
hi.. hi.. apa kabar kelean...! semoga selalu baik yah. 🙂 maaf baru bisa update so langsung aja happy reading 😉
"istirahatlah bocah, kini giliranku." garda membelai kepala zion seorang pria misterius yang membuat sekelilingnya bungkam dan heran, tubuhnya dipenuhi kilat biru dan petir hitam yang terus menyala bak jubah menutupi badannya yang kekar, rambut hitam pendeknya yang mengambang bagai dalam air.. di leher dan pergelangan tangan dan kakinya ia mengenakan ring emas, kemudian tetiba tubuh garda perlahan melayang tinggi.. membuat semua yang melihatnya takjub terkesima, dan garda menunjuk satu jarinya, dan menunjuk kearah kingkong putih besar yang menyerang zion tadi.
"kau telah berani mengganggu kesayangan milik baginda, sekarang aku akan kembalikan sepuluh kali lipat dari apa yang telah kau berikan tadi." gleduarr gduaarrr jduarrr... petir hitam berubah menjadi anak panah bewarna hitam dan dikelilingi kilat biru yang menyala².
"terimalah ini" anak panah itu langsung melesat melaju menuju target yang berada dihadapannya.
"apa ini aku merasakan kekuatan yang sangat besar pada anak panah itu, aku harus secepatnya kabur sebelum ia mengenaiku bisa berbahaya."
kingkong besar mencoba melarikan diri untuk menghindari kematiannya
wushhhh anak panah meluncur melaju hingga tanah yang dilewatinyapun berlubang gleduarrr jduarrrr bwussss.
"aggrrrhhhh tidak mungkin" booommm hantaman ledakan besar mengeluarkan cahaya merah. monster yang berada disekitar kingkong itupun juga ikut merasakan dampak ledakannya mereka juga ikut hancur menjadi serpihan abu yang berterbangan diudara.
"si... siapa kau sebenarnya..!" pria itu melayang turun perlahan kearah zion yang sejak tadi takjub dan tak bergeming melihat pria misterius yang ada dihadapannya Sekarang.
"sssttttt... aku adalah kalung pelindungmu tugasku sudah selesai kau bisa melanjutkan sisanya." ia kembali menjadi kalung dileher zion
"ja.. jadi.. kalung ini sebenarnya adalah pelindungku, pantas saja aku tidak bisa melepaskannya dari leherku, karna dia hidup"
"zion apa sebenarnya yang terjadi barusan, siapa pria itu..! mengapa dia membantumu..?" lannox yang keheranan dengan apa dilihatnya seakan tak percaya dan bertelepati dengan zion menanyakan rasa penasaranya dan melempar pertanyaan bertubi² pada zion.
"entahlah aku juga tidak mengerti tapi yang pasti kehadiran pria tadi membuat para monster ketakutan. lihatlah sebagian dari mereka ada yang mundur dan lari ketakutan."
"ya bisa dibilang kehadirannya sangat membantu"
"apa kau merasakannya juga jura"
"ya.."
"tapi, itu hanya sebentar"
"ya jika dia musuh maka kita terpaksa harus turun tangan."
"kau benar sepertinya dia sangat kuat."
"ya... tapi dalam sekejap tekanannya langsung menghilang seakan tidak pernah terjadi apa² siapa sebenarnya orang itu..?" ujar gira heran
"entahlah selama dia bukan musuh tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara di tempat lain
"roya apa kau sudah memeriksanya apakah masih ada penduduk yang tersisa..?"
__ADS_1
"jangan khawatir saga, aku sudah mengecek keseluruhan wilayah, dengan mata elangku . semuanya sudah aman tidak ada lagi yang tersisa, bagaimana denganmu apa kau juga sudah memastikan tidak ada monster yang memasuki wilayah ini..?"
"ya.. kau tidak perlu khawatir, untuk sekarang masih aman kau tidak perlu meragukan penciumanku, tetapi kita juga harus tetap waspada.. bisa jadi ada penyihir yang ikut berperan dalam kekacauan ini."
"yah kau benar saga. jura bagaimana keadaan disana. apakah semua baik² saja..?"
"ya disini masih aman namun banyak prajurid yang luka² dan tewas dengan mengganaskan. aku dan gira sedang membantu para prajurid memindahkan prajurit yang telah tewas. sementara dewi sedang berusaha menyembuhkan prajurit yang terluka. bagaimana dengan keadaan disana apakah aman..?"
"cih kau tidak usah memikirkan yang disini fokus saja dengan yang disana. hitam jelek"
"hahaha roya, mendengar ocehanmu aku yakin kalian baik² saja."
"ya sudah hubungi kami jika kau memerlukan bantuan"
"baiklah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
'sialan bagaiman bisa aku kembali kekamar lagi , apa yang terjadi.. padahal tadi aku sudah didepan kastil duke, tapi mengapa aku kembali lagi ini sudah yang ketiga kalinya, dan semua kesatria yang kukirim kesana juga kembali mendadak dihalaman istana.. ini sangat aneh apakah mereka menggunakan sihir, aku harus segera melaporkan kepada kaisar aku harus cepat menjemput ravella.'
"apa mereka sudah menyerah..!"
"tidak baginda, mereka sepertinya mendapat bala bantuan yang sangat besar sebagian monster berlari karena ketakutan dengaan kemunculan sosok misterius."
"sosok misterius..?"
"benar baginda, jadi apa yang harus kami lakukan selanjutnyaa..!"
"siap baginda"
"dan jika para monster mundur segera kerahkan para penyihir untuk bergerak kirim sihir hitam untuk membalikkan keadaan"
"baik baginda akan hamba laksanakan, kalau begitu hamba mohon pamit"
"nak dewi, bagaimana kau bisa menyembuhkan mereka..! darimana kau mempelajari ilmu penyembuhan, luka mereka semua benar² menghilang dalam sekejap sungguh mereka sangat beruntung. jika mengandalkan ilmu pengobatan biasa mereka membutuhkan waktu sebulan untuk sembuh bahkan lebih."
"hmmm.. begitukah menurut kakek jura..!"
"ya nak, kau bahkan bisa menciptakan penawar dari mana dan aura itu sangat mengagumkan."
"hmmm sangat merepotkan untuk memberimu penjelasan tentang bagaimana aku bisa tahu cara ilmu pengobatan, nanti saja aku ceritakan, sekarang kakek ambillah penawar ini aku harus segera melihat keadaan ditempat lain, aku khawatir ayah dan yang lain terluka"
"baiklah nak, tapi apa kau merasakannya juga mana yang sangat kuat barusan..?"
"ya.. aku merasakannya, tapi kelihatannya mereka bukan musuh dan aku tidak merasakan hawa membunuh dari tekanan barusan."
"kau benar nak, intuisimu cukup tajam. tapi satu hal yang perlu kau tahu.."
__ADS_1
"apa itu kek..!"
"jangan pernah meremehkan musuh dalam situasi apapun."
"baik kek, akan selalu kuingat pesanmu."
sementara lannox dan yang lain sibuk memberantas para monster, dan yang membuat mereka kerepotan adalah campur tangan dari para penyihir, mereka benar² membalikkan keadaan melihat sebagian monster mundur mereka memberi tekanan dengan membangkitkat para Undead. setiap kali mereka menghabisi para Undead akan bangkit lagi.. itu membuat mereka kesulitan, dan mereka sudah semakin kelelahan.
lannox dan zion juga yang lainnya telah mencapai batas mereka hampir menyerah, situasi kini jadi berbalik berpihak kepada musuh.
"lannox ini benar² melelahkan aku hampir mencapai batasku, apa kau punya solusi..!"
"cih, apa kau sudah menyerah.. yah tidak heran karna kau sudah mulai menua pak tua.."
"sialan kau bocah, jangan meremehkan aku, aku hanya kelelahan karna mereka terus bangkit hidup lagi seakan mereka mempunyai banyak nyawa itu benar² merepotkan. aku benar² ingin menghabisi para penyihir sialan mereka bertindak dibalik layar jadi semakin sulit untuk menghabisi mereka lebih dulu dasar benar² licik."
"yah! mungkin mereka belajar dari kekalahan, dan mereka telah banyak melempar umpan hanya untuk menarik perhatian kita bukan. dan itu berhasil mereka juga telah memperhitungkan semuanya dengan sangat baik, tapi aku yakin dalang dibalik semua kekacauan ini pasti dia si cumi amis yang tidak tahu diri."
"cumi amis.. aku jadi lapar.. ah siapa yang kau maksud..? apakah bocah penyihir itu...!"
"hehhh ya tidak diragukan lagi.. dia adalah dalang dari semua kekacauan ini."
"yang mulia mereka semakin banyak apa yang harus kita lakukan para prajurit sudah semakin kelelahan..!"
"untuk sementara kalian mundur dulu, aku akan memasang penghalang sihir , kalian tetap disini jangan keluar dari garis penghalang yang telah aku buat"
"siap yang mulia."
lannox meletakan tangannya dipermukaan tanah, dan keluarlah dinding sihir berwarna biru, yang sangat besar mengelilingi mereka para Undead dan monster tidak bisa memasukinya, sementara para penyihir yang melihat kesempatan dan celah berusaha menyerang dinding penghalang dari kajauhan mana berbentuk bola sihir terlempar Kedinding yang telah dibuat lannox. mereka terus menyerang seolah tidak memberi jeda untuk mereka beristirahat dan sedikit retakan mulai tampak.
"celaka, dinding ini hanya bisa bertahan untuk sementara aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi.. aku sudah hampir mencapai batasku."
"nak aku akan membantu dengan sisa tenagaku terimalah sedikit mana dariku.."
zion membuka mulutnya dan cahaya merah keluar dari mulutnya dan mengalirkan mana pada tubuh lannox.
"cukup zion aku mintak maaf jika telah merepotkanmu pak tua, tetapi kau masih diperlukan untuk menggantikanku melindungi para prajurid dan putriku"
"diam bocah tengik, kau terlalu berisik, jangan bicara seakan² ini akhir dari segalanya jangan menyerah bocah bodoh.. kau harus kuat demi putrimu. plakkkk"
"auuuhh kau kasar sekali zion, hahh.. hahh.. kau mahu mati ya.. beraninya memukuli kepalaku dasar singa jelek"
"hahahaha kau sudah bangun.. itu baru dirimu bocah"
"ciiih aku tidak menyerah aku hanya ingin cepat pulang dan segera tidur."
"plakkkk, dasar bocah tengik.. bisa²nya disaat seperti ini kau memikirkan tidur, kau harus tetap sadar. jangan sampai lengah lihatlah para musuh hampir tertawa melihatmu."
__ADS_1
lannox benar² sudah mencapai batas kekuatanya bahkan dia hampir kehilangan kesadaran tetapi zion terus memukul kepalanya agar ia tetap sadar, dan agar dinding penghalang tidak menghilang, sementara ravella masih dalam perjalanan menuju ketempatnya karna jarak yang begitu jauh, diantara mereka dan ia juga tidak bisa menggunakan portal untuk segera sampai ketempat lannox karna ia harus menyimpan tenaganya untuk melawan musuh. tetapi ia tidak menyadari jika sang ayah benar² dalam bahaya.
jangan lupa komen kalian, like n vote. nantikan kelanjutannya di chapter mendatang bye 😉