AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
JIKA KAU TIDAK KELUAR, AKU AKAN MENGHANCURKAN TEMPAT INI.


__ADS_3

"Apa kau masih kedinginan?"


"hehe.. Sudah tidak lagi, terima kasih Paman. Tapi, kenapa kalian tidak kedinginan sepertiku?" Tanya Gapi polos.


"Tentu saja kami berbeda denganmu!!"


"Kenapa bisa begitu Paman?"


"Biarpun sekarang aku memberitahumu, kau masih belum mengerti nak. Kelak kau akan tahu jawabannya." Ujar Tama, mengelus kepala Gapi.


***


Keesokan harinya.. Argus datang keruangan kerja Duka. Ia muncul tiba-tiba tnapa di panggil, dan membungkuk hormat kepada Duke.


"Katakan ada apa kau datang kemari?"


"Bolehkah saya duduk dulu!" Tanyanya sopan.


"Terserah..."


Argus pun duduk di sofa panjang, yang berhadapan dengan meja kerja Duke.


"Yang Mulia.. Bolehkah saya bertanya!"


Lannox yang lagi menulis tiba-tiba berhenti dan tampak kesal, lalu berseru kepada Argus.


"Apa yang terjadi padamu? tiba-tiba kau jadi banyak bicara!! Biasanya kau tidak pernah meminta izin kepadaku, Jika itu hal sepele. Cepat katakan, apa itu?"


"Hem.. Tidak jadi, saya lupa mau bertanya apa!!"


Argus tampak aneh! dan itu sedikit mengherankan bagi Duke. Mengabaikan Argus, ia melanjutkan kembali pekerjaannya. Sedangkan Argus, yang niat awal ingin bertanya, namun ia malah mengubur keinginannya itu.


"Yang Mulia.. Kalau begitu Saya pamit dulu."


Mendengar suara Argus.. Duke melihat sekilas kearah pusaran angin kecil tersebut, Dan ia melihat gelagat Argus agak aneh, tidak seperti biasanya.


'Ada apa dengan anak itu? Tidak biasanya dia bersikap bingung seperti tadi.'


***


Ravella berjalan sambil menggendong Gapi, kesayangannya. Di ikuti dengan para pengawal yang selalu setia mengikutinya, begitupun dengan kedua dayang tersebut. Robi dan Dean, memperhatikan Naga merah yang ada dalam gendongan sang putri.


'Naga kecil itu bahkan bisa berbicara.. Terlalu banyak misteri menarik yang tersembunyi di dalam Mansion ini, yang tidak diketahui oleh publik. Bahkan pihak kekaisaran pun tidak tahu akan hal ini, aku bersyukur pindah kesini. Karenanya aku jadi banyak tahu, hal-hal yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.' Pikir Robi.


Ravella berjalan pelan, berdampingan dengan sang Komandan. Rambut perak yang terkadang suka berubah warna tersebut, melayang tertiup angin. Hujan daun berguguran di mana-mana.. Tiba-tiba Ravella berhenti, pandangannya mengarah kesebuah jalan setapak yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Melihat fokus Sang Putri, yang lainpun ikut memperhatikan kearah pandangan Sang Putri.

__ADS_1


"Sir Roland.." Serunya.. sambil melihat kearah jalan setapak tersebut.


"Ya Putri.."


"Jalan apa itu? Kenapa aku baru melihatnya!!"


Roland melihat jalan setapak yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri..


"Saya juga kurang tahu Putri.. Saya sendiri baru melihatnya hari ini."


"Apa maksud sir Roland??" Tanya Ravella mulai tertarik.


"Setahu saya.. Selama saya berpatroli di tempat ini, belum pernah sekalipun saya melihat ada jalan setapak.. Di tempat ini."


'Hmm.. Ini mencurigakan, tapi aku penasaran ingin mencari tahu apa yang ada di dalam sana..!!'


Mengerti apa yang di pikirkan Dewinya, Gapi pun berseru padanya.


"Dewi.." Ujar Gapi smabil menatap Ravella.


"Hem.."


"Apakah Dewi, ingin masuk kedalam sana? Jika ia, aku akan menemani Dewi." Ujar Gapi, memberi saran.


"Apa kau juga penasaran Gapi??" Tanyanya, dengan mata yang berbinar cerah.


Roland terkejut mendengar Naga kecil, itu bisa berbicara bahasa manusia. Selama ini, setelah ia menghadiahkan Naga Merah itu kepada Putri Ravella, ia jarang melihatnya secara dekat. Paling ia melihat Naga merah itu secara sekilas, jika tidak terbang, maka.. ia berlari kecil masuk kehutan untuk mencari makan.


Tapi berbeda dengan hari ini.. Lama tidak kelihatan, tiba-tiba saja ia bisa berbicara lancar.


'Bagaimana bisa bayi Naga Merah bisa berbicara? Setahuku saat aku menyerahkannya, kepada Putri.. anak ini bahkan bisa berteriak ceria, hanya dengan suara khas bayinya. Haah.. Entah bagaimana caranya sekarang ia jadi bisa berbicara seperti itu!! Yah, aku pun tidak heran lagi.. Apapun yang di sentuh Putri, selalunya akan menjadi sebuah keajaban.


Tapi yang jadi masalahnya sekarang bukan itu, anak ini malah menghasut Putri untuk masuk ketempat tersebut, aku harus mencegahnya. Jika tidak..'


"Kalian semua tunggu disini..! Aku akan memeriksa apa yang ada di dalam sana." Perintahnya, kepada yang lain.


"Tidak, kami akan ikut kemana pun anda Pergi, Karena itu yang di perintahkan Yang Mulia Duke. Dan jika Putri berusaha melarang kami, kami pun akan mengambil tindakan tegas terhadap Putri.


Karena itulah yang dikatakan Yang Mulia, jika anda bersikap keras kepala seperti sekarang, kami berhak melakukan apapun pada anda tanpa melukai sedikit pun." Ujar Roland tegas, tanpa mengurangi rasa hormatnya kepada Putri Ravella.


Ravella terdiam mendengar aturan yang di katakan Roland, ia tidak menyangka Ayahnya sampai berbuat seperti ini.. karena takut ia melakukan tindakan nekat.


'Dasaar Pak Tua sialan, aku tidak menyangka ia sampai berbuat aturan seperti itu.. Hemm, jika aku mahu aku bisa saja mengibuli anak-anak ini. Dan pergi begitu saja.. Tapi, jika aku melakukannya! Sama saja aku tidak bertanggung jawab, karena keegoisanku anak-anak ini akan menjadi pelampiasan kemarahan Ayah.'


Ravella sedang menimbang kembali, apa yang ingin dia lakukan? awalnya ia ingin kabur dan pergi begitu saja. Akan tetapi.. ia mengurungkan niatnya itu.


"Haah.. Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi sama-sama." Akhirnya Putri Ravella pun mengalah.

__ADS_1


Mereka pun memaasuki menyusuri jalan setapak, yang terlihat ganjil tersebut. Roland berjalan lebih dulu di ikuti dengan Robi di belakangnya, lalu di belakang Robi, ada Ravella dan kedua dayang dan pengawal lainnya.. Sedangkan Dean berada di urutan Terakhir.


Saat semuanya sudah berjalan memasuki jalan tersebut, tak lama jalan setapak yang tadinya muncul di dekat perbatasan hutan, kini langsung menghilang begitu saja, tanpa meninggalkan jejak apapun.


...****************...


Di tempat lain, Zion memasuki hutan terlarang.. Ia ingin melihat keberadaan Singa betina yang sedang bersemedi. Namun.. ia tidak masuk, dan hanya mondar-mandir di tempat, hingga mengganggu konsentrasi dari Singa hitam tersebut.


"Cih, jika tidak ada yang ingin kau katakan, sebaiknya kau kembali ketempatmu, Keberadaanmu hanya mengganggu konsentarsiku." Jawab Singa Hitam tersebut.


Ia mendengar suara lantang dari dalam gua, sedang mengusirnya.


'Haah.., mendengar suaranya saja sudah membuatku gugup seperti ini. Sialan.. apa yang terjadi padaku? Aku belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya!!'


Zion, benar-benar gelisah, ia bingung tidak tahu harus berbuat apa..? Ingin menyapa namun, ia tidak tahu harus memulainya darimana! Ia tidak ingin terlihat dalam keadaan gugup. Jatungnya terus berdebar, setiap kali mendengar suara dari Singa Hitam tersebut.


"Pergilah.. Jangan mengganggu semediku." Ujarnya.


'Tidak boleh seperti ini.. Aku tidak bisa pergi begitu saja, sebelum melihat wajahnya. Aku harus mencari cara untuk membuatnya keluar.' Zion melihat kedalaman mulut gua tersebut.


Ia memperhatikannya dengan tajam, dan terlintas ide di benaknya. Lalu ia tersenyum, ia teringat beberapa trik yang ia baca dari novel beberapa waktu lalu.


"Ehem.. Ehem.. Bisakah kau keluar sebentar!! Ada yang ingin aku bicarakan padamu."


".......... " Senyap tidak ada jawaban. Dan beberapa saat kemudian, terdengar suara berseru dari dalam mulut gua. "katakan saja ada apa?"


'Sepertinya cara lembut tidak akan berhasil padanya.. Cih, aku tidak akan pergi sebelum melihatnya. Hemm.. aku harus memaksanya keluar dengan caraku sendiri.' Pikir Zion kesal, karena Singa hitam tersebut tidak mahu keluar menemuinya. "Jika kau tidak keluar, aku akan menghancurkan tempat ini, sekarang juga.. agar kau tidak bisa bersemedi lagi." Ujarnya dengan nada mengancam.


Mendengar perkataan Zion, Singa betina sedikit mendecap kesal.


'Cih..dasar Pria keras kepala.. Apa sebenarnya yang ingin dia bicarakan? Padahal tinggal bicara saja apa susahnya, tidak perlu sampai harus bertatap muka segala.' Pikirnya kesal. "Haah.. Baiklah aku akan keluar." Ujar Singa hitam, yang akhirnya menuruti perintah Zion.


Mendengarkan suara lembutnya, Zion menyeringai senang. Ia menunggu dengan sabar kemunculan Singa betina tersebut, sambil melihat ke dalam mulut Gua.


Beberapa saat kemudian, Tampak Singa hitam menjulurkan kepalanya keluar.. Ia melihat sosok Singa Putih besar, yang melebihi ukuran Tubuhnya, sedang duduk tersenyum padanya.


'Cih, apa yang terjadi pada pria itu? Apa dia sudah gila.. Senyam-senyum sendiri..!'


Saat melihat sosok Singa betina berbulu hitam, sedang berjalan pelan kearahnya. Zion langsung terpesona, detak jantungnya berpacu sangat cepat. Dan ia tersenyum lembut, saat melihat sosok Singa Hitam tersebut melihat kearahnya.


'Sial.. Dia sangat cantik, rasanya ingin aku menggigit leher mulusnya itu. Bahkan, jalannya pun terlihat sangat anggun, apalagi Mahkota perak yang ada di atas Kepalanya itu! membuat ia tampak seperti seseorang yang sangat terhormat.


Siapa sebenarnya gadis ini? Apakah dia seorang Putri? Atau seorang Ratu!! Makota itu menjelaskan kalau dia bukan dari kalangan biasa.' Pikirnya menelaah.


Saat Singa hitam itu berjalan mendekat, kearahnya. Zion refleks langsung berdiri. Ia sangat senang setelah melihat wajahnya.. Rasa rindu yang selama ini menggumpal akhirnya mencair dengan kehadirannya.


"Cepat Katakan, hal apa yang ingin kau bicarakan padaku?" Tanya Singa hitam, dengan nada ketus.

__ADS_1


__ADS_2