
disuatu tempat dikota yang sangat kumuh.
"lapor ketua, kami masih belum menemukan pelaku yang di targetkan. dan juga tidak hanya itu, kemarin kami juga mendapat pesan dari merpati pos. bahwa tim tujuh, enam, dan, lima. juga gagal dalam menjalankan misi mereka. sepertinya musuh yang kita incar kali ini sangat berbeda dan lebih sulit untuk ditemukan daripada biasanya. lantas apa perintah anda selanjutnya ketua..?"
sang pria brewok itupun berhenti melakukan kegiatannya dalam membaca. kemudian, ia meletakkan kacamatanya dan buku yang ia baca di atas meja dengan sangat tenang dan berwibawa.
"hmmm, jadi misi kita telah bocor. berarti misi kali ini di anggap gagal ya..!"
pria itu lantas bangun dari tempat duduknya dan, melangkah menuju kearah jendela, sambil berdiri melihat keluar jendela, iapun menyeringai licik dan mengeluarkan suara lagi.
"perintahkan pada anak-anak untuk segera mundur, dan batalkan semua misi kali ini. lalu segera kirim pesan baru."
"baik ketua."
pria itupun pergi meninggalkan ruangan.
'hmm... jika plan A. gagal, kita masih punya banyak plan lainnya. sebenarnya menemukan target itu sangatlah mudah. namun yang membuatnya menjadi lebih sulit adalah orang yang ada dibelakangnya! kini dengan sangat gampangnya mereka membalikkan keadaan. kalau begitu! aku harus segera bergerak, karena sekarang pergerakanku pasti sedang diawasi, jika sembarangan bertindak malah akan merepotkanku nantinya.'
kini semua kelompok orsi diperintahkan untuk segera kembali dan mundur, merpati pospun disebar diberbagai kota. dan rog yang baru saja mendapat pesan untuk berhenti, segera bergegas untuk melaporkan lansung apa yang terjadi kepada tama. setelah berkomunikasi dengan zion, lannox langsung kembali kekamar untuk mandi dan membersihkan diri yang dipenuhi keringat saat latihan. walaupun ia tidak menyangka, dengan apa yang terjadi antara zion dan jura spirit miliknya dan putrinya.
"aku masih belum mengerti ada apa dengan si jura! mengapa dia tiba-tiba menyerang zion. dan sekarang dia membuat telur raksasa didepan mansion ku, yah, tapi untunglah tidak ada yang terluka. dan, pertunjukan yang sangat menarik untuk membuatku terkejut. oh ya.. aku meninggalkaan anak-anak itu di ruangan kerjaku! apa mereka sudah menyelesaikannya? lebih baik aku cek saja langsung."
setelah selesai mandi dan bersiap-siap, lannoxpun pergi keruangan kerjanya.
"ceklik, tap.. tap.. tap.."
"uh selamat pagi yang mulia!"
lannox melihat kedalam ruangan, sedikit berantakan kertas-kertas berserakan dimana-mana, lannox yang tak mempunyai tenaga lagi untuk marah dan tak kuasa meladeninya. dia hanya mengangguk membalas sapa dari sepuluh prajurit bayangan miliknya, kemudian ia melangkah masuk dan langsung menghampiri meja kerjanya. untungnya meja kerjanya masih rapi namun tugas tambahan yang baru dibawa oleh ranov sudah menumpuk lagi, dia menjadi sedikit setres saat melihatnya.
'aku benar-benar butuh liburan.'
"bagaimana tugas kalian! apakah ada yang tidak beres mengenai data para pasukan..?"
"yang mulia..!"
dante memanggil, dengan raut wajah yang agak berbeda.
"ya, apa kau menemukan sesuatu?"
"benar yang mulia, ada lima prajurit yang tidak terdata disini, bahkan saya tidak menemukan satupun profil mereka. apakah memang dirahasiakan atau, ah ini hanya spekulasi saya saja yang mulia, jadi tidak perlu terlalu dipikirkan. tapi jika profil mereka tidak ada satupun ditemukan dicatatan laporan disini, apa yang mulia menyimpannya?"
"siapa saja nama lima prajurit yang kau sebutkan tadi?"
"tok..tok..tok.. tuan ini aku rog!"
tidak ada jawaban, rog mencoba mengetuknya lagi.
"tok..tok..tok.. tuan, apa kau didalam...?"
masih senyap tidak ada suara.
"ini aneh! apa mereka masih tertidur! tapi ini sangat penting dimana mereka? ah sebaiknya kutanyakan saja pada pemilik penginapan."
rog pun turun dari lantai dua menuju kebawah mencari pemilik penginapan.
"hei permisi, apakah pemilik dari penginapan ini ada? jika ada, tolong panggilkan dia sekarang katakan ini penting."
"maaf sebelumnya, anda siapa tuan?"
"bilang saja pelanggan vip."
"baiklah akan segera saya sampaikan, mohon silahkan menunggu sebentar tuan."
"hmm."
"tok.. tok.. tok.. ceklik, tuan ada yang mencari anda?"
"siapa?"
"dia hanya bilang pelanggan vip."
"baiklah, katakan aku akan segera menemuinya."
"baik tuan."
setelah menunggu beberapa menit pemilik penginapan akhirnya menampakkan wajahnya.
"maaf tuan telah membuat anda menunggu lama!"
"tidak apa-apa, kebetulan aku punya banyak waktu luang hari ini."
"ada apa tuan ingin menemui saya!"
"hei apa kau tahu kemana pergi tuanku, yang menginap di kamar viv kemarin!"
"maksud anda, tuan yang tampan dengan wajah yang agak buas."
"benar, apakah kau mengetahui kemana perginya mereka!"
"maaf tuan, saya tidak tahu! mungkin mereka sudah pergi sejak pagi tadi."
"apa pergi.. kenapa dia tidak bilang kepadaku?"
"baiklah terimakasih, kau boleh kembali."
"baik tuan"
setelah pemilik penginapan itu pergi, rogpun bergegas keluar mencari tuan barunya. namun, tidak ditemukannya tanda jejak tuan barunya itu.
"kemana perginya, bagaimana aku bisa melapor kalau dia saja tidak bisa ditemukan."
rog kebingungan karena tidak menemukan orang yang dicari, diapun terpaksa menunda keinginannya untuk melapor pada tama.
"huh lupakan saja, aku akan mencarinya nanti saja. sepertinya sudah lama aku tidak menjenguk adikku. lebih baik aku melihatnya sekarang."
__ADS_1
rog menoleh kekiri dan kanan kedepan belakang, dia sangat waspada, takut kalau-kalau ada yang mengikutinya. namun tanpa dia tahu, ada seseorang yang sedang mengawasi sejak tadi.
"huh, ini benar-benar melelahkan, harus bermain kucing-kucingan, aku sudah rindu dengan dewi imut kita."
"ya.. kau benar tama, lalu kenapa tidak temui saja Dewi?"
"mm.... sifatku jika misi belum selesai, aku belum mahu kembali. ya walaupun aku sangat rindu ingin melihat tingkah lucu dewi kita."
"ya, jika kau rindu temui saja dewi, lagian dewi kita bukanlah orang jahat yang memberi perintah sesuka hati. inikan atas kemauan kita sendiri bu.."
"tunggu dulu, apa kau bilang! kita.." hello kau saja ya.. bukan kita. karena siapa coba? yang membuat aku terjebak dalam misi ini hah...!"
"hahaha ya.. ya.. aku akui ini salahku. aku minta maaf soal itu, karena keegoisanku kau jadi ikut terbawa-bawa dalam masalah ini."
"ya kalau aku sih, daripada melakukan misi, aku lebih suka berada di samping dewi, melihatnya semakin bertumbuh. membuatku tidak ingin kehilangan momen-momen lucu dewi. tapi karena sudah terlanjur, ya.. apa boleh buat. tidak aku pungkiri, aku juga menikmati misi ini."
"ya, kau tenang saja. dewi juga sudah mengatakannya padaku, jika misi kita gagal atau terlalu berbahaya. kita boleh kembali, tapi aku merasa sedikit aneh dan janggal melihat ekspresi dewi!"
"apa maksudmu?"
"ya.. dewi terlihat sangat khawatir saat aku memberi laporan, dia terus-terusan berpesan, jika terlalu berbahaya kembalilah dan selalu khawatir dengan keadaan kita.!"
"apa...! mungkinkah telah terjadi sesuatu yang tidak dewi ceritakan pada kita?"
"hmm.. bisa jadi seperti itu, bahkan yang lainnya juga tidak ada yang menghubungi kita sama sekali. apa sebenarnya yang terjadi ya..! apa mungkin telah terjadi sesuatu, sampai tidak ingin membuat kita khawatir?"
"roya, aku yakin telah terjadi sesuatu disana! hah entah berapa banyak momen yang telah kita lewatkan."
"kau benar tama, pasti ada masalah yang telah disembunyikan dewi dan yang lainnya dari kita. aarrggghhh tiba-tiba aku merasa jadi sangat kesal Sekarang."
"tenanglah roya, yang jelas misi ini harus cepat diselesaikan, dengan begitu kita bisa pulang."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
lannox menghubungi zion lagi melalui pikiran.
"zion, dengarkan aku."
"oh, ya aku selalu mendengarkan, ada apa bocah?"
"sebaiknya bisakah kau sembunyikan pemandangan yang sangat mencolok itu.., aku tidak mahu mansionku menjadi tempat umum gegara pemandangan mencolok di atas sana."
"hmm begitu ya, hehe baiklah, tentu saja bisa."
'heh bukankah kau sudah mendengarnya kek garda! aku tahu dari tadi kau terus menguping pembicaran kami bukan.'
'hahaha ternyata ketahuan ya..! kau lumayan juga bocah, bagaimana kau bisa mengetahuinya kalau aku mendengar pembicaraan kalian.'
'karena kau berbeda dari keenam spirit milik dewi.'
'bukannya tugasmu adalah menjagaku! lantas kenapa kau tidak melerai saat kek jura dan aku bertarung? kau malah dengan santainya menikmati tontonan!'
'ahahaha.. kau juga tahu soal itu ya..! aku sengaja ingin melihat sejauh mana kekuatanmu sudah berkembang Bocah! jadi tidak perlu ngambek, bukan berarti aku tidak peduli padamu nak. dan aku juga bisa merasakan jura menyerangmu bukan dengan niat permusuhan. dia sama sepertiku hanya ingin tahu sejauh mana kekuatanmu berkembang setelah mendengar cerita dariku, bahwa segelmu telah dibuka oleh kaisar naga emas. jadi jura meminta padaku, ketika dia menyerangmu dia ingin aku tidak usah ikut campur karena dia ingin menggali potensi milikmu yang telah tersegel.'
'apa jadi maksudnya, kakek jura memang sengaja menyerangku?'
'apa maksudmu kek, kalau dia berbeda..?'
'ya kita akan tahu jawabannya, setelah dia selesai berevolusi.'
'hmm.. setelah mendengar ceritamu, rasa penasaranku jadi semakin besar..! memang sih, kakek jura itu, adalah salah satu diantara keenam spirit yang paling sulit ditebak. dan aku juga bisa merasakan kalau dia tidak melawanku dengan sungguh-sungguh'
'benarkah! ya.. itu memang salah satu ciri khas dirinya. dan dia juga naga yang sangat suka menyendiri. sebaiknya kau pindahkan dewi dan bocah kecil itu kekamarnya, biarkan aku yang berjaga disini.'
'baiklah aku akan segera kembali.'
setelah zion berkomunikasi lewat pikiran dengan garda, diapun pergi mengantar gapi dan ravella kekamarnya.
"mereka berdua benar-benar lucu."
setelah mengantar ravella kekamarnya dan memasang perisai, zion kembali menemani garda dan ikut menjaga telur raksasa yang ada dihadapan mereka, setelah itu gardapun memasang perisai pelindung transparan, agar tidak ada yang bisa melihat keberadaan mereka.
"dengan begini sudah aman."
"tek..tek... kretakkk.. kretak.."
zion yang duduk santai disamping garda, terkejut dan mulai memanggil yang lainnya.
"semuanya lihat itu telurnya mulai retak lagi."
yang lainya juga ikut menyaksikan dan menantikan dengan penuh rasa penasaran.
"sepertinya waktunya sudah hampir dekat"
"apa maksudmu kek saga?"
"yah telurnya sudah mulai pecah, sebentar lagi jura akan bangun."
tiba-tiba angin disekitar menjadi kencang, langit menjadi semakin gelap.
(Roland) "a..angin apa ini..? mengapa cuaca yang tenang dan hangat berubah menjadi angin kencang begini, dan lihatlah langitnya menjadi sangat gelap. aku harus cepat melaporkanya pada komandan, semuanya berlindung keasrama, angin ini sangat tidak wajar."
"baik wakil komandan"
seluruh pasukan berlari mencari tempat perlindungan, dan tiba-tiba petir menyambar semua yang ada disekitarnya. hujanpun turun dengan sangat deras. keenam spirit melindungi diri mereka dengan perisai aura, jadi mereka tidak terkena hujan ataupun hantaman angin ribut dan juga petir.
"alam juga sepertinya ikut menyambut kelahiran jura yang baru."
'garda..!'
'ah, inikan suara paduka.'
'garda apa kau mendengarku!'
'ya paduka hamba mendengarnya.'
__ADS_1
'dengar.., ini adalah kelahiran pilar ketujuh, sudah saatnya kau menyambutnya. yang lainnya sebentar lagi akan segera tiba menyambut kelahirannya kau bersiaplah.'
'pilar ketujuh! bukankah kelahirannya masih membutuhkan ribuan tahun lagi paduka..?'
'hmm, kau tidak perlu banyak tanya. lakukan saja seperti apa yang aku perintahkan kecuali jika kau ingin diganti...'
'baik paduka akan hamba laksanakan.'
komunikasi merekapun berakhir dengan meninggalkan segudang pertanyaan dibenak garda.
'dasar yang mulia selalu saja begitu.'
(zaku) "hei ada apa denganmu garda! kenapa wajahmu pucat begitu..?"
"gleduar gleduar.."
tampak lima cahaya biru kehitaman turun dari langit gelap, lima pria yang mengenakan pakaian warna hitam seperti garda dengan warna kulit yang biru. menghampiri mereka.
"kakak kalian sudah tiba!"
"syiuuuunngg"
lima pria mendekati telur raksasa, yang dikelilingi para spirit.
"apa kabarmu garda! paduka langsung memberitahu kami karena kelahiran pilar ketujuh yang mendadak, kami langsung bergegas kemari. untuk menyambut adik baru kita."
"ba..baik kak, sudah lama aku tidak melihat kalian. tekanan kalian semakin mengerikan saja."
(gira) "garda, siapa mereka?"
(zaku) "ya apa hubunganmu dengan mereka! dan siapa kau sebenarnya?"
(garda) "teman-teman mereka adalah saudaraku."
"perkenalannya kita tunda nanti saja, pilar ketujuh telah terbangun. ayo garda bersiaplah."
"baik kakak."
garda merubah wujud manusia biasanya kembali kewujud asalnya menjadi pria berkulit biru. mereka mendekati telur dan mengelilinginya, kilat hitam dan petir hitam menyala-nyala ditubuh keenam pria gagah tersebut. lantas seorang pria jangkung bertubuh kekar mengeluarkan suaranya.
"maaf bisakah kalian mundur sebentar dan, tolong lindungi tubuh kalian dengan perisai aura terkuat."
(saga) "apa maksudmu?"
"kami tidak punya waktu untuk menjelaskannya. jika kalian tidak ingin terluka lakukan saja, ini juga demi kebaikan kalian semua."
saga, zaku, gira, juga zion melihat kearah garda. garda mengangguk membenarkan kata kakanya. merekapun segera mundur sedikit jauh, dari para keenam pria yang mengelilingi telur tersebut.
zion yang melihat jejadian tersebut tidak ingin kehilangan momen penting itu, lalu merekamnya. ia mengeluarkan kristal sihir bewarna biru yang bisa merekam apapun.
(saga) "apa itu zion?"
(zion) "ini adalah kristal sihir yang bisa merekam kejadian apapun. karena aku yakin dewi pasti ingin sekali melihatnya, untuk itu aku menggunakan kristal ini untuk merekam apa yang terjadi disini."
(zaku) "ide bagus itu nak."
(gira) "yah dengan begini, dewi tidak akan kecewa karena tidak ada disini untuk menyaksikannya."
"apa sebenarnya yang terjadi.. mengapa langit begitu gelap dan angin ribut mendadak seperti akan terjadi badai. fenomena apalagi ini..?"
"tok.. tok.. tok.."
"masuk"
"ceklik, komandan apa anda sudah melihatnya kondisi cuaca diluar menjadi tidak menentu, bahkan petir terus menyambar seakan ingin menghantam sesuatu. bagaimana ini yang mulia, jika seperti ini terus akan berbahaya untuk seluruh prajurit yang sedang berlatih dan berjaga diluar."
"apa kau sudah memerintahkan semuanya untuk segera berlindung?"
"sudah yang mulia, untunglah semuanya bergerak cepat jadi tidak ada korban luka ataupun cedera parah. mereka Sekarang telah kembali keasrama."
"hmm baguslah, kau sudah melakukan tugasmu dengan baik, apa kau melihat para spirit itu..?"
"tidak yang mulia, setelah kepergian anda, mereka semua langsung menghilang bagai ditelan bumi."
'hmm berarti zion sudah melakukannya dengan sangat baik, dengan begini, tidak akan ada yang tahu apa yang telah terjadi disini.'
"untuk sekarang, kau kembalilah keasrama. pastikan semua prajurit dalam keadaan aman. ah, satu lagi..! bisakah kau carikan info keempat kesatria yang berada dibawah pimpinanmu?"
lannox memberi tahu empat nama prajurit tersebut, kepada roland, roland yang mendengar empat nama tersebut menjadi sedikit kaget. walaupun dia tidak mengerti apa yang telah terjadi.
"baik yang mulia akan segera saya cari tahu."
"ya, kau harus mencari tahu dengan detil latar belakang mereka. dan rahasiakan ini dari siapapun termasuk keempat nama yang aku sebutkan tadi."
"siap yang mulia."
"kau boleh pergi."
"saya pamit undur diri yang mulia."
"hmm."
suasana diruangan menjadi hening kembali.
"argus, keluarlah"
muncul pusaran angin kecil dihadapan lannox.
"bwussshhh.. saya menghadap yang mulia. sudah lama sekali anda tidak memanggil saya.. ada apakah gerangan hingga anda memanggil saya kemari yang mulia!"
"ya sudah lama aku tidak memanggilmu, sekarang ada misi penting untukmu!"
"benarkah! akhirnya saya berguna juga untuk anda yang mulia. misi apa yang harus saya lakukan?"
"aku ingin kau memata-matai Roland."
__ADS_1
"apa pria yang barusan tadi! bukankah dia adalah tangan kanan kepercayaan anda yang mulia?"