
Dilapangan luas terbentang, keempat Spirit terluka, karena benturan energi yang dilepaskan untuk lawan, malah berbalik mengenai teman sendiri. Saga, yang telah terjatuh menghempas tanah, hingga berlubang besar. lalu ia bangkit berdiri.. Mengibas kotoran tanah yang menempel di tubuhnya. Setelah itu, Ia memanggil teman-temannya, untuk menanyakan keadaan mereka.
'Kawan-Kawan.. Apa kalian baik-baik saja..?!!' Tanya Saga, kepada yang lain.
'Ya, kami baik-baik saja..' Jawab keempatnya serentak.
Namun, diantara mereka.. hanya satu orang yang tidak kedengaran suaranya..!
'Bagaimana dengan keadaanmu?' Tanya Roya.
'Aku cukup baik.' Ujar Saga.
'Hei.. Kemana kalian semuanya, pergi? Kenapa kalian menghilang begitu saja meninggalkan mansion!!' Tanya Zaku khawatir, saat melihat semuanya tiba-tiba menghilang.
'Cih, sebenarnya aku malas mengatakan ini.. Tapi, harus kuakui.. Apa yang kau katakan memang benar adanya. Kami bahkan tidak bisa menyentuhnya sama sekali, dia sangat hebat.
Kami dipindahkan ketempat lain, hanya dalam petikan jarinya saja. lalu.. serangan yang kami arahkan begitu saja.. Kearahnya, Malah berbalik dibuat saling menyerang teman sendiri.' Ucap Tama kesal, namun ia membenarkan apa yang Zaku, katakan sebelumnya.. walaupun ada sedikit enggan.
'Haah.. Kau memang harus kena dulu bukan!! Baru kau tahu bagaimana rasanya. Dan sekarang, kau baru mempercayai apa yang aku katakan. Tapi, ya sudahlah. Jadikan ini sebagai pelajaran untuk kita semua.. meskipun, terkadang aku selalu berada diluar kendaliku, Jika menyangkut soal emosi.' Ujarnya jujur.
'Cih, dasar besar kepala. Seharusnya kau berterimakasih kepadaku, jika tidak, kau pasti sudah berakhir ditangan ayahku.' Gumam Tama, dengan seringai sambil memejamkan kedua matanya, dan bersedekap tangan.
'Ya.. Ya.. Kalau soal itu.. aku juga mahu meminta maaf kepadamu kawan. gara-gara keegoisanku, kalian berdua hampir saja memutus hubungan darah. padahal kalian juga baru bertemu satu sama lain.. Dan, haah.. Terima kasih, karena mahu membelaku.' Ucap Zaku tulus, namun kalimat terakhir Zaku, ia tetap mengucapkannya, meskipun ada sedikit rasa enggan.'
'Cih, apa salahnya.. Itulah gunanya saudara bukan. Hei.. Omong-omong kenapa kalian semua, diam saja haah. Malah hanya aku, dan Zaku, yang berbicara. Apa kalian tidak punya mulut untuk berbicara??' Ujar Tama, mengalihkan pembicaraan.
'Cih, habisnya kalian terlalu fokus mengobrol berdua.. Sampai tidak ada celah bagi kami untuk berbicara. Khi.. khi.. khi.. Tapi syukurlah, Jarang-jarang bisa melihat kalian akur begini, benarkan kawan-kawan..!' Celetuk Roya, yang disambut dengan senyum oleh Gira, dan Saga.
'Cih, omong kosong.' Celetuk Tama lagi, merasa tidak suka jadi guyonan teman-temannya.
'Tapi, omong-omong sejak tadi, aku tidak mendengar suara Jura sama sekali. Apakah dia baik-baik saja?' Ujar Gira, mengingatkan yang lainnya.
__ADS_1
'Benar juga..!' Jawab Saga. 'Kalau begitu.. Sebaiknya kita lacak posisi anak itu. Dan, kita akan bertemu disana.' Ujar Saga, kepada yang lainnya.
'Baiiik!!!!!' Jawab keempat Spirit serentak.
Di tempat lain, bagian hutan terlarang.. Jura terlempar berlainan arah, dari kelimanya..! Ia terpisah sendiri dari kawanan.
'Haah.. Kenapa hanya aku yang ada disini?? Apakah yang lain, baik-baik saja..?' Tak lama apa yang dikatakan Jura.. kelima lainnya pun muncul, menghampiri Jura. 'Kalian..!' Ujarnya tak menyangka, melihat kemunculan kelima temannya yang tiba-tiba.
"Bagaimana kalian tahu, aku ada disini?" Tanya Jura lagi.
"Tentu saja.. Kami tahu, karena kami telah melacak energi keberadaanmu.. Dan lagi, kenapa hanya kau yang tidak menjawab panggilanku!!" Ujar Saga risau.
"Ah, maaf.. Aku tadi merasakan sebentar Energi Ayah Tama, lalu tiba-tiba saja terputus. Melihat kalian baik-baik saja.. Aku sedikit lega. Sebaiknya, ayo kita cari beliau! Karena dia sudah mahu ikut terlibat, dalam masalah ini. dia juga telah banyak membantu kita bukan!! Dan, serahkan Urusan Dewi, kepada Cucumu, dan si bocah Lannox. Aku yakin, mereka dalam keadaan aman sekarang." Ujarnya tenang, kepada Zaku, dan kawan-kawan.
"Benar aku setuju, aku juga berhutang kepadanya. Disebabkan dia telah menyelamatkan Cucuku, lalu menjadikan dirinya sebagai Umpan.
"Kalau begitu.. Secara tidak langsung, dia juga telah menyelamatkan kita." Jawab Roya, yang diangguki Spirit lainnya.
Dan, itu membuat ia semakin takut, dengan apa yang dikatakan Jura. Melihat kehkawatiran temannya itu.. Jura, dengan cepat menepuk bahu, Tama, Untuk menenangkannya.
"Tenanglah Kawan, kita akan mencarinya bersama-sama. Karena kau yang paling tahu ayahmu, setidaknya.. Kau pasti bisa melacak keberadaanya bukan? Dan lagi.. Ada yang ingin aku pastikan pada beliau!!" Ujar Jura, melipat tangan, sambil memegang dagunya.
"Apa maksudmu?" Tanya Tama, dengan wajah bingung.
"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan, sebaiknya.. cepat lacak keberadaan Ayahmu sekarang? Karena kita tidak punya banyak waktu lagi." Ujar Jura, tampak mulai serius.
Tama teringat buku sihir yang ia serap, dan disana ada juga mantra darah penghubung. Tama, sedikit ragu.. Tapi ia melakukannya.
"Aku tidak tahu apakah ini akan berhasil, karena aku juga baru mendapatkannya dari ayahku. tapi, akan aku coba." Ujarnya serius.. Lalu mulai menarik satu tangannya kedada, dengan posisi dua jari terlipat dan hanya menyisakan tiga jari. Dan, ia pun merapalkan mantranya.
..."(MUN RHA.. DAM KHA.. BAH'EIKTHA.. ZARA-ZARA EIG'HUM. AKU TAMARUS.. PUTRA DARI RABARUS.. MEMANGGILMU, WAHAI LELUHUR RUBAH API.. PINJAMKAN KEKUATANMU, DAN TUNJUKKAN AKU KEBERADAAN AYAHKU.)"....
__ADS_1
Tama, merapalkan sedikit mantra kuno.. Dan disaksikan oleh para Spirit lainnya. Tiba-tiba saja, muncul kabut hitam pekat, menyebar ditempat mereka berdiri. Dan, terdengar suara berat, dan sangat asing, yang tidak dikenal, berbicara kepada mereka.
"Tutuplah Mata kalian, aku akan membawa kalian kepadanya..!" Perintah Kabut hitam, kepada keenam Spirit.
Keenam Spirit, mendengarkan dengan patuh, dan memejamkan kedua mata mereka.. Dan dalam sekejap..!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam Bar.. Di ruang rahasia.. Kedua Pria sedang bernegosiasi. Pria itu pun bangun dari duduknya, lalu ia menoleh sekilas sambil melipat kedua tangan kebelakang.
"Baiklah, aku akan membantumu, namun, perlu kau ingat, yang aku butuhkan adalah bukti keberadaan anak itu. jika kau bisa menemukan keberadaan Putri gelapnya!! Maka, aku juga akan mempermudah urusanmu. Tapi..." Suaranya yang tadi hangat, kini berubah dingin. "Jika kau gagal, mendapatkan apa yang aku mahu! Bersiap-siaplah menerima Ganjarannya. Karena aku, tidak akan berbelas kasih, kepada orang yang telah membohongiku."
"Baik Tuan, saya akan mengingatnya." Ujar Edgar, menunduk hormat kepada Pria itu.
Setelah memberi peringatan keras, ia pun pergi meninggalkan tempat itu.. hanya dengan menghilang, tidak seperti saat ia datang. Setelah kepergiannya.. Edgar, kembali bisa bernafas lega. Ia pun langsung menjatuhkan diri kesofa. Sambil membuka kacamatanya, dan memijit alisnya.
'Haah.. Jika dia bisa langsung pergi semudah itu! kenapa dia harus atang menggunakan metode merepotkan.' Pria berkaca mata dengan rambut sedikit memutih, mengenakan kembali kacamatanya.. Lalu ia meletakkan kedua siku tangannya di atas kedua lutut, ia pun bertopang dagu di atas kedua punggung tangannya.
'Ini benar-benar gawat, jika aku gagal mendapatkan apa yang dia inginkan!! Nyawaku bisa menjadi taruhannya. Aku telah berurusan dengan orang yang salah sejak awal. Meskipun aku sudah bekerja lama di ORSI, tapi bukan berarti aku mengenali mereka. ada sebelas ELIT rahasia.. Dan semuanya berasal dari kasta tertinggi.
Dan ada juga yang berasal dari hasil hubungan gelap, karena tidak mendapat status yang layak dari keluarga. dan mereka yang merasa terbuang, Juga ikut bergabung dan disambut baik oleh ORSI. Dan KOBRA, adalah salah satunya. Karena dia berada di urutan kesebelas para ELIT, dan diantara semuanya.. Hanya dia yang bisa aku hubungi.
Dan di antara yang lainnya.. Dialah yang paling mudah untuk diajak bernegosiasi. Meskipun konsekuensi dari kegagalan yang akan di tanggung, sangatlah besar. Dia juga mempunyai peran paling penting dalam ORSI. selain itu.. dia juga mempunyai banyak pengaruh yang tidak terduga, tidak hanya kelas bangsawan saja, Tapi juga sampai kelas terbawah.
Sementara kesepuluh lainnya.. Sangat sulit untuk digapai. Jangankan menemui mereka, bahkan undangan saja tidak akan direspon sama sekali. Dan jangkauan koneksi mereka juga, sudah tersebar luas hingga keseluruh dunia.
Untuk itu.. harus berhati-hati dalam melakukan tindakan. Salah-salah nyawamu bisa melayang tanpa kau tahu apa kesalahanmu. Mereka adalah kesebelas orang-orang penting, para (ELIT RAHASIA) yang berada dibelakang ORSI, atau.. Bisa juga dibilang, Pemimpin yang mengendalikan ORSI dari balik layar.
Mereka Para ELIT, memang jarang bertemu satu sama lain. sekalipun bertemu.. Itupun dilakukan secara rahasia, hanya saat-saat ada pertemuan penting.
Tapi.. Yang jadi permasalahannya sekarang, adalah informan yang di rumorkan!! Bagaimana dia bisa tertangkap? Lalu kabur begitu saja. Padahal setahuku.., Pihak atas telah mengirim utusan untuk mengakhiri anak itu..!! Apa Jangan-jangan aku, yang telah salah menerima informasi??' Ujarnya merenungkan kembali, apa yang terjadi.
__ADS_1
Apalagi.. Aku sudah melibatkan KOBRA kedalam masalah ini..! Jika informasi yang aku terima salah, bisa kacau urusannya. Sebaiknya, sambil mencari tahu keabsahan informasi tersebut, aku juga harus bergerak cepat, untuk menemukan bukti, tentang keberadaan putri gelap Orang itu.'