
"Tunggu..." teriak Duke, saat melihat kedua Spirit Putrinya itu, yang tampak sedang buru-buru.
Kedua Spirit yang ingin pergi, terpaksa berhenti karena panggilan dari Lannox. Zion dan Lannox mendekati kedua Pria tersebut. Sementara Jura Dan Gira, saling menoleh.
"Ada apa?" tanya Gira.
"Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa Putriku bisa menghilang?? Bukankah kalian selama ini selalu bersama Putriku! Bagaimana bisa kalian kehilangan Putriku?? Jawab aku sialan?! Apa guna kalian sebagai Spirit jika tidak bisa melindunginya." teriaknya dengan marah.
"Hei tenanglah bocah, tahan emosimu. kita dengarkan dulu penjelasan keduanya." ujar Zion menenangkan Lannox.
"Haah.. Mungkin tepatnya ini kesalahan kami. Tapi ini baru persepsi yang belum jelas kebenarannya. Kami juga sekarang sedang mencari keberadaan Putrimu.. Jadi tenanglah." ujar Gira.
"Sebaiknya kalian berdua juga mencari di dalam Kastil, kami juga tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya! Jadi kami pergi dulu." sambung Jura, dan setelah berpamitan, lalu keduanya menghilang.
Meninggalkan Lannox, yang tampak sedang menahan amarahnya.. Begitu pun Zion yang juga hanya bisa mendecah kesal.
***
Di Zona Mana.. Tama Dan Saga sudah tiba lebih dulu di Zona Mana. Keduanya berpencar mencari keberadaan Putri, dan garda. Namun.. mereka berdua tidak menemukan apapun di sana! Kecuali, hanya keheningan dan kencangnya badai.
"Hei Tama.. Kenapa tempat ini jadi di penuhi dengan banyaknya badai dimana-mana??" ujar Saga.
"Aku juga heran dan tidak tahu, apakah ini fenomena alam, atau suasana hati Dewi..!! kau tahu sendiri bukan. Tempat ini biasanya selalu aman dan damai. bahkan, angin disini juga sangat bersahabat.
Tapi.. Kali ini sangat berbeda, apa mungkin ini karena suasana hati Dewi, yang kurang baik..!!" ujar Tama mulai peka.
"Aku rasa kau benar! Biasanya tempat ini sangat tenang, tapi kali ini.. Aku rasa Dewi benar-benar marah dengan kita Tama.
Kita harus meminta maaf Pada Dewi.. Aku tidak ingin melihat Dewi berubah dan mengabaikan kita. Itu lebih menyakitkan dari apapun." gumam Saga mulai khawatir.
"Ya, aku setuju denganmu. Kalau begitu, Ayo kita cari lagi..!" ajak Tama, yang di angguki Saga.
__ADS_1
Setelah itu keduanya pun bergerak dengan cepat, mereka berpencar mencari ke tempat yang berbeda.
Tapi sayangnya... Orang yang mereka cari sedang tidak berada di Zona Mana, Dan akhirnya.. kedua Spirit itu pun kembali dengan perasaan kecewa.
Sedangkan Zaku dan Roya.. Keduanya mencari di seluruh kawasan Duke, hingga ke ibu kota MAGANIKA. Tapi sama seperti Tama Dan Saga, keduanya kembali dengan tangan kosong dan perasaan hampa.
Tinggal Jura dan Gira.. Keduanya baru tiba di mansion. Keduanya pun langsung berpencar. Tapi sama seperti yang lainnya.. Tidak mereka temukan sosok dari Sang Master.
Namun, keduanya.. Masih belum menyerah dan mecoba lagi.. Akan tetapi, Semua pencarian mereka berakhir sia-sia. Apa yang mereka cari tidak di temukan di mansion atau di manapun. Kecuali kekecewaan yang di penuhi dengan perasaan khawatir.
***
Akhirnya.. setelah seharian mencari tanpa membawa hasil, Keduanya pun menyerah dan kembali menemui yang lainnya di Zona Mana. untuk menyusun rencana baru. Tapi, sesampainya Jura dan Gira di Zona Mana..
Penampakan yang mereka lihat, membuat mereka terkejut, begitupun dengan Zaku dan Roya yang baru saja muncul.
"Hei.. Ada apa ini??" tanya Zaku, yang mehalangi pandangannya dari hembusan angin kencang dengan tangannya. Karena sulit untuk melihat dengan jelas. Tiupan angin yang terlalu kencang menghalangi pandangan mereka.
Dan saat keempat Pria tersebut sedang mengobrol, tiba-tiba saja Tama dan Saga muncul, dan menghampiri keempat Pria tersebut. Yang sedang berdiri di atas bukit.. Sambil menyaksikan kemarahan Alam Di Zona Mana.
"Hei.. Kawan-Kawan, kalian pasti bertanya-tanya, kenapa alam di sini mengamuk bukan? Ya, itu tentu saja.. Ada sangkut pautnya dengan perasaan Dewi saat ini." ujar Tama menjelaskan.
"Maksudmu?" tanya Jura, dengan alis terangkat sebelah.
"Jangan berpura-pura tidak tahu kawan, kau tahu alam di sini berhubungan erat dengan perasaan Dewi kita saat ini." ujar Tama.. Nyengir, lalu berjalan pelan dan berdiri di sisi Jura.
"Aku rasa Master kecil kita benar-benar sangat marah denga perbuatan kita.. Kami sudah mencari di seluruh Zona mana. Tapi jangankan melihat raga mereka berdua, bahkan, aku tidak merasakan Aura keberadaan dari keduanya.
Ya, seolah Dewi benar-benar menghilang. ia tidak di temukan dimanapun. Lalu.. bagaimana dengan kalian! apakah kalian sudah menemukan keberadaan beliau??" sambung Tama.
Roya dan Zaku geleng-geleng kepala, keduanya merasa kecewa dan menunduk dengan tatapan kosong, seolah menyesal. Karena gagal menemukan Master mereka.
__ADS_1
Begitu pun dengan Jura dan Dan Gira.. Mereka terdiam terpaku dalam keheningan. keduanya hanya bisa menghela nafas, Karena tidak bisa menemukan sosok keberadaan Sang Master.
Melihat reaksi dari keempat temannya itu.. Tama tersenyum pahit, ia mengalihkan pandangannya.. Kebawah bukit, sambil melipat kedua tangannya.
"Begitu Rupanya.. Berarti kali ini, Dewi benar-benar marah pada kita. Ia bahkan tidak ingin menemui kita lagi, dan suasana hati beliau saat ini pasti sedang kesal.
Karena kemarahan alam ini.. Adalah pantulan dari perasaannya. Dewi tidak pernah semarah ini sebelumnya, dan ini adalah yang pertama kalinya. Apakah kita sudah benar-benar bersikap keterlaluan padanya!!!" ujar Tama risau.
"Bahkan Alam Di Zona Mana tidak bersahabat sama sekali.. Badai terjadi di mana-mana. Sebaiknya kita kembali kemarkas sekarang. untuk menenangkan pikiran, sambil mencari solusi atas masalah ini. Besok kita akan bergerak lagi, untuk mencari keberadaan beliau." ujar Tama bijak.
Jura tampak tidak bersemangat sama sekali, dan ia juga tidak banyak bicara.. Begitupun Para Spirit yang lainnya. Mereka hanya bisa terdiam, dan merenungi perbuatan mereka masing-masing.
Tapi.. Di antara Keheningan yang sunyi. Zaku bergumam dengan intonasi rendah, Memecah suasana hening.
"Aku tidak ingin melihat Master marah dan menjauhi kita seperti ini.. Itu sangat menyakitkan sebagai Spirit yang sudah terikat dengannya. Kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita juga, begitupun dengan kemarahan dan kesedihan yang ia rasakan.
Kita juga bisa merasakan hal yang sama. Kecuali.. saat ini. Aku bahkan tidak bisa merasakan perasaan Dewi sama sekali.. Entah itu sedang kesal, marah, benci, atau bahagia. Aku tidak bisa merasakan semuanya Kawan-Kawan." seru Zaku dengan ekspresi murung, yang tidak seperti biasanya.
Para Spirit yang mendengarkan omongan lirih Zaku, semakin sedih dan takut, jika mereka akan di buang dengan Master mereka sendiri, karena telah berani bersikap mengabaikan. Seharusnya.. Sebagai Spirit, mereka tidak boleh bersikap Seperti itu! dan harus selalu mematuhi perintah Sang Master.
"Aku takut jika Dewi benar-benar meninggalkan kita..!" ujar Gira lirih, lalu duduk terdiam di depan meja bundar.
'Oh Dewa.. Apa yang haru kami lakukan? Bagaimana caranya melembutkan hati Dewi yang sedang marah!!' doa Jura dalam diam.
...----------------...
Sementara itu.. di tempat lain. Garda dan Ravella sedang duduk santai di taman langit. Garda membawa Sang Putri ke alam langit.. Untuk menemui saudaranya, karena Ravella ingin berkunjung menemui mereka.
sebelum tiba, Garda sudah menghubungi lebih dulu kakak-kakaknya.. Jadi mereka semua sudah berkumpul untuk menyambut tamu Mulia, Yang selalu mereka nantikan kehadirannya.
Taman Langit berada jauh dari Istana langit.. Karena istana Langit letaknya ada di pusat kota. Sedangkan Taman langit, berada di alun-alun kota kedua. Yaitu kota RUGA.
__ADS_1
"Kakek.. Jika boleh tahu sekarang kita berdua ada di mana?" tanya Ravella yang sangat takjub dengan pemandangan tempat tersebut."