
Di dalam dasar Samudra, setelah Sang Raja Naga meninggalkan Garda. Ia kembali Ke istana miliknya.. Dan memanggil bawahannya.
"Saya menghadap Yang Mulia RAJA AROS.. Misi apakah yang harus saya lakukan..!!" ujar seorang Wanita setengah ikan yang baru saja memasuki Istana.
"Belka, aku ingin Kau melakukan misi penting untukku. Karena aku sendiri tidak berhasil menghentikan semedinya. Sebagai gantinya.. Aku akan mengutusmu menggantikanku." Ujar Raja Duduk merenung sejenak, di singgasananya.
"Apa itu Yang Mulia Raja..." tanya Belka menunggu jawaban.
Raja Aros yang masih duduk merenung di Atas singgasananya.. Diam seketika, ia menutup mulutnya dengan rapat, sambil melihat kearah lantai yang memantulkan bayangan Belka.
'Hem.. Sebenarnya aku Ragu, apakah Belka bisa menggoda anak itu..! Yah, setidaknya aku sudah mencobanya. Gagal atau tidak, Dewa Agung juga pasti mengerti.
Karena misi kali ini hanya menguji keteguhan bocah biru itu, Untuk menghentikan semedinya..!' setelah berkutat dengan pikirannya sendiri.
Ia pun akhirnya membuka mulut, yang membuat Belka agak tak percaya mendengarnya.
Namun ia tidak menunjukkan keterkejutannya itu.. Ia berusaha terlihat tenang.
"Tugasmu hanyalah menggoda Seorang Pria Biru, yang sedang bersemedi di depan Goa." ujarnya
'Astaga, bagaimana ini..? Aku tidak pernah sama sekali menggoda seorang Pria. Jadi, aku tidak tahu bagaimana caranya..!' pikirnya yang tampak tenang dari luar, namun di dalam hatinya.. ia sangatlah gelisah.
Sedangkan Raja yang sudah tahu, juga bingung.. Harus memilih siapa lagi. Karena di antara bawahannya, kebanyakan Para Wanita sudah mempunyai pasangan.
Dan hanya tersisa Belka yang masih sendiri.. Untuk itulah dia merasa tidak punya pilihan lain, selain mengirim Belka.
*****
Setelah meninggalkan Ayahnya dan Rabarus.. Ravela mengajak Jura untuk membawanya pergi dari Ayahnya. Karena ia merasa tidak bebas bercerita, jika di depan Ayahnya.
Mendengar keinginan Masternya itu.. Jura pun langsung berubah ke wujud Naganya, dan melesat terbang tinggi di udara. dan saat di perjalanan..
"Nak Dewi.." serunya.. "aku beserta yang lain ingin meminta maaf padamu, tapi kami benar-benar tidak bermaksud merahasiakan apapun darimu. Dan kami ragu untuk menemuimu lebih dulu." ujarnya jujur.
"Haah.. Kakek tidak perlu khawatir, seharusnya aku yang meminta maaf pada kalian! Karena telah membuat kalian semua khawatir padaku.
Dan maaf juga.. telah mengabaikan kalian akhir-akhir ini.. Aku terlalu larut dalam penyesalanku, Hingga melupakan yang ada di sekitarku." ujarnya sambil memeluk erat Gapi.
Gapi yang melihat wajah tuannya yang tampak murung, segera bergumam. Yang membuat Ravella membelai kepalanya.
"Dewi.. Jangan bersedih, Para Paman sangat mengerti dengan perasaanmu. Jika Dewi bersedih, mereka juga akan ikut merasakan kesedihanmu.
Hanya saja.. mereka tidak pernah menunjukkannya padamu Dewi." ujar Gapi, yang beberapa hari ini, terus mengamati Para Spirit.
Mendengar hal tersebut, Ravella tersenyum dan membelai kepala Bayi Naga itu. Sedangkan Jura yang mendengarnya..
__ADS_1
Hanya menyimak. Namun jauh di kedalaman hatinya.. Ia sangat penasaran, kemana sebenarnya Ravella dan Garda pergi.
Sampai mereka tidak bisa menghubunginya sama sekali, ia ingin menanyakan hal tersebut. Namun, ia mengurungkan niatnya itu.
Tapi, tak lama.. Ravella pun membuka mulutnya kembali, dan memanggil Jura.
"Kek..."
"Ya, Nak Dewi."
"Aku tahu kalian pasti penasaran kemana aku dan Kakek Garda, pergi bukan...!" ujarnya.. Namun Jura hanya merespon dengan kebungkamannya.
melihat tidak ada pertanyaan! Ravella melanjutkan kembali ucapannya..
"Sebenarnya.. Kakek Garda membawaku kealam Langit, Di mana manu.."
Jura yang terkejut mendengar hal itu, langsung berhenti mengibaskan kedua sayapnya.
Ia bergumam dalam hati, lalu mengutarakan tentang kekhawatirannya itu.
'Tidak mungkin, apa Pak Tua itu sudah gila!! Itu sama saja menyerahkan Dewi ke Para Dewa.' pikirnya merasa geram.
"Tunggu dulu Nak, kau bilang jika kau di bawa kealam Langit Bersama Pak Tua Garda, lalu.. Kenapa dia sampai membawamu ketempat berbahaya seperti itu??" ujarnya bersikap tenang untuk menutupi kekesalannya.
Ia ingin mendengarkan keseluruhan cerita, kenapa sampai Garda membawanya..! setelah itu barulah ia bisa menilai.
"Sebenarnya ini bukan salah Kakek Garda, karena aku sendiri yang mengusulkan untuk pergi. dan memohon agar beliau mau mengajakku ketempat yang belum pernah aku datangi.
Ya, awalnya Kek Garda berat hati.. Namun, demi menghiburku dia pun langsung membawaku ke Alam Langit. Tempat yang sangat indah sekali.
Akan tetapi.. Sesampainya kami di sana! Tiba-tiba saja ekspresi Kek Garda, langsung berubah pucat dan lesu. Pas aku tanya kenapa? Beliau berusaha menyembunyikannya.
Dan memaksa tersenyum di Depanku, karena ia tidak ingin memberitahukan apa yang telah terjadi pada dirinya! Mungkin, karena Beliau tidak ingin membuatku khawatir.
Dan tak lama setelah itu.." tubuh Ravella mulai gemetar saat mengingat kembali hal tersebut, tapi ia memberanikan diri untuk bercerita.
Jura yang bisa merasakan perasaan Masternya itu, mencoba menenangkannya. "Kau tidak perlu bercerita Nak, jika hal tersebut malah mengingatkanmu pada hal yang mengerikan."
Ujarnya.. Namun, Ravella yang sudah kembali tenang, menarik nafasnya dalam-dalam. Dan melanjutkan kembali apa yang ia alami waktu itu.
"Haaah... Tidak apa-apa Kek, aku harus menceritakannya. Agar kalian tidak salah faham pada Kek Garda." ujarny lagi, yang membuat Jura tersentak.
'Ternyata dia bisa merasakan, jika aku, dan yang lain menyalahkan Garda. Atas hilangnya Dewi.' pikirnya.
"Aku harus memberitahu kebenarannya, saat itu.. Aku berusaha menenangkan Kek Garda yang terlihat pucat sekali. Aku belum pernah melihat wajahnya yang seperti itu. Akan tetapi..
__ADS_1
Dentuman dahsyat di Alam Langit, sangatlah mengerikan menurutku. Kek Garda yang juga nampak kaget dan gemetar dengan bunyi tersebut, sampai di buat bertekuk lutut sangking takutnya.
Aku melihat wajahnya di hujani dengan banyak keringat.. Tidak hanya beliau saja, aku pun juga merasakan hal yang sama.
Dentuman hebat di langit.. sangat keras. Bunyi tersebut terasa bagai sebuah kemarahan di telingaku.
Dan setelah bunyi itu, selanjutnya aku tidak tahu apalagi yang terjadi. Karena aku terlalu tenggelam dengan ketakutan.
Yang jelas, saat sadar.. aku sudah tiba di Kastil. aku melihat Kek Garma yang telah mengantarkan ku.
Dan beliau juga menyampaikan rasa penyesalan Kek garda, yang tidak bisa mengantarkanku.
Pas aku tanya kenapa? Beliau justru hanya memberi jawaban yang tidak memuaskan.
Tapi, meskipun ia tampak tersenyum, melihat reaksi dari Kek Garma.. aku jadi tahu.
Jika Kek Garda pasti telah di hukum, di sebabkan Kakek telah melanggar peraturan. karena berani membawaku ke alam langit, yang dimana sebenarnya tempat tersebut.. adalah tempat terlarang bagi manusia." ujarnya menyesali perbuatannya.
Jura yang telah mendengar semuanya... Akhirnya, rasa penasarannya selama ini, telah terbayarkan dengan apa yang Ravella ceritakan padanya.
'Jadi begitu rupanya, pantas saja.. Kami tidak pernah melihatnya lagi. Bahkan aku tidak bisa menghubunginya sama sekali.
Setelah menyimpulkan semuanya.. aku rasa, apa yang dikatakan Dewi, ada benarnya! Apalagi Paduka sangat melindungi beliau.
Jadi, setelah kehadiran Dewi Ke alam langit, sudah pasti akan mendatangkan bencana besar. Para Dewa yang tadinya tidak tahu apapun, pasti bisa merasakan kehadiran beliau yang tiba-tiba muncul di Alam Langit.
Dan itu pasti adalah awal punca kemarahan Paduka, pada Pak Tua Garda. hingga menimbulkan dentuman hebat di langit seperti yang Dewi katakan.
Aku jadi mengerti sekarang, kenapa beliau selalu tampak murung dan terus menangis.' pikirnya menelaah hal tersebut.
"Yah, pokoknya kita doakan saja semoga, tidak terjadi apapun padanya.
Kau tidak perlu cemas dan menyesal, Nak Dewi. Mungkin saja.. Itu memang biasa terjadi di Alam Langit. Melihat bagaimana besarnya perbedaan Dunia Langit dan Bumi..!
Aku pun tidak begitu heran, dengan perbedaan dunia kita. jadi, kau tidak perlu terlalu memikirkannya Nak." ujarnya yang berusaha menghibur Sang Master, agar tidak menyalahkan dirinya sendiri, dengan apa yang telah terjadi.
Ravella merasa lega setelah menceritakan apa yang ia pendam. setelahnya.. mereka pun terdiam. Jura pun kembali merenungi semua yang terjadi, begitu saja..
'Sepertinya.. firasat Dewi, sangatlah tajam sekali. Ia bahkan bisa merasakan dan menebak dengan benar. Jika amukan dari bunyi yang telah mereka dengar itu..,
Adalah sebuah kemarahan, Dan itu pasti salah satu tanda kemurkaan Paduka.. Pada Pak Tua Garda. Karena talah berani membawa Dewi, tanpa seizin Beliau.
Haah.. Aku harap kau baik-baik saja Pak Tua. Dan salah satu yang tidak bisa membuat kami menyembunyikan apapun dari Master, adalah firasatnya tersebut.
Beliau bisa merasakan sesuatu yang tidak bisa di rasakan oleh orang lain, aku harus memberitahukan masalah ini pada yang lain nanti.'
__ADS_1