AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
APA ADA BALASAN DARI DEWI?


__ADS_3

hello.. all. untuk yang komen tentang typo makasih ya.. udah di ingetin. sudah saya perbaiki, hahaha maklum saja ngetik sambil mengantuk, buat yang udah support makasih 🙏🙏


hah.. daripada ngebacot gak jelas ok happy reading all.


"ya.. untuk itulah aku ingin memastikan kesetiannya padaku, benar-benar tulus atau tidak."


"apakah hanya itu yang mulia..?"


"ya untuk sekarang hanya itu argus, bisakah kau melakukannya untukku?"


"tentu saja yang mulia, dengan senang hati, apapun akan saya lakukan untuk anda tuanku."


"terimakasih argus, kau boleh pergi."


"baik yang mulia, hamba mohon pamit."


lannox melihat keluar jendela


'hmm.. apa yang terjadi diatas sana..? zion apa kau mendengarku..!'


'ya aku mendengarmu'


'ada apa sebenarnya? apa yang sedang terjadi di atas sana? mengapa alam seakan bereaksi pada sesuatu!'


'lihat saja pakai mata harikimu.'


lannox lantas mengaktifkan mata harikinya, dan tampaklah wujud para spirit dengan jelas berkumpul di atas sana.


'zion siapa pria-pria disamping garda?'


'entahlah! masih misteri, yang jelas, dia memanggil mereka dengan sebutan kakak.'


'apa..! berarti mereka adalah saudaranya?'


'hmm.. aku juga tidak yakin akan hal itu! memanggil kakak bukan berarti mereka saudara bukan! bisa jadi itu hanya panggilan hormat saja.'


'te..telur itu akhirnya pecah.'


'ya, kita lihat saja apa yang akan terjadi.'


keenam pilar berdiri mengelilingi telur raksasa itu, mereka kemudian merentangkan tangan sambil membaca mantra. petir hitam dan kilat hitam mulai menyala-nyala menyelubungi tubuh gagah para sang pilar.


("wahai roh agung, yang menguasai jiwa-jiwa rapuh, kehadiranmu adalah mutlak bagi kami, jadilah kekuatan yang melengkapi ketujuh pilar. hitam dan putih putih dan hitam, kegelapan dan cahaya akan saling menyatu dan tak terpisahkan. bangunlah wahai sang terpilih, terimalah berkat yang telah diberikan dewa agung untukmu.")


"syiuuuunngg boom"


cahaya terang bagaikan laser lansung menyambar telur emas yang ada dihadapan mereka, para spirit yang menyaksikan kejadian itu dengan cepat menutupi mata mereka. karena tak sanggup menahan kuatnya tekanan dari cahaya tersebut, padahal mereka sudah memakai perisai aura terkuat. sementara keenam pilar juga ikut terkena imbas dari cahaya tersebut, akan tetapi, mereka masih tetap fokus dan tenang. namun sebagian tubuh mereka terkena goresan cahaya yang seperti senjata tajam dan mencabik-cabik tubuh mereka.


'cahaya apa itu? ah mataku.'


'jangan dilihat bocah, itu berbahaya, segera tutup matamu.'


tidak hanya lannox, para spirit lainnya yang berada disana juga tidak sanggup melihatnya. mata sang pilar menyala terang tak lama raga mereka ikut tenggelam Dalam cahaya.


satu menit..


dua menit..


tiga menit..


empat menit..


Lima menit..


Dan telurpun pecah dengan sempurna, angin ribut, hujan badai telah mereda. cahaya perlahan-lahan memudar Dan mengecil. tampak telur yang telah kosong. sang pilar perlahan membuka mata mereka. Dan terkejut melihat apa yang ada dihadapan mereka.


"kakak telurnya kosong?"


para spiritpun ikut terkejut melihatnya. telur telah pecah namun tidak ditemukan wujud jura didalamnya. mereka mencari-cari sosok jura namun tidak tampak keberadaan jura dimanapun.


(saga) "garda apa yang terjadi kenapa jura tidak ada?"


(garda) "aku juga tidak tahu! kakak apa kita telah gagal?"


"aku juga tidak mengerti, tidak biasanya seperti ini..!"


'tenanglah, coba kalian lihat keatas.'


(garda) 'i..ini.. suara paduka.'


"ya ini paduka"


mereka mencoba melihat keatas, para spirit yang kebingungan melihat tingkah para pilar juga ikut melihat keatas dan..


(zaku) "a.. apa.. itu benaran jura?"


(gira) "tidak mungkin jura itu naga hitam tapi sosok yang kita lihat sekarang memang hitam sih, tapi sangat berbeda bukan! apa jangan-jangan dia musuh?"


(saga) "aku rasa tidak, coba kalian perhatikan baik-baik"


para pilar tersenyum melihat sosok jura yang baru. yang sedang terbang bebas di angkasa luas


(garda) "ya tidak salah lagi itu memang dia. artinya kita telah berhasil kak."


(zion) "benarkah! hmm.. kalau begitu biarkan aku mengujinya sedikit untuk lebih meyakinkan."


"ini makanlah dulu, terimakasih kau sudah terlalu banyak membantu kami nak. padahal seminggu yang lalu kau baru saja mengirim bantuan, dan sekarang kau sudah memberinya lagi. simpanlah untuk dirimu, kau juga pasti sangat membutuhkannya bukan, jangan hanya memikirkan orang lain kau juga harus memikirkan masa depanmu nak.."


"hmmm.. bagaimana keadaannya apa dia sehat?"


"ya.. dia sangat sehat, dia selalu menanyakanmu. temuilah dia, adikmu sangat merindukanmu."


"baiklah, tapi bu! apa benar seminggu lalu aku datang kemari?"


"ia.. kau bahkan membelikan pakaian baru untuk anak-anak. ada apa! kenapa kau kelihatan ragu begitu?"


"tidak hanya untuk memastikan saja, huh terkadang aku juga suka lupa haha."


padahal dia tidak datang minggu lalu.

__ADS_1


"kau ini.. dasar anak-anak jaman sekarang, masih muda sudah sering lupa."


"dimana adikku bu? aku akan menemuinya!"


"tunggu sebentar biarkan ibu panggilkan, dia sedang bermain bersama anak-anak lainnya."


rogpun ditinggal dalam keheningan sendirian, dan suasana panti membuatnya teringat kembali awal pertama mereka bisa kepanti.


"baiklah"


'huh, dia sempat merawatku, ibu panti sudah seperti ibuku sendiri, saat itu bukannya sedang hujan! ya.. saat itu kami sempat kabur daripada penjual budak. dan tidak sengaja ibu panti yang melihat kami kelaparan dan kedinginan lantas menghampiri kami lalu menyapa kami yang sedang berteduh dipinggiran gang kecil yang sempit dan penuh sesak juga bau got yang sangat menyengat.'


(flashback) "tap..tap..tap.. nak kenapa kalian ada disini apa kalian kabur dari rumah?"


"siapa wanita paruh baya ini, apa jangan-jangan dia juga ingin menjual kami."


"errgg, ka..kakak.. dingin."


"euh bersabarlah! hujan pasti akan segera reda."


rog menyeka kening adiknya yang sedang sakit.


"nak maaf sebelumnya, bolehkah aku menyentuh adikmu sebentar!"


"siapa kau? jangan sembarangan menyentuh adikku, pergi!"


"euh..!"


"tenanglah aku bukan orang jahat, aku benar-benar ingin membantu kalian, adikmu sepertinya sedang sakit."


"apa! mana mungkin, adikku itu cuma kedinginan."


wanita itu sudah tidak perduli lagi apa yang dikatakan bocah berusia sepuluh tahun itu, dia langsung mengecek tubuh anak kecil yang sekitar tiga tahun sedang berbaring dipangkuan bocah kecil yang terlihat kotor dan dekil.


"nak maaf aku harus mengecek adikmu."


setelah wanita itu memegang dahi kecil bocah yang sedang terbaring kedinginan.


"astaga!"


"ada apa dengan adikku!"


"adikmu demam panas."


"apa! tidak mungkin, adikku hanya kedinginan."


"nak apa kau punya orang tua? dimana rumahmu biarkan aku mengantar kalian. kasihan adikmu, dia tidak boleh dibiarkan lama-lama kedinginan dalam kondisi demam seperti ini, bisa berbahaya."


"ka..kami.. kami tidak punya rumah."


"apa! ya sudah kalau begitu, mari ikuti aku nak, ayo bawa adikmu. adikmu harus segera diobati, dan kau juga pasti belum makan bukan!"


'apa wanita ini bisa dipercaya, huh sudahlah ikuti saja dulu yang penting dia bisa menyembuhkan adikku, setelah itu kami akan kabur.'


'huh ya begitulah awalnya, dan aku tidak menyangka aku malah tumbuh dan besar disi..'


"kakak..!"


"haha kau sudah semakin besar saja ron!"


"tentu saja, aku akan mengejar tinggimu kak."


"ah berapa usiamu sekarang!"


"aku sudah tiga belas tahun sekarang, dua bulan lagi, aku genap empat belas tahun."


"yah tidak terasa adikku tumbuh dengan cepat ya, hmm.. hadiah apa yang kau inginkan dihari ulang tahunmu?"


"hmm.. apa kakak akan mengabulkannya jika aku katakan?"


"tentu saja apapun untukmu akan kakak lakukan."


"aku ingin memasuki akademi, apa boleh!"


'sekolah ya.. memang sudah saatnya dia memasuki akademi.'


"baiklah akan kakak pikirkan nanti."


setelah mereka bertemu, sang ibu panti meninggalkan mereka berdua. rog yang melihat kepergian ibu panti setelah memastikan tidak ada orang lain selain mereka berdua, rog mulai membuka pembicaraan serius.


"ron, dengarkan aku, ingat! jangan pernah memberitahu pada siapapun kalau kau mempunyai kakak. cukup aku,kau,dan ibu yang tahu. bahkan temanmupun tidak boleh ada yang tahu mengerti!"


"tapi kenapa kak! kenapa aku tidak boleh memberitahu siapapun! padahal aku sangat membanggakanmu sebagai kakakku!"


"adikku aku tahu itu, aku berterimakasih padamu akan hal itu tapi, ini demi kebaikanmu pekerjaanku sangat berbahaya. aku tidak ingin kau kenapa-napa karena aku, ingatlah jika kelak ada yang datang menanyaimu atau mengancamu akan keberadaanku, bilang saja kau memang benar-benar tidak mengenaliku. apa kau mengerti?"


"baiklah, tapi apa kakak tidak akan datang lagi menjengukku?"


"tenang saja, jika kakak ada waktu, kakak pasti datang menemuimu. tolong sampaikan pada ibu kakak pergi dulu karena ada keperluan yang mendesak, jadi kakak tidak bisa berpamitan. dan katakan juga tolong berhati-hatilah terhadap orang yang tidak dikenal, cup kakak pergi dulu."


setelah memeluk erat dan mengecup sayang sang adik, rogpun pergi dari panti dengan melihat sekitar.


"hmm, ternyata dia bocah yang baik. dan bertanggung jawab terhadap keluarganya."


"ya, kau benar. apa sudah selesai bermain kucing-kucingannya! aku sangat bosan hanya mengikuti bocah itu terus-menerus seharian ini. sebaiknya kita kembali sekarang. dia pasti sangat khawatir sekarang takut karena tidak bisa menemukan keberadaan kita."


"tenang saja roya, aku memang sengaja memberinya ruang untuk bersantai bersama adik kesayangannya. aku pikir dia akan menginap disana, tapi ternyata dia terlalu berhati-hati dan ketakutan."


"tentu saja dia takut karena pekerjaannya sangat beresiko, adiknya adalah kelemahannya."


"ya tapi dia pintar juga, sampai sekarang identitasnya dan latar belakang keluarganya tidak ada yang tahu termasuk pihak orsi."


"ya, kau benar, lantas rencana apa? yang akan kau lakukan setelah pihak orsi berhenti dan mundur untuk sementara."


"hmm.. apa kau sudah memberi kabar kepada dewi!"


"ya sudah kulakukan tanpa terlewat apapun."


"lantas apa ada balasan dari dewi?"

__ADS_1


"belum, sepertinya dewi sedang sibuk!"


"baiklah kita akan menemui bocah itu dulu, setelahnya kita akan kembali."


"aku setuju, aku sudah lama tidak melihat dewi dan aku juga penasaran dengan perubahan jura sudah seperti apa dia sekarang!"


"ya.. aku juga penasaran dengan perubahan anak itu!"


...****************...


zion terbang tinggi menghampiri jura, jura yang terlihat indah dengan wujud barunya tersenyum menyeringai saat melihat sosok zion mendekatinya.


"bwussshh.. apa kau mencariku nak!"


tiba-tiba jura sudah ada disamping zion, zion yang terkejut langsung segera menghindar dan menyerang jura dengan sekuat tenaga.


"aaarrrggggg..."


(garda) "huh mereka mulai lagi, dasar anak-anak itu!"


zion menyemburkan api laser merah yang bisa memotong apapun dihadapannya. jura kemudian mengelak dan berputar sangat kencang tiba-tiba jura membentuk badai besar disekitar tubuhnya. badai angin terus mendekati zion seakan ingin menghantamnya, zion yang tak sanggup menahan kekuatan badai mulai pasrah dan menutup matanya.. dan tiba-tiba badai berhenti.


"ah, apakah aku sudah mati!"


"hmm.. seharuanya kau melawan nak, bukan malah pasrah seperti itu.. kau jadi tidak asik diajak bercanda."


"oh tenyata aku masih hidup, tunggu.. apa kau bilang bercanda...!. aku hampir saja mati karena seranganmu kek, kau menyerang membabi buta seperti akan membunuhku, dan sekarang kau bilang hanya bercanda huh."


"tapi bukankah kau masih hidup sekarang?"


"tentu saja aku masih hidup, pertarungan kita sangat tanggung kau begitu curang, saat aku ingin membalasmu kau malah sibuk berevolusi."


"hahahaha, ya.. ya.. aku minta maaf aku memang sengaja melakukannya jika tidak begitu, kau malah tidak akan mengeluarkan potensimu yang sudah lama tertidur bukan?"


"apa maksudmu kek!"


"ya saat kau ingin menyerangku dengan serius, aku merasakan kekuatan yang sangat besar dalam dirimu namun aku tidak sempat melihatnya, aku keburu berevolusi dan kesadarankupun ikut tertidur."


"ya aku juga tidak tahu, bahkan yang menyelamatkanku adalah dewi."


"kau harus belajar menjinakan kekuatanmu jika tidak, kau tidak akan bisa bertarung dengan sempurna, kesadaranmu perlahan akan hilang dimakan oleh kekuatanmu sendiri."


"benarkah begitu?"


"apa aku terlihat berbohong?"


(zaku) "hei.... apa kalian sudah selesai berdiskusi....."


terdengar teriakan zaku dari arah bawah jura dan zion melihatnya bersamaan.


"nak siapa pria disamping garda? apa mereka juga musuh!"


"entahlah! aku juga tidak tahu, tapi yang jelas mereka membantu proses evolusimu kek, sebaiknya kita segera turun kebawah, sudah banyak yang menantikan perubahanmu kek. bahkan dewi sampai tertidur karena menunggumu, jujur saja perubahanmu memang sangat keren kek."


"apa dewi juga...! hmm, baiklah. ayo kita segera hampiri mereka!"


jura dan zionpun turun kebawah tempat dimana para spirit dan garda serta yang lainnya berkumpul.


"dewi kau sudah bangun..?"


"ini dikamar! bukannya kita berada diluar tadi?"


"aku juga tidak tahu dewi, bangun-bangun kita sudah berada dikamar ini."


"lantas dimana kek zion, apa kakek jura sudah selesai?"


"aku tidak tahu dewi, yang jelas! aku tidak bisa melewati batas ini, Karena ada penghalang disini?"


"hmm.. penghalang, coba aku lihat!"


ravella bangun dari tempat tidurnya, lantas ia mencoba menyentuh penghalang yang dikatakan gapi.


"ini penghalang milik kakek zion, dia pasti melindungi kita dengan perisai ini, baiklah aku akan membukanya, menjauhlah sedikit gapi."


"baik dewi."


gapi mundur sedikit jauh dari penghalang, lantas ravella memejamkan mata, dan mulai fokus menyentuhnya. perisai itupun terbuka.


"sekarang sudah aman, ayo kita menemui ayah dia pasti sangat khawatir dengan apa yang sudah aku lakukan tadi."


ravellapun keluar dari kamar, dan pergi menemui sang ayah. saat ia akan pergi kebetulan marri dan reni datang menghampiri ravella.


"putri anda sudah bangun! kebetulan sekali, sudah waktunya anda makan siang .yang mulia sudah menunggu anda dibawah."


"baiklah."


dilihatnya kearah jendela namun tidak ada siapa-siapa disana.


'kemana mereka semuanya? bukannya tadi mereka ada disana! bahkan diluar seperti telah turun hujan."


"marri apa tadi hujan?"


"benar dewi."


'pantas saja udaranya sangat lembab.'


"siang sayang, kau sudah bangun! kemarilah."


ravella mengangguk dan langsung mendekati sang ayah, lannox yang dibuat khawatir dengan kenekatan ravella langsung memeluknya.


"ravel jangan pernah bertindak seperti tadi lagi, itu sangat berbahaya. bagaimana jika kau kenapa-napa?"


"ya.. maafkan ravel ayah, ravel langsung bertindak tanpa pikir panjang."


pelayan menarik kursi untuk ravella duduk.


"hmm ayah, dimana kakek zion, dan yang lainnya? kenapa ravel tidak melihat mereka di udara! apa evolusi kek jura telah selesai?"


"hmm kau makan saja dulu, nanti baru kita akan melihat keadaan mereka."

__ADS_1


"hmm baiklah"


'oh iya surat dari kek roya belum kubaca, hmm nanti saja aku melihatnya. karena aku sudah janji akan membahasnya, dengan para kakek yang lain.'


__ADS_2