
hi.. hi.. maaf baru bisa update, so langsung aja. happy reading 😉
lannox dan yang lain akhirnya tiba, namun apa yang mereka lihat sangat mengejutkan ratusan monster telah mati. kehadiran zion sangat membantu jika saja zion telat mungkin pasukan yang tersisa hanya tinggal nama.
"yang mulia.. anda telah tiba, syukurlah bala bantuan akhirnya telah datang."
"berapa prajurit yang masih tersisa..?"
"sekitar tiga ratusan yang mulia."
"dan berapa yang telah tewas..?"
"sekitar dua ratus tiga puluh prajurid, dan yang beberapa orang terkena luka parah sekitar delapan puluh tujuh prajurid yang mulia."
"hmmmm... kalian telah bekerja keras sekarang mundurlah, rawatlah sebagian yang terluka dan kumpulkan jasad para prajurid yang telah gugur, mereka harus dimakamkan dengan layak."
"baik yang mulia."
"ggrrrraaaggrr, wushss wushhh, kalian benar-benar mahluk menjijikan."
"hahahah.. kedatanganmu tak akan mengubah apapun bocah." monster kadal berlari dengan sangat cepatnya, dan lansung menyerang lannox.
"tutup mulutmu yang menjijikan itu, kadal jelek." lannox langsung mengeluarkan pedang mana miliknya, dan menusuk monster kadal yang tidak sempat mengelak, monster lain datang ingin menyerang lannox dari arah belakang dan zion yang melihatnyapun, langsung membaham leher ogree itu sampai putus.
"perhatikan belakangmu nak, jangan sampai lengah."
"terimakasih pak tua."
mereka berdua terus menyerang monster yang seakan tiada habisnya, sementara ravella dan spirit miliknya menyembuhkan prajurid yang cedera. yoan dkk, ikut berperan dalam perang ini.. mereka dengan sigap menyerang dan membantai para monster dengan brutal. sudah lama mereka tidak ikut berperanga, selain hanya menjalankan misi biasa dan menjaga ravella.
"kalian.. sejak kapan? kalian ada disini..! bukannya aku menyuruh kalian untuk tinggal di mansion...?"
perro "hehe kami bosan jika hanya menunggu di mansion, yang mulia. jadi kami secara diam-diam mengikuti yang mulia kesini."
"dasar kalian bocah nakal, kita bahas ini nanti."
"siap yang mulia." jawab mereka serentak
"hei bocah, monster ini seakan tidak ada habisnya, apa kau tidak ada solusi untuk mengatasinya? dan mengapa dewi bisa ada disini..?"
"kenapa..? apa kau sudah lelah pak tua."
"heh, aku tidak lelah tapi yang jadi masalah sekarang! kenapa kau membawa putrimu kemari..? apa kau tidak memikirkan keselamatan dewi kecilku."
"bwussshhh, cih bicaramu seakan dia putrimu saja."
"yah memang sudah kuanggap begitukan."
"awas dibelakangmu pak tua..!" lannox langsung menebas dengan pedang mana miliknya, ular besar itu langsung terbelah menjadi dua namun, kepalanya masih bergerak ingin menerkam kaki lannox. dan dengan sigapnya lannox, langsung menusuk kepala ular itu dengan pedang mana miliknya.
__ADS_1
"dante, apa kau tidak merasa aneh dengan para monster..!"
"apa maksudmu gaton..?"
"lihatlah.. sebanyak apapun kita menyerang! mereka seakan tidak ada habisnya, apa itu tidak aneh? malah mereka semakin banyak jika begini, kita yang kekurangan jumlah tidak akan bisa bertahan, yang mulia juga sudah terlihat kelelahan."
"kau benar gaton, ini mencurigakan! mereka seakan hanya terfokus menyerang yang mulia duke, dan yang mulia zion, ini sangat aneh?"
"grrrrrr hati-hati dante, dia terlihat tidak biasa!"
"hihihi.. kalian pintar juga, tapi sayang sekali, kalian harus mati." ogre besar itu menghayunkan senjata tajam miliknya, kearah dante, dante dengan cepat mengelak dan langsung meloncat menghantam tubuh besar ogre dengan pedang miliknya.
"hahahahaha.. apakah hanya itu kemampuan kalian? sangat mengecewakan."
"apa.. bagaimana bisa tubuhnya beregenerasi dengan sangat cepat?"
"hati-hati dante, bukankah sudah kubilang.. dia tidak biasa dia berbeda dengan monster yang kita lawan sebelumnya!"
dante mengeluarkan mana dan aura miliknya, serta menyatukan dengan pedang yang dipegangnya, pedang itupun menyala mengeluarkan cahaya keunguan.
"rasakan ini..!" cahaya ungu seperti kilat menghantam tubuh sang ogre, tak hanya itu.. gaton juga ikut menyerang. gaton mengeluarkan bebola api dari mulutnya, dan langsung mengarahkan tepat pada sang ogre besar itu! sang ogre tak sempat mengelak dan langsung meledak.
doka "mengapa mereka tidak ada habisnya?"
nando "ya.. mereka semakin banyak saja.. jika begini kita bisa mati kehabisan tenaga sebelum menang."
rauf "yang mulia.. maaf mengganggu! akan tetapi.. mengapa mereka tidak ada habisnya, dan sebagian dari mereka bisa beregenerasi dengan sangat cepat."
"kau benar bocah, ini sangat aneh! aku merasakan ada aura penyihir di antara mereka."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"maaf pangeran, tuan putri sedang tidak berada disini."
"lantas dimana dia..? aku dengar ada banyak monster yang datang menyerang! aku harus segera membawanya, keadaan disini sudah tidak aman untunya."
"maaf pangeran, anda tidak boleh masuk kemari. yang mulia melarang siapapun memasuki kamar putri, tanpa seizinya."
"oya..! apa kau melarang pangeran dari kekaisaran ini? kalian bisa aku anggap melawan pihak kaisar..!"
"ta.. tapi.. pangerang? hamba hanya menjalankan perintah yang mulia."
"ku bilang minggir, pengawal.. dobrak pintunya."
"baik pangeran."
"brakkkk gedebagg" pintu itu didorong dengan paksa, dan pangeran langsung memeriksa setiap kamar. dan yang ia dapati! ravella tidak ada sama sekali dikamenya.
"kemana dia..? mengapa dia tidak berada dikamarnya, cepat cari dia."
__ADS_1
"baik pangeran." semua kesatria berlari memeriksa setiap tempat, hanya untuk menemukan ravella. dan sikap pangeran yang terkesan agak memaksa! tanpa sadar telah memancing emosi seseorang, yang sejak tadi menahan diri.
"sepertinya bocah mini ini terlalu lancang, berani memasuki kamar dewi kecilku! dan mengacau mansion bocah rusuh, aku harus memberi mereka sedikit pelajaran."
zaku yang telah berubah kewujud manusia tampan berambut putih, dengan gaya rambut yang diikat kuncir kuda, dan mengenakan jubah putih kemasan yang memperlihatkan otot lengan dada dan otot perutnya! dia lalu menghampiri kesatria yang sejak tadi sibuk mencari ravella.
"wow.. dia sangat tampan, siapa dia..? aku belum pernah melihat dia sebelumnya." para dayang yang melihat wujud zaku! tampan dan seksi, menjadi heboh seketika penampilannya yang tampan, membuat mereka lupa dengan ketegangan yang terjadi.
"halo nona manis, bisakah kalian minggir sebentar!"
"ah si.. silakan tuan tampan."
zaku mengedipkan matanya kepada para dayang yang terpana melihatnya, membuat mereka semakin histeris kegirangan.
"tik, wushh.. wushhh.. wushh... hmmm apakah kalian sudah puas menggeledah mansion ini..!"
"si.. siapa kau?" zaku secepat kilat mengumpulkan para kesatria kesatu tempat dalam sekejap.
"kalian tidak perlu tahu siapa aku, yang jelas! kalian sudah mengganggu ketenanganku, jadi rasakan ini.. tik." mereka semua menghilang.
"apa.. ke.. kemana para prajurid? mengapa mereka semua menghilang, dan siapa kau..?"
"kau tidak perlu tahu siapa aku bocah mini, yang jelas kau telah lancang berani mengganggu ketenangan mansion ini, tik." sang pangeranpun menghilang dalam sekejap.
"astaga, kemana mereka..? bagai mana bisa mereka menghilang dalam sekelip mata. bagaimana ini..! jika terjadi apa-apa pada pangeran, kita pasti akan disalahkan oleh kaisar." para dayang menjadi panik, zaku yang melihatnya langsung menghampiri mereka.
"halo nona-nona manis, maaf membuat kalian khawatir.. tapi ini akan membuat kalian lupa kembali. fuuhhhh tidurlah, setelah kalian sadar kalian tidak akan mengingat kejadian barusan." zaku meniup wajah mereka, agar mereka melupakan apa yang terjadi.
tama dengan wujud tampannya, dengan warna rambut merah oranye yang sangat mencolok. Diikat setengah kepala.. dan setengahnya, dibiarkan tergerai indah dengan poni kesamping yang sedikit ikal. ia mengenakan jubah hijau keemasan, yang memperlihatkan belahan dadanya yang kekar.
"apa yang kau lakukan zaku? bukankah itu sedikit berlebihan mengerjai bocah yang tidak tahu apa-apa."
"ya siapa suruh membuatku kesal, sikapnya yang terlihat arogan, yang menyalah gunakan kuasanya pada yang tak berdaya membuatku muak."
"lalu kemana kau kirim anak-anak itu...?"
"hehe.. aku hanya mengembalikan mereka ketempat semula, sebelum mereka datang. ya.. tidak sampai kedalam instana sih! aku mengirim mereka dihalaman istananya.. mungkin mereka sedang menangis kebingungan sekarang! hahahaha."
"kurang ajar.. bagaimana bisa aku berada dikamarku sekarang? siapa pria berambut putih itu..! mungkinkah dia juga menyukai ravella.. atau dia musuh yang mengincar ravella..? tidak, aku harus segera kembali mungkin saja dia akan menculik ravella!!"
"hatciiim, huh.. apakah seseorang sedang membicarakanku?" ujar zaku.
"bwusss.." lengan zion terluka, terkena hantaman kingkong putih bermata merah.
"akhirnya kau terluka juga, aku sudah lama menantikan saat ini.. aku harus membalaskan dendam putraku yang telah kau bunuh. sekarang.. rasakan ini." sang kingkong merapatkan tangannya dan kemudian ia merenggangkan kembali kedua tangannya dan keluarlah api besar lalu dilemparkan kepada zion.
"tidak ziooonnnnn.." lannox yang berada jauh dari zion, berteriak melihat api besar menyerang zion yang tak sempat ditangkisnya, karna saat zion sedang mengoyak musuh, serangan mendadak datang dari arah yang tak duga. zion tak sempat mengelak, dan memejamkan matanya dengan pasrah. geledug.. geledug... tiba-tiba tubuh yang menyala bagai petir, menangkis hantaman besar yang mengarah kezion, zion perlahan membuka matanya, dan terkejut saat melihat sosok yang ada dihadapannya itu.
"kau...?"
__ADS_1
"istirahatlah bocah, kini giliranku."
note: jangan lupa vote, like, komen n saran kalian karna itu sangat membantuku untuk lebih semangat lagi dalam menulis.