AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SUARA APA ITU..! APA AKU TIDAK JADI MATI..?


__ADS_3

timbul keraguan yang menggoyahkan zion, kebingungannya untuk melindungi ravella yang tertidur, atau menyelamatkan sosok gapi yang sedang dalam bahaya.


'cih sial.. seandainya saja, para kakek ada disini..! aku pasti tidak akan ragu begini..?'


"yang mulia.. uwaaa.. kumohon cepatlah, sang raja dalam bahaya, uwaaa.. uwaaa.."


"diam.....!"


zion melihat kearah ravella, dan kemudian melihat kearah jendela tempat gapi pergi kearah yang ditunjukkan peri kecil, zion berpikir keras dan mencoba menggunakan otaknya.


'cih.. apa.. apa yang harus kulakukkan sekarang?'


sementara itu, jauh dikedalaman hutan, sosok gapi sedang berhadapan, dengan sosok misterius yang terus menyiksanya. dan gapi yang sudah hampir sekarat terus bertahan untuk melindungi seseorang yang disayanginya.


"bug... bug... bug... euh"


gapi terpelanting keras hingga tubuhnya menghantam pohon besar, wajahnya sudah babak belur hingga satu matanya membengkak, mulutnya dipenuhi darah yang terus mengucur tak berhenti, dua giginyapun patah. tubuhnya yang merah penuh dengan luka memar dan bercak darah karena serangan yang menghantamnya bertubi-tubi.


"oh, kau masih bisa bertahan rupanya, tap.. tap.. tap.."


pria itu mendekati gapi, dan mencengkeram lehernya dengan sangat kasar.


"eugrrr.. grrr.. grrr.."


'bahkan dia masih bisa menggeram dalam kondisi seperti ini..!?'


(lukas) "tinggal menghitung hari, aku juga sudah berbicara dengan master sihir, tapi mungkin mereka akan tiba sekitar beberapa hari lagi.. karena mereka juga sedang dalam misi penyelidikan."


(zora) "hmm kita menyerang untuk kalah, bagaimana caranya kita bisa menang untuk menghadapi musuh terkuat. walaupun mereka pernah kalah melawan benua utara, tapi itu berbeda ceritanya dengan kita yang hanya negara kecil."


(arlo) "wajar jika mereka kalah, karena benua utara memang selalu memenangkan setiap peperangan, bahkan mereka telah menaklukkan negara lain yang kini telah menjadi bagian benua utara. dan mereka juga tidak bisa diremehkan hanya karena sang pahlawan tidak mempunyai sihir. tapi berbeda dengan negara benua utara, karena kita tidak punya pengalaman dalam perang, dan hanya sebuah negara kecil yang damai dan makmur. tapi, sungguh sebuah kesalahan seekor tikus berani membangunkan ular yang sedang tertidur."


(lukas) "haah ini benar-benar membingungkan, apa kita meminta bantuan saja.. dengan para negara sekutu?"


(arlo/zora) "maksudmu?"


(lukas) "ya.. bukankah para bangsawan juga ikut berperan penting dalam hal ini..! walaupun mereka bukan penyihir, tapi mereka mempunyai tanggungjawab dalam menjabat negara ini."


(arlo) "ya kau benar juga.. tugas kita dibutuhkan hanya disaat genting, sementara para bangsawan berperan penting dalam menjabat. setidaknya, mereka pasti mempunyai pengaruh dinegara tetangga, jadi siapa dulu yang harus kita temui?"


(lukas) "kalau itu aku akan memberi catatan penting, pada kalian. dan kita harus mengumpulkan mereka diruang rapat."


(zora) "baginda raja.. benar-benar keterlaluan, dia selalu saja bersikap semaunya sendiri tanpa ada perundingan terlebih dahulu, dia tidak pernah menganggap ada para bangsawan, dan malah menumpuk masalah kerajaan yang rumit dengan para penyihir tanpa melibatkan kaum bangsawan, aku tidak suka ini.. kita sudah seperti budaknya saja.. yang disuruh melakukan ini-itu..!"


(lukas/arlo) ".................."


lukas dan arlo hanya bisa terdiam, tanpa membantah sama sekali.. karena apa yang dikatakan zora barusan memang sebuah kebenaran.


arguspun telah tiba dikota vala, bersama robi yang sedikit pucat karena ingin muntah.


"kau berjagalah disini dulu, kebetulan sekali disini kekurangan orang."


"baik yang mulia"


arguspun pergi.. menyapa roland dan yang lainnya. tak lama robi langsung berlari kebelakang kamp.


"blueekk... hah.. hah.. ini pertama kalinya bagiku melakukan teleport secara langsung tanpa kendaraan, dan itu membuat aku mual dan muntah karena tidak terbiasa."


di kamp lain tempat roland berada.


'ah itu.. itukan pria yang menyelamatkanku waktu diserang dengan orang-orangnya kaisar..!'


argus mendekati roland, dan menyapa dengan senyum ramahnya.


"halo.. kita bertemu lagi ya..! omong-omong apa yang kalian bawa itu?"

__ADS_1


"euh ya.. ya itu adalah air suci yang diberikan yang mulia untuk menyembuhkan para pasien."


'jadi orang ini adalah yang dimaksud yang mulia..! apakah dia juga spirit milik yang mulia? jika begitu, bukankah aku harus memanggilnya dengan sebutan yang mulia juga..!'


"kenapa kau melamun? apa kau tidak pernah melihat orang hah.."


"bu..bukan begitu yang mulia, saya hanya ti..tidak menyangka, kalau yang mulia lannox juga mempunyai spirit lain selain, yang mulia zion."


"cih dasar bodoh, aku berbeda dengan singa itu! jangan samakan aku dengannya jika kau tidak mau kehilangan lidahmu."


"ba..baik, yang mulia." roland sedikit merasa merinding 'bahkan sifat arogannyapun sangat mirip dengan yang mulia. hmm kira-kira, spirit jenis apa dia sebenarnya..! orang ini juga sangat berbeda jauh dari yang mulia zion. tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya di saat yang mulia terlibat dalam perang? ah entahlah, itu bukan urusanku.'


"antarkan aku dengan para dokter yang menangani masalah ini, karena aku ingin melihat seperti apa wajah para dokter yang akan merawat para pasien disini."


"baik yang mulia., silahkan ikuti saya."


...****************...


para penyihir hitam sedang tertidur pulas, disuatu tempat yang tak terjangkau oleh siapapun. damu yang telah menguasai tubuh lannox, tiba-tiba saja melayang terbang tinggi diudara.


"apa yang akan kau lakukan dengan tubuhku?"


"kau cukup lihat saja."


damu menghirup aroma para penyihir hitam.


"uh.. ini sangat menjijikkan, aku akan menangkap mereka sekaligus." damu menjentikkan jarinya


"tik.. tik.. tik.."


dalam jentikan tiga jari, dan sekejap mata para penyihir yang sedang tertidur berkumpul menjadi satu, dan dalam keadaan tubuh melayang-layang diudara.


'sial, ternyata mereka banyak juga. apa mereka tidak terlalu lengah? bisa-bisanya mereka tertidur nyenyak ditempat musuh.'


'apalagi itu penyihir putih?'


'penyihir hitam melakukan sihir seperti sekarang itu dengan melakukan barter.'


'barter? jadi maksudnya, setiap pertukaran nyawa harus ada imbalannya..!'


'ya tepat sekali, bisa jadi mereka melakukan sihir pinjaman, dan sebagai gantinya, umur mereka akan semakin diperpendek.'


'apa...! bukankah itu terlalu beresiko?'


'ya.. mau bagaimana lagi, mereka yang memilihnya jadi mereka juga harus siap dengan konsekuensinya bukan.'


'baiklah aku tidak peduli dan tidak mau tau itu, apa masih ada lagi penyihir lain..?'


damu diam sebentar, dan memulai fokus mencari aroma penyihir.


'ada apa?'


'aku mencium aroma penyihir, tetapi.. ini terlalu jauh, baunya juga samar-samar.'


'berapa orang?'


'tidak banyak, hanya dua orang.'


'kalau begitu ayo kita tangkap mereka. tapi, sebelum itu kau kurung dulu penyihir-penyihir ini, aku khawatir ketika mereka sadar mereka akan kabur.'


'tenang saja, aku memang sudah mengurung mereka sejak tadi, namun kau tidak bisa melihat kurungan itu..!'


'apa maksudmu?'


'apa kau tidak mengerti maksud dari jentikan tiga jariku?'

__ADS_1


'kalau aku tau aku tidak akan bertanya padamu? dasar bodoh.'


diistana kekaisaran, dipaviliun barat tempat pangeran berada.


"bagaimana? apa sudah ada kabar dari robi..?"


"masih belum pangeran, belum ada kabar apapun darinya."


'sialan, apa anak itu benar-benar menjalankan perintahku! atau malah dia berkhianat? awas saja, jika aku melihat ada kesalahan dari anak itu..!'


"selidiki lagi.. dan cari tau apakah dia menjalankan misi ini dengan benar atau tidak? dan jika terdapat bau pengkhianatan darinya, langsung habisi."


"baik pangeran, kalau begitu saya undur diri dulu."


pria itupun pergi dengan raut wajah yang tidak sedap, Pangeran bangkit dari kursinya dan menuju kearah jendela sambil menatap langit malam.


'aku tidak akan memberi ampun pada pengkhianat, apapun alasannya.'


"baiklah, jika kau tidak mau memberitahu keberadaan tuanmu! maka kau sudah tidak ada gunanya lagi buatku. sebaiknya kau kubunuh saja..!"


pria itu mengangkat tinggi tubuh kecil yang ia cengkram erat dengan satu tangannya, dan satu tangan lagi tampak bebola hitam keluar dari telapak tangannya.


"apa kau punya pesan terakhir..?"


".................."


gapi hanya terdiam pasrah tak berdaya, dan memejamkan matanya.


'maafkan aku dewi, sepertinya aku tidak bisa menemanimu saat kau bangun. tapi aku sudah cukup puas bisa bersamamu walau hanya sebentar selamat tinggal..'


"sepertinya kau sudah siap mati rupanya, baiklah.. aku akan melakukannya dengan sangat cepat agar kau tidak kesakitan."


ditempat lain zion yang sedang panik dan ragu, antara harus meninggalkan dewi tanpa penjagaan atau menyelamatkan gapi, yang sedang dalam bahaya.


'bagaimana ini.. apa yang harus aku lakukan..? seandainya saja mereka ada disini..!'


"yang mulia.. yang mulia.. kita harus cepat, jika tidak raja akan mati.?"


'sial, aku tidak punya pilihan.'


"baiklah, kalau begitu.. kau jaga dewiku, jika terjadi apa-apa padanya kalian harus mati."


"baik, kami akan menjaganya dengan nyawa kami."


'aku tidak punya pilihan, aku terpaksa harus menitipkan dewi kepada anak-anak ini.'


saat zion akan beranjak pergi.. tiba-tiba saja.. ia dihentikan seseorang."


"tunggu."


"suara ini" zion menoleh kebelakang.


saat pria itu ingin menghantam gapi dengan serangannya yang mematikan.


"siuung.. bwuss jeduar boom."


ledakan besar terjadi, menumbangkan pohon besar dalam sekali hantaman.


'suara apa itu..! apa aku tidak jadi mati..?'


"apa kau tidak apa-apa nak.?"


'suara ini..!'


gapi membuka matanya perlahan-lahan, dan rasa terkejut, dan senang secara bersamaan hinggap diwajahnya. siapakah orang yang telah menyelamatkan gapi..? dan siapa sosok yang telah menahan zion?.

__ADS_1


__ADS_2