
"Wusshh... Wusshh..." muncul sosok misterius, di hadapan ketiganya.
Ketiga Pria itu pun, mengikuti Jura dan Dewi kecil mereka.. secara diam-diam.
akan tetapi.. Di saat ketiganya hampir mengetahui tujuan Jura! Tiba-tiba saja mereka di cegat dengan sosok yang tidak di kenali.
Mereka yang sedang terbang dengan sosok manusianya.. Langsung terhenti seketika.
"Hem.. Siapa mereka?" ujar Gira pada keduanya.
"Hehe.. Sepertinya ada musuh yang menghalangi kita!" ujar Garda berseringai pada Keduanya.
"Cih, kalau begini.. Kita akan kehilangan jejak mereka berdua!" ujar Saga, merasa terganggu.
Gira dan Saga saling menoleh.. Lalu mengangguk, Saga pun bergumam pada Garda.
"Pak Tua.. Tinggalkan urusan di sini pada kami berdua! Sebaiknya, kau pergi menyusul mereka. Kita tidak boleh kehilangan jejek mereka berdua." ujarnya, sambil maju kehadapan bersama Gira.
Garda melihat keduanya.. Dengan satu alis yang terangkat. Sambil berseringai ia berujar pada keduanya..!
"Apa kalian yakin? Sepertinya mereka berdua sangat kuat..!" ujarnya sambil melipat tangan kebelakang.
"Justru itu.. Karena levelmu berada di atas kami berdua! Maka lebih baik kau saja yang menyusul mereka.. Serahkan urusan disini pada aku dan Saga!"
"Benar, aku yakin anak itu juga sedang menghadapi kesulitan lebih dari ini. Jadi, jangan kecewakan kami Pak Tua! Kau harus menemukan keberadaan Dewi Dan Jura.. Bagaimana pun caranya." sambung Saga, sambil melipat kedua tangannya.
Melihat keseriusan keduanya.. Garda pun menghela nafas panjang dan berujar pada keduanya.
"Haah... Baiklah anak-anak, melihat tekat kalian berdua.. Aku jadi tidak ingin mengganggu kesenangan kalian. Berhati-hatilah.. Sepertinya mereka berdua tidak bisa dianggap remeh." ujarnya memperingatkan.
"Cih! Apa kau meremehkan kemampuan kami Pak Tua..?" celetuk Gira, yang disambut seringai oleh Saga.
"Heh.. Benar, omong-omong ini juga bisa di jadikan sebagai latihan untuk kami berdua. Bukan begitu saudaraku!! WUUSSSS... JEDDUAAAAR." ujar Saga, pada Gira, yang langsung maju menyerang lebih dulu.
"Hehehe.. Kau bersemangat sekali Saga..! Ingat, jangan membuat pengorbanan kami sia-sia. Kau harus membawa mereka kembali Pak Tua! SIIIIUUUNNNG BOOOOM." ujar Gira bersemangat.
Gira ikut Maju menyerang.. Ia melempar bola energi pada kedua musuhnya! Ledakan besar terjadi, tapi kedua musuh tidak ada di tempat yang telah terjadi ledakan.
"Baiklah.. Jangan sampai terluka!" ujarnya langsung beranjak pergi dan menghilang.
__ADS_1
Dalam perjalanannya menuju ketempat Jura, Garda berpikir dengan semua keanehan yang terjadi pada mereka.
'Ada apa sebenarnya! Kepergian Jura Dan Dewi yang dirahasiakan.. Dan sekarang, kami di cegat denga sosok yang tidak di kenal! Mungkinkah ada yang membuat bocah Jura itu terdesak, dan tidak bisa menceritakannya..?
Ini jadi semakin rumit.. Sepertinya aku harus cepat. Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada Dewi dan Bocah Naga Itu! Setelah melihat kedua Pria tadi, sepertinya yang akan di hadapi Jura jauh lebih berbahaya!!'
***
Di Mansion.. Lannox yang tengah fokus dengan tumpukan dokumen, tiba-tiba merasakan perasaan yang mengganjal di hatinya.
Ia lalu berujar kepada Spiritnya itu, dan tidak hanya Sang Master, Karena Zion pun juga merasakan hal yang sama.
Ia yang tengah berbaring santai dan memejamkan matanya.. Tapi mendengar perkataan Sang Master, ia langsung bangun dari Baringnya.
Dan segera menghampiri Sang Master, lalu duduk berhadapan, di Sampingnya.
"Pak Tua.. Aku merasakan firasat tidak enak, apa kau merasakannya Juga?"
"Benar, ada yang tidak beres. Suasana disini terlalu senyap dan tenang bukan!" gumam Zion, melihat keluar jendela.
Tampak Bulan Biru.. Bersinar terang menerangi malam. Tiba-tiba Lannox seperti baru menyadari sesuatu.. Dan pupil matanya membesar sambil berujar.
Keduanya pun langsung bereaksi dan menghilang, Lannox dan Zion segera menyusul kekamarnya. Sesampainya di sana.. Suasana di dalam kamar agak remang-remang, dan hanya di bantu dengan pencahayaan Bulan.
Yang masuk tanpa izin melalui jendela Kamarnya.. Tampak ada yang menonjol dibalik selimut yang membungkus di atas ranjang besar miliknya.
Melihat itu.. Lannox dan Zion saling menoleh, dan mempersiapkan diri mereka! Berharap apa yang mereka pikirkan tidak terjadi.
Saat Lannox dan Zion mendekati ranjang besar tersebut.. Dengan perasaan yang was-was ia menarik selimut tersebut dengan cepat.
Dan benar saja.. Apa yang mereka takutkan benar terjadi.. Putri kesayangan mereka, tidak ada di balik selimut itu.. Yang di temukan malah tumpukkan bantal.
"Zion.. Putriku menghilang! Berarti aku tidak salah dengar.. Suara yang samar-samar kudengar tadi, memang Ravella Putriku."
Ada kekhawatiran muncul di wajah Sang Master, dan Zion. dan dengan cepat Zion mencoba melacak dan merasakan Energi di sekitarnya..
"Gawat Nak! Sepertinya keberadaan Para Kakek juga menghilang."
"Kalau begitu ayo kita Temukan Putriku Zion..! Aku tidak bisa tenang jika hanya menunggu diam disini.."
__ADS_1
"Hem.. Ayo Nak!" Zion langsung melompat keluar jendela, tampak kedua sayapnya muncul mengembang di udara malam.
Lannox langsung mengambil pedangnya.. Dan mengenakan Mantel, di kedua pundaknya.. Ia langsung melompat ke atas punggung Zion.
Keduanya bergegas pergi dengan kecepatan penuh, Zion mengikuti jejak Energi yang terasa samar dari Para Kakek Spirit.
...****************...
Di tempat lain, di waktu yang sama.. Jura yang baru saja ingin pergi meninggalkan tempat tersebut! dengan cepat ia membawa sosok tubuh kecil Sang Master, dalam pelukannya..
Ravella yang masih dalam kondisi tidak sadar! karena pikiran dan tatapannya kosong, terkena pengaruh ilusi. Ravella Hanya diam.
"Jika kau tidak ingin celaka, tinggalkan anak itu di sini..!" ujar suara tersebut, dengan nada mengancam.
"Cih, Jangan mimpi..!" ujar Jura, sambil mencari Keberadaaan sosok suara tersebut.
"Kalau begitu jangan salahkan Aku, karena aku sudah memperingatkanmu."
Dalam sekejap tubuh Ravella sudah raib dari pelukan Jura, sedangkan tubuh Jura terlempar jauh.. Tanpa ia bisa merasakan kehadiran sosok yang tengah merampas Masternya.
menyadari hal itu.. Jura menjadi panik, ia mengabaikan rasa sakitnya, dan berteriak mencari sosok Masternya.
"Nak Dewi... Dewi..." Jura berhenti mencari, dan mencoba untuk bersikap tenang.
Jura mencoba memejamkan matanya dan memusatkan pikiran agar tetap fokus.. Ia mencari keberadaan Putri Ravella, namun terasa samar-samar.. Dan ia juga sekilas-sekilas merasakan energi orang yang menculik Masternya itu.
Dan beberapa saat kemudian.. Ia bisa merasakan energi milik Ravella dengan jelas. Ia langsung membuka matanya dan melesap laju dengan cepat, Namun, saat ia baru mau meraih sosok Ravella..
Belum sempat ia meraih sosok Masternya itu, tubuhnya sudah terpelanting jauh hingga terhempas kepermukaan Danau.. Jura mencari sosok tersebut dan berujar.
"Heh.. Dasar pengecut, jika kau berani lawan aku dengan wujudmu! Jangan hanya bisa bersembunyi." ujarnya.. sambil mencari sosok misterius itu.
"Hahahah.. Melihatku saja kau tidak bisa! Bagaimana kau mau melawanku, dasar bodoh. BUUK..BUUK.." ujarnya meremehkan Jura.
Lalu.. dalam waktu singkat, dada Jura di hantam dua kali, dengan pukulan energi yang tak terlihat, ia merasa kesakitan yang amat sangat kerena hentakan kuat yang mengenai dadanya.
"Bluurrrppp... Uhuk.. Uhuk.." darah mengucur keluar melalui mulutnya. 'Dia sangat licik dan cepat, bahkan aku tidak bisa merasakan keberadaaannya..! Siapa dia? Bagaimanana caranya.. Agar aku bisa melumpuhkannya dan segera pergi dari tempat ini. prioritas utamaku saat ini, adalah Dewi.' ujarnya sambil mencari keberadaaan sosok tersebut.
Melihat tidak ada reaksi apapun dari musuhnya.. Jura pun berujar.
__ADS_1
"Heh, baiklah jika kau tidak ingin menunjukkan dirimu.." ujarnya sambil menyipitkan mata. 'sepertinya aku harus menggunakan cara itu!' gumamnya dalam hati.