AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
MARI KITA LIHAT, SEJAUH MANA KAU MAMPU MENAHAN SERANGANKU INI...!


__ADS_3

'Celaka..! Tidak hanya sihir, bahkan Auraku tidak bisa kugunakan sama sekali. Karena ruang lingkup di sekitarku, kini telah berubah menjadi area hitam yang telah di tandainya.


Dasar Bayangan jelek menjijikan. Aku harus mencari cara untuk lepas dari belenggu ini...!'


Argus berontak ingin lepas dari area yang telah di tandai bayangan hitam besar itu! Bayangan hitam itu kini masih berdiri mengawasi pergerakan Argus.


Ia meletakan senjata tongkat sabitnya di atas bahu kiri, sedangkan tangan lain.. Ia menengadahkan telapak tangannya.. Dan menggumamkan sesuatu yang membuat Argus kesulitan.


"(DARI YANG PALING HITAM KEMBALI MENJADI HITAM, MENYATULAH WAHAI JIWA YANG MURNI DENGAN KEKELAMAN YANG ABADI.)"


Tak lama setelah bayangan hitam itu menyeru! di sekitar Argus muncul lingkaran hitam bercahaya.. Dari lingkaran tersebut, keluar serpihan hitam terbang keatas.


"Heh.. Apa ini?" tanya Argus heran. 'Tidak bisa, ini sepertinya tidak baik! Jika aku terpaku pada keanehan ini.. Bisa-bisa aku akan mati terserap dengan sihirnya.' pikirnya mulai khawatir.


Lalu.. Argus mulai duduk bersila di tengah lingkaran tersebut. Ia mulai fokus dan menyatukan kedua tangannya dan memejamkan kedua mata indahnya.


Argus tenggelam dalam semedinya, lalu tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan cahaya terang dan muncul angin di sekitar tubuhnya.. perlahan-lahan dan mulai berputar. Membentuk pusaran kecil yang semakin lama.. Semakin kencang dan pusaran di sekitarnya semakin bertambah besar.


Melihat hal tersebut, bayangan hitam besar menutup kedua matanya dengan kedua lengannya karena pancaran cahaya yang sangat menyilaukan dari tubuh Argus.


Dan bayangan hitam besar itu kini di terpa pusaran angin kencang, bayangan hitam itu tertarik seperti magnet perlahan tersedot kedalam pusaran angin.


"tidak...., a-apa yang terjadi? Ritual penyerap jiwa baru saja di mulai.. Ta-tapi kenapa malah, tidaaaak........., kini bayangan itu tersedot ke dalam pusaran. Angin di sekitar Argus berputar sekencang badai.. Hanya posisi Argus yang masih tampak biasa dan tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.


Angin di sekitar tubuhnya.. Berputar kencang menjadi sebuah perisai pelindung dari serangan lingkarang hitam dan Para Hantu Penyerap Jiwa! Melihat hal tersebut, si penyihir yang sejak tadi mengawasi dari kejauhan.


Mulai tampak gelisah dan tidak senang, melihat pasukan hantu Penyerap Jiwa miliknya.. Tidak berdaya dan telah terhisap kedalam pusaran cahaya, karena telah masuk kedalam Zona perisai sihir yang telah di buat Argus.

__ADS_1


'Cih, gawat! jika terus di biarkan seperti ini.. Pasukan yang telah susah payah aku panggil, akan lenyap begitu saja. Dan efek samping dari kegagalan ini.. Akan berakibat fatal untukku.' pikir si Penyihir semakin gelisah.


Ia mulai memanggil kembali Pasukan yang telah di lepaskannya.. Dan dalam sekejap, Pasukan hantu Penyerap Jiwa miliknya. telah menghilang dari pusaran angin tersebut.


Dan lingkaran hitam di sekitar Argus, perlahan-lahan mulai menghilang dan lenyap. Kabut tebal yang tadinya menyelubungi, kini telah memudar. Dan awan gelap pun mulai menghilang.


Suasana di sekitar Argus, kini telah kembali seperti semula. Setelah merasakan ketenangan di sekitarnya.. Suasana yang mencengkam telah kembali menjadi hening. Argus pun membuka kedua matanya yang indah.


Tampak penyihir lusuh kini sedang mengarahkan tongkat kepala tengkorak miliknya, kearah Argus. 'Sial, apalagi yang akan dilakukan Si Penyihir jelek?' pikirnya yang kini mengernyitkan kedua alisnya. Tak lama.. Muncul ratusan bola hitam mengambang di udara dan siap di luncurkan.


Dari kejauhan, muncul seringai di wajah si penyihir yang menimbulkan tanda tanya! Dan dalam sekejap ratusan bola hitam di arahkan pada Argus. Menyadari bahaya mendekatinya.. Argus sontak saja langsung membuat perisai pelindung.


Namun yang terjadi di luar dugaan.. Bola-bola hitam itu malah berhenti, dan tidak jadi menyerang Argus. Melihat kejanggalan tersebut Argus sontak merasa ada yang aneh dengan bebola hitam tersebut.


Ia pun mencoba membuka perisai pelindungnya.. Dan bola itu kembali bergerak dan langsung menyerang Argus bertubi-tubi. Hingga ledakan demi ledakan terjadi.


Argus yang terkena ledakan tersebut kini babak belur, dan tubuhnya terluka parah akibat ledakan yang beruntun itu.


'Cih, Sial. Jadi bola sihir itu seperti hidup dan pintar memanipulasi gerakan. Ketika aku menggunakan perisai pelindung ia kembali berhenti.. Dan saat aku menghilangkan perisai. Bola hitam itu kembali lagi bergerak dan langsung menyerang tanpa henti.' pikirnya mengamati bola hitam tersebut.


Sedangkan penyihir yang hanya melihat dari kejauhan, tertawa bahagia menikmati pemandangan atas ketidak berdayaan Argus, Yang kini terluka parah.


'Bagus, dengan begini aku tidak perlu lagi turun tangan secara langsung hanya untuk menghabisinya.' pikir Si Penyihir yang masih terus mengamati Argus menyeringai. Ia terlihat seperti sedang mengincar sesuatu, dan sedang menunggu kekalahan Argus.


Argus yang tengah terdesak, berupaya meregenerasi lukannya. Sambil menyusun strategi ulang, untuk menghadapi bebola hitam yang kini tengah mengambang di sekitarnya. Bebola hitam itu masih terus memantau dan mengamati Argus. Menunggu hingga perisai di sisi Argus menghilang.


***

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain.. Melihat tanah telah Kembali rata dan tenang.. Dewa itu pun menyeringai dan berbalik pergi meninggalkan Rabarus yang kini telah dibenam tanah. Namun, baru saja ia membalikkan tubuhnya.


Tiba-tiba ia di kejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa. Rabarus yang telah tertimbun di dalam tanah! Tiba-tiba saja membuwt pergerakan, tanah itu kembali bergetar lalu meledak.


Dari serpihan tanah tersebut, tampak sosok Rabarus yang sedang melayang terbang di udara, dan kini mulai bertatapan langsung dengan Sang Dewa. Dewa yang menyaksikan hal tersebut malah terlihat sangat senang dan menyeringai.


'Hem..hem Aku tidak menyangka anak itu bisa keluar dan masih tetap hidup. Hihihi.. Ini jadi tambah menarik.


Sudah lama aku tidak merasakan perasaan semenyenangkan ini..! Biasanya seranganku selalu akan berakhir dengan cepat, lalu aku menjadi bosan.


Tapi, anak itu sepertinya berbeda! Bagus, mari kita lihat, sejauh mana kau mampu menahan seranganku ini..!'


Dewa itu mengangkat salah satu tangannya, dan menggerakkan tangan kanannya.. Lalu mengepalnya erat. Dan dalam waktu yang sekejap, muncul cahaya panas dengan kecepatan kilat jatuh dari langit dan akan menimpa bumi.


Rabarus yang melihat hal tersebut, tersentak menganga timbul rasa kekhawatiran di hatinya. 'Astaga.., ini gawat. Jika cahaya meteor sepanas itu jatuh menimpa bumi.....,' perkataannya terhenti, pandangan Rabarus langsung tertuju kearah Mansion.


'Tidak mungkin, ini tidak boleh terjadi. Jika Anak yang di sayangi Dewi Mati..! Aku harus cepat.' pikirnya, Rabarus dengan refleks secepat kilat langsung terbang dengan kecepatan tinggi. Ia terbang mendekati meteor panas yang saat ini tengah menuju kebumi.


'Sial, aku tidak peduli jika bumi ini hancur. Yang jadi masalahnya.. Jika sampai Bocah Lannox dan orang-orang terdekat Dewi mati. Aku pun akan berakhir di tangan Paduka! Ini tidak boleh di biarkan, aku harus mengerahkan seluruh kekuatan yang aku punya.'


Dalam waktu singkat.. Rabarus langsung bertransformasi kewujud Rubah Api Suci. Ia berubah membesar dan semakin membesar menjadi ukuran Raksasa


Dan setelah merasa berada jauh dari daratan, ia berhenti dan menatap Meteor yang saat ini sedang mengarah kebumi.. Bahkan perubahan bentuknya yang sekarang membuat,


Penyihir dan juga Argus, terkejut melihat bentuknya. Mereka yang kini sedang bertarung pun ikut bereaksi dan takjub dengan pemandangan yang luar biasa itu.


Rabarus mengerahkan seluruh kekuatan yang ia punya.. 'Rabarus menatap fokus pada meteor besar itu! Dan, ia mulai membuka mulutnya.. keluar cahaya yang berkumpul di hadapannya dan semakin lama, Cahaya Hijau, Putih, Kebiruan itu.. semakin membesar hingga menyamai besar meteor tersebut.

__ADS_1


Nantikan episode selanjutnya..!


__ADS_2