AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
HADAPI DAN JANGAN LARI DARI KENYATAAN


__ADS_3

Kini hari sudah menjelang malam.. Zion telah tertidur di balik bayangan di bawah ranjang Duke. Tempat Ravella dan Gapi tidur saat ini. Sementara Argus telah kembali ke kamarnya. Sedangkan Ravella yang masih tertidur pulas, Kini terbangun saat mendengar suara rintik hujan turun mengenai jendela kaca.


Kedua kelopak matanya terbuka perlahan.. Suara nafas berhembus pelan. Mata yang masih berat, berusaha mencari bunyi suara yang telah mengganggu tidurnya. Ia memiringkan kepalanya kekiri.. Mencari arah sumber suara tersebut.


'Haah.. Ternyata suara hujan ya! Aku kira apa. Aku perlahan bangun melihat ke arah luar jendela kamar. Tetes hujan turun deras membasahi jendela kaca, sesekali suara kilat dan guntur menggelegar di langit malam. Aku melihat kesampingku, Gapi sedang tertidur nyenyak. Sedangkan Ayah masih belum juga kembali dari misi..!


Apakah Ayah baik-baik saja..? Memangnya misi seperti apa yang harus diselesaikan Ayah seorang diri? Sampai-sampai Ayah tidak diperbolehkan membawa satupun prajurit miliknya! Eum.. Ini membuat ku merasa tidak tenang. Ingin menyelidiki, tapi Kakek Spirit sedang sibuk latihan. dan tidak di perbolehkan keluar Zona Mana selangkahpun.


Hem.. Aku sangat khawatir pada Ayah, karena dia hanya pergi sendiri tanpa di temani siapa-pun! Haa.., Kenapa kamarnya tiba-tiba berubah? Tempat apa ini?? Tunggu.. Bukankah yang bisa melakukan ini.. Hanya Kakek Zando..!! Tiba-tiba saja aku yang sedang berada di kamar, kini sudah berada di ranjang asing yang sangat besar dari ranjang Ayah ku.


Dan selimut ku kini.. Telah berubah menjadi selimut yang sangat mewah bewarna emas. Hah.. Tempat apa ini? Aku belum pernah melihat tempat seperti ini sebelumnya. Kelambu yang juga terbuat dari sutra Bewarna Emas. Namun, berbeda dengan warna emas lainnya.. dindingnya malah bewarna hitam. itu menambahkan kesan misterius bagi pemiliknya.


Aku membuka selimut ku, dan mencoba turun dari ranjang besar sambil melihat kebawah ranjang. Haa.. Ini benar-benar tinggi. Siapa orang gila yang telah membuat ranjang setinggi ini? Dengan usiaku yang masih dua belas tahun, dan hanya bertambah tinggi sedikit. Ternyata tidak membuat kaki ku lebih panjang.


Ah lupakan dulu soal ini.. Aku pun melompat dari ranjang besar tersebut. Dan berjalan menuju kearah pintu. Pada saat aku akan menyentuh gagang pintu, tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri. Padahal aku belum sempat menyentuhnya.


Aku melihat keluar pintu, dan semuanya tampak redup. Gulp.. Suasana redup benar-benar sangat mendukung sekali, ini jadi terlihat makin ngeri. apalagi harus melewati lorong-lorong panjang dan sunyi. Cih, tiba-tiba aku teringat film horor saat berada di duniaku dulu! Bukannya para hantu itu sangat suka berada di ruang gelap dan tempat-tempat yang redup..!?


Plak-plak. Aku menepuk pipiku dan mensugesti diriku sendiri, agar tidak tenggelam pada cerita omong kosong masa lampau. Hem.. Aku harus berani dan melihat tempat apa ini?' pikirnya memberanikan diri.


Ravella yang dipenuhi rasa penasaran, menjelajahi lorong demi lorong. Ia terus berjalan meski tampak ngeri. namun perasaannya merasa agak tenang tidak seperti sebelumnya.


Hingga dari kejauhan lorong, tampak cahaya menembus masuk melalui lorong tersebut. Ravella pun mengikuti arah cahaya tersebut, dan masuk menembusi cahaya terang. Hingga ia melihat penampakan air terjun, pemandangan hijau dan bunga-bunga bermekaran bertebaran di sepenjang tempat tersebut. Burung-burung hinggap di dahan. Kupu-kupu bewarna-warni berterbangan bermain diantara bunga yang mengembang.


'Tempat yang sangat indah.. Tiba-tiba ada sepasang kupu-kupu ungu dan biru, datang menghampiriku. dan berterbangan mengelilingi ku. Lalu.. Sepasang kupu-kupu tersebut terbang kembali. namun, di pertengahan jalan.. keduanya berhenti dan berbalik melihatku.


Kenapa? Apakah mereka ingin aku mengikutinya?? Pikir ku dan tanpa ragu.. Aku pun berjalan mengikuti kedua kupu-kupu tersebut. Mereka membawaku ke suatu tempat, hingga suara air terjun samar-samar terdengar dari kejauhan. Aku pun berhenti sejanak, Apa mungkin aku sudah jauh dari tempat tadi? Bagaiman jika aku tersesat! Pikirku mulai risau.

__ADS_1


Namun kulihat kedua kupu-kupu ternyata masih menungguku. Aku pun melanjutkan kembali mengikuti kedua kupu-kupu tersebut. langkah demi langkah menapaki dengan bertelanjang kaki. Dan hanya mengenakan pakaian tidur. Hingga tiba pada suatu tempat, kedua kupu-kupu itu pun berhenti lalu melihat ke arahku lagi.'


"Kalian membawaku kesini.. Memangnya kalian ingin akau melihat apa?" 'tanyaku pada kedua kupu-kupu tersebut..! Tempat yang mereka tunjukan padaku, adalah sebuah hutan rimbun dan gelap. namun berbeda dengan tempat tadi, tempat ini tampak sangat suram. Dan tanpa kusadari.. kedua kupu-kupu tadi, telah menghilang! aku menjadi ngeri sendiri di tinggal di tempat gelap dan tampak rawan sekali.


Dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari dalam hutan, berjalan perlahan mendekat. Mendengar suara tersebut, aku perlahan-lahan melangkah mundur dan bersiap untuk kabur. Tapi, saat aku akan berbalik, dia pun muncul. Aku berhenti, tak bergeming dari tempatku berdiri, kakiku terasa berat.


Dia yang telah menghilang selama tiga musim semi, akhirnya muncul kembali menampakkan diri. Setelah sekian lamanya kami tidak bertemu, Aku tidak tahu kenapa? Tapi.. Aku merasa sangat rindu dan senang melihatnya lagi. Aku sendiri benar-benar tidak mengerti dengan perasaan ku..! Setiap kali aku mengingatnya aku selalu merindukannya.'


Ravella berhenti seakan tubuhnya membeku seketika, dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri. Saat ia melihat sosok Naga Emas, yang kini telah keluar menjulurkan kepalanya, dari dalam kegelapan hutan. Kaisar Zando berjalan pelan mendekati sosok kecil yang sangat ia rindukan itu.


"Apa Kabarmu, Nak?" ujarnya.. Menyapa dan mendekat pada Ravella, lalu duduk di hadapan gadis kecil itu. Gadis kecil yang kini tengah menatap terpaku pada dirinya, mulai bergumam pelan. "Ka-kek....!" ucap Ravella, dan langsung memeluk Naga Emas yang kini tengah duduk di depannya. Kaisar Zando merubah bentuknya menjadi sebesar Zion.


Setelah beberapa menit berlalu, Ravella kembali melepaskan pelukannya dari Naga Emas tersebut.


"Jadi Kakek yang telah membawaku kemari..?" ujarnya senang.


"Lalu.. Apakah kakek tidak menemui yang lain?" tanya Ravella. "Mereka juga pasti tidak sabar ingin segera bertemu dengan Kakek." sambungnya lagi.


"Benarkah! Hem.. Hem.. Biarkan saja. Karena aku sangat merindukan gadis kecilku, Jadi aku menemuimu lebih dulu. Dua hari lagi, baru aku akan datang menemui anak-anak itu. Tapi ini kejutan untuk mereka, jadi aku tidak memberitahu ke datanganku. kuharap kau bisa menyimpan rahasia ini, Dewi kecilku." ujarnya tersenyum.


"Tentu saja Kek, aku akan merahasiakannya." ujarnya.. Sambil mengedipkan sebelah mata indahnya. Kaisar Zando tersenyum melihatnya.


Namun, di sela-sela keceriannya.. Tiba-tiba wajah Ravella kembali murung. Kaisar Zando yang mengetahui perasaan Permaisurinya, yang kini tengah dilanda kegelisahan. Kembali bergumam. "Apa yang telah membuatmu bermuram durja, Nak?" tanyanya yang sebenarnya sudah tahu.. Namun ia sengaja berpura-pura bertanya, seolah tidak mengetahui apapun.


"Ayah, Kek. Aku khawatir karena Ayah pergi seorang diri.. tanpa membawa siapapun disisinya. termasuk kedua Spiritnya.. Ia tinggalkan hanya untuk menjagaku. Meski Ayah memang tidak mengatakan apapun! Tapi, melihat surat dari Kaisar.. Aku tahu, jika itu adalah misi penting." ujarnya mencurahkan kekhawatirannya tersebut.


Mendengarnya.. Kaisar Zando tersenyum, Dan berujar kembali. "Hem.. Tenanglah Nak, saat ini Ayahmu baik-baik saja. Ia akan kembali dengan membawa kejutan besar di Ke kaisaran." ujarnya ambigu.

__ADS_1


"Kejutan besar... Apa maksud Kakek??" tanyanya tak mengerti.


"Hem.. Ini mungkin berita baik sekaligus kabar buruk untukmu! Saranku, Kau harus segera mempersiapkan diri dan mentalmu, Nak." ujarnya.. dengan wajah yang mulai serius.


"Kabar baik dan buruk..!! Kabar apa itu Kek? Apakah ini ada sangkut pautnya dengan kesehatan Ayah saat ini..!" ujar Ravella mulai tampak Khawatir.


"Tidak.. Kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu! Ayahmu tidak kenapa-napa, Ini hanya mengenai sesuatu yang paling kau takutkan, dan tak lama lagi akan segera terjadi." ucapnya samar.


"Yang paling kutakutkan..!" ujarnya mengulang, dan mencerna kembali perkataan Kaisar Zando.


Melihat kebingungan hinggap dipermukaan wajah Permaisurinya.. Kaisar Zando kembali bergumam. Yang membuat Ravella bertambah bingung!


"Eum.. Dengar Nak! Aku hanya bisa memberimu sedikit petunjuk. Hadapi dan jangan lari dari kenyataan, jika memang kau menyayangi Ayahmu." ujarnya ambigu.


Mendengar ucapan Kaisar Zando, berbagai pertanyaan pun bermunculan di benaknya, membuatnya tak mengerti dengan perkataan Spiritnya itu..! "Apa maksud Kakek sebenarnya? Apa Kakek mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui..!!" ujarnya menoleh pada Naga Emas dengan perasaan cemas.


"Hem.. Semua yang tersirat, adalah misteri yang tidak perlu kau tahu. dan kau harus mencaritau sendiri jawabannya. Sekarang, sudah saatnya kau kembali Nak. Karena kucing kesayanganmu, sedang mencari dan mengkhawatirkanmu.


Dua hari lagi.. Aku akan kembali menemuimu, dan yang lainnya." Kaisar Zando mengecup kening Ravella, dan dalam sekejap Putri kecil itu kembali terlelap dan terjatuh dalam pelukan Kaisar Zando, yang kini telah berubah menjadi seorang Pria tampan, yang sangat misterius.


***


Dan kini Ravella telah berada didalam kamar di atas ranjang Duke, Zion yang tengah panik mencari keberadaan Putri kecilnya di luar Mansion. Tiba-tiba merasakan kehadiran Ravella, dan seketika ia pun langsung berteleport ke kamar Duke. Dan tampak Sosok berambut perak keemasan, kini tengah terbaring nyenyak di atas ranjang.


Zion Sang Singa, merasa lega melihat Putri kesayangannya itu telah kembali, dan tampak baik-baik saja. Ia langsung mengubah wujudnya menjadi seorang Pria muda, yang mengenakan kemeja dan celana Putih. Zion lalu berjalan mendekat dan menjatuhkan kedua lututnya.. di samping Ranjang. Ia meraih tangan mungil, dan menggenggam tangan Putri kecil yang jauh lebih kecil dari tangannya.


"Haaah.. Syukurlah, ternyata kau tidak kenapa-napa, Nak Dewi. Aku sangat khawatir sekali, Saat kau tiba-tiba menghilang begitu saja. Dan jika sampai itu terjadi padamu! Aku bersumpah akan menghukum diriku sendiri, dan.. Tidak tahu alasan apa yang akan aku katakan pada bocah itu nanti?" ujarnya takut membayangkan hal tersebut. 'Namun syukurlah kau baik-baik saja.. Tanpa ada yang terluka sedikitpun.' pikirnya lega.

__ADS_1


Di tengah kekhawatirannya tersebut.. Tiba-tiba dari kedua mata indah yang sedang tertidur lelap itu. Mengalir air mata bening.. Zion terkejut, dan mengusap dengan lembut air matanya yang mengalir membasahi kedua pipinya. 'Apa yang sedang ia mimpikan? sampai membuatnya berurai air mata..!' pikirnya terus memperhatikan Dewi kesayangannya itu, yang telah ia anggap sebagai Putrinya sendiri.


__ADS_2