AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
AMPUNI SAYA DEWA..!!


__ADS_3

"Heh.. Kalian masih mengingatnya bukan??" Ucap Saga menyeringai.


"Apa maksudmu?" Tanya Gira heran.


"Saat Dewi dulu di culik dengan seorang penyihir muda, lalu si bocah temperamen datang membuat kekacauan di istananya. Dan di antara kita, Dewi memilihku untuk membantunya menghadapi bocah itu! Dan anak yang Kuhadapi saat itu.. adalah Pria remaja yang datang menemui Dewi tadi siang.


Dan bentuk tubuh remaja yang ia Gunakan tadi juga, hanya sebuah formalitas untuk mengelabui Dewi. aslinya anak itu sudah berusia belia.. Mungkin usianya sekitar sembilan belas atau dua puluhan." ujar Saga menceritakan kejadian yang pernah ia alami tersebut.


"Hem.. Jika begitu, bocah itu pasti sudah mengetahui RAMALAN tentang Dewi. Jika tidak, mana mungkin ia sampai mau repot-repot datang kemari, Hanya untuk melakukan pendekatan dengan Dewi bukan..!!" sambung Garda.


"Kau benar! Intinya anak itu mempunyai motif tersembunyi. Tidak heran jika ia kelihatannya, di kelilingi dengan banyak Sihir murni di sekitar tubuhnya. Ternyata, dia seorang Kaisar Muda yang di gembar-gemborkan itu." ucap Jura.


"Lalu.. bagaimana sekarang? Haruskah kita memberitahukan masalah ini kepada Dewi??" tanya Saga, kepada yang lainnya.


***


"Hem.. Hem.. Kerja bagus Razak, kau memang selalu bisa kuandalkan. Tapi.. Omong-omong apa mereka ada keterkaitannya dengan Calon Pengantinku??"


"Tepat sekali Baginda.. Sepertinya mereka melindungi Dewi kecil itu." tegas Razak.


"Hehe.. Ternyata begitu rupanya! Bahkan di usianya yang segitu, ia sudah bisa mememiliki Spirit hebat, apalagi tidak hanya satu, bahkan sampai tiga. Apa kau bisa merasakan Spiritnya berada di tingkat apa?" ujar Raffael penasaran.


"Tentu saja Baginda.. Ketiga ekor musang tersebut, mempunyai Level jauh diatas Bagzul."


"Benarkah..?" kagetnya.. "Hem.. Hem.. Jika begitu dia memang pantas menjadi Ratuku, bukan begitu Razak!!" ujarnya menyeringai lalu menoleh kearah Razak.


"Benar Baginda, saya sangat setuju akan hal itu. Sebaiknya anda secepatnya menjadikan Dewi kecil itu, sebagai milik anda Baginda. Karena Saya melihat masa depan Calon Ratu, sangat terang benderang Layaknya matahari.


Siapapun yang memilikinya pasti akan sangat beruntung..! Selain kecantikan yang tiada duanya, ia juga akan membawa keberuntungan bagi orang-orang di sekitarnya. Tepatnya, dia adalah harta kartun yang sangat berharga Baginda." ujar Razak yang melihat sedikit masa depan Ravella.


Raffael merenungi perkataan Razak, ia tersenyum dalam diam, membayangkan kembali saat ia berdua, mengobrol bersama dengan Ravella.


"Yah, aku tahu itu Razak. Karena aku juga telah mendengar tentang Ramalan tersebut. Sebab itulah aku sangat bersungguh-sungguh untuk menjadikannya sebagai milikku.


Bagiku, tidak ada yang lebih pantas mengisi posisi Ratu di sisiku, selain dia! Hanya saja.. Untuk saat ini aku harus sedikit bersabar. Dikarenakan ia masih berusia sembilan tahun bukan!!" ujar Raffael sambil menyeruput teh hangat.

__ADS_1


"Benar Baginda, akan tetapi.. Masih ada satu hal lagi yang belum saya ceritakan kepada anda." ujar Razak sambil duduk bersandar di kursi.


Raffael Menatap tajam kearah Razak, sedangkan Razak menganggap santai tatapan tersebut. Ia tersenyum miring.. sambil memegang dagunya.


"Apa Itu?" tanyanya tegas.


"Selain tiga ekor musang tersebut, Saya juga merasakan pergerakan samar-samar dari seseorang yang tidak diketahui wujudnya! Dia sangat pintar menyembunyikan keberadaannya.. Sehingga saya tidak bisa merasakan dengan jelas Energi miliknya itu."


"Lalu.. Apa kau mengetahui siapa sosoknya?"


"Eum.. Tidak Baginda, sebab itu, sebenarnya saya masih ragu untuk menceritakan masalah ini kepada anda. Akan tetapi.. Apa mungkin Levelnya berada di atas saya?" pikirnya mulai meragukan dirinya sendiri.


"Apa maksudmu?" tanyanya bingung.


"Entahlah Baginda.. Rasanya saya tidak mampu menembus Perisai miliknya. Meski saya sudah memberi sedikit ancaman, untuk memancingnya keluar. Akan tetapi.. sepertinya dia tidak terpengaruh sama sekali dengan umpan yang saya berikan." ujar Razak, sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Begitukah! jadi masih ada yang lain? Berarti kita tidak boleh sembarangan menyerang Razak, Intinya.. anak itu sangat di lindungi." ujar Raffael mengingatkan Razak.


"Tapi anda tidak perlu khawatir Baginda, meski saya tidak bisa Merasakan energi keberadaan miliknya.. Bukan berarti saya tidak bisa mengalahkannya bukan!! Hi..hi.." gumamnya percaya diri. "Buktinya.. Saya juga bisa menembus Penghalang yang mereka buat."


"Penghalang! Maksudmu? Dukedom ini, di bentengi dengan Perisai??"


"Haah.. Lalu kenapa kau baru mengatakannya sekarang!!" ujar Raffael kesal.


"Heum.. Saya pikir anda sudah tahu, makanya saya tidak bilang." jawabnya jujur.


"Kau salah, aku bahkan tidak bisa merasakannya sama sekali." akunya jujur. 'Cih, aku tidak menyangka! bahkan aku sendiri tidak bisa merasakan adanya Perisai yang membentengi Mansion tersebut.' keluhnya dalam hati.


"Apa mungkin karena itu adalah Perisai suci..? Yang mempunyai kekuatan hawa murni dari seorang Pertapa tua. Yang melindungi tempat itu!" pikir Razak, sambil memegangi dagunya.


"Haah.. apalagi itu..? Aku tidak mengerti..!" celetuknya kesal.


"Tentu saja anda tidak tahu Baginda.. Karena masih banyak misteri di dunia ini yang tidak bisa kita mengerti dan belum terpecahkan hingga sekarang. Saya pun tahu karena saya sudah berada lama.. Di dunia ini, Karena itu saya bisa tahu meskipun hanya sedikit.


Misteri di dunia ini bagai sebuah puzzle yang terpisah-pisah potongannya.. Tentunya untuk bisa memecahkan semua puzzle tersebut, kita harus mengumpulkan pecahannya, dan merangkumnya menjadi satu.

__ADS_1


Namun itu membutuhkan proses lama dan sangat panjang, untuk itu anda harus hidup lama, atau abadi Baginda. Agar anda bisa melihat semua misteri keajaiban di dunia ini." ujarnya semangat.


"Yah, aku berharapnya juga begitu Razak. Tapi, lupakan dulu soal itu! Kembali lagi ke topik sebelumnya.. kita juga masih belum tahu akan kekuatan yang di miliki Duke, seperti apa Singa negara ini, dan bagaimana kelemahannya!?


Bukankah namanya juga sangat tersohor di seluruh benua. Jadi pasti akan sulit untuk menaklukkannya, Hem.. Yah! meskipun aku bisa melakukannya jika aku ingin, tapi sebelum itu..!? Aku harus menjinakkan dulu kelemahannya, Dengan begitu aku bisa mengekangnya dalam genggammanku." seringainya.


"Anda benar baginda, Namun, bukan niat menyombongkan diri. Jika Baginda mau.. Saya bisa langsung melenyapkan negara ini hanya dalam waktu yang sekejap." Ujar Razak percaya diri.


"Hem tentu saja itu sangat mudah di lakukan hanya di bawah perintahku! namun, seperti pembicaraanku di awal. Kalau aku tidak mau merusak citraku di depan Calon Ratuku Razak.


Dan aku juga tidak ingin menyakitinya dengan cara kotor, meski aku bisa melakukannya jika aku mau. Aku tidak ingin terlihat buruk di mata Calon Ratuku.


Jika baru memulai saja sudah melakukan perbuatan yang menyakitinya! Lalu.. Bagaimana nanti aku bisa menjalin hubungan dengannya!? Kau pikir lukanya akan bisa di sembuhkan begitu saja?


hanya dengan kasih sayang, dan perhatian dariku!! Tentu saja tidak Razak. karena aku ingin memulainya dengan awal yang baik." tanpa sadar Raffael telah jatuh cinta dengan Ravella, sehingga ia terlalu memikirkan perasaan Putri Kecil pujaannya itu!


dalam hati ia bergumam. 'andai itu benar terjadi.. Tentu saja itu adalah pilihan terakhir!!' Gumamnya sambil memandang sendu kelangit malam, yang di penuhi dengan banyak bintang bertaburan.


...****************...


Saat ini di Mansion.. Netra Emasnya tertuju hanya pada sosok gadis kecil, yang sedang terbaring dan hanya mengenakan Gaun putih polos. Ia menghampiri sosok Permaisuri kesayangannya itu.. Lalu duduk di sampingnya.


Dalam sekejap, tempat itu langsung berubah jadi berada di dalam kamar megah miliknya. Tampak tirai emas mengelilingi ranjang besar miliknya.. Dan hanya sebagian tirai yang tersingkap, yaitu di tempat ia duduk.


Saat melihat sosok kecil yang sangat rapuh tengah terbaring di ranjang besar miliknya.. Ia berujar dengan tenang namun, baru mendengar suaranya saja! sosok itu sudah ketakutan duluan.


"Keluarlah.. Aku tahu kau bersembunyi di bawah alam sadar Permaisuriku."


"Ba-ba-bagaimana anda bisa tahu? Ji-ji-jika saya bersembunyi disini?" Ujarnya gemetar.


"Hem.. Bukan tempatmu untuk bertanya. Atau.. Haruskah aku mengurungmu dalam sangkar penyiksaan, agar kau tidak bisa berkeliaran bebas untuk selamanya..!" ujarnya dengan nada lembut yang mengancam.


"Ba-baik.. Sa-saya akan keluar." ujar sosok tersebut merasa terintimidasi.


Tak lama setelah ia bicara.. Tampak sosok cahaya sekecil mutiara, keluar dari kening Ravella. Cahaya itu melayang terbang perlahan lalu berhenti tepat di hadapan Dewa Zando.

__ADS_1


"Am-ampuni saya Dewa..!"


"Jadi, apa kau mengenalku??" tanya Dewa Zando menyeringai.


__ADS_2