AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
APA KAU SUDAH MEMBERI MEREKA NAMA..?


__ADS_3

"Tuan tolong selamatkan kami...! desa kami sudah tidak aman lagi untuk di tinggali, tolong izinkan kami melintasi perbatasan, karena para monster sudah sampai di desa sebelah, kami mohon tuan?." pinta pak tua itu.


Warga desa ramai-ramai berlari memasuki perbatasan meninggalkan desa dan rumah mereka, karena para monster, sudah banyak membunuh warga kota. sehingga negara tentangga kualahan, dan banyak para prajurit yang mati mengganaskan. berita kedatangan para monsterpun tersebar hingga ke pinggiran desa dan para pelosok negeri, rakyat dipaksa mengungsi kenegara tetangga.


Muncul lingkaran biru di istana kekaisaran, tampak terlihat sosok Lannox dan Zion mengenakan jubah perang.


"Hmm.. akhirnya mereka telah tiba"


"Zion, kau istirahatlah dulu, karena aku akan menyelesaikan sedikit urusan disini."


"Baiklah, jika itu yang kau inginkan Nak."


"Lapor Baginda, Komandan Lannox telah tiba, dan sekarang beliau sedang berada diluar istana."


"Apa.. diluar istana!! lalu mengapa dia tidak menyapaku..?" Tanya Kaisar 'Anak itu, masih saja bertindak sesuka hatinya. apa aku ini tidak di anggap sebagai Kaisar olehnya..! dasar bocah sombong.'


"Baiklah katakan padanya, suruh dia menghadapku sekarang."


"Baik Baginda, akan saya laksanakan."


Parajurit itupun pergi, setibanya di temoak Duke.


"Lapor Komandan, Baginda memanggil anda untuk segera menghadap."


Lannox adalah panglima perang kekaisaran, di saat akan perang.. Lannox akan dipanggil dengan gelar komandan.


"Baiklah, aku akan segera kesana setelah urusanku disini selesai. minggir.."


"Ta.. tapi Komandan, Baginda, memerintahkan anda untuk segera menghadap sekarang."


"Apa kau tuli? bukankah sudah kukatakan kalau aku akan pergi setelah urusanku disini selesai..!" ucapnya dingin.


"Ba.. baik Komandan, akan saya sampaikan pada Baginda Kaisar."


Lannox kemudian mulai fokus dengan tujuan awalnya, lantas Ia meletakan tangannya kelantai, dan keluarlah cahaya biru melebar dan semakin membesar dan membungkus istana kekaisaran. kemudian Lannox mencoba menyerang dinding sihir, dengan mana miliknya. alhasil, mana itu mental dan meledak lalu Lannox memanggil zion.


"Zion.."


"Ada apa nak..!"


"Coba kau serang.."

__ADS_1


"Apa kau yakin..?"


"Ya"


Hem.. Zion sedikit ragu, namun dia mencobaa menyerang seperti yang di perintahkan. alhasil Zion tidak bisa menembus dinding itu.


"Ha.. bagaimana bisa?" ujarnya Tak percaya.


"Baguslah, dengan begini sudah aman."


"Apa maksudmu...?" tanya Zion belum mengerti.


"Ya.. aku sengaja memasang pelindung sihir, dengan begini.. tidak ada yang bisa mengganggu kediaman Kaisar. dan sekarang, saatnya menghadap Kaisar TUA JELEK."


"Akhirnya, kau datang juga menemuiku, dasar bocah tengik."


"Hormat kepada matahari kekaisaran"


"Hem.. apa yang kau lakukan? Sehingga kau lebih mendahului urusanmu, daripada menemuiku!!"


"Tidak ada, hanya masalah pribadi." ujar Lannox santai.


"Masalah pribadi..! apa kau mempunyai kekasih?" tanya Kaisar menyelidik.


'Ciih, dasar bocah tengik, baru begitu saja kau sudah kesal.' kaisar merungut dalam hati. "lalu bagaimana dengan Putrimu? mengapa kau tidak titipkan saja dia disini. bukankah lebih aman, jika Putrimu berada dalam lindungan istana..!!"


"Terimakasih atas kepudulian Baginda, akan tetapi.. mansion saya lebih aman untuk Putri saya. daripada berada didekat orang yang berambisi memilikinya." Jawab Duke, langsung mengenai sasaran.


'Cih bocah sombong ini.. aku mungkin sekarang tidak bisa menemuinya, tetapi aku masih punya cara lain.' Kaisar memikirkan rencana lain. "haah.. baiklah jika itu yang kau inginkan lantas, kapan kau akan berangkat keperbatasan..?"


"Saya akan pergi setelah menemui Baginda."


"Apa, secepat itu? Kalau begitu, aku tidak akan menghalangimu, kau bisa berangkat sekarang. kuharap kau pulang dengan membawa kabar baik! jika tidak, mungkin kau akan kehilangan Putrimu, Lannox."


'Dia mencoba mengancamku, untuk memiliki Putriku. ciih, jangan bermimpi.'


"terimakasih Baginda, saya pasti membawa kabar baik, tapi dengan syarat..?" Ujar Duke menyeringai.


'Hmm anak ini benar-benar licik, membalikkan kata-kataku dengan syarat.' pikirnya geram. "Katakan apa itu..?"


"Apakah Baginda bisa memegang janji Baginda!! jika tidak, saya tidak akan pergi keperbatasan." Duke mengancam, membuat ekspresi Kaisar berubah Masam.

__ADS_1


Sang Kaisar mengepal lengan kursi yang di dudukinya.. jika ia tidak menerima pensyaratannya, Kekaisaranlah yang akan menanggung kerugiannya, apa lagi cuma Duke yang paling bisa Di andalkan, mau tidak mau Kaisar, harus menerima syarat yang di ajukan Lannox kepadanya.


Setelah mengajukan pensyaratan, Lannox pun keluar dari istana, langsung menuju ketempat Zion.


"Oho.., akhirnya kau selesai juga nak..!"


"Ya.. saatnya kita berangkat. tik." jentikan jari Lannox berbunyi, pola sihir teleportasi dihidupkan kembali.. lingkaran cahaya biru, mengelilingi mereka berdua Lannox dan Zionpun, hilang dalam pusaran cahaya biru.


Sementara seorang Pria menyeringai, tidak sabar menantikan kekalahan sang Duke.


"Aku sungguh tidak sabar melihat sejauh mana, kau bisa bertahan Lannox!!"


***


"Huh, lelah sekali.. akhirnya aku berhasil membuat mereka menunjukkan wujud aslinya, dan aku tidak menyangka, mereka begitu lucu."


"Apa kau sudah selesai latihan nak...!" Tanya Jura.


"Ah Kek Jura.. ia berkat bantuanmu, akhirnya aku bisa menjinakkan mereka berdua." Jura pun mengangguk lega.


"Apa kau sudah memberi mereka nama..?"


"Tentu saja sudah Kek, aku sangat senang mereka menyukai nama yang kuberikan." Ujar Ravella ceria.


"Baguslah nak Dewi, sekarang istirahatlah.. kau sudah terlalu banyak menggunakan tenagamu."


"Baik kek, aku memang sangat lelah. latihan kali ini.. benar-benar menguras tenagaku. aku tidak menyangka kekuatan yang mereka gunakan, sangat besar."


"tentu saja, mereka itu istimewa, makanya mereka berbeda dari Mana dan Aura biasa pada umumnya. berkat kekuatan SUCI milikmu, mereka menjadi hidup sekarang."


"Hem.. ya setelah aku melihat mereka secara langsung, akhirnya aku faham mengapa kau bilang mereka sangat istimewa Kek." ujarnya senang.


"Tidurlah Dewi, tubuhmu sudah sangat kelelahan, jika kau terus memaksakan berada lama di Zona Mana.. tubuhmu mungkin akan butuh waktu sebulan, baru akan siuman. untuk itu kita sudahi saja dulu, pembicaraan kita Nak." ujar Jura Khawatir.


"Sebulan..! itu waktu yang sangat lama sekali Kek, jika sampai Ayah melihatku tidak bangun-bangun dalam sebulan, Ayah pasti akan marah besar pada orang di sekitarku. bisa jadi Ayah akan membunuh mereka semua, kau benar Kek, kalau begitu aku pamit dulu Kek."


"Baiklah Nak Dewi, aku akan segera menemuimu lagi nanti."


"Siap Kek" Ravellapun menghilang dari Zona Mana, dan jiwanya telah kembali keraganya."


"Ya sebaiknya kau tidak kuberitahu dulu tentang kepergian si bocah tukang rusuh, jika dia mengetahuinya.. aku yakin dia pasti akan segera menyusul bocah itu, kemedan perang."

__ADS_1


udah'ah segini aja dulu ye.. aku capek, ntr kalau g sibuk aku up lagi ok bye 😎😎😎


note: jangan lupa vote, like, komen, n saran kalian. karna itu akan membantuku untuk lebih bersemangat lagi dalam menulis. 😉


__ADS_2