
makasih ya.. buat yang udah like komen, dan saran kalian, aku akan berusaha lebih baik lagi kedepannya. happy reading 😉
"nak! apa mungkin para dewa.. sudah mulai bergerak?"
"apa maksudmu zion?"
"dasar bodoh! apa kau tidak tahu sama sekali, tentang ramalan putrimu?"
"ramalan apa! kau tahu bukan? aku tidak pernah percaya pada ramalan, soal ramalan! omong kosong semuanya."
"huh! bocah! kau terlalu menganggap remeh, tentang ramalan ini."
"ya, terus apa hubungannya! dengan putriku?"
"sebentar, sebelum membahas ramalan! aku ingin tahu dulu kemana spirit dewi? mengapa aku tidak ada melihat mereka sama sekali..!"
"ya.. kau benar! juga waktu pengangkatan sumpahpun, aku tidak melihat mereka sama sekali."
"bagaimana dengan pengawalmu?"
"pengawalku! siapa?"
"siapa lagi kalau bukan sibirumu itu."
"huh! mana aku tahu, aku lebih suka dia tidak ada disini. duniaku serasa damai tanpanya."
"hei.. hei.. apa kau membicarakanku, apa kau merindukanku bocah?"
"sial kenapa kau ada disini? darimana saja kau seharusnya kau menjaga dewi..!"
"dimana kakek dan yang lainnya? mengapa mereka membiarkan dewi sendirian lihatlah apa yang terjadi!!"
"apa maksudmu bocah? aku tidak ada melihat mereka sejak kemarin. tunggu! apa yang terjadi pada dewi..!"
"itulah yang kami bicarakan sejak tadi.. putriku dan naga kecil ini pingsan tanpa sebab."
"biar kulihat! ini aneh.."
garda menyentuh dahi ravella, dengan kedua jarinya. timbullah cahaya biru terang, lalu garda memejamkan matanya. mencoba fokus melihat kedalam ingatan ravella.
"apa yang kau lakukan? pada put.."
"tenanglah nak! dia sedang menggali ingatan putrimu."
"apa maksudmu pak tua?"
"dia sedang melihat, kejadian yang membuat putrimu pinsan."
lannoxpun terdiam, suasana dikamar lannox menjadi sangat hening, garda sampai mengeluarkan keringat dingin.
"braaakkk plurrrtt, uhuk.. uhuk.."
"apa yang terjadi, padamu kek!"
"haha.. akhirnya k.. kau mau memanggilku kakek b..bocah."
"diamlah bersihkan darahmu! apa sebenarnya yang terjadi? mengapa kau jadi terlempar jauh begini?"
"apa sebenarnya yang terjadi pada putriku! dan mengapa kau jadi terluka begini?"
zion dan lannox tak henti-hentinya, memberikan pertanyaan bertubi-tubi, pada garda yang sedang terluka.
"ada yang tidak beres pada dewi, aku sudah mencoba membuka segel, untuk mengintai ingatan dewi? tapi, saat aku ingin membuka segel itu. ada sesuatu yang menghalangiku. dan saat aku memaksa membukanya, ada sebuah mata tajam menatapku, seolah melarangku membuka segelnya. tapi akut terus mencoba mengabaikannya. lalu ada suara yang mengatakan, jika kau memaksa, kau akan mati. akupun langsung terdorong keluar dari gerbang ingatan milik dewi."
"ini jadi semakin rumit nak, kalau begini! dewi akan tertidur panjang."
"siiaaalll ini semua salahku, jika aku tidak mengabaikannya. masalah ini tidak akan pernah terjadi, aku terlalu percaya diri.. karena melihatnya bisa menjinakkan naga, dan membuat semua pasukan takluk ditangannya. aku jadi terlalu percaya padanya, kalau semuanya akan berjalan lancar."
"ini bukan salahmu bocah! mungkin ujian untuk dewi yang sebenarnya telah dimulai.?"
"apa maksudmu garda?"
"ya! putrimu bukan manusia biasa, dia adalah pewaris sang dewi, dan putrimu telah menjadi incaran tidak hanya manusia biasa, tapi penyihir juga bahkan para dewa ikut andil. mulai sekarang. kau harus ekstra ketat menjaganya bocah."
"ya.. itu yang sedang aku lakukan, bagaimana dengan naga itu! apa kau bisa melihat ingatannya? karena kita harus mencari tahu, punca mereka jadi begini bukan! maaf kalau merepotkanmu, tapi ini sangat penting bagiku.?"
"kau sudah semakin dewasa saja nak, tumben kau mau merendahkan egomu, untuk meminta maaf lebih dulu."
"diamlah, aku sedang serius zion."
"cih, siapa juga bilang aku main-main."
"hahaha... kalian ternyata sangat akur ya."
"diamlah"
jawab mereka bersamaan, lannox dan zion saling membuang muka, garda tersenyum melihat tingkah para bocah yang ada didepannya. kemudian garda pun mulai menetralisir tenaga dalamnya.
"baiklah akan aku coba sebisaku, semoga dia tidak menyegel ingatan naga kecil ini."
garda mencoba kembali mengintai ingatan sang naga, benar saja ingatan naga tidak disegel, dan itu mempermudah garda memasuki ingatannya.
"apa yang ini, mari kita coba buka pintu ini. khakkks.. khakkks.. ternyata kau senang sekali ya.."
garda terus memperhatikannya, dan terus menunggu hingga ia melihat sosok yang tidak disangka-sangkanya
"apa? i...ini t..tidak mungkin..! d..dia aku harus melaporkannya pada paduka."
"puk.. puk.. tenanglah garda, aku sudah melihat semuanya."
tiba-tiba sesosok tampan, berambut panjang muncul entah darimana, dia menepuk bahu garda, yang membuat garda kaget.
"hormat hamba paduka! apa anda melihatnya juga?"
"ya.. aku sudah tahu, namun ini adalah ujian untuk permaisuriku, kau tidak perlu khawatir garda."
"t..tapi paduka! bukankah anda tahu sendiri, dewa arthus sangatlah agresif, jika dia menginginkan sesuatu, dia akan langsung mendatangi targetnya."
"hmmm.. biarkan semua ini berjalan sesuai takdir, dia adalah seorang dewi, rintangan yang akan di laluinyapun tidak akan mudah dan sama, dengan manusia biasa.
kau juga mengerti bukan! untuk mencapai posisimu yang sekarang, kau tidak melewatinya dengan mudah. begitupun permaisuriku, dipundak kecilnya, dia sudah harus memikul beban berat, melebihi siapapun di dunia ini. walaupun kekuatannya masih tertidur. dan untuk menghindari sifat empati dan nekatnya. aku telah menyegel kekuatannya. dia harus mulai dari nol kembali, dengan kekuatan nya sendiri. karena akan sangat berbahaya, jika kekuatannya terbangun, diusianya yang masih dini. aku hampir saja kehilangan dia."
"tapi paduka! apa dewi tidak kenapa-napa?"
"kembalilah, kau akan segera tahu jawabannya."
pria itupun menghilang, setelah menyuruh garda kembali.
"huh.. aku sudah kembali rupanya."
"b..bagaimana garda? apa kau menemukan jawabannya..!"
tanya zion dan lannox serentak
"wah.. wah.. bahkan sekarangpun kalian kompak!"
"aku sedang tidak ingin bercanda."
mereka menjawab dengan serentak lagi.
__ADS_1
"hahaha, kalian sehati rupanya."
"sial cepat jawab saja, siapa dalang yang membuat putriku jadi begini?"
"hmm kau bukan tandingannya bocah! bahkan aku dan para roh spiritpun, tidak sanggup melawannya."
"a..apa maksudmu?"
...****************...
"anda mahu minum apa tuan?"
"beri aku dua gelas bir."
"baik akan segera saya siapkan."
"apa kau sudah dapat informasi tentang mata-mata itu..?"
"masih belum, kami masih menyelidikinya, tapi aku curiga dia berasal dari kelas bangsawan."
"apa maksudmu? mungkinkah mereka sudah mengetahui tentang kita."
mereka terdiam sejenak.
"ini pesanan anda tuan."
"ya terimakasih." jawab rog
"kau tidak perlu khawatir rog, identitas kita masih belum diketahui oleh mereka."
"setidaknya, kau juga harus berhati-hati dean, jangan sampai kau tertangkap, oleh mereka. jika mereka berasal dari kelas bangsawan! maka yang ada dibelakang mereka, pastilah bukan orang sembarangan. kita harus berhati-hati."
"yah, kau benar! lalu, apa kau sudah mendapat pentunjuk dari ketua! tentang misi kita selanjutnya."
"yah sudah, kita disuruh berkumpul. kau harus memecahkan teka-teki ini dari ketua, ini akan menjadi tempat pertemuan, ini ambillah."
"apa ini tempat pertemuan kita selanjutnya?"
"ya, buka saja."
dean membuka kertas kecil yang ada ditangannya, yang diberikan oleh rog.
"(dahan yang berdiri diatas batu kokoh, terdapat cermin yang menembus langit.)"
"kalian harus segera, menemukan jawabannya segera."
"beritahukan pada yang lain! mereka Sekarang, pasti sudah selesai melakukan tugas, ayo kita pergi."
"sampai bertemu lagi, ditempat yang dijanjikan, jaga dirimu."
"kau juga kawan, huh dasar! kenapa dia suka sekali memberi teka-teki, merepotkan begini."
"hmmm, tidak sulit menemukan mereka. rasanya aku tahu teka-teki itu, jadi mereka akan bertemu disana ya! baiklah akan kuberitahu pada tama."
......................
"musuh kita adalah seorang dewa, dan dia sangat kejam jika menyangkut sesuatu yang disukainya. dia akan memburu mangsanya, dengan sangat agresif. dibalik ketenangannya, tersembunyi sifat yang sadis. aku pernah melihatnya, membunuh saingannya dengan sangat brutal."
"siapa dewa itu?"
"dia adalah dewa arthus sang pembantai, dia akan menyiksa dan membunuh apapun, jika menurutnya ada yang salah dimatanya."
"lalu bagaimana kau tahu, mengenai tentang dewa itu? apa kau juga bagian dari mereka?"
"aku tidak bisa memberitahu kalian sekarang, tapi jika waktunya tiba, aku akan menceritakannya pada kalian."
"huh, akhirnya kau mengakuiku bocah plak."
"au, apa kau tidak tahu itu sakit."
"hehe, aku jadi semakin menyukaimu zion."
"maaf saja, aku tidak tertarik pada lelaki."
"enak saja, jangan sembarangan mengartikan rasa sukaku dasar bocah bulu, aku menyukaimu Karena kau sangat lucu."
"kau membuat aku merinding."
"hei nak, tenanglah. jangan memasang wajah kusut begitu kau jadi terlihat makin jelek."
"apakah ada cara, untuk melawan dewa yang kau katakan itu?"
"sayangnya tidak, akupun tidak sanggup menghadapinya. karena kelas mereka sangat berbeda jauh denganku. hanya sesama dewa yang bisa menandinginya."
"lantas apa yang harus kulakukan, mana mungkin aku tega melihat putriku, terbaring kaku tak sadarkan diri."
"aku tahu, lebih baik kita tanyakan pada jura dan yang lainnya."
"masalahnya, aku tidak melihat kakek dan yang lainnya, sejak kemarin."
"benar juga, kalau begitu biar aku coba menghubungi mereka?"
"jura, kalian ada dimana sekarang? cepatlah kemari, dewi sedang dalam masalah........! huh, percuma saja tidak ada jawaban."
"tidak biasanya! mereka begini."
"kau, benar zion. biasannya jika itu menyangkut sang dewi, mereka akan bergegas kemari."
"kalau begitu biarkan aku menemui mereka, kalian tunggulah disi..."
tiba-tiba, kamar yang mereka tempati, jadi berubah kezona mana milik ravella.
"apa yang terjadi... mengapa kita berada ditempat dewi."
"aku tidak tahu garda, yang jelas ini bukan ulah jura dan yang lainnya."
"tenanglah, aku yang membawa kalian kesini."
zando duduk di singgasananya, dengan tenang, dia hanya menyeringai melihat garda yang terlihat bingung.
"s..siapa kau? aku tidak pernah melihatmu."
'ini sangat aneh, aku tidak merasakan apapun darinya! kelihatannya dia sangat kuat.'
"ternyata kau yang membawa kami kesini, tenanglah garda dia adalah kaisar para roh spirit."
"hormat kepada kakek kaisar"
"lama tidak bertemu, ternyata kau sudah besar zion."
"tentu saja kek, saya tidak menyangka! kalau kakek adalah seorang kaisar."
"kemarilah zion."
zion mendekati sang kaisar, dan berlutut dihadapannya. zando mengulurkan satu jarinya. kedahi zion, keluarlah cahaya emas melapisi tubuhnya. zion berubah menjadi lebih besar, dan tumbuh sayap dipunggungnya.
"apa yang terjadi? bagaimana zion bisa berevolusi secepat ini. bukankah belum waktunya?"
"aku telah membuka segelmu, sekarang kau sudah melebihi kakekmu."
__ADS_1
"berarti aku bisa merubah bentuk, seperti manusia. tapi bagaimana bisa kek! bukankah membutuhkan waktu yang lama.. untuk bisa sampai ketahap ini?"
"nanti zaku yang akan menjelaskannya, padamu. sekarang bocah, bawalah putrimu kemari."
lannox membawa ravella kehadapan zando, dan zando meletakan satu jarinya didahi ravella. segel yang mengekang kesadarannyapun, akhirnya terbuka.
perlahan ravella membuka matanya dan melihat kesekelilingnya, lalu ia melihat kearah naga emas, dan bergantian memandang ayahnya.
"ayah! apakah ini masih di alam mimpi."
"putriku akhirnya kau sadar nak! terimakasih zando."
Lannox langsung memeluk putri kesayangannya. ravella yang merasakan pelukan hangat sang ayah, menitiskan airmatanya.
"jadi ini bukan mimpi?"
"tentu saja sayang, ini bukan mimpi."
"syukurlah, lalu s..siapa naga emas ini ayah?"
"dia adalah kaisar zando sayang, pemimpin dari roh spirit milikmu."
"benarkah! bisakah ayah turunkan aku."
"baiklah!"
'aku mendekati naga emas ini, entah kenapa aku merasa sangat dekat dengannya.. aku melihatnya dalam mimpiku, dan dia menyelamatkanku darinya.'
"hmm terimakasih banyak kakek zando. mengapa kau baru muncul sekarang? aku sering dengar tentang Kakek, tapi kakek tidak pernah muncul sama sekali..!" "
"banyak hal yang mestinya tidak perlu kau tahu dewi!
sayang, bisakah kau bawa peliharaan mu itu kemari?"
"ah iya, kenapa aku melupakannya!"
'aku langsung menggendong gapi dalam pelukanku, lalu membawanya pada Kaisar zando. kaisar zando yang melihatnya, hanya tersenyum dan memberinya sesuatu."
"rawatlah dia dengan baik! karena dia akan sangat berguna, untukmu dimasa depan."
"baik kek terimakasih. oh iya, dimana kakek yang lainnya! mengapa aku tidak melihat mereka sama sekali"
zando meniupkan hawa nafasnya, kearah tempat yang kosong, dan keluarlah ke-empat spirit, yang sedang tertidur. didalam bebola transparan, yang sedang melayang diudara.
"mereka sempat ingin melindungimu, namun musuh yang dihadapi, bukanlah tandingannya. saat mereka pingsan dan hampir terserap, aku langsung menarik mereka kemari. untunglah aku cepat, jika tidak! mereka telah musnah ditangannya."
"pantas saja mereka tidak menjawab panggilanku, ternyata mereka juga terkena serangan."
'tapi siapa naga ini, aku tarik kata-kataku dulu, ternyata levelnya jauh berbeda diatasku. apa karena dia seorang kaisa! tapi, aku tidak pernah melihatnya, ataupun mendengar cerita tentangnya. siapa dia sebenarnya?'
...****************...
"kerja bagus roya, sekarang kita hanya tinggal menunggu ketuanya keluar."
"bagaimana dengan, count arnold! apa mereka baik-baik saja?"
"kau tidak perlu khawatir, mereka sekeluarga aman, hanya saja aku sempat melenyapkan lima orang aneh. yang mengenakan pakaian serba abu-abu, sepertinya.. mereka mengincar si arnold. tapi tenang saja, bahkan kumpulan mereka akan kebingungan, karena tidak bisa menemukan, mayat mata-mata, yang telah mereka kirim. untuk membunuh arnold."
"lalu kau apakan mereka?"
"aku mengirimnya ke hutan, untuk menjadi santapan binatang buas."
"sudah kuduga. kau pasti mempelajarinya dari zaku."
"hihiy biar mereka tahu rasa, sekarang mereka pasti kebingungan sedang mencari orang yang tidak akan pernah kembali. huh ternyata benar, apa yang dikatakan zaku. ini sangat, menyenangkan."
"huh kau sudah tertular virusnya zaku."
"tapi aku tidak jahil sepertinya. lalu kapan kita mulai?
"ya.. tiga hari lagi..! kita akan mendatangi ketempat yang mereka janjikan."
"aku sudah tidak sabar, menantikan hari itu segera tiba."
"ini sangat memalukan, kami telah gagal melindungimu."
"tidak apa-apa kek jura, bukan salah kalian."
"yah kalian tidak perlu malu, apa Yang dikatakan ravella, memang benar. dia bukanlah! lawan kalian. bahkan temanmupun, bukanlah tandingannya."
'bahkan dia juga tahu tentang aku? ini benar-benar memalukan. aku menyesal, telah berani berbicara sombong tentangnya. ah dia sampai, tersenyum kearahku segala. jangan-jangan dia bisa mendengar pikiranku juga? oh dewa! ini benar-benar, sangat memalukan. mana aku pernah omong besar dengan percaya dirinya, dihadapan mereka. aku yakin sekarang, mereka pasti sedang menertawakanku.'
benar saja yang ditakutkan garda, keempat spirit lainnya, sedang mencoba menahan tawa mereka sejak tadi. jika saja zando tidak ada! garda pasti akan ditertawakan dan menjadi bahan ledekan mereka.
"terimakasih zando, karena kau telah menyelamatkan putriku."
"tidak perlu sungkan bocah, Karena ini memang sudah menjadi tugasku sebagai spirit miliknya. baiklah semuanya, sudah saatnya aku kembali. karena akan sangat mencurigakan, jika seorang Kaisar, tidak berada diatas singgasananya. aku akan dikira hilang, oleh rakyatku.
garda! karena kau yang paling kuat disini.. jadi aku titip dewiku padamu."
"b..baik kaisar."
'astaga apa dia sedang meledekku! ah, aku harus segera pergi dari sini setelah ini.'
"dewiku, serulah namaku, jika kau membutuhkan bantuanku."
"oke terimakasih kek."
"oke! apakah itu bahasa asing?"
ravella berbicara lewat pikiran dengan zando, hingga tidak bisa diketahui oleh siapapun, termasuk garda. karena zando telah memberi batas, agar tidak ada yang mendengar mereka.
"itu adalah bahasa dari duniaku yang dulu kek, artinya baiklah."
"haha oke dewi aku mengerti. aku pergi dulu, jaga dirimu nak."
"oke"
"hahahaha"
terdengar suara tawa yang sangat nyaring bergema, naga emas itupun menghilang dalam gelap.
"huh, Kaisar curang sekali, dia pasti sedang berkomunikasi dengan dewi secara rahasia!! sampai memasang penghalang pikiran segala."
"yah kau benar zaku, lihatlah betapa bahagianya dia sampai tertawa sebesar itu."
"aku mendengarmu saga."
"hehe, maaf kaisar, tapi aku bicara kebenaran."
"cih, dasar bocah kurang ajar."
setelah mereka berkomunikasi, sesama spirit. suara kaisarpun menghilang.
"apa semuanya sudah sampai?
"sudah ketua."
jawab mereka serentak! diskusi di antara organisasi gelappun dimulai.
__ADS_1