
Di lantai Dua.. Duke sedang duduk melihat hasil keuangan Kastil, selama ketidak hadiran Duke di Kastil bertahun lamanya. Emilio.. Mengurus sendiri hasil keuangan usaha bisnis milik Duke, dengan sangat baik dan teliti.
Meskipun mereka tidak berada di dunia manusia, akan tetapi Emilio, terus mengirim setiap data pengeluaran, dan data pemasukan Kemansion dengan sangat rinci dan tepat waktu. Karena usaha yang Duke miliki, tidak hanya ada di dunia manusia saja..
Tapi Juga di dunia Elf. Karena saat ini, Kastil Duke yang berdiri megah.. Berada di negeri Elf bagian Timur, yaitu negara MAGANIKA. tentu saja negera itu berada jauh dengan negara kerajaan bagian Barat milik Raja Faran, Alias Ayah Argus.
Sedangkan tempat Duke tinggal, adalah kerajaan milik Raja Zavier. Raja Zavier sangat mengenali Sosok Duke! Tepatnya mereka berteman baik. Duke sedang fokus dengan pekerjaannya itu! Kepala pelayan berdiri siaga di sisi Duke, agar setiap di perlukan dia selalu ada untuknya.
Sedangkan Singa Putih itu.. berbaring di atas Sofa putih besar yang memang disediakan hanya untuk Zion seorang. Zion yang tampak sangat nyaman namun sedang bosan, ia melihat kearah Sang Master, yang tengah Fokus dengan pekerjaannya.
Menyadari hal itu, Lalnox pun bergumam kepadanya.. Meski pandangannya masih terfokus pada dokumen ditangannya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu Pak Tua? aku jadi merasa wajah ku berlubang karena tatapanmu."
"Cih, aku kira setelah kita sampai disini.. Kita benar-benar akan melakukan perjalanan snatai selama liburan. Tapi ternyata, tidak hanya di dunia manusia.. Tapi di sini kau juga sibuk bekerja!
Apa kau tidak lelah dan bosan Nak! Aku saja yang hanya melihatmu sangat bosan.. Aku ingin keluar jalan-jalan bukannya menemanimu kerja! Dasar bocah maniak kerja."
"Perlu di garis bawahi Pak Tua, bukan maniak! Tapi karena aku sudah terbiasa.. Jadi aku agak bingung jika tidak melakukan apapun." ujarnya santai.
"Haah.. Sama saja, aku bosan di sini terus dan hanya melihatmu, Kalau begitu aku keluar dulu ingin mencari Putriku!" ujarnya langsung pergi.
Tak lama Zion pun berjalan melewati bayangan, dan menghilang. Tiba-tiba terdengar suara tertawa pelan dari Emilio, sambil berujar kepada Duke.
"Hahaha.. Ternyata beliau masih sama seperti dulu ya. Tidak berubah sama sekali..! Hanya saja ia tampak lebih lembut dibanding dulu."
Mendengar ocehan Emilio, Duke menyeringai lalu berujar.
"Hem.. Kau benar!" dalam hati Lannox. 'bukan hanya dia.. Bahkan Aku merasakan hal yang lebih dari Zion! Tapi tentu saja.. Perubahanku itu hanya berlaku untuk Putri kesayanganku."
"Ah, Yang Mulia.. Omong-omong Baginda Raja sering menanyakan keadaan anda. dan.. ehem maaf sebelumnya, dan juga beliau menanyakan kabar mendiang Duchess. Bukankah sebaiknya anda memberitahunya akan masalah ini..! Sebab Yang Mulia Duchess, adalah sahabat baik beliau, sejak kecil." ujar Emilio.
Mendengar perkataan Emilio.. Duke baru teringat akan teman lamanya itu. Jika Emilio tidak berbicara seperti itu, ia pasti tidak akan pernah ingat jika negara yang ia tinggali sekarang, mempunyai seorang Raja.
'Haah.. Benar, aku hampir melupakan keberadaan anak itu!' pikirnya menghela nafas. "Kalau begitu.. Aku akan mengirim surat untuknya, Dan Atur pertemuanku dengannya nanti. Aku akan datang berkunjung keistana anak itu!"
"Baik Yang Mulia."
"Kau boleh pergi sekarang Emilio.." ujar Duke.
"Baik Yang Mulia.. Panggil saja saya, jika anda memerlukan sesuatu. Jika begitu saya undur diri dulu." ujarnya dengan sopan.
__ADS_1
"Hem."
Lannoxpun, kembali melanjutkan pekerjaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lalu.. apa yang ia lakukan di mansion??" ujar Ravella menanyakan beberapa pertanyaan bertubi-tubi.
Mendengar perkataan Sang Master, ketiga Spirit saling melirik. Mereka di larang untuk bercerita kejadian sebenarnya, oleh Sang Kaisar.
Melihat keseriusan di mata Dewi kecilnya.. Mereka merasa bersalah, dan Gira bertelepati dengan kedua temannya itu.
'Hei.. Apa yang harus kita lakukan? Aku benar-benar tidak tega melihat tatapannya yang memelas itu!' ucap Gira, pada keduanya.
'Jura, sebaiknya kau saja yang berbicara. Kau paling bisa jika berhubungan dengan anak-anak.' ujar Saga beralasan, untuk melepas tanggung jawab.
'Sialan.. Kalian pikir aku ini apa?' ujar Jura, kesal melihat tetapan dari kedua temannya itu.
'Hahaha.. Tapi itu memang benarkan..!! Kau lebih bisa mengatasi anak-anak. dibanding kami berdua.' Tawa gira pecah.
melihat reaksi kedua temannya itu yang biasanya tidak pernah mengumpat, akhirnya bisa terpancing, hanya dengan mendengar kata-kata dari Saga.
'Cih dasar.. Begini saja kau sudah perhitungan dengan kami, Hei.. Bukankah kita ini saudara..!' ujar Saga, mendecih kesal.
'Hem.. Ini hukuman untuk kalian, karena melepas tanggung jawab dan membebankannya padaku seorang diri.' ujarnya berseringai, pada kedua temannya itu.
'Cih, ini semua gegara kau Saga..' tuduh Gira kesal.
'Loh! Ko gara-gara aku? Bukannya kau juga ikut menertawakannya barusan!!' jawab Saga, yang tidak mau disalahkan.
'Haah.. Sudahlah! percuma kita bertengkar, tidak akan ada ujungnya. Baiklah.. Cepat katakan, apa Syaratnya.' ujar Gira menyerah.
Melihat kedua temannya.. Sangat serius menunggu jawaban dari Jura. Jura berseringai.. Lalu berujar.
'Mudah saja.. Aku ingin kalian berdua memberikanku ruang, untuk berbicara empat mata, dengan Dewi.' ujarnya serius.
'Hmm.. sepertinya pembicaraan ini tidak boleh kami dengar! kalau begitu sejak awal, kami sudah masuk perangkapmu, Benarkan! dasar Naga licik.' ujar Gira, yang baru mengerti permainan temannya itu.
'Aku sudah curiga.. Dia yang tidak pernah mengumpat, langsung kesal hanya dikatai seperti itu saja, sangat aneh.' ujar Saga.
'Haah.. Seharusnya jika kau tidak ingin kami dengar, tinggal kau katakan saja.. Tidak perlu bermain trik seperti ini.' ucap Gira kesal.
__ADS_1
'Hem.. Kalian sangat pengertian sekali, Sejujurnya karena aku tidak ingin membuat kalian berdua tersinggung, makanya aku menggunakan cara ini.' ujar Jura, tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya.
'Cih, kau terlalu menjaga perasaan orang lain, padahal kami tidak seperti itu. Baiklah kalau begitu, Saga.. Ayo kita ganggu Pak Tua Garda.' ujarnya menepuk bahu Saga, yang di angguki temannya itu.
'Terima kasih Saudaraku.' Ujar Jura, pada kedua temannya yang pengertian.
Keduanya pun bangun dari kursi putih yang mereka duduki, melihat keduanya berdiri tiba-tiba.. Ravella tampak bingung, lalu berujar pada kedua Spirit miliknya itu.
"Loh, Kakek berdua mau kemana?" tanyanya polos.
"Heh.. Nak, kami ingin jalan-jalan dulu melihat-lihat kawasan sekitar." jawab Gira beralasan.
"Benar.. Kami akan kembali lagi nanti sore, Kami pamit dulu Nak Dewi." ujar Saga,yang berlalu pergi.
"Baiklah.. Hati-hati kek." ujarnya, menatap punggung keduanya yang mulai menjauh.
Ravella kembali menatap Jura yang duduk di sebelah kirinya itu.. Dan mulai membahas pertanyaannya tadi. Melihat Reaksi Masternya yang sedang menunggu jawaban dengan eksperisi bersemangat. Jura tersenyum lembut sambil mengusap kepala Ravella.
"Haah.. Baiklah aku akan menceritakannya. Tapi sebelum itu.. aku akan menyampaikan pesan dari seseorang, untukmu."
"Pesan.. Dari siapa, dan apa itu Kek?" tanyanya bersemangat, Sambil bertopang dagu pada kedua tangannya.
"Seorang pertapa Suci, atau tepatnya penjaga tanah kawasan Dukedom. Berbicara padaku, dia sangat ingin menemuimu. Dan dia juga berpesan padamu!"
(Flashback) Jura datang mendekati Rusa besar bercahaya Putih itu..
"PESAN APA YANG INGIN KAU KATAKAN? DAN PADA SIAPA AKU HARUS MENYAMPAIKANNYA??" tanya Jura.
"SETELAH ANAK ITU SADAR DARI TIDUR PANJANGNYA.. IA AKAN MENJEJAKKAN KAKINYA DI TANAH ELF, DIA AKAN MENETAP SELAMA SEBULAN PENUH DI NEGARA ELF. SEMINGGU BERIKUTNYA SETELAH IA TINGGAL, AKAN ADA KEJADIAN FENOMENA BULAN BIRU. DAN PADA SAAT ITU!
IA AKAN DATANG MENUNGGANGI SEEKOR NAGA LEGENDA, DAN BERHENTI TEPAT DI BAWAH CAHAYA BULAN BIRU, DI BAWAH KEDUA SAYAPNYA YANG TERBENTANG.. AKAN MUNCUL SEBUAH DANAU BERKABUT. DAN DI ATAS DANAU TERSEBUT AKAN TAMPAK DUA PILAR GERBANG SEDANG TERBUKA LEBAR.
DAN PESANKU, BERHATI-HATILAH KARENA AKAN ADA BAHAYA YANG DATANG MENGINCARNYA, KAU PASTI MENGERTI MAKSUDKU."
"TUNGGU APA MAKSUDMU??" saat Jura bertanya, sosok itupun sudah menghilang.
(Masa kini) "Jadi seperti itu pesanya Nak Dewi.. Aku juga tidak mengerti apa maksudnya!? Tapi merenungkan kembali isi pesan tersebut, Sebainya Kau tidak keluar saat fenomena tersebut, Nak." ujar jura mengingatkan Masternya.
"Wow.. Dia sangat hebat, sampai bisa memprediksi kedatanganku. Aku jadi penasaran ingin bertemu dengannya Kek! Tapi.. Pesannya sangat aneh bukan..!!"
"Benar!" ujar Jura mengiyakan.
__ADS_1