
Rafael telah berhadapan langsung dengan badai hitam, yang ada dihadapannya.
"hahahaha... Beraninya manusia rendahan mencegatku, apa kau mengantarkan nyawamu secara sukarela kepadaku..!"
"tidak usah banyak bicara, aku benar-benar muak, melihat sampah sepertimu berada diwilayahku."
"dasar mahluk sombong, aku akan memusnahkanmu sekarang. Bwussshhh.. Bwussshhh.."
Badai hitam mulai berubah seperti sosok monster, dan mengamuk, keluar sosok tangan lalu menghempas keras kearah rafael, rafael yang melihatnya dengan cepat menghindar, badai hitam membelah diri menjadi tiga. Angin kencang terus melambungkan semua benda yang ada disekelilingnya, dan kini muncul kilat merah pada badai tersebut.
'hmm.. dia bahkan bisa mengeluarkan petir merah level ketiga, monster ini ternyata cukup cerdas. Hem Apa kujadikan dia koleksi baruku..!'
'kenapa dia hanya menghindar sejak tadi, bahkan dia kelihatannya seperti sedang meremahkanku, dasar mahluk kurang ajar.. Akan kumusnakan manusia rendahan sepertimu yang berani memandang rendah kepadaku.' "rasakan ini manusia..."
'sepertinya dia terlihat kesal sekali..!'
Badai hitam terus mengamuk dan, menyerang rafael dengan petir merah miliknya.
"dunntam bwurrr.. Bwuuurr.. Aaaggrrrrr rasakan ini manusia."
Tangan hitam terus menghempas rafael sekuat tenaga, daratan menjadi berguncang karena benturan dari tangannya. Namun rafael hanya menghindar, dan tidak menyerang sama sekali. Membuat sang badai semakin dongkol, dan merasa dipermainkan seolah-olah amarahnya tidak ada apa-apanya dimata rafael.
"biadab kau beraninya manusia rendahan sepertimu meremehkanku. Akan aku ratakan daratan ini hingga tak bersisa."
Badai hitam membelah diri menjadi lima bagian, dan pusaran hebat semakin kencang, membuat tanah dan bebatuan, pepohonan, yang ada disekitarnya mengambang keudara. Langit menjadi semakin gelap, padahal hari sudah menjelang pagi.
'hmm tidak kusangka, dia bahkan bisa mengamuk seperti ini..! Jika dibiarkan, tempat ini benar-benar akan menghilang, Kalau begitu cukup main-mainnya. Aku harus menghentikan monster itu."
Rafael akhirnya mulai serius, menghadapi badai yang tengah mengamuk diwilayah kekuasaannya. Rafael mengarahkan tangannya kepada semua benda yang melayang disekitarnya, dan tiba-tiba saja semua benda yang melayang langsung jatuh terhempas ketanah bagaikan tersedot magnet.
"tik, perlindungan penuh diaktifkan."
Tampak cahaya biru semakin membesar membentuk lingkaran dan semakin melebar, badai hitam yang masih berputar kencang, dengan tegangan petir merah yang sangat tinggi, sudah hampir siap menghancurkan daratan tersebut. Rafael hanya tersenyum, menyaksikan kekuatan besar milik badai hitam."
"kita lihat, apa kau bisa menghancurkan tameng milikku."
Diistana raja, lukas, arlo, zora. bahkan seisi istana menyaksikan kehebatan rafael, yang terlihat sangat santai menghadapi musuh terkuat yang ada dihadapannya.
Arlo: Lukas, apakah benar yang aku lihat ini..? Bukankah badai hitam itu adalah sebuah bencana besar yang bahkan, sekelas master saja tidak bisa menghadangnya..?
Lukas: kau benar arlo, tapi.. Bukankah badai hitam itu, adalah spirit milik master julius?
Arlo: apa maksudmu lukas?" arlo menoleh menatap lukas, dengan mimik wajah yang terkejut.
Lukas: kalau tidak salah, master pernah bercerita kepadaku. Jika dia sebenarnya mempunyai spirit yang sangat merepotkan, Yang tidak pernah ia panggil sebelumnya.
Zora: benarkah..! apakah dia seorang summon? Bahkan master tidak pernah membahasnya kepada kami berdua, itu sangat curang bukan..!
Lukas: tentu saja kalian tidak tau, karena aku lebih lama mengenalnya. Sejak kecil aku sudah menjadi muridnya, jadi aku tau itu. Dan ya.. Dia seorang summoner
Arlo: lalu.. Mengapa beliau tidak pernah memanggil spiritnya..? Bukankah spirit itu kelihatannya sangat hebat, dia bahkan mempunyai kekuatan sebesar itu."
Zora: ...............
Lukas: tentu saja, ada pertukaran yang sangat besar untuk memanggil seorang spirit level tinggi sekelas itu.. !
Zora: apa maksudmu? Memangnya, dia termasuk level menengah atau kelas elit?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Diistana hitam laut timur, julius yang tengah berhadapan dengan razak. Tidak menyangka jika mereka telah diikuti tanpa ia sadari.
Julius: Siapa kau sebenarnya, cepat katakan?
Razak: kau tidak perlu tau siapa aku bocah, yang jelas aku hanya ditugaskan, untuk membawamu hidup-hidup, Beserta raja kesayanganmu itu.
__ADS_1
Julius: 'cih aku bahkan tidak bisa merasakan samasekali, kekuatan miliknya. Dia kelihatannya, sangat berbahaya. Aku harus segera menyelamatkan baginda, dan segera kabur dari tempat ini.'
Julius melemparkan kertas hitam, yang telah dimantrai. dan keluar kabut gelap yang sangat tebal, menutupi pandangan razak.
Julius: Bwussshhh.. Baginda, tempat ini sudah tidak aman. Ayo kita segera tinggalkan tempat ini baginda.
Raja: apa maksudmu julius? Lepaskan aku.
Julius: Persembunyian kita telah ketahuan.
Raja: apa.....?
Dalam sekejap julius sudah berteleport ketempat raja, dan membawanya pergi, lalu menghilang.
Razak: dia memakai cara licik untuk kabur, kemanapun kau pergi.. aku akan memburumu sampai dapat.
Pertempuran rafael disaksikan seluruh benua barat, bahkan dikeranjaan valthoz yang telah menjadi miliknya. layar putih yang sejak tadi menyala, memang sengaja dibuat olehnya, sebagai peringatan bagi kerajaan valthoz, agar tidak berkhianat. Karena rafael telah mencium bau pengkhianatan, diantara pengikut raja lama. Dan tak terasa, haripun sudah mulai terang berganti pagi, mentari telah bangun dari singgahsananya.
Paginya... Lannox dan zionpun mulai berangkat kemantion. Argus dan kedua orang yang mengaku kakek neneknya, telah tiba di negeri para elf dan membuat penguasa kerajan elf terkejut, dan panik. Lalu, di istana raja.. Sesuai dengan titah rafael, lukas mengumumkan pergantian penguasa baru. Dan negara valthoz, telah berganti menjadi satu benua dengan wilayah barat. Sementara itu.. Lukas mengambil kesempatan ini secara sembunyi-sembunyi, dan mengirim pesan kepada baron aisher, tanpa sepengetahuan dari siapapun.
Lukas: jangan mengecewakanku, sobat kecilku.
Kepak.. Kepak.. Kepak..
Zora: apa yang sedang kau lakukan?
Lukas: tidak perlu aku jelaskanpun, kau pasti sudah tau.
Zora: apa maksudmu? Aku masih belum mengerti..!
Lukas menarik zora agar lebih dekat lagi padanya.
Lukas: apa kau bodoh, pelankan sedikit suaramu. Sekarang diistana ini, kemanapun kau pergi.. Jaga bicaramu. Terlalu banyak mata dan telinga, yang selalu mengawasimu.
Lukas: tidak perlu kau jelaskan sampai seditail itu. Dengar, Mulai dari sekarang, kita harus berhati-hati dalam berbicara, kau tau sendiri bukan.. dia bukan orang sembarangan yang bisa kau tipu dengan trik murahan. Aku menerimanya bukan berarti aku mempercayai sepenuhnya, kita juga mungkin sedang dalam pantauannya. Ingat kata-kataku, kau harus jaga sikapmu, dan berhati-hatilah dalam berbicara.
Zora: ya.. ya.. Aku akan mengingatnya, dasar cerewet, sejak kapan kau jadi berubah seperti ibuku.
Lukas: sejak kekalahan kita yang memalukan.
Tak lama, surat dari lukaspun telah sampai ketangan baron aisher.
Baron aisher: 'apa ini balasan dari tuan lukas?' (lukas:
KepadaTuan Baron, Saya Ingin Menyampaikan Berita Buruk Bagi Kita Semua Saat Ini. Segera Batalkan Kerjasama Antara Kita Dengan Pihak Orsi, Karena Kita Telah Kalah Telak. Sekarang, Pemimpin Negara Ergben Telah Menguasai Negeri Valthoz, Dan Raja Telah Menghilang.. Hingga Saat Ini, Masih Belum Ditemukan, Dan Kabar Baiknya, Tidak Ada Korban Satupun Yang Berjatuhan.
Lukas.) 'hmm.. Ternyata apa yang kutakutkan selama ini, telah terjadi. Ya.. Jika memang begitu jalannya, aku harus segera kembali. Setidaknya kita tidak perlu membuang waktu lebih lama lagi disini, tapi kemana raja pergi? Bagaimana bisa beliau menghilang begitu saja..!'
Seribu tanya menumpuk dibenak baron aisher, hanya harapan dan doa, yang bisa mereka sandarkan kepada dewa. Sementara robi, karena argus masih belum kembali, ia kini terpaksa bergabung dan dimasukan kedalam tim roland. Walaupun roland masih menaruh rasa curiga kepadanya, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Robipun tidak menyalahkan mereka, atas apa yang terjadi. Dan kini ia benar-benar sudah membulatkan tekadnya, ia telah berjanji untuk bersumpah setia kepada sang duke. Meskipun, sumpah yang ia lakukan sebelumnya, masih belum resmi.
"Semuanya... Yang mulia telah kembali...!" teriak prajurit yang ada didepan gaerbang.
Roland: kalau begitu, ayo semuanya berkumpul, untuk menyambut kepulangan yang mulia.
"siap wakil komandan"
"apa menurutmu mereka tidak terlalu mencolok, zion."
"heh.. Entahlah, mungkin mereka sangat merindukanmu hihi."
"plak, jangan membuatku jijik pak tua."
"hahaha.. Anakku kalau lagi marah, lucu juga ya..!"
"sialan kau, aku tidak pernah merasa mempunyai orang tua jelek sepertimu. Cih."
__ADS_1
"ya.. ya.. Terserah apa katamu bocah, tapi bagiku.. Kau sudah kuanggap seperti putraku sendiri."
"hah.. Sejak kapan? ada spirit yang menganggap tuannya sebagai putranya sendiri..! baru kali ini kudengar. Dasar pak tua aneh, Hmm."
Lannox hanya tersenyum kecil, tanpa sepengetahuan zion. bagi mereka berdua, ikatan yang telah mereka miliki selama ini, telah melebihi sekadar kontrak antara spirit dan pemiliknya. Tampak dari jauh lannox yang sedang menunggangi zion, para pasukan telah berbaris rapi berjejer berkumpul diluar mantion, untuk Menyambut kepulangan sang duke.
"haah kalian terlalu berlebihan roland?"
Roland: tidak yang mulia, justru anda telah membuat kami semakin bangga dengan keberhasilan anda, yang bisa menyelesaikan misi serumit ini dengan cepat.
"hmm begitukah? jika kalian mempunyai waktu luang untuk menyambutku. Kenapa tidak kalian gunakan, waktu luang kalian, untuk berlatih?"
Roland: 'e.. Itu.. A.. Apa berlatih.' roland jadi berkeringat dingin mendengarnya.
"semuanya... Aku perintahkan, berlari keliling lapangan seratus putaran, tidak ada yang boleh berhenti sebelum selesai seratus putaran. Jika ada yang berani melakukannya, akan ditambah menjadi seribu kali putaran. "
Roland: 'celaka, sifat kejam yang mulia muncul lagi. Hah kalau tau begini, lebih baik aku pura-pura tidak tau saja, jika dia sudah pulang.'
"huuh benar-benar sial kita hari ini, yang mulia pulang-pulang malah sudah menyuruh latihan."
"hus pelankan suaramu, jika yang mulia sampai mendengarnya bisa gawat, pasti hukumannya akan ditambah lagi."
Lannox turun dari punggung zion dan, segera menghilang memasuki istana.
"cih dia benar-benar sudah tidak sabar lagi rupanya, untuk segera menemui putrinya. Main pergi begitu saja.. tanpa mengatakan apa-apa lagi, Dasar bocah tengil."
Lannox memasuki mantion, dan langsung pergi kekamarnya, untuk melihat sang buah hati yang sudah sangat ia rindukan.
"putriku, ayah sudah pulang nak.." lannox langsung memeluknya erat, dan mengecup pelan kening putrinya, sambil membelai rambut perak panjang miliknya. "kau masih tertidur nyenyak sayang, sampai ayah datang kau tidak bangun menyambut, apa kau tidak merindukan ayahmu ini putriku.. !" lannox tiba-tiba tersadar akan keberadaan, bayi naga disamping putrinya. "hmm sejak kapan anak ini ada disini..! Pengawal..."
"Eh it.. Itu suara yang mulia, ceklik. Ya yang mulia..!"
"jauhkan anak ini dari putriku."
"t..tapi yang mulia,"
"tidak ada tapi-tapi, cepat keluarkan dia dari kamar ini."
"ba.. Baik yang mulia."
"tunggu,"
"ya.. yang mulia!"
"letakkan saja dia dikamar sebelah."
"baik yang mulia"
'hmm.. Kenapa tubuhnya dipenuhi dengan banyak perban..? Apa sebenarnya yang terjadi kepadanya, sebaiknya.. Nanti akan aku tanyakan pada zion.' "sekarang aku benar-benar lelah, aku butuh istirahat."
Lannox langsung berbaring dan memeluk pelan tubuh mungil yang ada dihadapannya, dan tak lama, iapun tertidur menjamah mimpi. Sementara keenam spirit lainnya, dan garda masih berdiskusi dimeja bundar.
"hamba menghadap yang mulia raja."
"ada apa? Apa mereka sudah mulai bergerak..?"
"benar, salah satu diantara mereka telah pergi keluar dari perbatasan."
"bagus terus awasi, dan jangan terlewat satupun."
"baik yang mulia raja, hamba pergi dulu."
'hmm.. Anak satu itu memang terlihat sangat berbeda dari yang Lainnya, dia lebih kelihatan terlatih dan sangat cerdik menyembunyikan emosinya. Aku tidak yakin jika dia hanya bekerja untuk kaisar, sepertinya masih ada pihak lain yang ikut terlibat dalam hal ini, selain dari kaisar.'
Saya sedang butuh energi, jangan lupa, like, vote n komen. Terima kasih 😊
__ADS_1