AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
APA MAKSUDMU BEDEBAH?


__ADS_3

"saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan! kalau begitu saya mohon pamit Baginda"


"apa kau tahu tentang ramalan?"


lannox tersentak kaget dan langkahnya terhenti, namun ia berpura-pura tenang, memasang wajah tanpa ekspresi.


"apa maksud Baginda! saya tidak mengerti?"


kaisar melihat ekspresi lannox lalu menepuk bahu lannox dan berbisik disampingnya.


"lannox apa kau benar-benar tidak tahu, atau berpura-pura tidak tahu!"


"maaf tapi saya masih tidak mengerti, dan saya juga tidak percaya ramalan. Baginda salah orang jika membahas ramalan dengan saya, seharusnya anda mencari peramal bukan saya. maaf saya masih ada urusan, saya pamit undur diri dulu."


lannoxpun berlalu pergi, meninggalkan kaisar dengan niat terselubung. ia menyeringai menertawakan kepergian lannox.


"kita lihat saja nanti lannox, sejauh mana kau akan menyembunyikannya!."


'ramalan sialan, bagaimana dia bisa tahu soal ramalan? sedangkan aku saja tidak tahu sama sekali, huh bukan tidak tahu, tapi tepatnya tidak mahu tahu. aku akan mencari tahu nanti saja, tentang ramalan menyusahkan itu.'


"kemana bocah sialan itu, membawa putriku! berani-beraninya dia membawa lari putriku, awas saja kalau sampai bertemu, akan aku berikan dia pelajaran."


"kreeek, klik. jadi disini rupanya kau bersembunyi, aku sudah menduganya."


saat pria itu sedang tertidur rog meniupkan serbuk sihir dan, menyediakan seutas tali untuk mengikatnya.


"maaf aku juga terpaksa, harus melakukan ini demi bertahan hidup."


saat rog ingin mengikat pria itu!


"klap, maaf bocah. tapi kau salah orang!"


"t..tidak mungkin"


'aku sudah membuatnya pingsan, b.. bagaimana bisa.!'


pria separuh baya itu, kemudian berubah wujud menjadi sosok pria tinggi dan tampan. rog sangat kaget dan takjub melihat wajahnya.


"ba.. bagaimana bisa aku sudah memastikannya kalau orang yang aku ikuti dan selidiki adalah ciri-ciri pria seperti yang disebutkan. siapa kau dimana pria itu?"


"huh, sebenarnya apa yang kau lihat! hanyalah ilusi yang aku ciptakan. dan kau sudah masuk perangkapku!"


"tidak, tidak mungkin! aku yakin aku sudah mengikuti pria itu dengan benar. kau pasti hanya ingin menipuku bukan?"


"anak muda, oh tidak namamu adalah rog bukan? dengar bocah..! untuk apa aku menipumu, aku bahkan bisa tahu dimana perkumpulan kalian berada. tetapi aku sengaja mengulur waktu, untuk menikmati permainan yang kalian lakukan."


"huh jangan bercanda! siapa kau sebenarnya, dan katakan apa mahumu?"


"huh, aku benar-benar tidak suka menjelaskan sesuatu yang menurutku tidak penting. dengar! aku akan langsung keintinnya saja. kenapa kau harus repot-repot bekerja dengan pihak orsi? sementara gajimu sangat kecil, dan nyawamu juga tidak ada artinya dimata mereka! hmm.. bagaimana kalau kau bekerja denganku, aku akan melindungimu, dan soal gajimu! kau tidak perlu khawatir."


"jangan bicara seolah kau mengenalku bwusshhhh gedebag trinnngg cepat katakan siapa kau dan apa mahumu?"


rog menarik pedangnya, daan mengarahkan keleher tama, yang hanya berdiri santai melihat pedang di lehernya, sambil menyeringai.


"hati-hati dengan sikapmu, aku bukanlah orang yang sabar bocah! swuuussss.."


rog menyerang tama, dengan lincah. namun tama menghindarinya dengan sangat mudah. lalu rog langsung mengeluarkan pedangnya dan ingin menancapkan pedang kejantung tama., tapi pedang itu ditangkap tama hanya dengan menggunakan dua jari, dan tama membuat pedang itu menjadi serpihan debu.


'tidak mungkin! bagaimana bisa dia melakukannya.. siapa pria ini sebenarnya?'


"apa kau masih belum menyerah juga bocah?"


...----------------...


"vella, bagaimana kabarmu? aku sempat datang dikediamanmu! tapi kau tidak ada disana, dan siapa kedua pria jelek dan kasar dikediamanmu itu? mereka mengusirku saat aku sampai disana, dan memulangkanku secara paksa dengan sihir."


'hmmm kelihatannya pria yang dimaksud pasti kakek zaku dan kek tama, baguslah mereka mengusirmu.'


"kabar saya baik pangeran, kebetulan saat anda datang saya sedang tidak berada ditempat."


"benarkah bukannya saat itu, paman duke sedang berada diperbatasan, menjalankan tugas mehadang para monster! lalu dimana kau saat itu, jika tidak berada ditempat?"


'huh sibuk kali sih! anak ini bikin risih saja.'


"saya bersama para kesatria, karena ayah saya khawatir jika saya sendirian di mansion."


"lantas siapa kedua pria itu?"


"ah, mereka adalah saudara sir Roland. mereka baru direkrut ayah."


'maafkan aku sir Roland, terpaksa menggunakan namamu. aku harus segera pergi sebelum dia bertanya hal yang tidak-tidak lagi.'


"pangeran sepertinya saya sudah harus pergi! ayah pasti sedang mencari keberadaan saya."


ravella menunduk hormat lalu segera berlari tanpa menoleh kebelakang, numun tanpa disadari seseorang sedang memperhatikan sosok ravella.


"tunggu ravella...! kenapa sepertinya dia selalu saja menghindariku, setiap kali aku mendekatinya."


"bug, ah"


'aku terlalu semangat menghindari pangeran! sampai aku tidak sadar telah menabrak seseorang.'


"maaf saya tidak sengaja"


"apa anda tidak kenapa-napa lady?"


ravella hampir terjatuh, dan disambut oleh anak lelaki yang ada dihadapannya, walaupun anak itu sengaja menabrak ravella, saat ravella melihat keatas.


'ah, siapa anak tampan ini.. aku belum pernah melihatnya'


"terimakasih, tapi saya tidak kenapa-napa, kalau begitu saya permisi dulu."


anak lelaki itu menangkap lengan ravella

__ADS_1


"tunggu sebentar, bolehkah saya tahu nama anda?"


'hmm, aku sedikit ragu untuk memberitahu namaku pada orang asing yang tidak kukenal! akan tetapi, sangat tidak sopan pergi begitu saja setelah menabraknya. aku rasa tidak ada salahnya memberitahukan namaku padanya.'


"namaku ravella"


"ah nama yang indah, perkenalkan saya rael. bisakah kita berteman."


"ya, tentu."


"terimakasih, kalau begitu saya akan sering-sering datang berkunjung ketempat anda, itupun jika lady tidak merasa keberatan?"


'huh satu lagi hal merepotkan.'


"baiklah terserah anda saja sir rael, kalau begitu saya pergi dulu."


ravellapun berlalu pergi, pria itu tersenyum senang menatap kepergian ravella.


"akhirnya, kau akan segera menjadi milikku."


dan pria itupun menghilang tanpa ada yang menyadari keberadaannya.


"bwusss, nak dewi..! darimana saja kau, ayahmu sibocah cerewet itu sedang berisik mencarimu kemana-mana, dan dia sampai mengincar pangeran yang membawamu."


tiba-tiba zion muncul dari bayangan ravella.


"apa..! huh celaka, ayah pasti marah, gegara devin menarikku pergi darinya. ayo kek kita susul ayah, sebelum ayah membuat keributan besar."


"mari nak, naik ke punggungku."


merekapun menghilang dalam bayangan.


sementara lannox.


"ayah, hentikan ravel disini bersama kek zion."


"ravella..!"


lannox yang sedang menggunakan mana angin memutar-mutar pangeran tanpa berhenti hingga membuat si pangeran ingin muntah. ravella yang melihatnya, segera turun dari punggung zion. dan berlari memeluk lannox.


'huh, syukurlah aku cepat, jika tidak bisa habis anak orang. aku juga sudah tidak betah berada disini lama-lama.'


"ayo kita ke aula, bukankah pestanya ayah masih belum selesai?"


"biarkan saja, lebih baik kita pulang sekarang! ayo sayang."


'moodku benar-benar tidak baik hari ini, dan aku harus segera mengurus tentang ramalan sialan.'


"tapi apa tidak apa-apa kita pergi begitu saja?"


"kau tenang saja sayang! kalaupun ada, ayah juga tidak peduli, paling juga kita perang."


'astaga naga pak tua ini benar-benar sudah gila, dan aku berada diantara mereka siapapun selamatkan aku dari pak tua sinting ini.'


"ya, kita lihat saja nanti."


'justru aku merasa kaisar terlihat mencurigakan, kelihatannya dia sudah mulai menyadari tentang ravella. aku harus berhati-hati dan segera melakukan pembersihan. dia pasti meletakan banyak lalat di tempatku.'


"katakan apa sebenarnya yang kau inginkan?"


"seperti yang aku katakan tadi, aku ingin kau menjadi orangku, dan menjadi agen ganda."


"apa kau sudah gila itu sama saja bunuh diri, aku tidak mahu."


"sayang sekali, kau menyia-nyiakan bakatmu, jika begitu aku terpaksa harus melakukannya!"


"apa maksudmu bedebah?"


"hmm, aku akan membunuh saudaramu yang ada dipanti asuhan."


"a...apa? bagaimana bisa kau tahu! bahkan pihak orsi tidak mengetahuinya!"


"ya.. aku tahu semua tentangmu, bahkan aku tahu kau sebenarnya adalah keturunan bangsawan yang melarikan diri, sebagai budak dari negara tetangga."


'sialan siapa orang ini sebenarnya? bagaimana dia bisa tahu asal usulku!'


"aku akan memberimu kesempatan untuk berpikir, jika kau setuju, temui aku dipenginapan malam ini.. aku akan menunggu jawabanmu. namun jika dalam waktu dua puluh empat jam aku tidak melihatmu! bersiaplah melihat mayat adikmu di markas kalian."


tamapun menghilang hanya meninggalkan suara yang membuat rog pucat tak bergeming. ia menjadi ketakutan.


"ba.. bagaimana bisa dia mengetahuinya? padahal aku sudah mengubur rapat-rapat tentang masalaluku, bahkan aku sengaja menghindari adikku dan mengabaikannya. karena aku takut dia berada dalam bahaya karena aku! dan aku bekerja dengan cara kotor hanya untuk memberikan kehidupan yang layak buat adikku. karena seorang budak asing sepertiku, akan sulit mencari pekerjaan yang layak dinegri asing. tapi, bagaimana bisa pria itu mengetahuinya! apakah dia mata-mata?"


"hei darimana saja kau rubah, aku bosan hanya mengawasi tanpa melakukan apapun."


"tenanglah roya! bagaimana? apa kau sudah melaporkannya kepada dewi?"


"tentu saja sudah bodoh. dan kenapa kau bersenang-senang sendirian tanpa mengajakku?"


"kau akan tahu jawabannya malam ini"


"apa maksudmu?"


"ya.. kita tunggu saja, nanti juga kau akan mengerti!"


"ngomong apa sih kau! dasar rubah jelek, jangan sok bermain teka-teki sialan! apa kau juga sudah terpengaruh dengan pihak orsi.?"


"hmmm tidak juga! hanya saja, aku sudah mulai paham akan cara permainan mereka. ya.. aku hanya mencontoh apa yang mereka lakukan saja."


"huh ngomong apa sih dia, dasar sinting serah kau sajalah. aku keluar dulu gantian kau yang jaga."


"mahu kemana kau?"


"jalan-jalan, aku bosan disini terus."

__ADS_1


"dasar burung satu itu! ya.. dia memang sudah terbiasa terbang bebas, mana bisa duduk diam sepertiku."


"khakkks.. khakkks.. bug."


"hmm kau semakin cekatan saja gapi, buruanmu juga semakin besar saja, kau bahkan bisa menaklukkan seekor anak macan. baiklah karena kau sudah berlatih keras, aku akan mengabulkan keinginanmu."


"arggghhhss.. khakkks.. khaakks.."


'sangking bahagianya dia sampai menyemburkan api. hah apa yang sedang dilakukan anak dua itu ya..!'


"darimana saja kau rog! kami mencarimu kemana-mana tapi kau tidak ada."


"ya.. ada apa denganmu rog!"


"aku sudah mendapat jawabannya, lalu aku bergegas ingin menyelesaikan misi, tapi sayang akau gagal. maaf tolong untuk beberapa hari ini jangan ganggu aku atau mengajak aku bicara! aku sedang tidak ingin melakukan apapun."


kedua pria itupun saling menatap dan menyetujui keinginan teman mereka, suasana kembali menjadi hening.


"ayo kita keluar saja dean!"


"ya.. baiklah aku setuju rey, sepertinya teman kita sedang tidak ingin diganggu sekarang."


merekapun langsung pergi dan, mencari tempat minum.


"huh tidak biasanya rog sefrustasi itu?"


"ya kau benar rey! menurutku itu wajar saja, karena dia tidak pernah gagal menjalankan misi - misi sebelumnya. mungkin ini kegagalan pertamanya."


"tapi jika dia sudah menemukan jawabannya! kenapa dia tidak memberitahu pada kita? bukankah kita juga satu tim."


"berarti kau masih belum mengenalnya rey! anak itu memang suka bekerja sendirian, dia tidak suka merepotkan orang lain dan biasanya juga, dia selalu mengerjakan misi berbahaya secara sendirian, karena menurutnya jika melakukan secara berkelompok itu hanya akan mengundang banyak perhatian musuh."


"dasar sungguh pria aneh! bukankah jika mengerjakannya secara berkelompok itu malah akan lebih cepat selesai."


"ya, itu menurutmu. lagian memang sudah sifatnya begitu, kita tidak bisa memaksanya. tolong birnya satu lagi!"


"baik akan segera saya bawakan."


"apa yang kau pikirkan cucuku, melamun diatas bukit sendirian.? apa kau sedang putus cinta!"


"enak saja, aku bukan pria gampangan sepertimu kek!"


"hahahahaha, bilang saja kau tidak ahli soal wanita!"


"cih sombong sekali omonganmu kek, kau bahkan tidak terlihat seperti pria terhormat bagiku, kasihan sekali nasib nenekku yang menjadi istrimu."


"hah, jangan samakan nenekmu dengan wanita lain bocah, dia mempunyai tempat sangat istimewa dihatiku."


"hah seandainya saja dia masih hidup! aku tidak akan merasa kesepian."


"memang apa yang terjadi pada nenek!"


"dia pergi saat ingin melindungiku, dari serangan monster ular yang kekuatannya jauh diatas kami karena dia sudah melakukan pertapaan ribuan tahun. dan aku masih seumuran ayahmu yang hanya tahu tentang cinta."


"kata-kata terakhirmu membuat aku geli kek. bisakah kau lewatkan saja cerita cintamu itu."


"ya.. sekarang kau pasti bilang begitu, karena kau masih belum akrab dengan kata cinta. kelak kau juga akan mengerti, dan merasakannya."


"huh hentikan kata-katamu kek! sungguh membuat aku jijik."


"dasar bocah berisik"


'aku tahu kakek pasti sangat kesepian, karena dia paling menyayangi dan merindukan nenek, untuk itu aku tidak ingin membuatnya sedih.'


"oh, iya kek. aku sudah bertemu dengan Kaisar!"


"ya, garda sudah menceritakan semuanya."


"kaisar juga mengatakan kakek akan menjelaskan semuanya kepadaku!"


"ya ternyata memang sudah saatnya aku untuk jujur kepadamu."


"apa maksudmu kek?"


......................


"hei, garda kenapa kau masih belum jujur tentang dirimu?"


"aku bukan tidak mahu jujur saga, aku hanya belum bisa saja menceritakannya pada kalian! karena ini juga termasuk misiku."


"baiklah aku tidak akan memaksamu! anggap saja kau benar-benar sekutu. tapi jika aku sampai menemukan kau sampai berkhianat kepada dewiku, aku akan membunuhmu!"


"oh aku takut sekali..!"


"aku tidak bercanda garda! aku bersungguh-sungguh dengan perkataanku."


"ya.. ya.. aku tahu kau serius saga, kau tidak perlu khawatir tentang itu, aku tidak akan pernah berkhianat ataupun menyakiti dewi."


'gila yang benar saja aku berkhianat! mana berani aku, oh paduka sampai kapan! aku harus menutup mulut dari mereka semua.'


"ya sebaiknya memang begitu."


"justru kita harus menjaga dewi lebih ekstra lagi, karena akan semakin banyak musuh yang berdatangan untuk mengincar dewi kedepannya, jika saja mereka tahu siapa dewi sebenarnya, kita bisa kerepotan. sekarang saja kita sudah dibuat kualahan dengan musuh-musuh kelas dewa. belum lagi para manusia labil yang merepotkan, yang menginginkannya!"


"ya kau benar! kejadian kemarin membuat aku ingin berlatih lebih giat lagi. tapi untunglah tidak ada yang tahu tentang kekuatan dewi. kecuali orang-orang dimansion ini."


"ya tentu saja, tidak ada yang boleh tahu tentang kekuatanya, ataupun keistimewaan sang dewi. jika sampai ada yang tahu, itu akan sangat membahayakannya."


"tapi aku rasa! sebagian dari musuh bocah lannox itu, pasti tahu, tentang ramalan dewi..!"


"biarkan saja.. ramalan itukan tidak menjelaskannya secara ditel, jadi mereka juga tidak akan tahu, kalaupun ada! mereka hanya sebatas mencurigai."


"ya, sebaiknya memang begitu! karena akan sangat merepotkan jika sampai ada yang mengetahuinya."

__ADS_1


tanpa mereka sadari, seseorang sudah mengetahui ramalan tentang ravella, dan sudah berada disekitar mereka.


__ADS_2