AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
KESATRIA PETARUNG BERZIRAH EMAS 2


__ADS_3

       Lima menit sebelum ada yang menyadari kemunculan kabut tebal yang menyelubungi seluruh Mansion.. Ravella yang telah berlari menjauh, berencana menghindari pengawasan Pangeran! Untuk pergi Ke Zona Mana.


       Tapi sayangnya... Takdir berkata lain. Langkahnya tiba-tiba terhenti, karena ia di kejutkan dengan kemunculan kabut tebal, dan angin kencang yang di penuhi kilat dan petir. Menyelimuti seluruh Mansion.


       Dan dalam kabut tebal tersebut.. muncullah sosok asing, yang berpakaian serba hitam, yang mengenakan tudung kepala. hingga yang kelihatan hanya setengah wajahnya.


       Ravella merasa tidak berdaya, tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Dalam hati ia bertanya-tanya siapa sosok asing tersebut.


       'Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya! Mengapa dia menatapku seperti itu? Sosok Pria yang mengenakan seragam serba hitam. Kepala dan setengah wajahnya tertutupi tudung. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Oh tidak, dia semakin mendekat.. Bagaimana ini? Bahkan seluruh tubuhku tidak bisa digerakkan.


       Kakek... Kakek... Apa kalian mendengarku?' Ia mencoba bertelepati dengan Para Spirit. Namun.. tidak ada satupun jawaban. Seruannya tidak bisa di dengar. seolah koneksinya dengan Para Spirit, terhalang sesuatu. Ravella tidak menyerah, ia mencoba sekali lagi, dan berharap ada yang mendengarkan panggilannya.


       'Kakek Jura, Kakek Rabarus... Kek Roya.. Kek Tama.. Kek Zaku.. Kek Saga.. Kek Gira... Apa kalian semua tidak bisa mendengarku?!!' serunya lagi.. Namun tetap tidak ada jawaban.


'Gawat, kenapa tidak ada satupun yang merespon!!? Ini benar-benar aneh!' ujarnya bingung. Ravella mulai panik, karena Pria bertudung hitam tersebut semakin mendekat padanya. 'Ti-tidak, bagaimana ini? Kenapa tidak ada satupun dari mereka yang datang! Apa mungkin panggilanku terhalang, karena orang ini? Berpikir.. Berpikir Ravella.. Pasti ada cara lain...!' ujarnya memutar otak.


       'Ah... benar, bagaimana bisa aku melupakannya..! Masih ada satu cara lagi, kalau begitu aku harap semoga kali ini berhasil. Kakek Zando... Kakek Zando... Kakek Zando... Aku mohon, jika kau mendengarku, bantu aku! Aku benar-benar takut, Kek!' serunya.. Lirih. Ia sangat berharap jika Kaisar Zando, bisa mendengarnya. Namun, kenyataan berkata lain.


       Pria bertudung tersebut kini sudah berada di hadapannya. Tangannya meraih dagu Ravella... Dan tampak seringai tipis dari sudut bibirnya yang runcing, menikmati ketakutan Ravella. Dan saat ia meraih dagu Ravella... Tiba-tiba kesadaran Ravella perlahan-lahan mulai memudar. Ravella berusaha menahan kesadarannya. Dan melihat sekilas sosok yang ada di hadapannya tersebut. Namun.. wajahnya sangat samar. Jadi ia tidak bisa melihatnya dengan jelas.


        'Tidak... Jangan sekarang, aku harus tetap sadar.. Tidak... Kenapa? kenapa harus sekarang? Aku harus tetap sa-dar.' dan pandangan Ravella pun menjadi gelap. Kesadarannya mulai menghilang. Akibat sentuhan Pria asing tersebut.


.


.


        Saat ini... Di dalam Zona Mana. Saat Garda tengah menikmati pertarungannya Dengan Zion. Ia tiba-tiba saja mendengarkan suara Dewa Zando. 'Garda...., Berhentilah bermain.'


        'Pa-paduka!' jawabnya, gugup. Karena ia merasa telah ketahuan oleh Sang Paduka.

__ADS_1


         'Ada tugas penting yang harus kau lakukan.' ujarnya singkat dengan intonasi yang terdengar sangat dingin, dan serius. Garda merasakan firasat buruk, saat mendengar intonasi suara Sang Paduka.


       'Katakan, Apa itu Paduka...! Hamba siap menerima perintah apapun.' ujarnya mulai kembali ke mode serius.


        'Dengar Baik-baik Garda, saat ini.. Nyawa Permaisuriku sedang dalam bahaya. Bahkan, koneksinya dengan Para Spirit, dengan sengaja telah di putus. Makanya tidak ada satupun dari mereka, yang bisa mendengar panggilan darinya.


        Untuk itu, aku akan membuka segelmu dan mengizinkanmu menggunakan kekuatanmu. Dan aku ingin kau membawa bocah itu kehadapanku, dalam keadaan hidup! Biar Aku sendiri yang akan menanganinya. Hem.. Hem.. Aku benar-benar sangat kesal hari ini.' perintahnya dipenuhi intonasi kemarahan.


       'Baik, perintah Paduka adalah titah bagi hamba.' jawabnya bersemangat tapi juga di penuhi dengan amarah yang membara. Setelah mendapat titah dari Dewa Zando. Energi yang sejak lama tersegel, kini telah terbuka dan meluap keluar. Gardapun mulai bertransformasi ke dalam bentuk kesatria petarung, Berzirah Emas.


       'Perubahannya kali ini... Benar-benar telah membuat Para Spirit tidak berkutik sedikitpun. Bahkan semuanya merasa takut dengan Energinya yang sangat dominan. Zaku dan kawan-kawan mengira, bahwa Garda akan menghabisi Zion! Tapi yang terjadi, malah sebaliknya.


       Justru mereka di buat heran dengan kepergiannya.. yang mengabaikan Zion begitu saja. Setelah selesai bertransformasi ke dalam wujud kesatria Berzirah Emas. Ia langsung menghilang dalam sekejap. Meninggalkan tanya bagi Para Spirit. Setelah kepergian Garda.. barulah tubuh mereka bisa di gerakkan kembali. Zaku yang sudah mulai bisa menggerakkan tubuhnya.. Dengan cepat berlari menghampiri Zion.


       Zion yang sudah sadar, dan kembali ke wujud semula.. Nampak bingung, sambil celingak-celinguk memperhatikan ekspresi Para Spirit. Melihat itu, spontan iapun langsung melontarkan rasa penasarannya itu! Seolah dia telah lupa dengan apa yang terjadi sebelumnya. "Ada apa ini, kek? Apa yang terjadi?!" tanyanya pada Sang Kakek heran.


       Mendengar itu Para Spirit pun saling menoleh.. Untuk memastikan apa yang terjadi. Zaku pun langsung menanyakan keadaannya.


       Zion tampak bingung dengan pertanyaan Kakeknya.. Dan ia berusaha mengingat apa yang terjadi! dan beberapa saat kemudian.. Ingatan itu mulai perlahan terkumpul menjadi satu.


       'Sial.. Benar! Aku ingat sekarang. Aku tadi sedang bertarung dengan Kakek Garda. Tapi... Energi Pak Tua itu tiba-tiba saja berubah menjadi sangat mengerikan. Bahkan kekuatanku di buat tidak berkutik di hadapannya. entah kenapa? Aku seolah merasakan Energi Kakek Kaisar yang sedang marah. Jujur saja.. Aku tidak pernah merasakan perasaan ini, selama hidupku.' jelasnya dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


       Mendengar dan melihat reaksi Zion, ke delapan Spirit langsung mengerti dengan apa yang dia alami. Karena perasaan itu juga yang sedang mereka rasakan saat ini.


       Padahal mereka tidak ikut bertarung, akan tetapi.. Efek dari perubahan tersebut, sangat berdampak besar pada mereka. Semuanya merasa seolah habis di hajar habis-habisan oleh Garda. Zion yang sedang gemetar karena takut, bertanya lagi.


       'Kakek Jura... Sebenarnya siapa Kakek Garda? Bukankah kau yang paling dekat dengannya?! Aku belum pernah melihatnya seperti itu? Saat melihat perubahan bentuknya. Aku merasakan ada amarah yang sangat besar darinya.' ujar Zion masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Mendengar pertanyaan Zion, yang lain juga ikut menoleh ke arah Jura.


       Begitupun Rabarus, karena ia sejujurnya juga tidak tahu-menahu tentang Garda. Mereka memang tidak dekat dan tidak pernah saling berbicara walaupun bertemu. Dan selama ini.. ia hanya menganggap Garda, hanya prajurit biasa yang tampak konyol. Karena itu ia tidak pernah tertarik sedikitpun mengenai siapa, Garda.

__ADS_1


       Akan tetapi... Pandangannya seketika berubah. Setelah menyaksikan sendiri, apa yang terjadi. Ia jadi malu pada dirinya. Yang merasa lebih hebat, hanya karena Dewa Zando sangat memperhatikannya. Dan akhirnya Ia jadi besar kepala, dan tanpa sadar menganggap sepele sosok Garda. 'Apa jangan-jangan selama ini Paduka sedang mengujiku...?! Ini jadi pelajaran buatku. Aku tidak boleh menganggap remeh siapapun.' pikirnya mulai berhati-hati dengan sifatnya tersebut.


        "Eum... Jujur saja. Meski kami dekat, tapi aku juga tidak tahu-menahu tentang Pak Tua Itu! Aku juga baru tahu, setelah melihatnya. Jika dia ternyata sekuat itu! Yang aku tahu selama ini, dia hanyalah Pak Tua jahil, yang sangat konyol, dan suka bercanda, dan juga terlalu santai dalam menghadapi masalah apapun." akunya jujur.


        Semuanya setuju setelah mendengar ucapan Jura. Tapi, Zaku yang penasaran balik bertanya "Kalau begitu.. Kenapa selama ini dia tidak pernah menunjukkan kekuatannya. Bahkan di saat Terjadi kekacauan? Saat kita di serang dan berhadapan dengan Dewa Arthus?" keluhnya penuh tanya. Namun..


        Saat semuanya sedang sibuk memikirkan pertanyaan Zaku! Tiba-tiba saja Kaisar Zando muncul. Alam Zona Mana seketika langsung berubah menjadi ruangan luas tak terbatas. yang bewarna putih polos dan terang bercahaya. Dan hanya sosok mereka yang terlihat di tempat tersebut.


        Semuanya dengan cepat memberi hormat pada Sang Kaisar, yang baru saja muncul. Jura yang sangat peka dengan ekspresi Kaisar, mulai merasakan firasat buruk. 'Ada apa ini? Kenapa Paduka tampak dingin!!' pikirnya yang juga di dengar oleh Dewa Zando.


        Sosok Naga Emas tersebut, memperhatikan kesembilan Spirit yang sedang tampak kebingungan. Dan di antara Para Spirit.. Sosok Zion lah yang tampak paling kecil. Ia duduk bersebelahan dengan Singa Putih besar sang Kakek, dan Naga Giok, Saga. Sebelah Saga Ada Tama dan Gira. Sedangkan di sebelah Zaku, Ada Roya, Rabarus Dan Jura.


        Di antara mereka, justru sosok Naga Emaslah yang nampak paling menonjol. wujudnya jauh lebih besar dari semua Spirit yang ada. Tak lama.. Kaisar Zando pun Mulai mengeluarkan suaranya. Yang membuat mereka terkejut.


...****************...


          Di sisi lain.. Di dalam kereta, Lannox yang berpura-pura tidur, merasakan perasaan aneh yang mengganjal dirinya. Ia merasa sangat tidak tenang, yang ia sendiri bingung apa itu? Hingga ia pun dengan cepat bertelepati dengan Icarus. 'Icarus...'


          'Hem...' jawabnya malas. 'Kau tunggulah aku di tengah hutan, aku akan menuju ke arahmu!' ujar Duke mulai serius. Ada kekhawatiran di dalam intonasi suaranya. Icarus yang bisa merasakan perasaan Masternya itu! mulai khawatir dan penasaran, akan tetapi.. Ia tidak menanyakan apapun. 'Pasti telah terjadi sesuatu! Yang membuat anak itu gelisah.' pikirnya sambil menunggu.


          Lannox pun dengan cepat menghentikan kereta kuda. "Berhenti, aku akan turun di sini saja, Aku akan kembali lebih dulu." ujarnya pada si kusir.


          "Baik Yang Mulia." jawab Si Kusir patuh. Melihat itu.. Grasia dengan Cepat bertanya, sebelum Duke pergi. "Memangnya apa yang terjadi Ayah? Kenapa Ayah tampak buru-buru!!?" ujarnya penasaran. Lannox berhenti sejenak.. Ia melihat ke arah Grasia. Dan memasang wajah tersenyum sambil bergumam.


           "Hem.. Maaf, karena kau terpaksa harus kembali sendiri. Kita akan bertemu di Mansion." ujarnya, lalu dengan cepat melompat masuk ke area hutan, dan menghilang. "Ravella hanya mengangguk.. Setelah kepergian Duke! ia menjadi kesal. Karena di tinggal pulang sendirian. Dan Lannox juga mengabaikan pertanyaannya begitu saja.


            'Sial, tampaknya aku harus berusaha lebih keras lagi. Untuk mendapatkan hati, dan perhatiannya.' kesalnya dalam hati. Ia duduk cemberut sambil melipat kedua tangan, dan melihat keluar jendela. Tampak hari sudah mulai sore.


             Icarus yang menunggu di hutan, merasakan perasaan Lannox yang sedang gelisah. Setelah Lannox muncul, ia langsung menaiki punggung Icarus. Dan dengan cepat memerintahkan Icarus untuk berangkat. Dalam perjalanan ia mengatakan apa yang ia rasakan. "Icarus.. Aku merasakan firasat buruk sedang terjadi di Mansion. Ayo lebih cepat Icarus. Aku khawatir, terjadi apa-apa pada Putriku." ujarnya tidak sabaran.

__ADS_1


             "Kalau begitu.. Pegang yang erat, Nak." ujarnya, dan Icaruspun langsung berlari ke udara dan, terbang dengan kecepatan angin.


__ADS_2