AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
JANGAN BILANG PELIHARAAN BAGINDA YANG ITU??


__ADS_3

Di Kekaisaran ERGBEN Razak telah berhasil memburu ketiga Pria tersebut dan ketiganya telah di beri hukuman setimpal atas perbuatan yang telah mereka lakukan.


semua hasil keuntungan yang di dapatkan dari perdagangan anak-anak di bawah umur, telah di sumbangkan ke beberapa cabang panti asuhan. Dan gelar keempat bangsawan tersebut yang dimiliki oleh keempatnya, kini telah di cabut.


Keempatnya telah di adili di depan umum. agar menjadi contoh bagi para kaum Bangsawan lainnya. Dan persidangan tersebut tidak hanya di saksikan oleh Kaisar, tapi juga kaum Bangsawan itu sendiri, dan masyarakat penduduk kota, pengumuman pun di mulai.


''Semuanya.. pada hari ini Kaisar memberikan sanksi kepada empat mantan bangsawan yaitu: (Alejio, Jaron, Anthony, Vincent.) keempat orang tersebut akan di penjara seumur hidup, dan tidak ada yang di perbolehkan untuk mengunjungi para tersangka. Ini juga menjadi contoh bagi bangsawan lainnya.. Agar tidak melakukan hal yang sama kedepannya."


Razak yang berdiri di sebelah Kaisar, tersenyum miring. namun dalam hati ia masih belum puas dengan hukuman yang diberikan kepada keempat tersangka tersebut. melihat ekspresi Spirit miliknya.. Kaisar pun berseru padanya melalui pikiran.


'Apa kau tidak puas dengan hukuman yang aku jatuhkan untuk mereka?'


'Jika Baginda ingin jawaban jujur, sudah pasti jawabannya ia.'


'Kenapa?' Tanya Kaisar singkat.


'karena saya lebih suka melihat mereka mati menderita, dari pada melihat mereka hidup.'


'Tapi bukankah kau sudah cukup menyiksa mereka, waktu berada di pulau! Bahkan kau telah mendahului hukumanku terhadap keempatnya.'


***


(Flashback) "'Hmmm.. Kemana mereka akan bersembunyi? Aku sangat suka melihat ketiganya berlari ketakutan.'


Razak memejamkan matanya sebentar, lalu keluar asap hitam menyebar menyerap kedalam tanah.


"Hehehehe.. Kalian tidak akan bisa lepas dariku!" Seringainya sambil menunggu hasil buruan.


Ketiga pria tersebut berlari ketakutan dengan bertelanjang kaki, ada yang sampai tejatuh karena kaki mereka berdarah terkena kerikil tajam. Ada juga yang sudah menyediakan perahu untuk kabur, Dan ada yang sampai bersembunyi di antara hutan rimbun.


Melihat yang satu sudah kabur dengan menggunakan perahu, bayangan hitam mengejarnya lebih dulu, bayangan hitam terbang melayang mengejar Baron Anthony. bayangan hitam tersebut memegang kaki baron, dan membawanya terbang bersama dengannya hingga kepala Baron Anthony diseret menyentuh laut.


Sedangkan Count Jaron, karena kakinya berdarah.. Ia tidak sanggup lagi berlari, dan terduduk diam melihat kakinya yang di penuhi luka akibat terkena resam dan kerikil tajam. Bayangan hitam terbang merendah dan langsung menyambar tubuh Count Jaron.


"Hehehe.. Sudah dua.. Berarti tinggal satu lagi, ceppat bawa dia padaku." Razak memberi perintah pada bayangan miliknya.


Yang terakhir, tinggal Marquess Vincent. Ia bersembunyi di antara rimbunnya hutan.. bayangan hitam melayang terbang mencari sosok manusia tersebut.


dari ketinggian udara ia melihat sosok pria yang sedang duduk di atas dahan pohon rimbun, melihat itu.. Bayangan hitam menyelubungi tubuh Marquess Vincent, dalam sekejap dan langsung menghilang lalu muncul seketika di hadapan Razak.


"Kerja bagus anak-anak sekarang kalian bisa kembali, sisanya biarkan aku yang tangani." perintahnya kepada ketiga bayangan hitam miliknya.


"Baik Master, kami undur diri dulu." ketiganya membungkuk hormat, lalu menghilang.


Razak melihat ketiga Pria tersebut dengan tatapan Jijik, ketiganya gemetar ketakutan, Bahkan tidak ada yang berani menatap sosok Razak yang tampak mengerikan.

__ADS_1


"Hihihi.. Sebelum meberikan kalian kepada Baginda, aku akan memberi kalian sedikit hiburan.''


''To-tolong ampun kami Tuan! kami berjanji tidak akan melakukannya lagi." Ujar Marquess Vincent gemetar.


Razak mengabaikan permintaannya.. Ia mendekat kearah ketiga Pria tersebut. Lalu tangannya bergerak menyebarkan asap hitam, yang kemudian berterbangan memasuki pikiran mereka.


Ketiganya benar-benar di siksa secara mental.. Hingga mulut mereka mengeluarkan busa, Baron Anthony di buat kejang-kejang hingga mulutnya mengeluarkan busa.


Begitupun Count Jaron yang tidak kalah menderitanya, selain tubuhnya yang kejang-kejang matanya juga mengeluarkan banyak darah.


Berbeda dengan Marquess Vincent, karena kuatnya tekanan yang diberikan. Ia sampai menjadi GILA.. Ia meracau-racau sendiri dan tertawa tidak jelas.


Setelah melihat penderitaan ketiganya, Razak kembali menarik asap hitam tersebut. Alhasil keduanya sadar dan menangis memohon pengampunan. Sedangkan Marquess Vincent, keadaannya sama sekali tidak tertolong, setelah ia terkena asap hitam, ia menjadi gila sungguhan.


Melihat itu Razak tersenyum.. Lalu berujar kepada yang lain.


"Setelah ini.. Kalian akan di serahkan kepada Baginda Kaisar. Berani berbuat, berani juga menerima hukuman." Tak lama setelah berujar, Razak pun menghilang bersama ketiga Pria tersebut. (Masa Sekarang)"


***


'Untuk yang itu, mohon maafkan kelancangan saya karena telah medahului Baginda untuk menghukum mereka. Tapi, meskipun begitu..


Rasanya itu masih belum cukup Baginda, karena apa yang mereka lakukan sangat tidak manusiawi.. Anak-anak yang telah gagal menerima ujian yang tidak normal tersebut, di buang kelaut dan dijadikan santapan ikan buas. Apalagi mereka telah bertahun melakukan perbuatan biadab tersebut, dan telah berapa banyak nyawa yang tak berdosa telah mereka korbankan.


Kedua sudut bibir Kaisar terangkat keatas, senyumannya mengandung arti yang sangat dalam, bukannya dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Spiritnya.


'Apa yang anda tertawakan Baginda?' Tanya Razak.


'Kau tahu Razak! Hukuman yang aku berikan sekarang hanyalah sebagai formalitas.'


'Ha.. Apa maksud Baginda?' Tanya Razak tiba-tiba terkejut.


'Hem..Hem.. Hem.. Kau tahu bukan! jika aku memelihara predator buas yang tidak bisa di jinakkan oleh siapapun, Kecuali aku sendiri.'


Mendengar perkatan Sang Baginda, Ekspresi Razak berubah, matanya langsung melebar..


'Tunggu.., jangan bilang peliharaan Baginda yang itu??'


...****************...


"Apa kau ibu dari anak ini??" tanyanya sambil menunjuk Gapi, dengan lirikan matanya.


"Benar.. Jadi bisakah anda melepasnya Paman Hobgoblin..!"


Mendengar jawaban Ravella, Hobgoblin tersebut berpikir sejenak, ia memegang dagunya sambil melihat Gapi lalu berujar.

__ADS_1


"Apa kau yakin dia Bayimu?" Tanyanya menyelidik.


"Ehem ia benar, jadi bisakah anda kembalikan anak ini kepadaku?" Tanya Ravella.


"Tapi kau tidak terlihat seperti ibunya, bukankah kau juga masih bayi.."


"Pruuufffffttttt." Roland dan yang lainnya.. Yang tidak tahan mendengar pertanyaan dari Hobgoblin tersebut langsung tertawa hingga menjatuhkan diri ketanah, sambil menutup mulut mereka.


Melirik tingkah para bawahannya, Wajah Ravella jadi memerah malu. Tapi ia berpura-pura tenang seolah tidak terjadi apapun.


'Kalian berani menertawakan aku, lihat saja nanti.. Aku akan membuat perhitungan dengan anak-anak itu.' Ravella lalu melirik kembali kearah Hobgoblin, yang sedang menunggu jawabannya, sambil tersenyum imut ia berujar.


"Aku bukan bayi, tapi anak ini memang bayiku." Ujarnya dengan mata Puppynya Membuat hati Hobgoblin menjadi luluh saat melihatnya.


"Haah..., Baiklah aku akan melepaskannya, tapi ada syaratnya!"


'Syarat!!' Pikirnya. "Baiklah selama aku bisa melakukannya, katakan saja apa itu??"


"Aku mempunyai seorang putra seumuran denganmu, mahukah kau bermain dengannya!!"


"Apa hanya itu? Tapi kenapa paman memintaku untuk bermain dengannya!!"


"Ya.. Hanya itu, karena dia selalu mengeluh kesepian, teman sebayanya tidak ada yang mau bermain dengannya."


"Kenapa?"


"Karena dia berbeda sendiri dari yang lain.. Hobgoblin rata-rata mempunyai warna kulit hijau. Sedangkan kami berbeda, Dan warna kulit kami hitam berbeda dengan mereka, karena itu kami di asingkan dengan suku kami sendiri.


Jadi putraku merasa sedih akan hal itu, dan ia selalu terlihat murung. Terkadang Ia juga sering secara sembunyi-sembunyi pergi hanya untuk mengintip temannya bermain. Ja.."


Mendengarkan cerita Hobgoblin tersebut Ravella merasa iba, dan langsung memotong percakapan Hobgoblin.


"Baiklah."


"Benarkah.. Kau langsung menerimanya begitu saja?"


"Emhh." Angguk Ravella.


Berbeda dengan Roland yang tampak sangat khawatir, terutama ia tidak percaya dengan monter tersebut.


'Gawat, Putri menerima begitu saja tawaran monster tersebut, kata-kata monster tidak boleh di percaya, aku harus memberitahunya.' pikirnya risau. "Putri..., Kita harus segera kembali, jika anda menerima tawaran Hobgablin tersebut. Kita akan kemalaman pulangnya, dan Yang Mulia pasti akan marah besa dan menghukum kami." Teriak Roland mengingatkan, karena khawatir.


Ravella melirik sekilas kearah Roland, ia terdiam seketika seolah memikirkan sesuatu. 'Hmm.. Aku sangat mengerti kekhawatiran Sir Roland, Melihat kondisi hutan yang tidak normal, tumbuh-tumbuhan raksasa, Dan Ada monster Hobgoblin juga. Berarti ini bukanlah duniaku!


Kakek spirit, dan Ayah pasti sangat cemas sekarang. Sebaiknya, untuk menghindari kemarahan Ayah, aku akan memgirim surat untuk Kakek sekalian, dan menghubungi Ayah agar mereka tidak panik karena ketiadaanku.'

__ADS_1


__ADS_2