
halo.. berhubung saya banyak waktu luang saya akan update lagi buat kelean so happy reading...! 😉😉
"bagaimana keadaan diwilayah utara apakah sudah ada kabar dari lannox..?"
"belum baginda.. kami masih belum mendapat kabar dari beliau, tapi sepertinya masih aman, jika terjadi masalah biasanya beliau akan mengirim tanda."
"hmmmm baiklah jika terjadi sesuatu segera kirim bala bantuan untuk membantu."
"baik baginda."
"hamba mohon undur diri."
tap.. tap.. tap.. yonev melenggang pergi meninggalkan kesunyian kaisar terus berfikir dan teringat akan janji yang ia buat dengan lannox.
"huhhh.. huhh.. zion! ada sesuatu yang ingin aku katakan."
"hei.. cukup nak kita bicarakan nanti jika perang ini telah selesai."
"tidak aku harus bicara sekarang aku tidak punya waktu lagi, dengarkan aku zion, masalah ini tidak boleh ada yang tahu." mereka berbicara menggunakan fikiran agar tidak ada yang mendengar.
"apa maksudmu..!"
"dengar aku membuat janji.. pada kaisar ini tentang putriku. aku tidak boleh kalah dalam pertempuran ini, aku harus memenangkan pertempuran ini karna taruhannya adalah putriku sendiri."
"apa maksudmu bocah? mengapa putrimu menjadi taruhan aku tidak mengerti."
"ketika aku menemui kaisar dihari serangan para monster diperbatasan, kaisar mengatakan jika aku kalah dalam perang kali ini.. dia akan mengambil putriku dan akan menjadikannya istri pangeran dan menjadikannya ratu benua ini, karna ketika pangeran berusia tujuh belas tahun, pangeran akan diangkat menjadi putra mahkota tepat dihari kedewasaannya. dan, jika aku menang dia berjanji akan memberi setengah negri yang telah kumenangkan dari perperangan sebagai hadiah untuk wilayah kekuasaanku atas kemenangan yang diraih. dan intinya aku tidak ingin dia mengambil putriku karna dia pasti akan memanfaatkannya untuk mengambil semua milikku menjadi miliknya."
"kau tenang saja nak, aku yakin kita tidak mungkin kalah bukankah kita sudah biasa menghadapi perang."
"ya.. kau benar pak tua! tapi kali ini berbeda, mereka menggunakan sihir hitam dan mengendalikan para monster dan Undead, dengan memanfaatkan para penyihir.. dan musuh kita kali ini tidak seperti yang kita hadapi sebelumya."
"zion aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.. andai aku tidak bisa menemui putriku sampaikan maafku untuknya tolong katakan padanya bahwa aku sangat menyayanginya."
"tidak kau harus bertahan nak kita tidak boleh berakhir seperti ini.
hei kalung sialan keluarlah bukankah tadi kau membantuku mengapa sekarang kau tidak keluar."
"maaf aku hanya diperintahkan cuma untuk melindungimu, aku tidak punya kewajiban untuk melindungi yang lain, karna tugasku hanya menjagamu agar tetap aman."
__ADS_1
"dasar tidak berguna siapa sebenarnya yang memberi perintah konyol seperti itu, bukankah aku sekarang tuanmu."
garda hanya diam tidak meladeni zion yang sedang panik. ia mengunci pendengarannya agar tidak bisa mendengar suara apapun. dan zion yang panik kebingungan melihat keadaan disekitarnya dengan kondisi para prajurit, yang terlihat semakin melemah dan musuh terus menyerang tanpa berhenti. hingga timbul keretakan didinding penghalang yang dipasang lannox, para penyihir tersenyum karena tujuan mereka hampir berhasil.
"sedikit lagi mereka semakin melemah, kita harus terus menyerang jangan ada yang berhenti terus hancurkan penghalangnya. karna kondisi meraka mulai melemah."
"baik" jawab mereka serentak sementara raphael yang sedang melihat dari bebola sihir yang terhubung tersenyum menyeringai senang menunggu kemenangan yang sudah didepan mata.
"huh lannox sebentar lagi.. putrimu akan menjadi milikku. dan nikmatilah kekalahanmu segera."
"perjanjian ku denganmu akan menjadi kenyataan lannox, kau tidak bisa menghindarinya lagi.. aku benar berharap kau mati kali ini dan, semua milikmu akan menjadi melikku seutuhnya hahahahah."
suara tawa terus bergema diruang sunyi kaisar deonxall terlihat begitu senang dia berharap apa yang dia fikirkan selama ini benar² bisa menjadi kenyataan dan segala kekuasaan wilayah lannox dan kekayaan yang dia milikki juga putri cantik. bisa menjadi miliknya namun semua itu masih dalam angan² sang kaisar.
"hahahaa mereka tidak datang lagi.. apa cuma segitu perjuangan bocah mini itu, baru segini sudah menyerah tapi sudah bermimpi memiliki nak dewi hmm bikin kesal saja."
"kau ini sungguh tidak sesuai dengan usiamu yang tua, tapi sifatmu seperti bocah saja zaku."
"ya setidaknya mengganggu bocah itu sangat menyenagkan buatku tidak terasa membosankan seperti waktu dialam roh, haha aku jadi merasa muda kembali, daripada berdebat tidak jelas denganmu hanya membuatku semakin bertambah tua saja."
"ciih. begini² aku tidak menggangu bocah, masih banyak urusan lain yang harus kupikirkan daripada bermain sepertimu."
"ya.. ya.. ya.. serah kau saja hidupmu sangat membosankan."
"ternyata menunggu seperti ini sangat membosankan, mengapa dewi tidak mengajak kita saja yang pergi dan kenapa malah sihitam jelek dan sikaret biru yang malah diajak pergi padahal aku sudah lama menantikan saat-saat seperti ini, apa kau juga tidak merasa kesal saga..? dan mengapa kau terlihat sangat tenang sejak tadi..!"
"hmmm menurutku biasa saja, belum saatnya kita beraksi ini perang yang sangat biasa buatku jadi aku tidak begitu tertarik karna bukan saatnya untuk kita tampil tapi ini adalah ujian pertama buat sang dewi dan dia harus berhasil jika gagal dia akan menjalani sesi latihan kembali."
"kau bicara begitu karna kau sudah pernah mendapat misi dari putri dan kau juga sudah tampil waktu penyerangan monster, sedangkan aku belum bisa menunjukkan apapun untuk membuat dewi lebih bangga kepadaku."
"hmm kau tidak perlu sekesal itu roya! tidak perlu melampiaskan kekesalanmu kepadaku salahkan saja dirimu yang memang tidak beruntung."
"hahhh aku benar² bosan aku pergi dulu."
"hei.. maahu kemana kau..? tidak perlu sampai ngambek seperti itu."
"diamlah aku hanya akan menenangkan pikiranku saja"
royapun pergi meninggalkan saga sendirian. mereka hanya ingin mendapat perhatian dan membuat sang dewi lebih bangga dengan apa yang mereka miliki. karena itu adalah sebuah kehormatan bagi mereka dan mereka akan merasa tidak berguna jika tuan mereka tidak memberi perintah. ataupun sebuah misi.
__ADS_1
...----------------...
"ah.. akhirnya aku sampai juga, tunggu dulu apa itu? mengapa banyak sekali Undead, dan para monster juga penyihir berkerumun memang apa yang mereka perebutkan, dan dimana ayah dan yang lainnya mengapa mereka tidak kelihatan, apa aku salah tempat!! tidak mungkin setahuku ini jalan yang sudah benar aku tidak mungkin tersesat kan??"
"cepat hancurkan penghalangnya"
para penyihir terus melempar serangan para monster juga ikut mengeluarkan serangan tim lannox benar² dibuat terdesak oleh mereka. zion juga tidak punya tenaga lagi karena sudah disalurkan kepada lannox saat membuat penghalang,. dan dinding yang dibuatnya telah retak sebagian, hanya tinggal menunggu waktu hingga dindingnya hancur.
"yang mulia, kami masih punya tenaga untuk melawan, jangan hiraukan kami jika yang mulia terus mengeluarkan mana tenaga yang mulia akan habis biarkan kami berjuang dengan cara kami."
"mengapa kalian sangat berisik sekali, kalian hanya mengganggu konsentrasi ku saja. sebaiknya manfaatkan waktu ini sebaik mungkin jangan remehkan aku hanya karna aku kelelahan."
"haahh itu baru dirimu nak"
"zion apa kau tidak punya cara untuk membalas serangan mereka aku benar-benar muak dengan campur tangan para penyihir sialan"
"hehh jika punya aku sudah pasti akan memakan mereka tanpa sisa, ngomong² apa putrimu aman.. bukankah dia datang bersama denganmu???"
"jangan khawatir dia aman, karna dia bersama jura dan gira spirit miliknya, aku sengaja menyuruhnya untuk mengurus para prajurit yang terluka agar dia tidak ikut terlibat dalam perang ini."
"pintar juga kau nak, aku sangat khawatir saat melihatnya datang bersamamu."
lannox teringat saat dia bersama putrinya ia sengaja menyuruh putrinya mengikuti spiritnya untuk mengurus yang terluka agar perhatiannya teralihkan.
flashback (anakku dengarkan ayah kau harus membantu ayah apakah kau mahu..!" "apa maksud ayah aku datang kesini memang untuk membantumu" "hmmm sayang kau ikutlah bersama spiritmu untuk mengurus yang terluka dan yang tewas, serahkan urusan disini dengan ayah mengerti..?" "lalu bagaimana dengan ayah..?" "kau tidak perlu khawatir sayang, akan ayah usahakan selesai secepatnya." "baiklah jika urusan disini selesai aku akan membantu ayah." "gira, jura.. kalian kumpulkan yang luka² dan juga para mayat yang telah tewas lalu bawalah ketempat yang aman dengan portal aku titip putriku dengan kalian." "baiklah bocah kau tidak perlu khawatir memang itu sudah tugas kami untuk melindunginya sebagai spirit miliknya.")
lannox mengangguk tanda setuju diapun pergi bersama yang lain untuk melawan musuh sementara ravella menatapnya dari kejauhan melihat punggung lebar sang ayah.
"ya aku lebih khawatir karena dia tiba² meminta ikut kemedan perang dan itu sangat menggangu ku. jika tidak kuizinkan dia mengancam akan tetap pergi aku tahu dia tipe anak yang nekat untuk itu aku membiarkannya pergi bersamaku."
"ya.. bisa kulihat darah siapa yang diikutinya."
lannox hanya menyeringai menanggapi ucapan zion
"tapi ini aneh mengapa kau terlihat lemah dan pucat sekali bocah, bukankah tadi kau terlihat sehat² saja..! ada apa denganmu apa kau terluka??"
"ya.. aku terkena serangan sihir hitam.. mereka menyerangku secara sembunyi-sembunyi disaat aku tidak menyadarinya."
"pantas saja kau terlihat sangat aneh"
__ADS_1
booom bwuussh dinding penghalang telah hancur musuhpun berhasil menyerang lannox dan yang lain semakin terdesak karena mereka terkepung.
bisakah keadaan berbalik dan bagaimana dengan ravella nantikan kelanjutannya jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, vote, juga komen.