AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
CEPAT HENTIKAN KEKACAUAN INI


__ADS_3

(zaku) "ini ti..tidak mungkin terjadi.. kita baru saja akan bersenang² ingin menyambut keberhasilan dewi, t.. tapi apa ini..! b.. bagaimana dewi bisa menghilang..?"


zaku begitu terpuruk begitupun yang lainnya mereka menjadi merasa tidak berguna. mereka tidak menyangka kalau ravella akan lenyap dan menghilang.


(tama) "buk.. buk.. ini pasti mimpi..! benar dewi pasti masih hidup, tidak mungkin dia errggg..."


tama memukul dinding, tama benar² kesal dia sudah menyangi dewi kecilnya seperti putrinya sendiri..! namun jalan yang masih panjang seakan telah berakhir.


(roya) "aku tidak percaya ini.. aku yakin dewi masih hidup, tidak mungkin semuanya selesai hanya seperti ini, aku akan pergi mencarinya."


(saga) "tunggu roya, tahan dulu jangan terburu² bukankah! seharusnya lebih baik kita langsung tanyakan saja kepada jura dan gira..! aku yakin, dewi masih hidup tapi, aura keberadaan dewi benar² lenyap aku bahkan tidak merasakan keberadaan dewi sama sekali.! kau juga merasakannya bukan..? sial benar² sial, aku tidak ingin mempercayainya, tapi, aku juga takut apa yang kupikirkan benar² terjadi."


saga terlihat tenang, juga ikut terbawa suasana.. karna keberadaan aura kehidupan ravella tidak bisa dirasakan sama sekali olehnya. begitupun dengan yang lainya, membuat mereka semakin cemas namun. berbeda dengan jura dan gira, yang telah mengetahuinya.


(saga) "jura ceritakan lebih jelas! apa yang terjadi disana? kami akan kesana sekarang."


mereka bertelepati berenam, tidak ada satupun yang tahu kecuali garda.


(jura) "ah aku akan menunggu kalian disini bergegaslah."


"baik" jawab mereka serentak mereka berempatpun, segera berteleport ketempat jura dan gira berada. sedangkan garda yang mendengarnya hanya menyeringai tak perduli dengan apa didengarnya.


(gira) "mengapa kau menyeringai seperti itu..? dan kenapa kau tidak menjawab pertanyaan kami..??"


(garda) "karna aku tidak peduli, biarpun kalian berenam mengeroyokku, kalian² bukan apa² bagiku. membunuhku hehh yang benar saja..! kalian pikir aku batu yang hanya diam saat kalian serang."


(jura) "ba.. bagaimana kau bisa tahu kalau kami berenam, a..apa kau juga tahu apa yang kami bicarakan..?"


(gira) "jura.., sepertinya dia bukan orang biasa! bahkan aku, tidak bisa merasakan auranya. berhati²lah, kita harus bersiap dengan kemungkinan yang akan terjadi."


gira dan jura terkejut, karena belum ada siapapun yang bisa tahu saat mereka bertelepati kecuali ravella sang dewi. tetapi kekuatan yang tak bisa mereka rasakan juga membuat mereka merinding, jika garda adalah musuh seperti yang mereka pikirkan, berarti dia sangat kuat mereka jadi bersiaga takut kalau² musuh yang ada dihadapan mereka benar² menyerang.


(jura) "ya.. kau benar gira. aku yakin dia lebih kuat dari kita, bahkan aku tidak bisa merasakan kekuatannya sama sekali."


(gira) "ya.. dia sangat mencurigakan, siapa dia sebenarnya?"


garda yang memandang dengan wajah yang terlihat serius dan dingin melihat angkuh dengan wajah sedikit terangkat keatas sambil menyeringai menunjukkan setengah giginya yang sedikit bertaring. sambil meletakan satu tangannya di sebelah pinggang kirinya.


(garda) "hahahahahha"


(jura) "apa yang kau tertawakan sialan..!"


(garda) "kalian terlihat begitu lucu, seperti anak kucing galak yang sedang marah saat disentuh ketika induknya tidak ada"


puuuuunnggg suara ledakan terjadi.. jura dan gira menyerang bersamaan karna mereka merasa benar² dipermainkan. sementara garda hanya menangkis serangan jura dan gira, dengan santai hingga cahaya besar seperti laser meledakkan sebagian hutan ditempat mereka berada.


(garda) "heh apa hanya segini kekuatan spirit tingkat elit yang kalian banggakan!! sungguh lemah, sangat lemah. dengan kekuatan kalian seperti ini, apa kalian yakin bisa membunuhku, menyentuhku saja kalian tidak bisa, bagaimana kalian dengan percaya dirinya bisa bermimpi ingin melindungi sang dewi hah."


serangan mendadak datang dari arah tidak disangka byuurrrr ppuuungggg jduarrrr ledakan besar terus menerus terjadi. namun ditangkis hanya dengan membalikkan serangan mereka, keenam spirit itupun segera menghindar.


(tama) "jura, gira siapa dia sebenarnya??? mengapa dia menangkis serangan kita dengan mudahnya?"


(zaku) "ya.. setelah mendengar apa yang kalian bicarakan benar² membuatku kesal."


mereka tiba dan langsung kesal mendengar garda meremehkan mereka, karena terlalu lemah untuk melindungi sang dewi, tapi yang diserangpun seakan hanya ingin bermain tidak ada keseriusan sama sekali, garda hanya menghindar dan terus menghindar tanpa membalas menyerang. membuat darah mereka mendidih, apalagi setelah merasa kehilangan sang dewi membuat amarah mereka semakin menjadi² semuanya menjadi kalap karena terprovokasi omongan garda yang merendahkan mereka.


(roya) "aaarrrggghhh bbbuuushhh bwussshhh" serangan angin bagai pisau raksasa telah mencabik² bagian hutan hingga memotong ujung gunung hingga gunung yang menjulang tinggi menjadi setengah seperti bukit karna terkena serangan angin milik roya.

__ADS_1


"ada apa ini..!. mengapa aku merasakan aura mengerikan yang seakan membuat aku tercabik dalam sekejap, apa yang telah terjadi dengan spirit milik dewi..! bukankah tadi mereka terlihat tenang² saja..? lannox apa kau merasakannya juga...??"


"ya... mana ini benar² sangat dahsyat, aku belum pernah merasakan kekuatan semengerikan ini.. sebelumnya, tekenan ini hampir mirip dengan pria misterius yang menolongmu waktu itu."


"kau benar.. ayo kita segera kesana, mungkin ada musuh yang berbahaya hingga membuat mereka marah besar, aku belum pernah melihat mereka marah dengan tekanan sedahsyat seperti ini sebelumnya."


"ya.. ini aneh, ayo kita pergi." lannox dan zion langsung beranjak kearah ledakan tadi.


geleduarr duar hantaman demi hantaman dikembalikan dengan mudah oleh garda. "garda hentikan, kejahilanmu, sebelum semuanya musnah hanya karna keisengan bodohmu."


"ah.. ga..gawat, ini suara paduka, ma.. maafkan hamba paduka, awalnya aku hanya ingin bermain² sebentar, akan tetapi malah membuat mereka jadi emosi dan marah² tidak jelas begini."


"cepat hentikan kekacauan ini, kejahilanmu hanya akan membuat satu benua hancur menjadi rata tanpa penghuni. cukup jangan memperkeruh keadaan, jika kau tidak ingin berakhir menjadi abu."


"ba..baik paduka, maafkan hamba.. akan hamba laksanakan." garda langsung ketakutan, dan bergegas. menenangkan amukan keenam spirit, garda mengangkat satu tangannya mengarahkan pada keenam spirit, tetiba enam rantai raksasa yang terbuat dari mantra suci muncul dan mengikat para spirit yang telah berubah kewujud asli mereka.


"baik tenanglah, dengarkan aku bocah lucu, akan aku jawab pertanyaan kalian, aku bukan musuh! jadi kalian tidak perlu khawatir."


(tama) "bagaimana kami bisa mempercayaimu dasar sialan."


(garda) "hah.. jika kalian masih bandel, aku akan mengadukan kalian pada dewi dengan apa yang kalian lakukan."


(tama) "apa! jadi dewi masih hidup..?"


(roya) "be..benarkah.. itu???"


(garda) "cih! makanya aku bilang kalian tenang dulu, bagaimana aku bisa cerita jika kalian menyerangku membabi buta begitu."


keenam spirit saling memandang kemudian mulai bersikap tenang dan berubah kembali kewujud manusianya.


(jura) "cih! sebaiknya kau bilang dari awal, jadi hal seperti sekarang tidak akan terjadi, baiklah lepaskan rantai ini dulu, kami akan mendengarkanmu."


(garda) "tunggu dulu aku akan mengembalikan keadaan hutan ini seperti semula lihatlah kekacauan yang telah kalian lakukan, untung saja tidak ada manusia dan hewan disini."


(gira) "heh.. jika kau tidak memulainya, semua ini tidak mungkin terjadi."


(garda) "ya aku akui ini salahku." garda menarik nafasnya lalu ia meletakkan kedua tangannya ketanah semua hutan yang telah terang gunung yang terpotong perlahan kembali seperti semula, pohon² yang tumbang kembali menumbuhkan tunas-tunas baru. dan semua telah kembali seperti keadaan semula, keenam spirit zion dan lannox yang juga menyaksikan dibuat tak percaya dengan apa yang dilihat mereka.


(zaku) "bagaiman dia bisa melakukan itu dengan mudahnya?"


(saga) "bukankah tadi dia juga tidak serius melawan kita! dia bahkan hanya menangkis serangan kita seakan sedang bermain."


(roya) "ya, tepatnya dia tidak mengeluarkan kekuatannya sama sekali, dia hanya menghindar dan membalikkan serengan kita dengan gampangnya. jika dia serius, kita pasti tidak bisa ngobrol santai seperti ini sekarang."


(jura) "ya bahkan dia hanya menangkis serangan kita, seperti sedang bermain lemparan bola, siapa dia sebenarnya?."


(garda) "baiklah sudah selesai. zuuuuuppp hei bocah tampan dan anak kucing galak, apa yang kalian lihat haaahhh! tutup mulut kalian, nanti bisa dimasuki lalat."


zion dan lannox terkejut dan baru sadar jika mereka berdua ternganga dan takjub melihat para raja monster seperti sedang minikmati dunia mereka tanpa memgganggap keberadaan mereka berdua sedikitpun, itu membuat mereka terasa kecil. lannox dan zion tersadar dan saling memandang, zion dan lannox cepat² menutupi mulut mereka..! dan mereka saling bertelepati satu sama lain.


"lannox apa perasaan kusajakah..! aku merasa seperti semut kecil yang sedang berada dihadapan para kaki gajah."


"apa...!! ah, itu cuma perasaanmu saja, kau yang terlalu pengecut." 'dalam hati 'kau tidak salah, baru kali ini aku merasa perasaan yang sama sepertimu, sial darimana putriku bisa menemukan spirit merepotkan seperti mereka. bahkan mereka lebih cocok dibilang raja monster daripada spirit."


"sialan kau bocah, aku serius.. jangan sok keren dengan tampang sok polos seperti itu, kau hanya membuatku jadi ingin muntah tahu, akui saja kau juga merasa takut bukan."


"hmm.. memang aku keren kok, terimakasih atas pujiannya. tapi, aku tidak punya makanan untuk diberikan kepadamu."

__ADS_1


"itu bukan pujian bodoh, tapi hinaan.. dasar bocah terkutuk."


lannox hanya tersenyum mendengar umpatan zion yang terlihat lucu saat kesal.


"baiklah mari kita pulang ke mansion, dan mendengarkan penjelasanmu. ah sebelum itu, bisakah kau ubah warna kulitmu itu agar tidak terlihat mencolok."


(garda) "hahh.. baiklah"


setelah merubah warna kulitnya seperti manusia normal, merekapun segera kembali kemantion dan cerita tentang gardapun dimulai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sementara ditempat lain..


"bedebah prangggg krangggg" Raphael membanting gelas yang ada dimeja kerjanya" aku kehilangan dia lagi..! lagi² aku gagal, susah payah aku Menciptakan perang ini hanya untuk menjebaknya agar masuk kedalam perangkapku, akan tetapi dengan gampangnya dia menggagalkan rencanaku. dan malah membalik keadaan. dan sekarang, dia lenyap bagai ditelan bumi, kemana aku harus mencarimu.?"


"apa! lannox berhasil..?"


"benar baginda, duke lannox telah kembali dengan selamat dan membawa pulang kemenangan."


"apa kau yakin..?"


"ya baginda, dan utusan dari duke telahpun tiba."


kaisar sangat kesal dan geram mendengar kepulangan lannox niatnya ingin menjebak lannox dalam perang kali ini benar² gagal.


"salam hormat pada matahari kekaisaran. hamba roland membawa surat dari yang mulia duke, untuk baginda."


"bawa kemari..!"


roland dengan hati² mendekat sambil membungkuk menyerahkan surat dari lannox, kaisarpun menerimanya lalu membacanya dengan wajah memerah jengkel.


"salam hormat untuk matahari kekaisaran.


hamba mengirim surat ini untuk menuntut janji baginda kepadaku..


tentunya baginda pasti tidak lupa bukan! dengan janji yang telah kita buat, saya sungguh tidak sabar menunggu waktu itu segera tiba ..


saya sangat menantikan sambutan baginda..


o.. ya, satu lagi.. tolong katakan pada pangeran, jangan pernah mengganggu putri saya lagi. karena baginda pasti mengerti bukan, hal gila apa yang akan saya lakukan..?


"Salam Hormat Lannox."


"kurang ajar pakkk.." kaisar membuang surat itu dengan kasar kelantai.


"beraninya bocah itu dengan sombongnya mengancamku, kekuatan apa yang dia miliki.. hingga dia berani mengancam kaisar negri ini hah."


"katakan pada lannox! aku akan menunaikan janjiku padanya, dan aku akan membuat sambutan untuk kemenangan yang meriah untuk kalian, dan aku juga mengundang putrinya untuk datang bersama lannox jika dia tidak membawa putrinya, perjanjian aku anggap batal, sampaikan itu pada lannox."


"baik Baginda, akan segera saya sampaikan, saya mohon pamit undur diri." tap.. tap.. tap.. roland pergi meninggalkan punggungnya yang terlihat makin menjauh.


"hehhh berani²nya dia mengancamku, kita lihat saja apa yang akan kau lakukan, lannox." kaisar tersenyum licik ia kembali membuat muslihat untuk memjebak lannox.


"seminggu telah berlalu.. pria berambut perak termenung memandang langit biru berhiaskan awan, mata merah yang selalu sendu masih meratap sayu kelelahan. "ravella masih belum juga kembali.! bagaimana kabarmu putriku, ayah sangat merindukanmu nak. tanpamu, mansion ini menjadi sunyi tiada lagi tawa ceria, dan rengekan manja malaikat kecilku, dimana kau nak!! kapan kau akan kembali..? apa kau tidak merindukan ayahmu ini...!"


tanpa ia sadari seseorang yang sejak tadi sedang memperhatikannya dari jauh, saat lannox hampir menyadarinya ia menghilang dari pandangan hanya pepohonan yang tampak bergoyang tertiup angin.

__ADS_1


"hah.. mungkin hanya perasaanku saja."


nantikan kelanjutannya..!


__ADS_2