AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
TIDAK ADA KESEMPATAN KEDUA BAGIMU!!


__ADS_3

"Baru-Baru ini.. Saya mendapat Kabar, tentang rumor yang telah beredar luas, Di Kekaisaran Benua Utara.


"Apa itu??" Ujarnya Singkat, sambil duduk bersandar disofa.


Ada beberapa informan yang telah tertangkap dikekaisaran, beredar kabar, jika informan tersebut berhasil kabur.


"Lalu.. Apa urusannya denganku!" Tanya Pria itu. "Apa karena hal sepele seperti itu.. kau mengundangku Edgar..! Jika kau tidak punya info penting untukku, sebaiknya aku kembali sekarang."


Pria itu bangun dari sofa, dan ingin beranjak pergi. Tapi, saat ia mulai melangkahkan kakinya.. mendengar ucapan Pria paruh baya, berkaca mata. Pria itu pun, menghentikan langkah kakinya.


"Tunggu dulu Tuan, tentu saja saya mempunyai informasi yang sangat anda butuhkan. Dikatakan, Singa kekaisaran yang sangat terkenal di negara tersebut. Mempunyai seorang Putri Gelap, yang tidak diketahui asal-usulnya oleh siapapun. bukankah ini bisa anda jadikan sebagai kelemahan untuk menyerangnya..!" Ujarnya Menyeringai.


Pria misterius yang tadinya memunggungi Edgar, kini mulai tertarik dan berbalik, menghadap wajah Edgar, yang tengah tersenyum padanya. Dan, Pria misterius kembali duduk disofa panjang.


"Dan satu lagi Tuan, Sepertinya, salah satu tahanan yang kabur, adalah Informan kita!!" Ujarnya menyeruput teh hangat, sambil melihat kearah Pria tersebut.


Pria itu lantas, merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa, lalu.. Melipat kedua kakinya. Ia menyeringai dan menatap tajam, kepada Edgar.


"Katakan apa mahumu?" Mendengar ucapan Pria misterius itu.. Negosiasipun dimulai.


***


Dia tidak tahu, harus berbuat apa? Hingga muncul suara seseorang sayup-sayup terdengar ditelinganya...!! Ia mencari suara tersebut. Argus, celingak-celinguk mencari, keberadaan suara itu..!


'Suara siapa itu.. Aku bangkit berdiri mencari darimana datangnya, suara tersebut, yang semakin-lama semakin jelas terdengar olehnya. Hingga tampak kepingan cermin yang retak, sedang melayang mengambang diudara. tampak seorang wanita cantik, dan dengan seorang Pria yang mirip denganku.'


"Putraku.. jika kau tidak serius melawanku, Kau akan celaka!"


'Dia latihan dengan seorang wanita cantik.. Siapa wanita itu? Dan, siapa pula Pria yang mirip sekali denganku!!'


"Hiaaatt wwuuuussshhh...." Argus mengambil pedang, yang telah dialiri aura miliknya.. Lalu dengan sigap ia menyerang ibunya. Wanita cantik itu menghilang, dan dalam sekejap ia muncul dibelakang Argus. Lalu.. menyerang dengan mengulur telapak tangannya kepunggung Argus, dan dalam sekejap Argus terlempar jauh, sampai menabrak beberapa pohon.


"Boooommm... Bug.. Bug.. Bug.." Ledakan pun terjadi, dan tubub Argus menghantam pohon-pohon hingga tumbang.


"Jika hanya segitu kemampuanmu! sampai kapanpun, kau tidak akan bisa mengalahkan musuhmu nak." Ujar Wanita cantik, yang adalah ibundanya sendiri.


'Wanita itu mengerikan..' Pikirnya, membuat bulu kuduknya merinding.


Setelah itu, muncul lagi kepingan lain.. yang memperlihatkan beberapa memori. seorang anak kecil, berambut pirang keemasan, Sedang berlari pelan mengejar, sosok seorang Pria, Dengan telinga sedikit runcing, tidak seperti anak itu.. yang tidak terlihat seperti Elf.


"Tab.. Tab.. Tab.. Tab.. Kakak.. Kakak.. Tunggu Aku. aku ingin ikut denganmu!" melihat siadik kecilnya berlari mengejarnya, dengan terengah-engah, sang kakak yang tidak sampai hati, langsung berhenti.

__ADS_1


"Adikku, kakak sedang dalam Misi, jadi kakak tidak bisa mengajakmu pergi. Jika Pekerjaanku sudah selesai, aku janji akan mengajakmu jalan-jalan." Ujar pria tampan, yang adalah kakak pertama Argus.


"Jadi aku tidak bisa ikut kakak..?" Ujarnya Cemberut, tampak pipi Cabinya, menyembul keluar membuat wajahnya semakin imut.


"Ya, untuk saat ini.. Kakak tidak bisa mengajakmu." Ujar sang kakak.


"Kalau begitu, Kakak janji ya.. Setelah kembali dari misimu, kakak akan mengajakku jalan." Gumam Argus kecil tersenyum, yang masih berusia lima tahun.


"Tentu saja adik kecil." Jawab sang kakak tersenyum, sambil mengusap kepala Argus. Setelah itu.. Iapun berlalu pergi meninggalkannya.


Di arah lain, muncul lagi kepingan ingatan Argus yang lainnya.. kini, ia bertemu dengan seseorang Pria berjubah, dengan tudung menutupi kepalanya.. Hingga yang kelihatan hanyalah setengah wajahnya saja. sementara mata, dan kepala, tertutup tudung. tampak ia mengenakan pedang hitam keemasan, disamping pinggangnya.


Saat Pria itu, sedang berjalan dari keramaian kemudian ia berbelok memasuki gang sempit. tiba-tiba saja.. ia dicegat dengan sepuluh orang tak dikenal.


"Apa yang kalian lakukan? Minggir, jangan halangi jalanku!" Ujar Pria itu.. Kepada yang lainnya.


Dari kejauhan, tampak Argus yang mulai tertarik, ia melompat keatap, untuk mencari tahu apa yang terjadi. Namun, saat ia ingin melihat tontonan menarik, Tampak sepuluh orang tadi, yang sedang mengeroyok Pria tersebut, telah terkapar kaku tak berdaya.


Pandangannya dengan cepat mencari keberadaan Pria itu! Dan, tanpa disadari oleh Argus, pria itu sudah berada di belakangnya, dengan pedang yang sudah terhunus kearah lehernya.


"Katakan, apa kau yang menyuruh mereka untuk mengikutiku!!" Tanya Pria tersebut, dengan pedang yang terhunus dan sedikit lagi hampir melukai kulit lehernya.


Argus terus menyaksikan kepingan ingatan.. Yang secara acak di perlihatkan kepadanya.


"Ha..haha.. A..aku tidak melakukan apapun, mereka tidak ada hubungannya denganku." Jawabnya jujur.


Akan tetapi.. Pedang itu semakin dekat dengan kulit lehernya. Melihat kejujuran dimata Argus, ia menyarungkan kembali pedangnya. Dan setelah itu, dia pun pergi meninggalkan Argus, Yang tenggelam Dalam keterkagumannya.


Dan itu adalah awal perkenalannya, dengan sang Master, Duke. Setelah kepergian Pria itu, Argus pun menyeringai.. Lalu berujar.


"Hem.. Dia layak menjadi Masterku." Tak lama setelah mengatakan itu, udara disekitarnya berputar, lalu.. Arguspun menghilang.


"Aaagghhhh....!!!" Kepala Argus, kembali merasakan rasa sakit, yang amat sangat. "Aaggghhh... Aaaggghhhh tidaaaakkk...!!!"


Di luar alam sadar, Argus.


'Bertahanlah Putraku, sedikit lagi..!'


Tak hanya Ratu, bahkan kedua Suami-Istri itu pun.. merasakan kekhawatiran yang sama seperti Ratu. Tubuh Argus, mulai kejang-kejang. sebab efek yang dihasilkan mempengaruhi tubuh dan pikirannya. melihat kondisi Putranya, yang semakin parah. Ratu, ingin menghentikan konsentrasinya.


'Tahan, Putriku.. Itu memang biasa terjadi, bagi darah setengah Dewa. Dan itu adalah efek sampingnya.. Kau harus kuat nak.' Ujar Dewa Zagwan, kepada putrinya.

__ADS_1


'Tapi Ayahanda..' Ujar Ratu yang seakan tersekat perkataannya, setelah diperingati Dewa Zagwan.


'Cukup Putriku, cepat lanjutkan fokusmu.. Jika kau tidak ingin menyesalinya..!'


'Baiklah ayahanda.' Jawabnya patuh.


Ratu memejamkan kedua matanya, dan kembali fokus. Sedangkan Raja, sedang mondar-mandir dibawah kaki gunung.. Ia tidak sanggup melihat penderitaan Putra kesayangannya.


'Bertahanlah Putraku, Cih, sampai kapan ritual kebangkitan ini.. akan berakhir. Aku benar-benar tidak tega melihat Putraku tersiksa, andai aku bisa menggantikan posisinya, untuk menerima rasa sakit tersebut!! Itu jauh lebih baik, ketimbang harus melihatnya dalam keadaan tersiksa seperti ini.


"Aaaagggggghhhhhhhhhh........!!!!!!" Teriakan Suara kencang Argus, semakin keras, mendengar itu, air mata Raja jatuh tanpa sadar.


'Bahkan teriakannya sampai kesini.. Apa yang telah terjadi kepada Putraku..!!' Raja menjadi panik, dan segera menghilang, untuk melihat apa yang terjadi.


***


Di ruang dimensi Lain.. setelah memastikan Para spirit, dan Lannox, baik-baik saja. Rabarus berhenti berlari.. Di susul kemunculan Dewa, yang tampak berang.


"Cepat kembalikan dia padaku?" Ujar Dewa berkulit eksotis itu, kepada Rabarus.


"Hehe.. Maaf, Anda bicara apa ya..? Saya tidak mengerti." Ucapnya berpura-pura tidak tahu.


Sementara itu.. keringat dingin jatuh di pelipisnya, Ia berusaha terlihat tenang dan santai. Meskipun ia tahu, Pria yang ada di hadapannya, bukanlah lawan yang sepadan untuknya.


'Sial..! Seumur-umur baru kali ini, aku merasakan tekanan yang sangat kuat, hingga aku merasakan gemetar diseluruh tubuhku. Jika bukan karena Putraku, aku tidak ingin berurusa dengannya.. Apalagi dia adalah Seorang Dewa. Cih tampaknya.. Dewi keberuntungan sedang tidak memihakku.' keluhnya dalam hati.


Tampak tatapan tajam Dewa, menusuk Rabarus, mungkin jika tatapan itu sebuah pedang.. Rabarus telah tertusuk olehnya.


"Aku tanya sekali lagi, jika kau tidak ingin CELAKA. Cepat serahkan Putri kecil itu, kepadaku!" Ucapnya dingin.


"Cih, bukankah anda seorang Dewa...! Seharusnya, tidak perlu bertanyapun, anda pasti sudah tahu dia ada dimana bukan?" Mulut Tajam Rabarus. yang telah di wariskan kepada Tama, kini akhirnya keluar juga.. Ia mulai membuat suasana menjadi panas. 'Aku harus mengulur waktu, menahannya.. selama yang aku bisa.'


"Baiklah, sudah aku katakan, tidak ada kesempatan kedua bagimu!! setelah kau menentukan pilihanmu. Ekspresi dan nada bicara Dewa, berubah dingin. terlihat tanpa emosi sedikit pun diwajahnya..! Namun, tekanan disekitar berubah drastis.


Menyadari bahaya.. Rabarus bertransformasi kewujud Rubah Api. Dengan kedua tanduk panjang dikepalanya. Niat hati ingin melawan, akan tetapi.. Pergerakan Dewa jauh lebih cepat. Dewa menarik jari telunjuknya, dan mengibaskan tangannya kesamping.


Rabarus yang telah berubah kedalam wujud Rubah Api.. Melayang seperti ditarik. Lalu dibanting dengan kasar, tak henti sampai disitu.. Dewa mencengkram salah satu tangannya.


"Kreeekk.. Kreeeekkk.. Kreeekkk.. Eeeeeeuuuuuuuuuhhhhhh.....!!" Jeritan kesakitan Rabarus melengking menyayat pilu.


Tulang Rabarus dicengkram tanpa ampun, Rabarus menjerit kesakitan. hingga tulangnya menembus kulit Apinya, Dan, darah segar pun mengucur keluar, seperti tetesan magma. Tidak hanya disitu.. Dewa menarik lagi kedua Jarinya, Tak lama.. Tubuh Rabarus melaju terbang.

__ADS_1


Tubuh Rabarus melayang Mendekati Dewa, saat tubuhnya hampir ditarik mendekat kearah Dewa, dan Dewa pun sudah siap ingin Menghancurkan Tubuh Rabarus seperti Debu. Tapi, tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan pun terjadi...!


Apa yang akan terjadi Pada Rabarus...! Akankah Rabarus, Mati di tangan Dewa?? Dan bagaimana nasib Argus, sanggupkah dia bertahan ditengah kesakitan yang menyiksa..!! Nantikan kelanjutannya.


__ADS_2