk dan tenanglah, fokuslah kelayar." lannox hanya terdiam tak kuasa menahan kesalnya


(dante) "yang mulia terlihat akrap sekali dengan spiritnya bukan!"


(alfo) "ya kau benar, mereka terlihat seperti sahabat karib"


(rauf) "aku setuju, senang melihat keakraban mereka"


(ardan) "ya.. belum lagi tuan putri kita yang selalu membuat kita takjub akan bakatnya. tidak hanya cantik dan lucu, tetapi beliau juga.. mempunyai banyak bakat tersembunyi dan selalu membuat aku terkejut, dan yang jelas tidak bisa diungkapkan dengan kata² bahkan meski dia terlihat masih kecil aku saja sudah terpesona dan jatuh cinta melihatnya. dia mempunyai kecantikan yang sangat berbeb.. mmmmm pas..an.. au.(lepaskan aku)."


(roland) "hati² dengan nada bicaramu ardan bodoh, jika sampai komandan mendengarnya tidak hanya kau yang celaka kami juga bisa terkena imbasnya karenamu" roland membekap mulut ardan yang bicara tanpa melihat situasi


(yoan) "plak, ya.. dasar bodoh ada mulut tapi tidak bisa di jaga, kau telah menyebut sesuatu yang paling sensitif jika yang mulia sampai mendengarnya, kita semua bisa mati dasar bodoh. apalagi moodnya sedang tidak baik, bisa² dia akan melampiaskannya kepada kita bocah dungu."


(ardan) "mmm.." ardan mengangkat tangannya tanda menyerah "baiklah aku keceplosan aku lupa kalau itu adalah kata terlarang untuk diucapkan."


(alfo) "aku sangat kagum dengannya, bahkan beliau bisa membawa kita semua dalam sekejap, itu sungguh diluar kemampuan manusia biasa bujan..! selain membutuhkan mana dan juga kekuatan yang sangat besar, tapi yang membuatku tidak habis pikir tubuh kecil itu.. bisa melakukannya, sungguh diluar nalar."


(perro) "ya.. pikir saja pakai akal, jumlah kita sekitar ratusan bagaimana bisa dia memindahkannya dalam sekejap. tanpa kelelahan sedikitpun, manusia biasa paling bisa berteleport banyak seperti itu dengan kekuatan sepuluh penyihir atau lebih, bahkan yang mulia saja hanya bisa berteleport membawa sebanyak 50 orang. tetapi putri bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan penyihir.. dan yang janggalnya lagi, apa kalian menyadarinya..! warna mata tuan putri tetiba berubah menyala terang itu sangat indah aku belum pernah melihat warna matanya yang seperti itu."


(rauf) "kau benar aku juga menyadarinya, tidak hanya matanya warna rambutnya juga terlihat bercahaya seperti cahaya bulan."


(roland) "aku memang jarang melihatnya, tapi aku akui.. putri memang sangat berbeda di usianya yang masih kecil, ia lebih tampak terlihat seperti seorang dewi dari pada manusia. jujur saja.. aku juga berfikir sama seperti ardan. hanya saja sudah tersampaikan oleh bocah bodoh itu hahaha." roland menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


(doka) "ya.. masih kecil saja dia sudah mengundang banyak mata dan itu selalu membuat kita khawatir, apalagi jika tuan putri sudah dewasa tidak bisa aku bayangkan sesulit apa kita nanti, belum lagi menghadapi sifat yang mulia dengan emosinya yang tidak jelas. tapi aku tidak menyesal menjadi kesatria tuan putri."


(nando) "ya.. kedepannya kita harus kerja keras melindungi tuan putri, dan menjaganya dari para kumbang nakal, aku tidak mahu tuan putriku yang masih polos ternodai."


(lobi, yoan) "aku setuju" yang lainnya hanya mengangguk.


...****************...


sementara ditempat lain sang putri mengeluarkan aura yang tidak biasa, bahkan para monster yang merasakan aura dan kekuatan yang ada dihadapan mereka seakan dibuat terkejut mereka tidak mahu menyerang bahkan berlutut dihadapan ravella, para penyihir yang menyaksikan kejadian itu seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"hei.. siapa anak itu..!!! kemana lannox dan para pasukannya mengapa malah anak kecil itu yang muncul?"

__ADS_1


"lihatlah apa yang terjadi dengan para monster mengapa mereka pada bersujud dihadapan anak itu, hei monster bodoh apa yang sedang kalian lakukan!!! cepat serang bisa jadi itu adalah sihir untuk mengelabui kita."


para monster tidak bergeming sama sekali, mereka hanya terdiam seakan menunggu perintah.


"bangunlah, dan segera mundur kebelakangku, aku tidak akan menyakiti kalian."


"baik dewi," para monster menjawab serentak memecah keheningan yang sejak tadi sunyi setelah terjadi ledakan besar. monster² yang terlihat agresif dan ganas kini menjadi jinak dan patuh, mereka menuruti perkataan ravella dan beramai² berbaris dengan teratur berjalan kebelakang ravella.


"hei kalian monster bodoh! apa yang kalian lakukan huh..? mengapa malah mendengarkan perkataan anak kecil, dasar dungu apa kalian mahu berkhianat kepada baginda huh..?"


para monster mengacuhkan perintah pemimpin mereka, semuanya hanya diam tidak menjawab dan mengabaikannya.


"cih dasar monster biadab. kalau memang itu yang kalian inginkan bersiaplah, kalian semua akan berakhir mati mengganaskan"


sang penyihirpun merapal mantera kutukan untuk para monster, ravella yang melihat aksi mereka, segera bertindak seakan menyatu dengan angin ia melayang tinggi keatas para monster dan membangun penghalang besar untuk melindungi monster² yang ketakutan.


"gramion"


"hahaha.. akhirnya, ya.. dewi, apa perintahmu..?"


"ini adalah misi pertamamu dariku, bentengilah para monster dengan auramu."aura yang telah diberi nama, dan berwujud bocah lelaki kecil begitu gembira mendapat perintah, misi pertamanya akhirnya tiba saatnya untuk gramion membuktikan kesungguhannya sebagai aura untuk membanggakan sang dewi.


"dewi curang mengapa hanya memanggil gramion, aku juga ingin mendapatkan perintahmu." ravella tersenyum anggun melihat kelucuan bocah yang lainya cemberut karena cemburu, kemudian ravella memanggilnya..


"glaton kemarilah..!"


...----------------...


"a a..pa yang t..terjadi.. mengapa mereka jadi berpihak kepada musuh"


semua para penyihir kebingungan dan tidak hanya penyihir.. lannox, zion dan para prajurid yang lainnya juga ikut tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.. monster mengganas yang mereka lawan sedari tadi, malah terlihat jinak dan mematuhi perintah ravella kecil dengan patuhnya.


"zion.. a..apa benar yang aku lihat ini, atau apa aku sedang bermimpi..?? pukul aku jika ini benar nyata! plak" zion memukul kepala lannox dengan tangan besarnya."


"auw... oh dewa, tidak m..ungkin ini sungguh nyata benarkah apa yang kulihat sekarang ini.. apa dia sungguh putri kecilku ravella...!!!!!"


"ya.. itu putrimu juga dewiku hmmm." zion tersenyum bangga dengan apa yang dilihatnya 'aku bisa merasakan mereka masih orang dan jiwa yang sama. akan tetapi, mengapa tekanan auranya jauh berbada dari sebelumnya, dan kekuatan ini tidak seperti putri yang aku kenal. apakah selama ini dia menyembunyikan kekuatannya..! aku bahkan seakan ikut merasa terpanggil untuk segera menemuinya dan berjuang disisinya.'


jura dan gira memperhatikan tingkah zion yang sedang menahan diri dan hanya menyeringai tenang.


(Roland) "oh dewa.. apakah benar ini tuan putri kita...?" semua pasukan singa putih dibuat terkejut dan takjub mereka benar² tidak bisa berkata² lagi.. suasana menjadi riuh dengan ketakjuban para kesatria.


tama, roya, zaku, saga. yang menonton sejak tadi juga ikut tersenyum bangga menyaksikan dewi mereka. tapi ada satu orang yang sedari tadi memasang wajah cemberut.


"dewi curang bahkan anak itu saja diberi misi, mengapa aku tidak diberi perintah juga, akupun ingin menunjukkannya."


"puk.. puk.. hei roya, jangan memasang wajah cemberut begitu..! bukankah sekarang kau juga sedang menjalankan misi dari dewi..!"


"itu berbeda saga, aku ingin yang benar² misi."


"ya aku mengerti, tapi bukan kau saja yang belum mendapatkannya bukankah tama, zaku dan yang lainnya juga belum mendapatkannya juga..! jadi kau tidak perlu kecewa begitu seakan hanya kau sendiri yang tidak diperhatikan."


roya terdiam dan merenungkan kembali kata² saga dan tersenyum.


"ya.. kau benar." saga hanya tersenyum melihat temannya ceria kembali.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.. dengan vote, like & komen. karna itu sangat membantuku untuk lebih bersemangat lagi dalam menulis. & nantikan kelanjutannya di chapter selanjutnya bye.

__ADS_1


__ADS_2