AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
ZION APA KAU SUDAH SIAP...!!


__ADS_3

halo.. apa kabar kalian pada.....! pasti baek² aja kannn..! tentu dong. karna aku baik ,😝 aku up cepat, so selamat membaca 😉😉


"lapor baginda... hamba barusan mendapat kabar dari perbatasan, benua rotunite.. diserang para monster, banyak para penduduk benua itu berlari menyelamatkan diri menuju perbatasan.. langkah apa yang harus kita ambil baginda..! haruskah kita mengusir mereka, atau, menampung para penduduk dan melindungi mereka...? hamba mohon keputusan baginda."


"hmmm kirim utusan, dan suruh para prajurit siaga diperbatasan, jadikan zona kuning.. karna ada kemungkinan, para monster akan menyerang keperbatasan. lindungi para penduduk, pindahkan mereka ketempat yang lebih aman. dan aku akan mengambil langkah lebih lanjut untuk kasus ini, dan panggilkan yonev...!"


"baik yang mulia"


"hamba datang menghadap baginda, apa yang harus hamba lakukan..?"


"kau pergilah temui lannox, katakan padanya, kekaisaran dalam keadaan genting sekarang, dan katakan juga perbatasan dalam zona kuning dan sedang siaga satu, dia akan mengerti setelah mendengarnya."


"baik baginda, akan hamba laksanakan,, hamba mohon undur diri."


"yang mulia utusan dari kaisar datang menghadap."


"hmmm.. suruh masuk."


"baik yang mulia"


"jadi begitu, baiklah katakan pada kaisar, aku akan segera menghadap."


"baik yang mulia duke."


\* \* \* \* \* \* \*


"kenapa kakek berwujud seperti itu..? apa kau ingin menggoda para wanita hahh..!"


"memakai wujud ini.. lebih mudah bagiku bergerak dengan aman, agar tidak mengundang banyak perhatian. walaupun sebenarnya aku bisa menyembunyikan keberadaanku. dan kenapa kau sangat lengah..! bagaimana bisa kau melindungi dewi, jika kau hanya ngehalu tidak jelas begitu."


"ciih setelah bocah itu.. kini kau pula yang mengejekku kek, aku sedang tidak ingin bercanda saat ini."


"siapa juga yang ingin mengajakmu bercanda.. apa aku kelihatan kurang kerjaan, dasar bocah tengik."


"yah.. sangat kelihatan jelas kau menganggur bukan."


"enak saja.. aku ini sangat sibuk, sangking sibuknya.. aku sampai tidak bisa meninggalkan dewi bersamamu."


"bilang saja kau iri kek, melihat dewi lebih akrab denganku."


"dasar bajingan tengil, mana mungkin aku iri pada singa sepertimu..! ah tunggu dulu.. kenapa kau terlihat sangat jelek sekali..? apa yang terjadi padamu bocah..!!"


"cih, kumatmu mulai lagi kek, tolong jangan berisik disini.. apa kau tidak lihat..! dewi sedang tertidur, tidak bisakah kau abaikan saja kami. aku lagi ingin menikmati.. waktuku, bersama dewiku.


"dasar bocah licik, sejak kapan dewiku menjadi dewimu...! bukankah pemilikmu si bocah rusuh itu."


"cih.. aku lagi malas melihat anak itu, biarkan saja dia."

__ADS_1


"hmmm apa kau sedang bertengkar dengannya..!"


"tidak juga, kami baik-baik saja."


"baiklah, jika kau sudah bilang begitu. tapi, sejak kapan kau memakai kalung itu..?"


"inilah yang jadi masalahku, akupun tidak mengerti tiba-tiba saja.. saat terbangun, kalung ini sudah ada dileherku. tapi aku tidak masalah dengan kalung ini sekarang, karna sang dewi menyukainya."


"hmm.. kalung itu terlihat sangat aneh..! dia terlihat hidup, mungkinkah.. huh tidak mungkin, ini pasti hanya perasaanku saja." zaku terlihat curiga dengan kalung itu, namun dia menepisnya.. tapi tanpa mereka sadari, kalung itu sedang mendengarkan perdebatan tidak penting diantara mereka.


"huhhh kenapa juga aku harus terjebak diantara kedua bocah ini..? tapi disatu sisi, aku sangat beruntung bisa melihat sang dewi."


"zion...!! kenapa dia belum juga muncul, zion.. zioonnn..., kemana anak itu..? tidak biasanya dia mengabaikanku, apakah dia merajuk dengan candaanku tadi..!"


"huhh kupikir dia tidak membutuhkanku lagi, biarkan kuabaikan saja dia."


"apa kau tidak kesana cucuku, pemilikmu sedang memanggilmu..! pergilah temui anak itu."


"biarkan saja kek, nanti juga dia datang sendiri, lagian aku sedang nyaman disini bersama dewi."


"kek... apa kau merasakannya juga..??"


"ya cucuku, untuk itulah kami disini..."


"kami.. apa maksudmu kek..!"


"mengapa kalian tidak keluar, malah menguping."


(gira) "ya.. itu benar, kalian berdua sungguh sangat berisik."


(roya) "telingaku menjadi gatal sejak tadi."


(saga) "ya.. lebih baik kami bersembunyi saja, agar tidak menggangu reuni kalian berdua."


(jura) "kami hanya menunggu dewi terbangun."


"jadi disini kau rupanya..! pantas saja saat aku memanggilmu kau tidak menjawab panggilanku." keenam pria tadi menyembunyikan hawa keberadaan mereka, agar tidak diketahui oleh lannox.


"dewi sedang tertidur pulas, jadi aku tidak bisa bergerak, mana mungkin aku membuat dewi terbangunkan."


"hmmm.. kenapa putriku jadi tidur disini..!"


"buluku membuatnya nyaman, untuk itu aku rela menjadi sandarannya."


"selama putriku senang, tidak jadi masalah buatku."


"tapi aku memanggilmu.. karna keadaan perbatasan sedang genting sekarang, dan sudah memasuki zona kuning. kita harus segera kekaisaran, kemudian lanjut keperbatasan." lannox mengangkat perlahan putrinya.. agar tidak terbangun dan memeluknya dengan sangat hati-hati dalam pelukannya.

__ADS_1


"aku akan mengantar putriku kekamar, bersiaplah, kita akan segera memulai perang."


"baiklah, aku sudah menantikan hari ini." lannoxpun menghilang dengan sihir dan langsung menuju kamarnya.


"lantas, apa yang akan kakek dan yang lainnya lakukan...? perang sudah didepan mata, musuh kali inipun bukanlah monster biasa, seperti yang pernah kuhadapi saat bersama bocah itu."


(saga) "jangan khawatir nak, kami sudah menyusun rencana jauh-jauh hari, untuk menghadapi mahluk rendahan seperti mereka."


(roya) "kau cukup fokus saja.. melawan musuh, dengan bocah itu."


"baiklah, karena kalian sudah bilang seperti itu, aku jadi sedikit tenang, tanpa harus khawatir meninggalkan dewi."


(gira) "jangan khawatir nak, dewi sangat aman bersama kami. kau cukup fokus saja dengan tugasmu..!"


(zaku) "benar cucuku, soal dewi biarkan menjadi urusan kami." tama dan jura hanya menyimak perbualan mereka.


"cuuup" lannox memeluk dan mengecup lama kening putrinya.. dengan penuh sayang. seakan tak ingin meninggalkan putrinya, diapun tak berniat membangunkan putrinya. karena ia tahu.. putrinya pasti akan sangat sedih dan merasa khawatir, jika tahu ia akan pergi kemedan perang.


namun.. jauh dibawah alam sadar sang putri, ravella sedang berlatih menjinakkan aura, dan mananya.


"putriku.. sebenarnya aku tidak ingin meninggalkanmu. tapi kadaan diperbatasan, sedang genting sekarang, ayah akan segera kembali nak." lannox membelai rambut indah panjang putrinya.. yang sangat mirip dengan rambut miliknya. kemudian lannox memeluk putri semata wayangnya, lalu meletakannya dengan sangat hati-hati di atas katil miliknya, kemudian ia menulis surat, dan meletakkan surat itu disamping putrinya.


"zion apa kau sudah siap...!!"


(flashback) zion memakai jubah perang miliknya.. ia jarang mengenakannya, ia hanya akan menggunakan disaat perang besar. dan ia juga pernah memakainya saat berperang untuk merebut benua barat. disaat itu, mereka melawan musuh yang sangat kuat, pemimpin tiran yang terkenal sangat zalim, dan suka menyiksa rakyat. dan mereka memiliki ribuan pasukan monster yang dikontrol dengan sihir, hal itu membuat lannox dan zion, terpacu untuk menambah wilayah kekuasaan kekaisaran dengan meruntuhkan kerajaan zakula. dan merekapun pulang dengan membawa kabar kemenangan, semenjak itu.. lannox semakin disayang sang kaisar, akhirnya lannox dan zionpun, lantas diberi gelar singa kekaisaran.


"tentu saja nak, aku sudah sangat menantikan hari ini. aku jadi merasa bernostalgia.. akhirnya, jubah perak ini bisa kugunakan lagi."


"hmm.. dan aku juga sudah tidak sabar ingin mengamuk. tapi, sebelum itu.. kita akan singgah di kekaisaran lebih dulu, ayo kita berangkat sekarang"


"ya."


lannox memakai sarung tangan hitam, dengan seragam hitam, berpadukan motif emas disetiap sudut, lalu mengenakan jubah emas, agar sepadan dengan motif emas, pada seragam yang dikenakannya. ia benar-benar kelihatan sangat berbeda dari biasanya. "tik" lannoxpun menjentikkan jari, ia mengaktifkan pola sihir milikya.. pola sihir itupun menyala dibawah kaki meraka, kemudian membentuk sebuah lingkaran dinding biru, lalu menghilang dalam sekejap.


"hmmm.. cucuku benar-benar membuatku sangat bangga sekali, tumben dia terlihat keren."


(jura) "hmmm.. tidak biasanya kau memuji cucumu."


(zaku) "tidak ada salahnya sekali-kali memuji bocah itu."


jura si pria tampan, bermata tajam, hanya tersenyum mendengar omongan zaku.


(jura) "baiklah, aku pergi dulu bwusssss." jura menghilang dalam sekejap.


pola dikekaisaran tetiba menyala..


"hmmm... akhirnya mereka telah tiba."

__ADS_1


note: jangan lupa vote, like, komen n saran kalian... karena itu sangat membantu untukku, biar lebih bersemangat lagi,, dalam menulis.


apa yang akan dilakukan lannox dikekaisaran..? nantikan di chapter selanjutnya...!


__ADS_2