
Di dekat perpustakaan, Robi dan Dean, menghampiri dan bertanya kepada Marri perihal masalah kehilangan Putri.
"Hei.. Apakah masalah seperti ini sering terjadi di mansion??" Tanya Robi penasaran.
"Ya, beberapa kali. Bahkan Putri juga Pernah kabur dan menghilang begitu saja tanpa ada yang tahu keberadaan beliau!"
"Apa.. Lalu, bagaimana dengan Yang Mulia Duke?" Dean, tampak tak percaya.
"Ya, sangat wajar jika kalian belum mempercayainya. mungkin ini pertama kalinya untuk kalian, karena kalian masih baru disini. Kalau saya sudah tidak heran lagi dengan sikap Yang Mulia Kecil, Karena itu kalian harus cepat tanggap bila melihat ada yang aneh pada gelagat Yang Mulia Putri..!"
"Apa maksudmu??" Tanya Robi, mewakili Dean, yang juga tampak penasaran.
"Apa kalian ingat beberapa waktu yang lalu.. Saat Beliau berhenti mendadak dan bilang menginginkan sesuatu, Dan Reni segera memotong perkataan beliau."
"Ya.. Terus apa hubungannya?" Tanya Dean, masih belum faham.
"Itu salah satu tanda Yang Mulia kecil sedang bosan, dan biasanya.. jika beliau sudah bersikap seperti itu, kemungkinannya hanya dua. Yang pertama, beliau ingin mengalihkan perhatian kita, lalu ia dalam sekejap bisa menghilang.
Dan yang kedua, jika beliau sedang kesal, beliau akan menghilang begitu saja, tanpa bisa kita kejar. Dan itu pernah terjadi, waktu beliau sedang bertengkar dengan Yang Mulia Duke. Seluruh mansion dibikin gempar dan panik, dalam sekejap. Bagaimana tidak, bahkan Yang Mulia saja tidak bisa menemukan keberadaan Yang Mulia Kecil, begitupun dengan Spiritnya." Ujar Marri bercerita.
"Apa!! Spirit...., Bagaimana bisa Yang mulia Kecil, di usia segitu sudah mempunyai Spirit?" Ujar Dean, tampak terkejut, dan masih meragukan perkataan Marri.
"Cih, Yang Mulia Kami itu sangat berbeda, dengan anak-anak pada umumnya. Beliau itu Istimewa, bahkan seluruh Mansion sudah mengakuinya.. Heeh, nanti kalian juga akan tahu sendiri.
Lagian, jika aku menceritakannya akan sangat panjang, seharian tidak akan cukup. dan kalian tidak akan percaya! Tapi.. Ada satu hal yang perlu kalian ingat, Dan kalian tidak boleh melanggar peraturan yang telah dibuat oleh Yang Mulia Duke. Jika kalian melanggarnya, kalian akan celaka."
"Benarkah, apa itu.??" tanyan Robi penasaran, begitupun dengan Dean.
"Segala sesuatu yang telah kalian lihat, dan dengar di sini.. Tidak boleh diceritakan sampai keluar mansion. Semua kejadian di dalam mansion yang kalian tahu, cukup kalian simpan dalam perut saja, dan dibawa sampai mati. Karena ini rahasia.. Orang luar tidak diperbolehkan tahu, mengenai kekuatan Putri. Meskipun kekuatan beliau sepertinya, sudah disegel oleh Yang Mulia."
"Sampai seperti itu..!" Dean, dan Robi saling menengok.
"Ya, makanya kalian harus jaga mulut kalian. Dikarenakan kalian sudah menjadi pengawal Yang Mulia Kecil, makanya aku berani bercerita."
"Berarti Yang Mulia Kecil, sangat Lihai bersembunyi..! Dan kita harus ekstra hati-hati dengan gelagat beliau yang mencurigakan. maksudku.. Kita harus lebih ketat lagi mengawal Yang Mulia Kecil." Ujar Robi lagi.
"Betul sekali, kalian sangat beruntung datang disaat Yang Mulia sudah agak berubah. Jika Kalian datang lebih awal, Heeh.. Kalian pasti tidak akan tahan berada disini lama-lama." Ujar Jay yang baru saja kembali, dan secara tak segaja mendengarkan obrolan ketiganya.
__ADS_1
"Emm.. Emm.." Marri mengangguk setuju dengan Perkataan Jay.
"Memangnya, kenapa dengan sikap beliau yang dulu..?" Tanya Dean penasaran.
"Beliau yang dulu sangat kejam, dingin tanpa emosi, Jika beliau sudah marah, wuah.. kita semua bisa terkena dampaknya. Bahkan hal sepele saja, bisa di permasalahkan, jika ada sesuatu yang tidak beliau senangi.. beliau akan memberi hukuman tanpa ampun."
"Benarkah, Yang Mulia seperti itu..!" Tanya Robi, sedikit khawatir.
"Tentu saja.. Makanya aku bilang, kalian itu termasuk beruntung tidak melihat sisi beliau yang seperti itu. Jika.." Perkataan Jay, langsung terhenti, dengan kemunculan seseorang yang mengerikan.
"Apa yang sedang kalian lakukan??" Zion, tiba-tiba muncul dengan wajah buasnya.. yang membuat keempat orang tersebut bergidik ngeri melihat kehadiran Singa Besar itu.
"Ya..Yang Mulia Zion." Sapa keempatnya gugup, dan menunduk hormat.
'Celaka, apa beliau mendengarnya..! Bisa gawat jika beliau sampai mendengarnya. Aku lupa, jika tempramen beliau, juga tidak kalah buruk dibanding Yang Mulia Duke.
"Aku tanya, apa yang kalian lakukan?" Tanya Zion dingin.
"Ka.. Kami sedang mencari Yang Mulia Kecil hihi..!"
"Ti..tidak Yang Mulia. kami akan segera mencari beliau sekarang." Ujar Jay, menunduk hormat, dan ingin berlari menyelamatkan diri diikuti ketiganya.. Akan tetapi, langkah mereka terhenti saat mendengar perkataan Zion.
"Tidak perlu, kalian kembali saja berjaga didepan kamarnya, Karena dia akan segera pulang." Perintahnya dingin.
"A..apakah beliau sudah ditemukan..!" Tanya Marri dengan mata berbinar.
"Ya, kembalilah sebelum aku menelan kalian."
"Ba..baik Yang Mulia zion, ka..kami undur diri dulu." keempatnya berlari meninggalkan Zion sendiri.
"Cih, dasar Bocah mulut lebar." Tak lama setelah semuanya pergi, Keluar asap putih, Zion pun berubah dan mengambil satu buku yang membuatnya tertarik.
Zion membuka sebuah novel, yang berjudul (CARA MENAKLUKKAN HATI WANITA.) "Cih, apa ini benar-benar bisa dipercaya!!" Pikirnya ragu, Zion, menarik kursi dan duduk dimeja yang berdekatan dengan jendela. Lembar perlembar telah ia buka, tak terasa Sang Surya sudah hampir tenggelam.
'Haah.., hari sudah mulai gelap, apakah Putri Sudah kembali? Aku harus segera memeriksanya, aku akan melanjutkanya lagi, nanti.' Ia pun kembali berubah dalam wujud singanya.
......................
__ADS_1
Di Zona Mana, setelah berbincang sebentar dengan Ravella. Kaisar pun bangkit dari duduknya, dan menghampiri Putri Ravella.
"Nak Dewi, sudah waktunya aku pergi. Kau juga harus segera kembali, sebab kau sudah setengah hari berada disini."
"Apa.. Setengah hari..!! padahal aku merasa baru saja aku tiba disini."
"Hmm.. Waktu disini, dengan duniamu itu berbeda. Jika terlalu lama disini.. Ayahmu akan cemas."
"Haah.. baiklah." Ravella menghelah nafas panjang, sedikit merasa kecewa. Karena ia tahu, jika Kaisar Zando pergi.. ia tidak akan bisa bertemu lagi dengan Kaisar, Meskipun ia bisa saja memanggilnya jika ia mau.
Dalam sekejap Ravella sudah berada di kamarnya, beserta keenam Spirit miliknya.
"Kau tidak perlu khawatir Nak Dewi.. Kami akan selalu ada disini untukmu." Ujar Tama menenangkan, sambil Membelai kepala Putri Ravella.
"Benar Nak, kami tidak akan pergi kemana-mana." Sambung Roya, yang dianggukki Spirit lain.
"Ya.. Kek aku mengerti." Ujarnya, setelah mendengar perkataan Tama, ia tersenyum dan melihat kearah Kaisar Zando.
'Entah kenapa setelah ini..., aku merasa akan lama baru bisa bertemu lagi dengannya.' Tampak sorot mata kesedihan, memandang sayu kepada Sang Kaisar, lalu ia bertanya dengan lirih. "Kapan aku bisa bertemu Kakek lagi..??" Tanyanya kepada Sang Naga Emas, Ia menatap sayu pada mata Kaisar.
Melihat Tatapan sayu permaisuri kecilnya.. Kaisar Zando tersenyum lembut, Lalu, Naga Emas itu mendekat kepada Putri Ravella, dan menempelkan kening mereka berdua. keduanya saling memejamkan mata, Kaisarpun berbicara melalui pikiran mereka.
Sementara Keenam Spirit memperhatikan keduanya dengan lekat, seperti ada ikatan yang sangat kuat, yang tidak bisa mereka sentuh dan mengerti. Seolah ada batas yang tidak bisa di masuki. Jura, yang sudah tahu siapa Dewi. Hanya diam memerhatikan, dan tenggelam dalam pikirannya sendiri.
'Aku tidak tahu, mengapa Paduka begitu merahasiakan Identitasnya kepada Dewi. Dan siapa sebenarnya Dewi..?? Paduka nampak begitu mencintainya.. Dan sangat melindunginya.
Terkadang, ada saat-saat beliau menyebutkan tentang Dewi.. Tampak kerinduan yang sangat dalam muncul dimata emasnya. Entahlah, semakin aku pikirkan.. Semakin aku tidak mengerti.'
'Setelah melewati tiga MUSIM SEMI.. aku akan datang kembali menemuimu. Mulai sekarang kau harus mempersiapkan dirimu nak, karena setelah ini.. kau akan melalui berbagai rintangan, dan ini adalah takdir yang harus kau jalani.
Ravella terdiam dan mendengarkan dengan patuh, tanpa ia sadari.. air mata meluap keluar mengalir menembusi kelopak matanya. Tak lama, muncul cahaya terang yang menyilaukan mata.. Bahkan para Spirit pun tidak sanggup menatapnya. Tiba-tiba saja terdengar suara bergema di telinga keenam Spirit.
'Setelah ini, kalian akan dihadapi berbagai Kesulitan! Lindungilah Dewi, dengan taruhan nyawa kalian. Ini akan menjadi ujian pertama bagi kalian semua, sebagai Spirit miliknya. Dan kali ini kalian akan menjalaninya tanpa adanya bantuan dariku, kita akan segera bertemu lagi setelah melewati tiga MUSIM SEMI.
Dan sebulan lagi.. Rabarus akan kembali. di saat itu, Pergunakanlah waktu kalian untuk berlatih dengan giat, bersamanya sebaik mungkin. Dia akan menjadi guru bagi kalian semua. Hem.., Aku akan menantikan perkembangan kalian, di saat kita bertemu lagi.'
Beberapa saat kemudian, Sang Naga Emas pun menghilang. Hanya tinggal Ravella, dan para Spirit, yang mengelilinginya dengan Khawatir.
__ADS_1