AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
AKU BERBEDA DENGANMU!


__ADS_3

Dikamar lain, lannox sedang berbaring disamping putrinya sambil menggenggam tangan kecil miliknya.


"kapan kau bangun sayang! Masih ada banyak hal yang belum kita lakukan." lannox mendekap putrinya, dan memeluknya lembut. 'Setelah mendengar apa yang jura katakan, entah kenapa aku jadi semakin takut untuk meninggalkannya sendirian dikamar! Aku sangat takut membayangkan apa yang akan terjadi. Meskipun dia dikelilingi spirit hebat, Tapi tetap saja aku masih khawatir. Bukannya aku tidak mempercayai para spirit! hanya saja.. sebagai orangtua, Aku tidak bisa mempercayakan keamanan putriku kepada siapapun. Apalagi dia adalah putri satu-satunya yang kumiliki, dan juga harta berhargaku.' "kau harus bangun nak, lakukan apapun yang kau suka! Ayah tidak akan melarangmu, asal jangan tidur terus seperti ini..!"


"jadi disini kau bocah!" lannox menjadi jengkel, saat melihat zion datang menghampirinya.


"cih, bagaimana bisa kau menemukanku?."


"tidak sulit mencarimu, selama kau masih berada didalam mansion ini. Daripada itu.. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!"


"jika itu tidak penting, lebih baik tidak usah dibicarakan."


Namun zion mengacuhkan perkataan lannox. "haah.. Utusan yang aku kirim keperbatasan, salah satunya telah mati terbunuh." lannox terkejut, dan mulai tertarik mendengarnya, ia bangun dan melepaskan pelukannya perlahan agar tidak menyakiti putri kesayangannya dan iapun langsung duduk ditepi ranjang."


"apa.. bagaimana bisa! siapa yang membunuhnya? Jika itu kaisar.. Aku meragukannya, karena kaisar bukanlah orang sesadis itu!"


"hmm.. Entahlah, aku justru sangat curiga dengan pihak orsi."


"apa maksudmu?"


"ya.. bisa saja anak itu sudah dianggap gagal dalam menjalankan misinya. Dan mereka berdalih seolah-olah akan memberikan misi lebih penting, padahal kenyataannya ia akan dibunuh."


"apa mungkin! agar informasi penting tidak bocor keluar!" ungkap lannox


"ya.. bisa jadi seperti itu..! Omong-omong mengenai soal orsi, bagaimana hasil penyelidikanmu? Bukankah saat ini count sudah dibebas tugaskan, karena kau takut pihak orsi akan mengincar keselamatannya!"


"ya.. Aku masih belum mendapatkan informasi apapun tentang mereka, sepertinya sangat sulit untuk mengulik masalah ini..!"


"hmm begitu ya.."


"tapi aku menangkap salah satu prajurit mereka. Dan dia berjanji akan membocorkan semua yang ia tau tentang orsi. Hanya saja.. Aku masih meragukan bocah itu! Dan sekarang, tugas itu aku serahkan kepada argus."


"oh iya.. Sebenarnya aku datang mencarimu.. Untuk menanyakan masalah ini, bagaimana bisa kau mempercayakan masalah internal mansion ini, kepada bocah itu? Aku sangat muak melihat wajahnya yang berkeliaran bebas dimansion ini."


"ya.. Aku juga tidak menyangka, dia datang sendiri tanpa kupanggil. Dan berkatnya juga.. Salah satu anak buah orsi tertangkap. Jadi aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.. Karena dia juga berperan penting dalam masalah ini..!"


"jadi untuk itu, kau menugaskannya mengawasi bocah yang kau bicarakan tadi?"


"ya.. Itu salah satunya..!"


"memangnya Ada lagi yang lainnya?"


"ya, dia harus mengintrogasi para pelaku ynag telah menyebarkan wabah!"

__ADS_1


"kenapa tidak kau serahkan saja langsung kepada kaisar, bukankah ini tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin negara ini..!"


"kalau aku menyerahkannya secara bulat-bulat masalah ini kepada ular tua itu..! Bisa saja kita akan kehilangan banyak informasi penting."


"hmm.. benar juga, adakalanya kaisar suka bermain trik licik." timpal zion.


"yah.. Untuk sekarang akan banyak pekerjaan yang menumpuk harus diselesaikan, untuk itulah karena kesibukanku.. Sebagian pekerjaan kuserahkan kepadamu dan argus. Kalian harus bekerja sama dengan akur, dan jangan campur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan."


"cih, kau bisa bilang begitu karena bukan kau yang mengalaminya.. Dasar bocah tengik."


"heh.. Sesama tengik jangan berisik."


"enak saja..aku berbeda denganmu! Oh iya.. Kata kakekku, jika kita berdua harus melindungi dewi, dan harus selalu berada disisinya..!"


"ya itu juga, yang dibicarakan jura padaku."


"hmm.. apa sebenarnya yang terjadi?"


"aku juga tidak mengerti, dia tidak menjelaskannya dengan rinci. Karena kedatangan argus yang tiba-tiba, iapun menghilang begitu saja."


"lalu.. Dimana mereka? Bukankah seharusnya mereka ada disisi dewi."


"entahlah, sebaiknya kau tanyakan saja pada mereka! Pergilah.. Aku ingin istirahat sebentar dengan putriku, jadi jangan menggangguku."


Di kekaisaran ergben, baron aisher telah tiba dikediamannya, lukas yang mendengar kedatangannya, tanpa menunggu ia segera pergi menemuinya. Karena diistana ia tidak bisa bergerak bebas lagi seperti dulu..!!


Lukas 'hmm.. Kebetulan, Karena dia sudah tiba. lebih baik aku yang menghampirinya, disini sudah tidak aman lagi.' lukas langsung berdiri dan bergegas untuk pergi.


Arlo "kau mau kemana lukas?"


Zora "......."


Lukas "ketempat baron aisher."


Zora "kalau begitu aku ikut."


Arlo "hei jangan tinggalkan aku!" arlo berlari kecil mengejar keduanya, lalu ketiganyapun pergi meninggalkan perpustakaan.


Didalam gua, didekat air terjun. Tama yang sudah membuat simbol lingkaran dengan ukiran bintang didalamnya. Berdiri dengan gapi didalam lingkaran tersebut! "sekarang ikuti apa yang aku ucapkan."


"baik paman." dalam hati ia kebingungan. 'apa sebenarnya yang ingin paman lakukan terhadapku!'


"*RAMIUZ MURRAZIAS"

__ADS_1


"RAMIUZ MURRAZIAS*"


Setelah mantra diucapkan, tubuh gapi seperti terbakar " kenapa ini r.. r.. rasanya s.. sakit sekali pa.. man......!"


"kau harus menahannya nak.. Jangan menyerah." tubuh gapi dipenuhi dengan mantra aneh yang mengelilingi seluruh tubuhnya. "aaaaahhhhhhhhhhh.. sakit paman.....!"


"kau harus bertahan sedikit lagi, jika kau menyerah sebelum mantranya selesai, kau akan mengalami kelumpuhan total, bertahanlah." tama menjadi khawatir. 'kumohon, bertahanlah sedikit lagi.. sedikit lagi...'


"i.. Itu.. bukankah itu suara raja kecil..!" ujar serin kaget.


"t.. tenanglah.. raja kecil pasti baik-baik saja, aku yakin itu." ucap beni meyakinkan teman-temannya.. Kelima peri kelihatan sangat panik, Tiba-tiba ada suara yang datang dari belakang mereka.


"apa yang terjadi? Dimana raja kalian.. !"


"eh tuan jura.. I.. Itu beliau dibawa kedalam air terjun oleh tuan tama." ucap serin menunjukkan tempat yang dimasuki oleh tama dan gapi. Tanpa menunggu, jura langsung menembus air terjun tersebut, apalagi setelah mendengar teriakan kecil, saat ia sedang dalam perjalanan.


"wwussshhhh.."


"huruf berbentuk mantra kuno terus berpencar bagaikan bintik-bintikkecil keseluruh tubuh gapi, huruf mantra menyala bagai api.. Membuat tubuh gapi melayang dengan sendirinya.


"apa yang terjadi?" jura langsung datang tergesa-gesa karena khawatir, tama langsung menoleh kearahnya.


"tenanglah jangan mengganggu, nanti akan kujelaskan." ungkapnya melalui telepati, jura tidak bisa berkata apa-apa dan, terus memperhatikan keduanya tanpa berkedip sedikitpun.


'aku akan mempercayaimu, karena tidak mungkin dia berniat ingin membunuh anak itu! Sebab aku tidak merasakan aura membunuh darinya.'


Tubuh gapi masih melayang.. Setiap huruf aneh menyebar kedalam tubuhnya seperti cahaya api.. Huruf-huruf tersebut menyebar dan menyerap kedalam tubuh gapi lalu menghilang. Dan saat huruf itu menghilang dari tubuhnya! Tubuh Gapipun terjatuh kebawah, tama dengan sigap langsung menangkap tubuh kecilnya.


"bug.. Syukurlah bocah kecil, Kau telah berhasil melewatinya masa krisismu nak." setelah ritual berakhir, lingkaran yang ada dibawah kaki keduanya, langsung menghilang tanpa jejak.. Jurapun langsung menghampiri keduanya.


"apa yang telah terjadi..? Apa yang telah kau lakukan kepada anak ini..?!!"


"tenanglah, aku hanya mengobati luka dalamnya yang terlihat sangat parah. Dan.." ia meletakkan tubuh gapi keatas batu sepanjang satu meter yang ada didepan mereka.


"dan apa..!!" desaknya panik.


"sepertinya kau sangat menyayangi bocah ini?"


"cepat katakan jangan bertele-tele, ada kalanya aku menjadi tidak sabaran.." jura mengacuhkanny perkataan tama, dan langsung mendesak jawaban.


"haah.. Anak ini memeng terlihat sangat sehat dari luar, akan tetapi.. Dari dalam tidak begitu. Entah apa yang terjadi padanya.. Saat ia berhadapan dengan musuh. Walaupun dia tidak terkena serangan fisik secara langsung, Tapi efek yang dia rasakan karena terkena imbas dari kekuatan tersebut, memberikan dampak yang cukup fatal untuknya."


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


__ADS_2