
"Hei anak-anak.. Aku perhatikan sedari tadi, kalian tampak begitu gelisah! Ada apa sebenarnya??" Tanya Rabarus, memecah keheningan.
Tama dengan cepat, langsung menjawab. Mewakili semua yang ada didalam Ruangan.'
"Cih, kau terlalu banyak tanya Pak Tua, Kau akan tahu nanti." Ujarnya ambigu.
"Kenapa sangat sulit untuk kalian memberitahuku.. Bukannya aku bisa membantu, jika aku tahu parmasalahannya..!" Jawab Rabarus.
"Itulah masalahnya, karena kami semua masih belum mempercayaimu!!" Jawab Tama, cepat.
"Hah.. Padahal aku berniat baik. Jika kalian masih belum mempercayaiku! Ya sudah, Tidak masalah, Aku tidak akan memaksa kalian agar jujur kepadaku." setelah itu, Rabarus pun langsung terdiam. Suasana di dalam ruangan, menjadi hening kembali. 'Yah, sangat wajar.. Jika mereka bertindak waspada kepadaku! Jika aku diposisi mereka.. Aku pun akan melakukan hal yang sama.
Jadi, aku tidak bisa menyalahkan reaksi anak-anak ini, terhadapku. Tapi, sejujurnya.. Aku semakin tertarik dengan tempat ini. Terlalu banyak misteri yang membuatku penasaran.' Rabarus menoleh kearah Ranjang, tempat Ravella terbaring. 'Anak itu.. Aku belum bisa mendekatinya sekarang. Karena Para Spirit.. begitu memproteksi Putri kecil itu. sehingga aku sulit melihatnya lebih dekat, Meskipun aku bisa melakukannya jika aku mahu.
Apa yang membuat mereka, begitu mengkhawatirkan keadaannya!! Sampai-sampai ingin melindungi anak itu, bahkan dariku?? Dan, mereka juga membuat Perisai, dengan skala yang lumayan Besar, Tapi sayangnya kekuatannya cukup lemah. Aku membantu, karena aku ingin tahu. Musuh yang seperti apa? Yang akan datang menyerang.
Dan lagi.. Aku juga masih belum melihat Master dari Putraku, dan Spirit lainnya.. Kalau si Bocah singa kecil itu, aku sudah tahu. Jika itu adalah Masternya, Ayah dari anak yang sedang terbaring.
Yah, dari sudut pandangku, kekurangan dari Bocah yang bernama Lannox ini, adalah dia tidak bisa mengontrol emosinya, di saat sedang marah. Dan itu sangat berbahaya.. Jika berhadapan dengan musuh yang pintar memanfaatkan emosinya.
Hmm.. Untuk sekarang, aku hanya akan memantaunya saja. Sambil mencari tahu, dimana dan siapa Master dari Putraku!! Apakah dia seorang wanita, atau Pria..?!! Karena aku sangat penasaran sekali, orang seperti apa? Yang bisa membuat seorang Tamarus si pemilih, bisa tunduk dan patuh pada pemiliknya.'
Rabarus melihat sekilas kearah Zion, dan Lannox. Setelah itu.. Dia mengalihkan pandangannya kepada Spirit lainya. Tampak keenam Spirit, sedang gelisah. Tak lama.. Zion datang menghampiri Jura, yang tengah birdiri di balkon.
"Kek, ada yang ingin aku tanyakan padamu!" Ujar Zion, duduk dimuka Pintu.
"Apa itu?" tanya Jura, sambil melihat Bulan.
"Kemarin malam, saat kau di atap mansion.. Apa kau mendengar suara Guruh Atau Petir? Tanyanya.. Membuat Jura bingung.
"Tidak, aku tidak mendengar apapun, kenapa?" Tanyanya heran.
"Kau tidak mendengarnya sedikitpun..!"
"Tidak." Jawabnya datar.
"Apa Mungkin, aku yang telah salah mendengarnya..! Ya sudah, aku hanya ingin menanyakan itu saja." Jawabnya mengabaikan Jura, yang sedang memperhatikannya.
'Apa yang terjadi padanya! Dia kelihatan aneh.' pikir Jura.
Zion berjalan pelan, namun dengan pikiran yang masih dipenuhi berbagai tanya! Membuatnya bingung.
'Hmm.. Apa aku yang salah dengar? Padahal aku mendengarnya dengan sangat jelas kemarin. Ini benar-benar aneh, Masa tidak ada yang mendengarnya selain aku!!' Setelah itu Zion, kembali duduk di sebelah ranjang, tempat Ravella terbaring.
Saat semuanya sibuk menunggu Gerhana.. Sesuatu yang mengejutkan, tiba-tiba terjadi pada Putri Ravella.
*****
__ADS_1
Di perbatasan ketiga pria itu pun, telah mendengar Rumor yang beredar. Dan, Prajurit bayangan milik Kaisar pun muncul.
"Hei, apa kalian sudah mendengarnya, tentang isu yang akhir-akhir ini beredar di ibu kota!" Ujar alpan, membuka topik.
"Ya.. Aku sudah dengar, saat aku singgah di toko makanan. Aku mendengarnya dari mulut-kemulut, ada yang bilang.. Empat informan penting, telah melarikan diri Dari tahanan. Ada juga.. Yang mengatakan, jika tahanan Yang kabur.. Telah mengetahui rahasia kenegaraan. Dan yang lainnya mengatakan, salah satu tahanan adalah agen ganda." Seru Ekxel, sambil melihat api unggun.
"Hmm.. Apakah mungkin, penyamaran kita telah diketahui Duke? Dan lagi.. Kemana Ramon, si bocah pendiam? Aku sudah lama, tidak melihatnya!!" Gumam Alex, curiga.
Tak lama.. Saat semuanya sedang sibuk memikirkan masalah tersebut, muncul sesorang utusan dari Kaisar.
"Bwwuusss.."
"Siapa kau?" Tanya alpan!
Sedangkan dua lainnya.. bersiaga memegang pedang masing-masing. menatap waspada, kearah sosok serba hitam tersebut.
"Aku kemari, membawa pesan dari Baginda, untuk kalian." Ujarnya.
"Apa!! Kaisar?" kaget Alex.
"Kalau begitu, cepat katakan apa itu?" Desak Ekxel tidak sabaran.
"Dengar, identitas kalian telah bocar, dan kalian diperintah Baginda, untuk segera kembali menghadap Baginda. Tinggalkan tempat ini, secepat mungkin. Karena tim pemburu Milik Duke, telah mengincar kalian." Ujar sosok tersebut, lalu menghilang lagi.
"Pantas saja.. Duke tidak pernah memanggil kita untuk kembali, ternyata kabar burung yang beredar, sebenarnya tentang kita." Gumam Alex, baru menyadari.
"Sebaiknya, ayo kita bergegas sekarang! Apa kalian tidak dengar.. Duke mengutus tim pemburu, Untuk menangkap kita." Gumam Eksel, tampak gelisah.
"Tinggalkan saja dia.. Nanti juga dia tahu sendiri. Ayo semuanya, kita bergegas." Ucap Alpan, memperingatkan.
Ketiganya pun, mengemasi barang-barang milik mereka, dan, sebelum mereka pergi meninggalkan tempat tersebut. Alpan mematikan Api Unggun, dan mereka pun beranjak pergi.
*****
"Apa kau tahu, kenapa aku membawamu kesini?"
"Tidak Paduka!"
"Sebenarnya.. Kunci ini bukanlah darah Dewa!!"
"Apa maksud Paduka..! Jika kunci tersebut, bukan terbuat dari Darah Dewa, yang seperti Paduka katakan, lantas, Apa itu Paduka??" Tanya Garda penasaran.
Garda dibuat terkejut lagi.. bukannya menjawab pertanyaan Garda..! Dalam sekejap mereka berpindah tempat lagi. Namun Kali ini, bukan tempat yang indah, akan tetapi.. Mereka berada diatas Puncak Gunung Merapi.
"Kenapa kita kesini, Paduka?" Tanya Garda heran.
"Kunci ini, adalah Raga dari Dewa yang telah mati." Gumamnya santai.
__ADS_1
"Apa...!!!!!" Garda, langsung di buat terkejut saat mendengarnya. "Jika itu adalah Raga Dewa, lalu.. Dewa yang manakah itu Paduka??"
...----------------...
"Apa yang telah terjadi, pada Putriku, Zion!"
"Entahlah, Aku juga tidak Tahu Nak!" Gumam Zion, bingung.
Mendengar kepanikan Lannox, dan Zion. Para Spirit mendekat melihat keanehan tersebut. Rabarus memperhatika Para Spirit, terlihat panik dan menghampiri keranjang tempat Sang Putri tidur. mereka juga tidak tahu, apa yang sedang terjadi. Jadi keenam Spirit, hanya bisa terkesima melihatnya.
Akan tetapi.. saat melihat sinar cahaya menembus keluar dari tirai tipis, yang menutupi Ranjang. Mata Rabarus, langsung teralihkan pada tubuh kecil, yang sedang mengambang di udara. Dan tampak seluruh tubuhnya, dipenuhi dengan Cahaya yang menyilaukan. Secepat kilat, ia sudah berada di dekat Ranjang.
'Hehe.. Jadi ternyata begitu! Pantas saja anak-anak ini, begitu melindunginya.'
Karena terlalu fokus dengan apa yang sedang terjadi, Para Spirit tidak menyadari, jika Rabarus, sudah ada diantara mereka.
"Cepat Katakan, ada apa dengan Putriku? Bukankah kalian Spirit miliknya! Seharusnya Kalian lebih tahu, Apa yang sedang terjadi sekarang..!!" teriak Lannox panik, melihat kearah semua Spirit.
Tiba-tiba terdengar suara seringai dari seseorang, yang membuat semuanya sadar. Dan dengan cepat, Para Spirit berdiri di depan Ranjang, untuk menghadang Rabarus, Demi melindungi Ravella.
"Hohohoho.. Jadi begitu rupanya. Pantas saja, kalian sangat melindunginya dariku. Aku mengerti sekarang! jadi, Gadis ini.. adalah Master dari keenam Raja Spirit ya..!" Ujarnya memyeringai, menatap Para Spirit.
Keenam Spirit sudah tidak bisa mengelak lagi.. Masalah yang mereka sembunyikan, sudah ketahuan. Dan yang lebih mengejutkan lagi.. Yang melakukannya adalah Ayah dari Master mereka sendiri.
'Biar sekuat apapun, kita berusaha menyembunyikannya. Jika memang ini kehendak takdir, Sudah pasti akan terjadi, karena ini di luar kendali kita.' Gumam Jura bijak.
Semua yang mendengarnya hanya diam, sambil berwaspada terhadap Rabarus.
'Jika dia musuh, dia akan menyerang..!' Gumam Tama, memperhatikan reaksi Ayahnya. Mendengar seringai dari sang Ayah.. Yang mencurigakan. Tama langsung berujar... "Lantas, setelah kau tahu, dia adalah Master kami, apa yang ingin kau lakukan, Pak Tua??" Tanyanya memastikan.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi.. Apakah dia musuh??" Tanya Lannox, yang tampak tidak mengerti, Dengan situasi tersebut.
"Kakek Tama, ada apa ini? Bukannya dia Ayahmu??" Tanya Zion yang juga, tampak bingung.
Rabarus berdiri dihadapan, keenam Spirit yang sedang menghadangnya. Para Spirit, terlihat waspada! dan, sudah dalam posisi siap menyerang. Rabarus menghelah nafas panjang.. tangan kiri memegang dagu, sedang tangan lainnya, bekecak pinggang.
"Haaah... Kalian salah orang, seharusnya.. kalian bukan waspada terhadapku! tapi.."
"Apa maksudmu?" Desak Tama, penasaran.
"Lihatlah keluar, apa kalian tidak menyadarinya sama sekali? Sejak tubuh Anak ini, mengeluarkan energi Suci, diluar juga telah terjadi serangan. Dan sepertinya.. mereka bereaksi setelah merasakan Energi dari Anak ini." Gumam Rabarus, sambil menunjuk kearah luar jendela.
Para Spirit dengan ekspresi Ragu, mendekati jendela.. tampak keterkejutan singgah di raut wajah Semuanya!!
"Tidak mungkin, sejak kapan mereka..? Kenapa kita tidak bisa merasakan kehadiran mereka?" Ujar Tama, tak percaya.
"Tentu saja.. Kalian tidak merasakannya! Sebab fokus kalian, sepenuhnya teralihkan pada Gadis ini." Ujar Rabarus menjelaskan.
__ADS_1
"Tidak mungkin, Apakah sudah dimulai..!!" Celetuk Zion, juga ikut tak percaya, melihat fenomena tersebut.
"Heh.. Jadi, Apakah kalian butuh bantuanku!!" Ujar Rabarus, memberi tawaran.