
"kau.. sejak kapan kau ada disini..?"
(jura) "aku baru saja tiba."
'spirit satu ini, selalu saja mengejutkanku.' lannox merasa heran dengan jura yang sering muncul secara tiba-tiba, dan ini bukanlah yang pertama kali baginya, ia dikejutkan seperti ini. "apa yang membuatmu datang kemari..?"
jura melihat kesekeliling kamp yang ditempati lannox, pria berambut hitam, yang berpakaian serba hitam dan hanya mengenakan lapisan pakaian atasan putih berlengan pendek. ia berjalan pelan menghampiri meja yang ada dihadapan lannox, tampak beberapa buku bacaan bertumpuk diatas meja dan ia mengambil salah satu buku lalu membukanya.
(jura) "aku hanya ingin tau, pekerjaan yang kau lakukan. karena sedikit bosan hanya berdiam diri dimantion tanpa melakukan apapun."
"apa benar hanya itu..?" lannox menyipitkan matanya. "kau pasti punya tujuan lain..!"
(jura) "buk, buku yang sangat membosankan."
jura berbalik badan menghadap lannox yang ada didepannya, dan sedang menunggu jawaban. jura menyeringai, lalu duduk diatas meja sambil bersedekap tangan.
(jura) "tidak perlu memandangiku seperti kau ingin menusukku dengan tatapanmu itu, aku datang murni atas keinginanku sendiri. ya.. mungkin saja kau juga membutuhkan bantuanku."
"apa maksudmu, kalau bicara yang jelas."
lannox kembali duduk dikursinya, dan melanjutkan mengelap pedangnya yang tidak kotor, dan jura hanya menanggapinya dengan senyum tipis.
(jura) "hem.. keluarlah, tidak perlu bersembunyi pada tubuh bocah ini."
mata lannox terbelalak sesaat, ia kaget tak percaya dengan apa yang dikatakan jura, ia sangat paham siapa yang dimaksud jura, namun ia berpura-pura tidak mengerti untuk memastikan apakah benar jura tau sosok yang ada dalam dirinya, atau hanya ingin mengujinya.
'apa, b.. bagaimana dia bisa tau ada sosok lain didalam tubuhku..?' ia terperangah masih tak percaya, sementara damu hanya menyeringai. lannox mengatur mimik mukanya yang terlihat sedikit syok, dan berpura-pura batuk untuk mencoba tenang. "uhuk.. uhuk.. apa yang sedang kau bicarakan..? apa kau sudah gila!"
sementara itu, ditempat baron aisher berada.
(baron aisher) "hem pergilah, sampaikan surat ini pada tuan lukas." baron aisher berdiri dijendela, sambil memperhatikan merpati yang telah terbang jauh. 'kuharap burung itu sampai dengan selamat. mungkin aku akan datang sedikit terlambat, dari waktu yang telah dijanjikan.'
diibu kota.. sang kaisar yang tengah duduk dikursi singgahsananya. ia duduk sambil melipat kakinya dengan angkuh, kepalanya yang sedikit miring kesamping dan hanya bertopang pada satu tangannya. hari ini adalah rapat pengangkatan bangsawan muda, setelah memecat para kaum pejabat senior, seperti janji kaisar para pejabat senior yang telah dipecat, kini posisi mereka diganti oleh anak-anak mereka.
"semuanya telah hadir, seperti janjiku sebelumnya, karena banyaknya masalah dikekaisaran yang harus membuat pengangkatan kalian tertunda, dan hari ini.. disini aku akan mempercepat pengangkatan kalian, karena posisi yang ada tidak boleh sampai kosong. kalian para penerus dari bangsawan sebelumnya kini harus memegang posisi penting dikekaisaran ini. dan aku resmikan kepala bangsawan yang baru, dimana dipundak kalian terdapat tanggung jawab besar yang harus kalian pikul. aku butuh orang yang jujur dan taat akan aturan."
"siap kaisar, kami berjanji akan memikul tanggung jawab dengan baik serta patuh pada aturan kekaisaran."
setelah meresmikan kepala bangsawan yang baru, kaisarpun turun dari singgasananya dan kembali kepaviliun miliknya.
kaisar yang tengah fokus duduk diruang kerjanya, dengan tumpukan dokumen yang memenuhi mejanya.
"tok.. tok.. tok.."
__ADS_1
"masuk."
"ceklik, hormat saya kepada matahari kekaisaran."
tampak pria yang mengenakan kamacamata muncul dimuka pintu, postur tubuh kurus tinggi berambut ungu panjang, rambut yang dikuncir rapi kebelakang, serta memakai uniform abu-abu polos
"lagrin bagaimana hasil laporanmu selama ini, aku ingin mendengarnya. kuharap tidak ada kabar yang mengecewakan untukku..!"
dimantion, pria yang tengah duduk sendiri di gazebo didekat taman, ia duduk sambil membaca buku dan ditemani teh hangat.
"srak.. srak.. srak.." lembaran halaman telah berganti, sudah setengah jam ia duduk santai sambil membaca hingga satu bukupun selesai. 'haah tidak terasa, sudah seminggu lebih, yang mulia pergi meninggalkan mantion. dan beliau masih belum ada kabar, apa aku pulang saja dulu..! tapi itu sangat tidak sopan. duke sudah sangat baik mau menampungku dan hanya karena tidak sabar meenunggu kepulangannya, aku malah ingin pulang begitu saja tanpa pamit terlebih dalu, sangat tidak beradab.'
tiba-tiba pelayan datang menghampiri count arnold, yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri.
(pelayan) "maaf tuan count, saya mengganggu waktu santai anda."
"ada apa..?"
(pelayan) "yang mulia zion memanggil anda, beliau sedang menunggu diruang kerja yang mulia duke."
'hmm ada apa tiba-tiba beliau memanggilku, apa aku akan dibaham hidup-hidup! jujur saja, spirit yang mulia sangat mengerikan.'
(pelayan) "tuan count...?"
pelayan menunduk hormat, lalu menunjuk jalan pada count arnold.
(jura) "kau pasti sudah tau, kalau aku sedang tidak berbicara denganmu nak."
'gulp.. ternyata dia sudah tau, sejak kapan? aku bahkan tidak menceritakannya kepada siapapun.'
(damu) 'heh.. tenang saja, dia hanya ingin memancingmu. kau berpura-pura saja tidak mengerti.'
"ahem..ahem.. maaf jura, aku tidak mengerti maksud dari kata-katamu."
jura tersenyum, dan untuk membuat lannox tidak mendengar perkataannya, ia memblokir agar lannox tidak mendengar pembicaraan mereka.
(jura) 'cukup main-mainnya, apa kau juga akan mengelak, jika ini adalah titah paduka.'
(damu) 'apa.. paduka, bagaimana bisa anak ini mengetahui tentang paduka, bukankah beliau belum memperkenalkan dirinya secara resmi kepada anak ini..!
(jura) "beliau sudah melakukannya, dan aku sudah resmi menjadi pilar ketujuh miliknya. jadi keluarlah..'
'apa yang sedang dia lakukan..! sepertinya mereka sedang berbicara. tetapi kenapa aku tidak bisa mendengarnya samasekali?'
__ADS_1
(damu) 'heh jika benar yang kau katakan, tunjukkan simbolmu..!'
(jura) 'aku tidak perlu sampai harus menunjukkan simbolku, padamu damu.'
(damu) 'hah dia bahkan tau namaku, berarti dia memang suruhan paduka. karena hanya paduka yang tau namaku.'
tak lama cahaya putih keluar dari tubuh lannox, dan ia pergi mendekat kehadapan jura. lannox yang tidak mengerti akan situasi yang terjadi dihapannya, hanya bisa diam dan memandang takjub kepada mereka.
'ada apa sebenarnya! apa yang dilakukan jura.. hingga dia berhasil membuat cahaya itu keluar dari tubuhku.'
(jura) 'aku pikir kau masih ingin bersarang ditubuh anak ini.'
(damu) 'katakan saja apa titah paduka..!'
(jura) 'beliau menyuruhmu untuk segera kembali, karena misimu sudah selesai disini.'
(damu) 'baiklah, tapi aku sudah berjanji kepada anak ini, untuk membantunya menagkap penyihir.'
(jura) 'kau serahkan saja urusan disini kepadaku, karena aku juga mempunyai tanggung jawab untuk melindungi anak ini.'
(damu) 'terimakasih, paduka pasti punya alasan mengapa beliau sampai memilihmu sebagai pilar ketujuh miliknya. senang berkenalan denganmu jura, kuharap kelak kita bisa menjadi rekan dalam misi selanjutnya.'
(jura) 'sama-sama damu, bagitupun denganku.'
damu tersenyum, kemudian cahaya itu mendekat kearah lannox.
(damu) 'anak muda, maaf aku tidak bisa menepati janjiku kepadamu, karena sejujurnya.. misiku telah selesai dengan berakhirnya wabah ini, dan bantuanku yang tidak bisa aku tepati, akan diteruskan olehnya.'
"cih, baiklah aku juga tidak bisa memaksamu bukan, karena kau juga sudah mempunyai pemilikmu sendiri. tapi, jika kau bosan dengan pimilikmu, hah aku bersedia menampungmu."
ucap lannox sambil membuang muka kesamping.
(damu) "hahahaha itu tidak akan pernah terjadi, karena tidak ada yang bisa menyamai pemilikku."
"cih beruntung sekali yang jadi pemilikmu."
(damu) 'hahahaha justru keebalikannya, selamat tinggal anak muda.'
"ya, terimakasih atas bantuanmu selama ini."
damu hanya tersenyum lalu menghilang, kini hanya tinggal lannox dan jura didalam kamp. lannox kembali duduk dikursinya, dan mulai mengintrogasi jura yang penuh dengan misteri.
"dan kau.. sebaiknya kau katakan yang sejujurnya, bagaimana bisa kau mengenalnya dan mengetahuinya?"
__ADS_1