AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
MAAFKAN AKU!


__ADS_3

"glaton kemarilah" anak kecil yang dipanggil namanya begitu senang hingga wajah chabinya memerah


"apa yang harus aku lakukan dewi..!" ravella menahan serangan mereka dengan penghalang yang telah di buatnya.


"glaton para monster terkena sihir manipulasi, jadi, mereka tidak bersalah. mereka telah dimanfaatkan untuk kepentingan peribadi. hingga banyak nyawa yang tidak bersalah ikut terseret, dan ini misi pertamamu murnikan sihir hitam yang menyelimuti mereka."


"baik dewi akan aku lakukan"


glaton melayang ditengah² para monster, kemudian ia berubah menjadi gumpalan cahaya putih, dan menyebarkan sinarnya pada para monster yang berada dibawahnya, cahaya putih menyelubungi para monster dan memurnikan kembali sihir hitam.


"wahai kegelapan aku Radia monarus memanggilmu untuk meminjam kekuatanmu yang tak terhitung, untuk mengutuk dari yang terkutuk terimalah persembahan dariku untukmu, lahaplah jiwa² para monster dan jadikan tubuh mereka sebagai bonekaku, terimalah persembahanku wahai kegelapan yang abadi"


awan menjadi hitam kelam dalam sekejap, dan membentuk pusaran besar seperti ingin menelan para monster² yang ada dihadapannya


"ini buruk." ravella merentangkan tangannya dan keluarlah busur putih dan ia mengeluarkan api berbetuk anak panah. ia mengingat semua yang di ajarkan gurunya, lalu ia mengarahkan anak panah pada pusaran hitam wuusshhhh anak panah api itupun lenyap seketika.. ia mencoba lagi dengan cahaya api yang lebih besar namun, tetap gagal dan dan ia mencobanya untuk yang ketiga kalinya.. kali ini dengan api yang berbeda.


"aku akan mencobanya tapi ini mungkin belum sempurna." ravella mengeluarkan anak panah api bewarna putih, lalu mengarahkan pada pusaran hitam yang semakin mendekat padanya. "karna kau adalah kegelapan jadi terimalah ini.. bwusshhhh" anak panah meluncur laju pada sasarannya, dan api itu ditelan oleh pusaran hitam.


"apa..! tidak mungkin, apa ini gagal juga..? dan apa yang terjadi? lihatlah api yang diarahkan tadi, tetiba bersinar terang dari dalam dan pusaran hitam yang pekat malah berbalik dilahap api putih."


"apa!! tidak mungkin, bahkan kutukanku tidak mempan!! apa yang terjadi? siapa sebenarnya anak itu...?"


"radia, sebaiknya kita serang anak kecil itu, dia terlihat sangat merepotkan."


"ya.. kau benar Ranca."


"hentikan"


"su..suara ini..! ini baginda"


"ke.. kenapa baginda! bukankah dia musuh yang harus dihancurkan..?"


"jangan membunuhnya.. kalian harus membawanya hidup² kepadaku, karna dia adalah target yang sebenarnya"


"apa..! mu.. mungkinkah dia anak dalam ramalan???"


"kau tidak perlu tahu.. cukup lakukan apa yang aku perintahkan dan, jangan sampai melukainya, mengerti."


"baik baginda" panggilanpun terputus Raphael terus menonton dan memantau dibalik layar ia tersenyum gembira "hehh.. akhirnya kekuatanmu sudah terbangun pengantin kecilku!" seringai licik membuatnya tidak sabar ingin segera memilikinya


"semuanya serang.. namun jangan sampai melukai anak itu.." hantaman demi hantaman terus membentur penghalang yang telah dibuat ravella, sementara api putih telah melahap pusaran hitam, dan kemudian menghilang dan langit perlahan menjadi cerah kembali.


"dewi semuanya telah dimurnikan. apa selanjutnya yang harus aku lakukan dewi..?" ravella menatap glaton yang telah berubah kembali kewujud bocah kecil.

__ADS_1


"ya.. tugasmu sudah selesai, kau boleh kembali sekarang."


"baik dewi"


"gramion"


"ya.. dewi!! tugasmu sudah selesai, kembalilah."


"baik dewi." sang aura mengubah dirinya kembali kewujud bocah kecil. para monster terus melihat ravella


"kalian sekarang pergilah! serahkan urusan disini padaku, kalian telah bebas."


"terimakasih dewi, kelak kami akan membalas kebaikan dewi, panggil kami jika anda membutuhkan bantuan kami dewi..! kami akan selalu siap membantu dewi kapan saja." ujar goblin hitam besar yang mewakili para monster dan mereka mengangguk setuju dengan ucapan goblin hitam lalu menunduk hormat kepada ravella


"mata ketiga terbukalah" tampaklah sebuah gerbang besar "kalian sekarang bisa kembali pulang, aku akan mengunci gerbang dimensi didunia kalian, agar tidak ada lagi yang bisa sembarangan memasuki dan memanfaatkan keberadaan para monster."


"terimakasih dewi."


"akan tetapi ini hanya bisa bertahan untuk sementara, jika kalian melihat gelagat yang mencurigakan segera kabur dan selamatkan diri kalian, hanya ini yang bisa aku beritahu."


"terimakasih dewi. kami akan mengingat pesan dewi."


para monsterpun bergegas pergi dan menghilang bersama tertutupnya gerbang. dan ravella kembali fokus pada musuh yang ada dihadapannya.


"kesadaranku hampir menghilang huh.. huh.. aku harus menahannya sedikit lagi, tubuh ini benar² sangat lemah. akan aku selesaikan, sebelum aku kembali tertidur."


"bocah besiaplah" bebola sihir besar menggantung diudara siap untuk menyerang ravella. "semuanya serangggg."


"kakek sekalian, maafkan aku! jika aku gagal, karena tubuhku mulai melemah, aku tidak sanggup lagi menahan besarnya energi alam didalam diriku, jika aku paksakan tubuh ini akan lenyap. ketika kekuatanku tertidur kembali, mungkin aku juga akan ikut tertidur panjang agar bisa pulih kembali, hingga waktu itu tiba tolong jaga ayahku."


"tidak dewi" jawab enam mana beast serentak, ravellapun melepas kelima anak panah , kelima unsur dan bebola sihir saling menghantam booommmm.. bwusshhhh ledakan besarpun terjadi para penyihirpun ikut terkena dampak ledakan barusan, dan membuat mereka muntah darah dan tidak sadarkan diri.


sementara ravella dengan tubuh kecilnya yang rapuh ikut terkena dampaknya ravellapun pingsan terkulai melayang jatuh kebawah,


"tidaakkk.. putriku ravellaaaa,," lannox zion serta yang laing langsung bergegas berteleport ketempat ravella berada. dan tetiba waktupun terhenti sejenak, semua ikut terhenti. dan muncul sesosok pria tampan berambut panjang, sehitam langit malam. bertubuh tinggi tegap, tampak otot dada yang kekar menyembul menyelinap mengintai dibalik jubah indahnya yang sedikit terbuka. ia mengenakan jubah hitam bermotif emas. lalu ia mendekati ravella jari telunjuknya degerakan, kemudian tubuh ravella melayang perlahan dan menyentuh kedua tangan kekar pria itu. pria itupun menyambut tubuh kecil ravella dengan sangat hati² pada kedua tangan kekarnya.


"hmmm.. permaisuriku, akhirnya kau berhasil melewati ujian pertamamu, tapi efek yang kau dapatkan juga setimpal dengan kekuatan yang baru saja terbangun. kau terlalu memaksakan diri permaisuriku." ia berhenti dan kemudian memanggil. "garda..?"


" hamba paduka." garda menunduk hormat sambil meletakkan tangannya di dadanya.


"sampaikan kepada yang lain, tidak perlu khawatir. aku akan mengembalikannya setelah ia pulih."


"baik paduka titahmu adalah perintah bagi hamba. t..tapi p..paduka apa yang harus hamba jawab ketika mereka menanyakan tentang paduka..???"

__ADS_1


"jawablah dengan sesukamu, kau tidak sebodoh itu, sampai aku harus mengajarkannya bukan..!! ah.. dan satu lagi, katakan saja pada mereka bahwa permaisuriku sedang dalam perawatan, dan akan kembali setelah pulih. karena mereka, akan sangat khawatir terutama bocah itu."


"baik paduka." pria misterius itupun menghilang ditelan cahaya keemasan. waktupun telah kembali normal seperti semula, lannox dan yang lain telah sampai ditempat ravella berada. namun sayang, orang yang mereka cari.. sudah tidak ada ditempat. emosi lannox semakin menjadi² ia melepaskan mana dan aura secara bersamaan. pohon² yang ada disekitarnya pun, tersapu angin seakan dihantam badai.


"bukannya kau bilang putriku.. akan selamat hahh! dasar pembohong, bwusss boom boom." lannox menyerang jura dan gira, karna katakutannya yang ia khawatirkan akhirnya benar² terjadi dan lannox benar² telah kehilangan kendali atas dirinya sendiri, katakutannya telah menjadi kenyataan. ia menjadi kalap dan kehilangan kesadarannya, hanya ada kemarahan, yang memaksanya menyerang membabi buta yang ada disekitarnya. siapapun yang ada didekatnya akan ia serang tanpa pandang bulu. zionpun ikut terkena dampak ledakan emosi lannox semua yang ada disekitarnya telah menghindar. jura dan beast yang lainnya juga ikut merasakan apa yang dirasakan lannox.


"aku benar² tidak menyangka akan jadi begini." jura menitiskan airmata apalagi saat ia dan beast yang lainnya teringat saat pesan² terakhir ravella.. sebelum dia menghilang. zionpun turut ikut merasakan sedih dengan apa yang telah terjadi.


"kalau saja aku menuruti kata hatiku, dewi tidak akan menghilang. ini semua salahku! jika aku bertindak lebih cepat dewi..! pasti tidak akan menghilang seperti ini." airmata dari wajah garang itupun jatuh berlinang membasahi bulu indahnya.


garda yang sejak tadi menyaksikan reaksi disekitarnya, hanya menghelah nafas panjang dengan tenang. lalu menghampiri para mana beast yang ada dihadapannya.


"puk.. puk.. hei bocah, tenanglah tidak perlu mendaramatisir keadaan sampai seperti itu."


"diam, ini semua salahmu, kau menutup telinga seakan semuanya tidak akan terjadi." garda hanya menyeringai sambil bersedekap tangan. memandang kekonyolan zion yang terlihat terlalu berlebihan menurutnya.


"nak, kau sungguh jelek saat menangis dengan wajah garangmu itu, sungguh tidak cocok denganmu. berhentilah meratapi sesuatu yang ada difikiran kalian."


"apa maksudmu??" tanya jura dan gura secara serentak


"dewi baik² saja, dia berada ditempat yang aman sekarang, jadi kalian tidak perlu khawatir."


"berarti d..dewi masih hidup..?" tanya zion seakan tak percaya


"ya bukankah sudahku bilang, dewi baik² saja, dia akan kembali setelah pulih. jadi hentikan ratapan kalian yang menyedihkan."


zion, jura, dan gira turut merasa lega mendengarnya. merekapun tidak jadi berkabung.


"lihatlah bocah itu ia mengamuk sejadi²nya lihatlah pohon yang tidak bersalah jadi ikut terkena dampaknya."


"cih bukankah kau juga begitu! waktu menyerang para monster." ujar zion ketus.


"aku tidak menyerang membabi buta seperti bocah kesayanganmu itu, tapi aku melakukannya karna terdesak untuk melindungimu jika tidak kubantu, kau sudah mati menjadi debu, dan tidak berada disini sekarang. dasar kucing tidak tahu berterima kasih."


"apa kau bilang.. dasar hantu biru jelek. kau saja tidak jelas asalmu darimana? jadi jangan mengoceh seakan kau mengenal diriku."


"baiklah² aku, malas bertegang urat denganmu. bikin capek saja! pergilah kau tenangkan bocah kesayanganmu itu, aku kasihan melihat yang ada disekitarnya tidak tahu apa² malah ikut terkena amukannya."


"cih" zion dengan tampang kesal langsung pergi memasuki bayangan lannox, dan memurnikan kesadaran lannox yang telah dikuasai amarah.


"tenanglah nak, jangan khawatir dewi selamat. beliau berada di tempat yang sangat aman sekarang." lannox yang ingin marah langsung membeku seketika, perlahan kesadarannya mulai kembali.


"a..apa maksudmu?? putriku masih h..hidup..!" matanya yang dingin kembali meluap melimpahkan kelegaannya "lantas dimana dia sekarang??"

__ADS_1


"jadi kau adalah orang yang menyerang monster dengan sekali serang..! siapa kau sebenarnya?? dan ada dipihak manakah kau? jika kau musuh aku tidak akan segan untuk membunuhmu. tapi jika kau sekutu, tolong jelaskan apa sebenarnya yang telah terjadi..! dan siapa dirimu??"


nantikan kelanjutannya , jangan lupa vote, like, komen, n saran kalian. karena itu sangat membantuku untuk lebih bersemangat lagi dalam menulis 🙂


__ADS_2