
Setelah puas bermain dengan pangeran kedua, Ravella akhirnya di jemput Duke. Tampak Ravella yang sedang kelelahan karena sehabis di bawa berkeliling dengan kedua Pangeran. kini ketiganya duduk di taman Istana.
Ketiganya tampak sedang santai sambil menyeruput teh hangat, dan beberapa cookies buatan Istana. Ravella tampak sangat menikmatinya.. Begitu pun kedua Pangeran. dari kejauhan, tampak sosok tampan mengenakan pakaian serba hitam, dengan mantel Merah.
"Hormat saya pada kedua Pangeran." ujar Duke menyapa sopan pada keduanya, lalu ia lanjut berbicara kepada Putrinya.
"Putriku, ayo kita pulang Nak! Ini sudah sore."
"Baik Ayah!" Ravella pun pamit pada kedua Pangeran. Setelah berpamitan, keduanya pun di antar oleh Raja dan Ratu.
"Sering-seringlah berkunjung kemari Lan, pintu Istana selalu terbuka untuk kalian berdua." ujar Raja sambil menepuk bahu Lannox.
"Benar, Lan.. Jika ada waktu, kami juga akan berkunjung ketempatmu. Jaga Putri Kecil ini baik-baik, karena dia sangat berharga.
Lalu Nak, seperti kau memanggil Suamiku Paman, kau juga boleh memanggilku bibi." ujar Ratu tersenyum lembut, sambil mencubit pelan pipi chabi Ravella.
"Baik Bibi.." ujar Ravella tersenyum menggemaskan.
Raja yang melihat reaksi Ravella, segera berlutut dengan satu lutut.. Lalu ia menatap wajah mungil Ravella.
"Nak, Sering-seringlah main ke Istana, dan jaga dirimu baik-baik. Jika nanti kau membutuhkan bantuanku! Katakan saja.. Kerajaan MAGANIKA selalu siap membantumu." ujar Raja tersenyum penuh arti, lalu memeluk Putri kecil itu dengan erat.
'Hem.. Bantuan apa yang dia maksud?? Haah entahlah, lupakan saja.' pikirnya bingung. "Hem.. Terima kasih Paman, bibi Ratu. Sampai jumpa lagi."
Ujar Ravella ceria, sambil melambaikan tangannya.
Duke tersenyum melihat Putrinya yang mudah Akrab, ia lalu menunggu di depan pintu kereta, Setelah berpamitan pada keduanya.. Ravella pun berlari menuju Sang Ayah. Keduanya pun pergi menaiki Kereta. Sambil memandang kereta yang semakin menjauh, Ratu berujar pada Suaminya.
"Aku sangat senang melihat putri kecil itu tumbuh dengan baik, namun.. Lan akan kerepotan karenanya." ujar Ratu melirik Raja sekilas, dan kembali menatap kereta yang sudah menjauh.
"Haah.. Ya, kau benar Istriku, aku juga tidak mengira jika Putri mereka, adalah seorang anak dalam Ramalan. Mereka berdua sangat beruntung memilikinya!! Namun, disatu sisi.. Jika sampai ada yang tahu keberadaan anak itu!
Dunia akan gempar, dan akan banyak musuh yang datang hanya untuk mengincar dirinya. Lan benar-benar harus melindungi Putrinya dengan sangat ketat. Tapi apapun itu! Kita percayakan saja padanya..
__ADS_1
Meski dulu ia pernah melewati masa-masa sulit, karena telah memperlakukan Putrinya dengan sangat menyedihkan. Tapi kini...Dia pasti sangat menyesali akan perbuatannya tersebut! sebab itu, untuk menghilangkan rasa penyesalannya..
Kali ini ia rela melakukan apapun demi Putri satu-satunya. Aku yakin, Dewa akan selalu melindungi mereka berdua." ujar Raja.
"Benar! Namun, kita juga harus mempersiapkan diri, untuk kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. Karena peran Sang Dewi, akan sangat berpengaruh besar untuk masa depan. Kita juga harus memberitahukan hal ini, pada kedua pangeran." gumam Ratu sangat antusias.
Raja merespon sangat baik saran Istrinya tersebut, setelah kereta Duke menghilang dari pandangan.. Keduanya pun masuk kembali ke Istana.
***
Di luar Kastil sudah terdengar suara kereta kuda berhenti, Emilio dan yang lainnya segera bergegas keluar untuk menyambut Tuan mereka.
Duke keluar dari kereta.. Bersama Sang Putri yang tengah tertidur pulas dalam gendongan Sang Ayah.
Melihat keduanya, Emilio dan yang lain.. segera menunduk memberi sapa hormat, dan Duke pun berujar pada mereka yang masih setia menunggu hingga Duke pulang.
"Kalian masuk saja.. Tidak perlu menyambutku. Apalagi Putriku sedang tertidur. Dan satu lagi, Tidak perlu menyiapkan makan malam. Karena aku akan langsung tidur dengan Putriku." ujar Duke, berlalu pergi meninggalkan Emilio, dan yang lainnya.
"Baik Yang Mulia." ujarnya Emilio patuh.
'Aku sengaja menanyakan pada mereka, untuk memastikan.. Apakah Ramalan tersebut sama seperti yang dikatakan Zion, atau, setiap tempat berbeda-beda. Tapi ternyata!
Penjelasan mereka sama persis seperti apa yang dikatakan dengan Zion, haah.. Apa yang harus aku lakukan? agar Putriku bisa aman dari incaran musuh yang mengincar keberadaannya??
Meski Putriku, di kelilingi dengan banyak Raja Spirit hebat! tetap saja.. mereka bukanlah lawan Para Dewa. Hem.. Tapi aku agak curiga dengan Kaisar Zando!!? Karena di antara Spirit lain, hanya dia yang kelihatan sangat misterius!!
Seolah-olah ia sudah tahu dengan apa yang akan terjadi.. dan setiap ia muncul, keberadaan Dewa yang tadinya sangat mengerikan! Tiba-tiba lenyap begitu saja seolah mereka tidak pernah ada sebelumnya. Hem.. Siapa sebenarnya Kaisar Zando!!??' pikirnya mencurigai.
Duke hanyut dengan kecurigaannya, setelah selesai mandi.. Ia kembali keranjang melihat sosok Putri kecil yang sedang tertidur nyenyak. Ia tersenyum lalu mencium kening Putrinya, ia pun naik keranjang, menarik selimut dan memeluk tubuh kecil itu dan tak lama.. Ia pun tertidur lelap.
Ravella adalah penawar baginya, obat penenang di setiap kegelisahannya.. Ketika ia tidur sambil memeluk Putri kecilnya itu, ia akan merasa tenang dan sangat mudah tertidur. Namun.. Jika Ia tidak tidur bersama Putrinya, matanya akan sangat sulit untuk terpejam.
Oleh karena itu ia tidak bisa jika tidak ada Putrinya di sisinya.
__ADS_1
***
Di Istana langit.. Seorang anak kecil, tengah terbaring tak sadarkan diri, di dalam ruangan Istana. Damu yang masih kebingungan.. Bertanya pada Sang Dewa, mengenai apa yang ia pikirkan.
"Siapa sebenarnya Anak ini Paduka?" ujarnya memperhatikan sosok kecil tersebut, dengan seksama.
Dewa yang masih duduk di singgasana miliknya, sedang bertopang dagu pada satu tangannya.. Wajah Dewa Zando tampak datar saat melihat Anak kecil tersebut.
Tak lama.. Dewa menarik jari telunjuknya.. Dan tubuh kecil itupun terangkat pelan melayang mengikuti gerak jarinyan.
"Anak ini adalah Roh yang tidak bisa berengkarnasi, meski ia tampak kecil sekarang, tapi sebenarnya.. itu bukanlah sosok aslinya."
"Kalau begitu, bukankah seharusnya ia di bunuh saja Paduka..?" ujar Damu menatap tajam pada anak kecil tersebut,
Namun sayangnya.. Dewa mengabaikan pernyataan Damu begitu saja, tanpa menjawabnya.
Tubuh Anak kecil tersebut berhenti tepat di hadapan Dewa, ia menggerakkan tangannya.. Dan dalam sekejap.. Tubuh kecil itu pun berubah menjadi sosok Pria Dewasa.
"Apa.. Jadi, di-dia bukan anak kecil??"
"Ini adalah wujud sebenarnya dari anak ini, jiwanya.. telah banyak melakukan kejahatan fatal di dunia Roh, dan ia juga telah banyak memakan Roh. Semakin banyak ia memakan Roh, semakin banyak juga sosoknya akan berubah menjadi sosok Monster.
Dan gelang yang aku berikan padamu, bisa memurnikan jiwannya, dan menghilangkan sosok monster di dalam dirinya.
'Pantas saja, Saat gelang itu menyatu dengan lengannya.. Tak lama mantra yang ada di dalam gelang itu, langsung bekerja seolah hidup.' pikir Garda baru faham.
"Hem.. Garma, telah melaporkan masalah ini beberapa hari yang lalu. bahwa, adanya jiwa yang kabur dari tahanan. Karena ia telah mencuri Energi Jiwa bersamanya, Yang bisa membuatnya berbaur dengan Para Roh lain."
"Jadi, maksud Paduka, Energi Jiwa yang ia miliki sekarang, adalah untuk mengelabui para Roh, agar tidak di curigai penyamarannnya..!!" sambungnya lagi.
"Ya, dan karena itu juga ia bisa menyamar masuk dengan bebas kedunia Roh tanpa ketahuan. dan, ketika melihat para rombongan barisan berdatangan membawa sesajen untuk di persembahkan Kepada Dewa..
Dan Saat itu juga, ia memulai kekacauan tersebut. tepatnya, Kekacauan Itu hanyalah sebuah pengalihan. tapi, tujuan sesungguhnya dari anak ini adalah, bunga kelopak sembilan warna yang ada di atas Punggung Si kaki seribu."
__ADS_1
"Apa..!!! Memangnya, untuk apa ia mengincar Bunga tersebut Paduka? sampai harus membahayakan dirinya sendiri." tanya Damu lagi.