
sebelum pertarungan
"bagaimana kondisi putriku..?"
"anu.. yang mulia..! anda tidak perlu khawatir, karena putri hanya kelelahan biasa. sepertinya, putri akan tertidur dalam waktu yang sedikit lama?"
"apa maksudmu?"
"tubuh putri sangat lemah dan lesu, beliau harus istirahat yang cukup, agar bisa kembali pulih seperti sedia kala. tenaganya seolah terkuras habis. putri juga harus banyak mengonsumsi makanan dan meminum-minuman herbal untuk pumulihan. dua hari lagi saya akan datang kembali, untuk mengecek kondisi beliau."
"omong kosong apa yang kau bicarakan! mana bisa putriku mengonsumsi makanan dalam keadaan tidur! apa kau ingin mati?"
"ti..tidak yang mulia." dokter arman menjadi panik 'haah aku salah bicara lagi, tapi benar juga.. bagaimana caranya putri makan dalam keadaan sedang tidur? paling tidak, harus menunggu beliau sadar dulu.'
(jura) "puk, kau tidak usah khawatir, walaupun putrimu tidak bisa makan, ataupun minum, tapi aku bisa menjaganya."
"apa maksudmu? jangan bercanda, yang benar saja kau ingin merawatnya, kau bukanlah dokter."
jura melihat si dokter, lalu menyuruhnya pergi.
"apa kau tidak pergi..?"
tatapan dingin jura membuat dokter arman menjadi gugup. lalu melihat kearah lannox, lannox menoleh kearah arman, dengan sedikit ketus ia memerintahkan.
"baiklah kalau begitu, kau boleh pergi."
"sa..saya mohon undur diri yang mulia."
"hem."
'hah aku selamat, nyaris saja kepalaku melayang, yang mulia terkadang tempramennya suka tidak menentu, dia bisa tiba-tiba baik, dan dalam sekajap bisa juga berubah menjadi sadis. aku sudah semakin tua, ini sangat tidak baik untuk jantungku, aku harus cepat-cepat mencari penggantiku.'
setelah kepergian dokter arman, lannox kembali duduk disamping sang putri yang sedang tertidur.
'ini salahku, jika saja aku tidak terlalu memaksakannya, mungkin! dia tidak akan seperti ini.'
(gira) "jangan khawatir nak, putrimu hanya kelelahan, sebab ia terlalu lama berada didunia spirit."
lannox hanya diam tak memberi jawaban.
(zion) "cih.. dasar, makanya sudah kukatakan padamu sejak awal bukan, jangan keras kepala.. kau akan menyesalinya. lihat Sekarang apa yang sudah terjadi pada putrimu..?"
lannox masih tetap diam, terjebak dalam pikirannya sendiri.
'putriku.., cepatlah sadar! jangan seperti ini.. ayah janji tidak akan melarangmu lagi.. untuk mengasuh mereka.'
sementara dibawah alam sadar ravella, ia sedang duduk sambil memeluk lututnya. dan melihat wajah sang ayah dari alam bawah sadarnya.
'maafkan aku ayah..! karena telah membuatmu sedih, aku tahu pasti berat bagimu menerima keputusan yang kupilih. tapi semua ini kulakukan bukan disengaja.. awalnya aku hanya ingin membantu untuk menyelidiki masalah orsi, tapi siapa yang tahu..? semuanya terjadi begitu saja. aku juga tidak menyalahkan kek tama ataupun kek roya, aku yakin, mereka pasti punya alasan dibalik semua kejadian ini. hmm.. tinggal memikirkan bagaimana caranya supaya mereka bisa akur nanti? ya meskipun aku masih belum lihat sosok anak-anak itu, semoga saja mereka tidak membuat masalah kedepannya, yang bisa membuat ayah murka.'
(roya) "kau disini nak?"
"kakek, kapan kalian disini..? dan kapan kau sampai kek roya?"
(roya) "kami sudah beberapa hari disini dan juga anak-anak itu..! mereka kami tinggalkan dizona mana. awalnya kami ingin membawa mereka menemuimu. tapi, kami mengurungkan niat, karena kami ingin mengetahui kejelasan jawabanmu lebih dulu. karena jika kami memaksa membawanya, takutnya akan mengundang masalah nantinya. karena ayahmu pasti tidak akan menyetujuinya bukan?"
"ya.. awalnya memang tidak, tapi ayah sudah berjanji akan mengizinkannya."
(roya) "benarkah?"
"tok.. tok.. tok.. ceklik yang mulia, ada utusan dari kekaisaran."
"heh.. utusan lagi? suruh saja dia menunggu, aku akan menemuinya nanti."
"baik yang mulia."
"ranov.." ranov menghentikan langkahnya, dan berputar balik kearah lannox.
"ya.. yang mulia!"
"awasi pergerakannya! jangan biarkan ia berkeliaran, karena aku tidak pernah percaya orang-orang dari pihak istana."
"baik yang mulia."
"tap.. tap.. tap.. ngiik ceklik."
pintupun tertutup kembali.
"ardan.."
bwushhh.. "ya yang mulia."
"awasi utusan dari kekaisaran."
"siap yang mulia."
ardanpun menghilang kembali.
sementara itu disebuah pohon maple besar nun rimbun, garda berbaring di atas dahan besar sambil telentang melipat tangannya diatas kepala.
'hem.. siapa sebenarnya kaisar naga? dia sangat misterius, dia juga terlihat sangat kuat, bahkan bisa merubah dimensi dalam sekejap waktu, aku saja tidak bisa melakukan itu. hem ini benar-benar aneh, dia sangat mirip dengan seseorang? jika aku menyelidikinya.. dia pasti akan segera tau. ah.. sudahlah, lebih baik aku tidak ikut campur.'
"kira-kira apa kedua anak berandal itu sudah selesai bertarung? mereka juga terlalu Keras kepala, dan susah untuk dicegah."
diudara pertempuran singit terus terjadi.
(saga) "ini tidak bisa dibiarkan, apa mereka tidak sadar sosok mereka itu saja sudah mengundang perhatian banyak orang, apa lagi pertarungan mereka."
(zion) "kek saga, kenapa tidak memakai penghalang saja, seperti waktu perubahan kek jura, jadi orang awam tidak bisa melihatnya."
(saga) "kau benar juga"
dalam sekejap saga sudah berada ditengah pertempuran, tama dan jura berhenti.
(tama) "ada apa lagi..? bisakah kau tidak menggangu?"
(jura) "........"
__ADS_1
(saga) "ehem.. ehem.. aku hanya ingin memperingatkan, disini bukanlah zona mana, jadi kalian tidak bisa seenaknya berkelahi tanpa meemikirkan keadaan sekitar bukan? setidaknya buat diri kalian tidak terlihat. dan satu lagi..! tolong buatlah penghalang agar serangan kalian tidak terdengar dan membahayakan. baiklah silahkan kalian lanjutkan kembali, aku hanya ingin memberitahukan itu saja."
(tama) "cih dasar merepotkan."
"tik" dalam sekejap jura sudah membuat penghalang, dan membuat diri mereka tidak terlihat."
(tama) "cih dasar sombong, tukang pamer"
(jura) "kenapa kau ini suka sekali berpikiran negatif."
tiba-tiba tama langsung memblokir jura dengan semburan api miliknya. dalam sekejap ia sudah berada diatas jura dan melempar serangan dari atas. jura yang melihatnya hanya menyeringai
(jura) "cih dasar sembrono"
jura memakan api milik tama dan menelannya.
(jura) "apa ada lagi?"
(tama) "sial bagaimana bisa? apiku dimakannya begitu saja!"
"apa itu?"
Gao berbisik pada robi, dan membuat robi terkejut
"apa kau sudah.. sudah gila?"
"ya jika kau ingin selamat, cuma ini cara satu-satunya."
robi berpikir keras, sambil menggertakkan giginya.
'apa benar ini jalan satu-satunya? tapi jika tidak kulakukan, ah sial.. apa benar tidak ada cara lain?'
diseluruh mantion mau itu para pelayan, juga para kesatria, semuanya sangat mengkhawatirkan keadaan sang putri, karena besarnya rasa sayang dan pengabdian mereka.
"komandan roland bagaimana keadaan yang mulia putri..?"
"entahlah jay, aku juga belum mendapat kabar tentang beliau. tapi yang pasti, mantion ini tanpa sang putri, seperti kehilangan cahayanya."
"ya.. anda benar komandan, tanpa sang putri..! mood yang mulia juga menjadi tidak jelas. beliau bisa marah-marah karena hal sepele, dan akan langsung menghukum siapapun yang menurutnya salah. dan juga tidak pernah tersenyum, tapi, semenjak kehadiran yang mulia putri, yang mulia jadi lebih tenang dan selalu tersenyum, tambahan tidak pernah marah-marah."
"ya kau benar jay, ya sudah. sebaiknya panggil anak-anak untuk segera latihan! aku akan menunggu dilapangan belakang."
"baik komandan."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"dean apa yang sedang kau lakukan?"
"apalagi.. tentu saja latihan, apa kau tidak bisa lihat?"
"ya tidak perlu marah-marah begitu, akukan hanya bertanya baik-baik."
"pergilah.. jangan menggangguku."
'apa dia begitu sedihnya kehilangan rog.'
reypun pergi meninggalkan dean sendirian.
'hah.. siapapun itu akan aku temukan orang yang telah membunuhmu, aku berjanji akan membalaskan dendammu. meskipun kau tidak pernah memberitahu asal-usulmu, tapi kau adalah sahabat pertamaku selama aku memasuki orsi.'
"sejujurnya ini memuakan."
'awalnya aku menerima tawaran orsi karena iseng, dan karena aku juga tidak punya tujuan. tapi, semakin kesini.. sepertinya semakin salah! mereka menganggap nyawa seseorang seperti tidak ada artinya, dan akan dibuang begitu saja jika tidak berguna, masih mending dibuang, tapi ini langsung dibunuh.'
setelah dua jam lannoxpun kembali keruangan kerjanya.
"ceklik" tampak seorang kesatria sedang berdiri menyambut kedatangan lannox.
"salam kepada yang mulia."
"cepat katakan ada apa! sampai kaisar mengutus orang kemari?"
pria itu melangkah mendekat dan, meletakkan sebuah surat bersegel kekaisaran.
'hah.. kelihatannya dia pasti ingin membahas syarat yang kuajukan.'
lannox membuka lembaran surat, yang ada dihadapannya, lalu.
"(kaisar, setelah memikirkan Syarat yang kau ajukan kepadaku, dan mempertimbangkan secara matang, aku akan menerima syaratmu. akan tetapi, jika kau gagal mengatasi kasus ini..! syaratmu kuanggap batal. dan sedikit tambahan, kau wajib datang setiap diadakan rapat, 'salam kaisar.')"
'hem memaksaku dengan membuatku berkumpul hanya untuk bergabung dengan para bangsawan tidak berguna? ya lihat saja nanti, siapa yang akan menyerah lebih dulu. baguslah! dengan begini, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa pada putriku.'
lannox menulis surat balasan
"sampaikan surat ini kepada kaisar, kau boleh pergi sekarang."
"baik yang mulia, saya mohon undur diri."
"kaisar terlalu banyak maunya, tapi apapun itu, dia tidak akan bisa mengontrolku."
dalam sekejap jura menghilang, tama kaget dan melihat kesekitar tidak ditemukan aura jura dimanapun, dia menjadi kesal dan, merapal sebuah mantra.
(tama) "hening tak berbentuk, menghilang dalam kabut, dengan mata surgawi, terbukalah seluruh yang tak terlihat, tunjukanlah keberadaan dari yang tak berwujud."
tiba-tiba tampak wujud jura yang sedang terdiam memperhatikan tama.
(jura) 'hem.. anak itu, dia bukan hanya raja rubah biasa, tapi dia juga pengguna sihir kuno, dan sepertinya! dia mempunyai banyak mantra kutukan, yang tidak dipunyai oleh penyihir lain. aku harus mencegahnya sebelum dia merapalkan kata-kata merepotkan.'
(tama) "kenapa kau cuma diam saja melihat, apa kau meremehkanku? dasar naga Sombong."
dalam sekejap jura menghilang lagi, namun dapat dilihat oleh tama. jura sadar ia bisa terlihat oleh tama, diapun merubah kecepatannya. agar tidak terbaca oleh tama, benar saja.. setiap pergerakan yang ia lakukan membuat tama kesulitan.
(jura) 'maafkan aku jika akan membuatmu sedikit terluka.'
(tama) "ada apa ini? kenapa langit berubah menjadi gelap!" 'cih dasar sial, kenapa dia jadi terlihat menakutkan.. tidak biasanya aku merasakan tekanan jura yang seperti ini..!'
kecepatan jura mengundang sebuah badai yang semakin lama semakin membesar, dan sebuah pusaran angin yang membuat tama terjebak didalamnya.
__ADS_1
(tama) "celaka apa dia benar-benar serius?"
pusaran angin semakin kencang, dan jura mengibaskan sayapnya, dalam sekejap hantaman badai menyerang. tama berputar kencang, tama berusaha menghindarinya, namun..! ia terlambat, ia keburu tergulung kedalam pusaran dan terhempas jauh jatuh dengan sepuluh kali hentakan.
"bug.. bug.. bug.. bug.. bug.. bug.. bug.. bug.."
(tama) "bug..bug.. blurrpp sial.. apa aku akan mati.?"
tama memuntahkan darah yang mengucur membasahi dadanya, melihat kondisi tama yang sudah tak berdaya lagi, jura menghetikan serangannya.
(jura) "cukup dago."
pusaran itupun berhenti seperti mematuhi perintah jura.
"baik tuan"
dalam sekejap jura sudah berada dihadapan tama.
(tama) "jangan memandangiku seperti itu?"
(jura) "apa kau masih ingin lanjut?"
(tama) "cih dasar sombong, aku percaya kau itu adalah jura, aku sengaja ingin mengetes sejauh mana perubahanmu."
(jura) "ya.. aku tahu! tapi kau boleh juga, apalagi mantramu yang rumit, aku hanya tidak ingin terikat dengan hal merepotkan."
(tama) "cih.. jadi kau sudah mengetahuinya."
(jura) "hanya firasat."
(tama) "heh, jangan berpura-pura. bisa kau bantu aku keluar dari sini? kau keterlaluan membuatku sampai terlihat buruk seperti ini."
(jura) "aku hanya melindungi diriku."
(tama) "alasan.. bilang saja kau ingin pamer."
(jura) "haah.. sudahlah jangan dibahas, tidak akan ada habisnya jika terus berdebat seperti ini."
tampak saga yang sedang menunggu diatas permukaan lubang
(saga) "apa kalian sudah selesai..?"
(tama) "kau terlalu berisik."
(saga) "aku sangat puas melihatmu keok seperti ini."
(tama) "dasar sial, apa Sekarang kalian ingin mengeroyokku."
(jura) "kau tidak sekuat itu untuk dikroyok."
(tama) "ciih."
tama mendengus kesal.. lalu dia teringat, saat melihat ingatan gapi.
(tama) "hei.. kenapa kalian tidak memberitahukan padaku tentang serangan dewi?"
saga dan jura tersentak kaget.
(saga) "darimana kau mengetahuinya?"
(tama) "apa kalian meremehkanku? aku sudah lihat ingatan si naga merah mini. apa benar! naga kecil itu peliharaan dewi?"
(jura) "ya benar, kita bicarakan ini nanti, ayo sembuhkan lukamu dulu."
(saga) "oh ya! bukankah kau datang membawa kedua anak panti itu? lalu dimana mereka, kenapa aku belum melihat anak-anak yang kau bawa?"
(tama) "apa kau bodoh? mana mungkin aku membawa mereka dalam kindisi seperti ini."
(saga) "hehe.. aku hanya penasaran dengan anak-anak yang akan menjadi anak angkat dewi. bagaimana mana bisa, kau sampai berpikir untuk membawa kedua anak-anak itu?"
(tama) "karena dia berbakat."
(jura) "hem apa itu saja...?"
(tama) "tidak kita lanjutkan nanti saja ceritanya, aku ingin melihat keadaan dewi dulu."
lima hari telah berlalu, dan dua hari lagi lannox akan pergi menyelesaikan kasus wabah.
'mahu tidak mahu, aku harus pergi menepati janjiku, ini demi kebebasan putriku. aku tidak ingin dia terkekang didalam istana kekaisaran, yang penuh dengan makhluk-makhluk kotor penghisap darah.'
zion datang mendekat.
"apa kau yakin, ingin menangani kasus ini?"
"ya.. aku sudah janji, jadi apapun konsekuensinya, aku akan menepatinya, meski aku belum tahu bagaimana cara menyelesaikan wabah ini."
"kudengar sudah memakan ratusan korban, dan itu sangat sulit menemukan obatnya."
lannox terdiam.
(jura) "hem sebenarnya wabah ini bisa diselesaikan!"
jura tiba-tiba muncul entah dari mana.
"apa maksudmu?"
lannox dan zion kaget seolah tak percaya, dan setelahnya.
malam pun tiba, suara alam sangat tenang bahkan, suara jangkrik juga tidak terdengar sedikitpun.
"kenapa malam ini sangat sunyi dan tenang sekali..?. aaaggghhhh.. aku jadi mengantuk."
lanox menutup jendela kamar, dan segera menghampiri ranjang miliknya.
"putriku... kapan kau akan bangun? apa kau tega membiarkan ayahmu sendirian. mantion ini menjadi terlalu sunyi tanpamu nak, aaaggghhhh... kenapa aku mengantuk sekali, tidak biasanya seperti ini."
lannopun tertidur disamping sang putri, dan tiba-tiba.. semua yang berada dimantion juga ikut tertidur pulas, termasuk para spirit, gapi dan garda.
__ADS_1
"apa kabarmu permaisuriku?"