AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SIAPA ANDA?


__ADS_3

Tama sedang bermeditasi didekat air terjun, namun saat ia sedang terfokus dengan semedinya.. Tiba-tiba saja terdengar bisikan suara berbicara kepadanya. "kenapa kau tidak datang tama, Aku sudah menunggumu lama..! Dan akan terus begitu."


"katakan siapa kau sebenarnya? Kenapa kau selalu saja mengganggu semediku!"


"hehe.. jika kau ingin tau.. Temui aku sekarang! aku berada disebuah pulau, dibenua selatan. pulau yang tak pernah terjamah oleh mahluk hidup satupun. Hahahaha Aku akan menunggu kehadiranmu disini tamarus...!"


Suara itupun langsung menghilang dari pendengarannya, karena gangguan dari suara tersebut, tama jadi merasa terganggu, sampai menghentikan semedinya.


'siapa dia sebenarnya? Kenapa dia selalu saja mengganggu semediku, dan menyuruhku untuk datang ketempatnya! apa yang dia inginkan dariku? Cih, benar-benar sangat mengganggu.'


tama duduk diatas batu, sambil berpikir mengenai seseorang yang telah berbicara kepadanya. Fokusnya benar-benar terganggu, karena bisikan dari suara tersebut, selalu saja mengusik fikirannya.


'jika aku tidak datang, selamanya dia akan menggangguku, aku harus bertemu dengannya segera. Bukankah Masih tersisa tujuh hari lagi..! aku tidak boleh menyia-nyiakan waktuku, untuk hal yang tidak berguna seperti ini. tapi..!'


Tama mondar-mandir didalam gua, dan sibuk memikirkan apakah dia harus pergi atau tidak, ia dilanda kebingungan.


'hmm.. Sebelum itu, aku harus memberitahukan kepada yang lainya.. Agar mereka tidak merasa kehilangan, saat aku pergi..! karena tempat itu sangat jauh dari sini.'


Tamapun bertelepati dengan saudaranya.


(tama) "teman-teman, untuk sementara ini.. aku akan pergi kebenua selatan."


(jura)" memangnya, apa yang ingin kau lakukan, sesampainya disana?"


(tama) "ada sedikit masalah, yang ingin aku pastikan."


(gira) "apakah itu sangat darurat, sampai kau harus pergi dengan tiba-tiba begini..!"


(tama) "hmm.. tidak juga, hanya saja.. Aku ingin mengenyangkan rasa penasaranku."


(zaku) "cih, kau sok-sokan main rahasia segala dengan kami, Bilang saja kau tidak ingin kami ikutkan."


(tama) "kalau kalian ikut, ini jadi tidak seru lagi, dan siapa yang akan menjaga dewi, dasar kucing bodoh. Aku pergi bukan untuk jalan-jalan, tapi aku pergi karena ada sesuatu yang harus aku pastikan."


(zaku) "cih, aku juga tidak sudi ikut denganmu, hanya membuang waktuku saja."


(tama) "baguslah, dan lagi kau jangan terlalu banyak bicara, daripada kau menghabiskan waktumu untuk bicara omong kosong, lebih baik kau gunakan waktumu itu.. untuk latihan. Bukannya.. hanya kau sendiri, yang tidak latihan sama sekali. Apa kau merasa sudah hebat, sampai bermalas-malasan seperti itu hah!"


(jura) "hemm.." jura menyeringai m, mendengar perkataan tama.


(saga) "apa yang kau katakan itu, benar sekali tama, aku setuju denganmu."


(zaku) "cih, kalian mulai lagi main keroyokan, ia.. ia.. Aku akan latihan sekarang. heh.. baiklah sudah dulu, kau puaaassss rubah sialan."


(tama) "cih, tentu saja sangat puas sekali.. hihiy."


(zaku) "cih, menyebalkan." yang lain hanya senyum simpul, saat mendengar umpatannya.


(saga) "berhati-hatilah saudaraku! beri kabar jika kau sudah sampai disana."


(tama) "tentu, kalau begitu aku pergi dulu."


(jura) "jaga dirimu baik-baik, jika terjadi sesuatu padamu! Segera kabarkan kepada kami."


(tama) "ya tentu saudaraku."

__ADS_1


Setelah memutus koneksi, iapun bergegas berangkat, Tama langsung pergi ketempat tujuan, dengan hati yang berdebar. Ia terbang tinggi dengan menyembunyikan aura rajanya. Dan menyamarkan diri, agar tidak ada yang melihat keberadaannya.


'ada apa dengan perasaan ini, jantungku semakin lama, semakin berdebar kencang..! apa yang terjadi padaku.'


Roya yang hanya mendengarkan perbincangan temannya sejak tadi, tanpa mengatakan apapun, dia hanya menyimak dalam diam.


(roya) 'hmm.. Kemana ia akan pergi? Apakah ada sesuatu yang mengganggunya! Aku harap itu bukan hal yang berbahaya, Karena aku tau benar cara kerja anak itu.. Dia suka bertindak secara diam-diam untuk menyelesaikan sesuatu yang menarik perhatiannya, jika menurutnya.. itu bisa dia atasi sendiri. Yah, aku harap anak itu tidak bertindak gila diluar sana.'


Ditempat lain, gapi sedang bermain dihutan larangan. dimana para mantan tersangka yang bertindak diluar batas, mereka akan dikirim kesana sebagai pengganti hukuman pancung. gapi telah sembuh total, setelah diobati oleh tama, kini ia bisa bermain dengan bebas tanpa harus merasakan sakit.


'tempat apa ini..! Kenapa banyak pohon yang tidak berdaun, dan pohon disini sangat besar-besar juga menyeramkan. Ini pertama kalinya aku kesini. aku juga sengaja tidak mengajak para peri untuk mengikutiku. Karena mereka sangat berisik, hmm.. Aku akan coba mencari buruan makan siangku, siapa tau ada makanan lezat yang bisa kutemukan.'


Gapi merentangkan sayap merahnya dilangit hutan terlarang, ia melihat kebawah, banyak monster buas ada disana. Ada yang saling berkelahi merebut wilayah kekuasaan, dan ada juga yang saling berebut makanan hasil buruan mereka.


'hmm.. aku tidak menyangka! disini banyak makanan enak rupanya. mmm.. Apa itu?'


Gapi turun terbang sedikit rendah, nampak sesuatu yang menarik dimatanya. Sementara argus, sekarang berada dipenjara bawah tanah, dimana para tahanan yang ditangkap dikurung secara rahasia disana. tempat itu tidak sembarangan orang bisa memasukinya, dimana sihir pendeteksi telah dipasang setiap sudut. Dan juga.. Disetiap tubuh para tahanan sudah dipasang sihir pelacak, dan sihir hukuman. Siapa yang berniat kabur atau membuka sihir tersebut dengan paksa, tubuh mereka secara perlahan akan terbakar dan dilahap oleh sihir itu sendiri.


'jadi, disini semua para tahanan dikurung! yang mulia sangat teliti sekali, Bahkan hal sesederhana inipun dia pikirkan.'


Setelah ia melewati banyak lorong demi lorong, jauh didepan sana.. tampak para penjaga yang tidak biasa! setiap ruang tahanan memiliki penjaga yang berbeda-beda. penjaga pintu utama melihat kedatangan sosok argus, ia lantas bertanya kepadanya.


"Siapa anda?"


"saya argus, saya diutus langsung oleh yang mulia kemari.. untuk mengintrogasi para tahanan, yang baru saja dipindahkan kesini."


"hormat kepada utusan yang mulia, siapa yang ingin anda introgasi?"


'aku melihat kesetiap ruangan, dan mencari tahanan yang ditangkap oleh yang mulia, tapi tidak kutemukan. lalu aku melihat penjaga misterius yang ada didepanku ini, Bentuk wajahnya seperti perpaduan rusa dan manusia, sangat aneh menurutku. dengan tanduk aneh miliknya yang menjulang tinggi keatas kepalanya, dia juga mengenakan jubah panjang bewarna jingga, bercampur dengan warna putih. ia memegang sebuah tongkat panjang bewarna coklat keemasan ditangannya, dimana ujung tongkat tersebut terdapat bentuk pusaran, dan ditengah-tengah pusaran tersebut, ada permata yang sangat unik bertengger disana. Hmm kira-kira permata apa itu ya.. Jika aku ambil, bagaiman reaksinya..! Apakah dia akan marah atau hanya diam saja, tapi kelihatannya dia juga sangat kuat.'


'haah apa yang kau pikirkan argus! Sifat menyelidikku mulai aktif lagi, dasar. Sebaiknya aku tanyakan langsung kepadanya.' arguspun mencoba bertanya pada penjaga tersebut. "ah maafkan saya, saya sedang memikirkan sesuatu barusan, apa kau tau.. Seseorang tahanan, dia adalah penyihir yang baru-baru ini, ditangkap oleh yang mulia."


"kalau begitu, silahkan ikuti saya."


"baik" argus mengikutinya dari belakang. 'Ia berjalan mendahuluiku, aku melihat setiap ruang tahanan dijaga dengan penjaga yang berbeda-beda. Ada satu ruangan yang menarik perhatianku!.'


Argus melihat sang penjaga yang sedang berjalan didepannya, lalu ia berhenti tepat didepan penjara tersebut, dan iapun mulai bertanya.


"tunggu" pria itupun berhenti.


"kenapa anda berhenti disini?"


"hmm banyaknya ruangan yang telah kita lewati, ada satu ruangan yang menarik perhatianku!'


Argus menunjukkan jarinya kearah ruang tahanan yang sangat mencolok didepannya, setiap jerujinya menyala terang.


"kenapa diantara banyaknya ruangan, hanya satu ini yang paling berbeda."


Pria itupun menoleh keruangan yang ditunjuk oleh argus, Jeruji itu dialiri dengan cahaya aneh, yang mengelilinginya.


"oh itu, tahanan ini adalah pengguna mana unik, dia bisa menembus dinding apapun dan menghilang sesukanya. Dia juga pernah beberapa kali mencoba untuk kabur, dan melepas sihir penanda ditubuhnya. bahkan, penanda itu tidak bisa dilepas oleh tahanan lainnya. namun, pelariannya selalu gagal, sebab seluruh penjara bawah tanah ini, sudah dipasang sihir pendeteksi. Dan ditubuhnya juga sudah terpasang sihir penanda, tapi dia berhasil melepaskan sihir pelacak dan sihir penghukum. karena itu.. Sebagai antisipasi pencegahan, yang mulia membuatkan ruangan khusus bagi tahanan bandel sepertinya. Dan ruangan itu bisa menghisap mana atau sihir apapun disekitarnya, jika sampai sipengguna nekat mengeluarkan sihir, aura dan mananya didalam ruangan itu. Ruangan tersebut akan merespon dan menyedot semua yang ada dalam tubuh sipengguna."


Setelah menjelaskan dan mengenyangkan rasa penasaran argus, merekapun melanjutkan perjalanan mereka kembali.


"kenapa disetiap ruangan, selalu dijaga dengan mahluk aneh yang berbeda?"

__ADS_1


"itu karena setiap tersangka, dijaga dengan sangat ketat oleh tubuh pemilik penjara itu sendiri."


"hmm jadi karena itu, setiap penjara mempunyai penjaga yang berbeda-beda."


"benar, setiap ruangan yang ditempati, disesuaikan dengan bakat dari tahanan itu sendiri."


"hmm.. Darimana yang mulia bisa mendapat penjara hidup seperti ini? Dan mengeluarkan ide yang luar biasa."


"kalau itu adalah rahasia, kami tidak boleh membocorkan masalah itu kepada siapapun."


"aku mengerti, lalu.. Bagaimana dengan tersangka dengan tindak kriminal rendah?"


"kalau itu, mereka hanya dimasukkan dalam jeruji biasa, jeruji hidup hanya digunakan oleh pelaku sihir, dan pengguna mana dan aura."


"hem.. Begitu ya.."


"kita sudah sampai, rius, bukakan pintu ini.. ada utusan penting dari yang mulia."


"Baiklah, krek.. Krek.. Kreeetteekk tekk."


Argus melihat seorang pria penjaga berdiri didepan pintu, tubuhnya semuanya adalah akar kayu. Dan uniknya lagi.. tubuh dan ruangan tahanan itu, adalah satu tubuh. akar itupun secara perlahan terbuka, Dan tampak seorang pria sedang duduk berdiam diri disudut ruangan, sambil memeluk kedua lututnya.


'kenapa giliran anak ini.. Penjaranya dari akar pohon! Meskipun ia tampak biasa, tapi juga tidak seperti yang terlihat, dalam kurungan tersebut terdapat tekanan aura yang sangat kuat sekali. Mungkin aku sendiripun, tidak akan bisa menghancurkannya. darimana sebenarnya, yang mulia bisa mendapatkan mahluk unik seperti mereka!'


"silahkan, saya akan kembali setelah anda selesai mengintrogasi." ujar penjaga penjara tersebut, kepada argus.


'Ia mempersilahkan aku masuk kedalam, lalu setelah aku berada didalam, akar kayu berbentuk pintu itupun, tertutup kembali.'


"siapa kau..! apa maumu? Aku tidak akan mengatakan apapun padamu, jadi kembalilah ketempatmu."


"Kau pasti adalah salah satu pelaku penyebar wabah, yang telah banyak menelan para korban bukan!" pria itu hanya diam tidak bergeming dari tempatnya, ia tidak menjawab sama sekali pertanyaan argus! seolah argus tidak ada disana.


"hmm.. aku bisa saja memaksamu untuk menjawab jujur, tapi untuk hari ini.. cukup segini saja dulu."


Argus melihat kurungan yang sangat unik, itu membuatnya lebih tertarik dan lebih penasaran lagi mencari tau masalah kurungan dan riwayat sipenjaga penjara, karena itu lebih menarik, daripada mengintrogasi tersangka yang ada didepannya, lalu ia menoleh keluar.


"penjaga.. aku sudah selesai, bukankan pintunya. hari ini cukup segini dulu, aku akan datang lagi nanti."


Pintu yang terbuat dari akar hidup itupun terbuka kembali, sang penjaga yang membimbing jalan tadi, langsung muncul dihadapan argus entah datang darimana.


"apa anda sudah selesai?"


"ya.. Untuk hari ini cukup segitu saja dulu, ngomong-ngomong kenapa anak tadi dipenjara oleh akar pohon hidup?"


"ah.. Itu karena dia pengguna sihir hitam, mereka para pengguna sihir hitam, akan dikurung didalam penjara pohon."


"mengapa seperti itu!" tanya argus penasaran.


"karena sihir hitam tidak mempan digunakan, pada penjaga pohon."


"hmm.. Ini unik sekali, jadi setiap tersangka, akan dikurung didalam ruang penjara yang berbeda, dan sesuai dengan kelemahan masing-masing mereka miliki."


"tepat sekali."


'hem.. aku tidak menyangka yang mulia sampai memikirkan masalah sedetail ini, beliau benar-benar sangat teliti dan luar biasa.'

__ADS_1


setelah keluar dari penjara bawah tanah, arguspun mulai berjalan sambil memikirkan keunikan penjara tersebut, selagi dia sedang asik dengan pikirannya sendiri.. tiba-tiba saja seseorang yang dia kenal langsung datang menghampirinya.


__ADS_2