
hi.. hi.. maaf ya.., aku baru sempat up, oke lansung aja dibaca happy reading 😉
"ravel putriku, darimana saja kau nak..! ayah menunggumu daritadi"
"maaf ayah, ravel ketiduran."
"dimana kau tidur nak..! ayah dengar dari marri, kau tidak ada dikamarmu!"
"mmm.. itu, ravel ketiduran dibawah pohon maple."
"apa..! taman belakang disisi timur itu, haruskah ayah menebang pohon itu!! agar kau tidak tidur sembarangan lagi???"
"kumohon jangan ayah!"
ravella memasang puppy eyes andalannya, dengan wajah cantik yang membuat dia semakin terlihat imut.
"huh putriku aku memang tidak bisa menolakmu nak"
lannox menghelah nafas pelan melihat tingkah putrinya yang semakin hari semakin pintar saja merayunya, sambil mengusap kepala ravella.
"ayo sayang.. sudah waktunya kita makan siang"
lannox lantas menggendong putrinya
"ayah hentikan, ini sangat memalukan. aku sudah besar, dan berat badan kupun makin bertambah."
"apanya yang sudah besar.. dimataku kau tetap masih kecil putriku."
'huh sangat memalukan masih digendong orangtuaku, aku memasang wajah cemberut' "kelak ravel akan makan banyak biar cepat dewasa jadi ayah tidak bisa menggendong ravel lagi.!
"hahaha... anakku, mahu seberat apapun dirimu, ayah masih bisa mengangkatmu"
"kalau begitu nanti, ravel akan menikah biar ayah tidak perlu menggendong ravel lagi."
"maka akan ayah pastikan mereka tidak akan bisa melihat matahari lagi siapapun pria yang berani mendekatimu."
'omaigat itu mengerikan, aku langsung memeluknya, aku mengalungkan tangan kecilku kelehernya' "hehe aku bercanda ayah"
lannox tersenyum melihat tingkah lucu anak kesayangannya yang menggemaskan.
"nah sekarang kau harus makan yang banyak sayang"
lannox menurunka ravella tepat didepan meja makan, yang penuh dengan aneka hidangan. lalu mengiris tiap potongan daging, untuk diberikan pada putri kesayangannya.
"ini makanlah yang banyak sayang."
'huhh dia masih saja begitu mengiris daging untukku' "ayah vella bisa melakukannya sendiri"
"tidak masalah, ayah senang bisa melakukannya untukmu"
"hmmm.. dagingnya enak dan gurih.. rasa asam manis sedikit pedas, sangat pas dilidahku.. aku memang harus makan banyak jika seperti ini.. ah perduli setan dengan gemuk, tubuh ini harus banyak mengonsumsi makanan"
"pelan² sayang.. nanti kau bisa tersedak."
ravella hanya tersenyum dengan pipi gelembung yang masih mengunyah makanan.
......................
"huhhh kenyangnya, ayah kalau sampai berat badan ravel bertambah ayah harus tanggung jawab ya.. aku tidak mahu jadi gemuk."
ravella mengatakan dengan wajahnya yang chabi hingga membuat lannox tertawa senang.
__ADS_1
"hahahahah tentu saja sayang, ayah akan menambahkan porsimu biar kau makin sehat."
"huuff kenapa ketawa! ayolah ayah, itu tidak lucu apanya yang sehat aku jadi terlihat seperti sapi yang siap dikorbankan kapan saja"
"hahahahahha, sayang jangan risau kau tetap cantik dan ringan bagi ayah"
makan siangpun berakhir dengan candaan lannox kepada ravella, setelah mengantarkan ravella yang tertidur pulas karna kekenyangan, lannoxpun segera kembali keruang kerjanya, lannox menjalani aktivitas seperti hari biasanya.
"marri bagaimana keadaan ibunya reni..?"
"kebetulan sekali putri, saya ingin menyampaikan surat dari reni untuk anda!"
"dari reni.. oya mana suratnya? aku sangat senang mendapatkan surat dari reni pengasuhku"
"salam saya yang mulia putri, terimakasih berkat bantuan anda.. akhirnya ibu saya sudah mulai pulih, dan kondisinya semakin hari semakin membaik. saya akan segera kembali secepatnya, saya sangat merindukan yang mulia putri. semoga putri selalu sehat dan selalu dalam lindungan dewa. hormat saya, pelayanmu reni."
'ah syukurlah, dia akan segera kembali, aku tidak sabar ingin melihatnya lagi, sudah lama sekali.. tak terasa sudah tiga tahun aku berada didunia asing ini. hmmm hari itupun semakin dekat, ketika dia muncul, apakah ayah akan mencampakkan aku..! walau aku tahu akan kenyataannya dari ibu. huhhh cerita didalam novel telah banyak yang berubah. dari aslinya, apakah karena kehadiranku! tidak jangan menyerah ravella.. sekarang aku adalah pengganti ravella dan tubuh ini telah menjadi milikku sepenuhnya, jadi aku harus melindungi keluargaku juga hidupku. tenang saja ayah, aku akan melindungimu.'
...****************...
"maaf putri.. boleh saya bertanya..?"
"hmmm apa itu marri..?"
"setelah reni kembali, apakah saya akan dipecat..?"
ravella terkejut dengan pernyataan reni lalu ia bangun turun dari katilnya, dan meraih tangan marri
"marri apa yang kau bicarakan.. tentu saja kau masih bisa bekerja disini, bersama reni, kelak kalian harus saling membantu dan tolong rawat aku dengan baik??"
"hiks.. hiks.. terimakasih putri tentu saja saya akan merawat anda seperti anak sendiri, saya janji dengan nyawa saya sendiri."
"bangunlah marri, kau tidak perlu seperti ini."
"hiks.. hiks.. saya pikir putri akan memecat saya"
"mana mungkin aku memecatmu kau sudah seperti keluarga bagiku, dan aku juga tahu kau mempunyai tanggungjawab yang besar dipundakmu. kau bisa bekerja disini kapanpun kau mahu dan, jika kelak kau akan menikah kau juga bebas pergi kapanpun itu, aku tidak akan pernah melarangmu marri."
"hiks.. hiks.. terimakasih banyak putri, saya janji saya akan menjaga anda dengan baik putri." 'dia menyikapinya dengan sangat dewasa sekali padahal dia begitu kecil dan rapuh, aku yang dewasa jadi merasa malu dengan tingkah tuan putriku yang sangat dewasa, seperti dia memiliki jiwa yang tua, didalam tubuhnya yang masih kecil.
"baiklah kupercayakan padamu marri."
"terimakasih putri."
...****************...
seminggu kumudian.
"tidak terasa aku sudah sepuluh tahun sekarang, berarti sudah tiga tahun aku berada disini.. hari itu sudah semakin dekat."
"tag.. tag.. tag. lapor yang mulia, saya baru mendapat kabar dari pihak perbatasan, ada ratusan pasukan monster datang menyerang keperbatasan utara, dan seratus orang pasukan kita telah tewas."
"apa!! baiklah aku akan segera kesana, yosef perintahkan para prajurit untuk segera mengamankan para penduduk, bawa ketempat yang telah kita disediakan, jangan ada yang keluar karena kondisi sekarang sedang tidak aman, sebab kita yang paling dekat dengan perbatasan utara."
"siap yang mulia akan saya laksanakan."
"zion keluarlah"
singa putih itu kini sedikit tambah besar, daripada biasanya
"astaga bagaimana mungkin kau jadi sebesar gajah, apa kau berevolusi kebentuk yang baru. atau kau jadi obesitas karana sudah lama tidak mendapatkan misi..?"
__ADS_1
"ya terserah kau saja nak, yang jelas selama dua tahun ini aku menyibukkan diri untuk bermeditasi dalam dunia roh"
"pantas saja aku tidak pernah melihatmu selama dua tahun ini, dan sekali muncul sudah sebesar ini saja.. aku bangga melihat kucingku yang imut sudah bertambah besar."
lannox menyeringai sinis saat melihat perubahan zion.
"sialan kau bocah, setelah dua tahun tidak bertemu kau masih saja tidak berubah"
"ya itu karna aku tidak bisa berevolusi sepertimu pak tua, tapi lupakan dulu soal pertegangan urat kita, sekarang ada yang jauh lebih penting, monster datang menyerang diperbatasan utara, dan kau tahu bukan, kitalah yang paling dekat dengan perbatasan utara. untuk itu bisakah kau gantikan aku untuk segera kesana sekarang, segera ajak pasukan singa putih, untuk membantumu (note: pasukan singa putih, adalah prajurid militer pribadi milik keluarga duke,
yang sudah sangat terlatih dan sangat disegani dikekaisaran. mereka biasa terjun kelapangan secara langsung melawan para monster dibawah wewenang lannox, mereka dikerahkan khusus untuk berperang atau dalam keadaan darurat. bahkan pihak kekaisaran saja tidak punya kuasa atas pihak militer singa putih.) aku akan menemui ravella dan akan menyusul setelahnya, aku janji tidak akan lam...."
"tidak perlu repot² ayah, aku sudah ada disini, astaga apa kau benar kakek zion!!"
zion menunduk hormat memberi salam pada ravella karena sudah lama mereka tidak bertemu.
ravella langsung berlari memeluk zion dan membelai bulunya yang lembut dan seputih salju.
"kemana saja kau kek..! sudah lama aku tidak melihatmu kau malah makin bertambah besar saja."
"akan aku ceritakan nanti dewi, maaf nak, tapi sekarang aku harus segera pergi. lannox aku berangkat sekarang, tubuh zion kemudian mengeluarkan cahaya dan tetiba tampak muncul jubah perang bewarna emas miliknya."
"apa jubah milikmu juga ikut berevolusi..!!!"
"cih.. aku akan menunggumu disana bocah, cepatlah selesaikan urusanmu."
lannox hanya melemparkan senyum miring, mendengar ocehan spirit miliknya yang dianggapnya sebagai sahabatnya sudah lama aku tidak mendengar dia mengoceh.
"kau.. putriku apa yang kau lakukan disini! bukankah seharusnya kau sedang latihan sekarang..??"
"ayah tidak perlu khawatir tentangku, karena ravel sudah mendengar semuanya, dan bisakah ayah perintahkan kesatria yang ayah kirim tadi untuk segera kembali ke mansion..!!!"
"apa..! kenapa aku harus melakukan itu..?"
"karena para penduduk telah ditangani oleh kek roya dan kakek saga. semuanya sudah aman terkendali. dan untuk urusan disini serahkan pada kakek tama, dan kek zaku. dan untuk kakek jura dan, kek gira.. mereka berdua akan terjun langsung kemedan perang bersama kita."
"tunggu kita..! apa maksudmu dengan kita putriku..???"
lannox langsung menyilangkan lengan, sambil melempar pertanyaan kearah putrinya. ravella tersenyum menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mngalihkan matanya kesamping untuk menghindari tatapan milik ayahnya yang terlihat kebingungan dan menahan emosi sejak tadi.
"mmmhh itu, aku juga akan ikut denganmu ayah. kali ini tolong jangan menghalangiku dengan atau tanpa izin darimupun ravel akan tetap pergi."
kali ini ravella mampu menatap ayahnya dengan nyalang dipenuhi tekad yang tak bisa terbantahkan lagi. lannox masih tetap meragukan putrinya dengan tubuhnya yang masih kecil tapi sudah berani menyatakan keikutsertaannya dalam perang, bukan perang biasa tapi perang melawan para monster pula. lannox memegang dagunya sambil menatap putri kecilnya, dengan tekad yang sudah bulat bahkan sudah berani mengancam ayahnya. dia jadi teringat dengan kata² yang dilontarkan jura dua tahun silam, dan itu terjadi sekarang. dia menghelah nafas panjang, iapun tak kuasa lagi melarangnya toh putrinya juga tetap akan berulah.
"huhh jadi begini rasanya saat seorang anak berani membangkang, dia memang putriku, gen memang tidak bisa berbohong"
lannox tersenyum melihat tekad putrinya, lannox memegang kepalanya yang tidak pusing.
"hmmm baiklah kau memang putriku, watak itu membuat aku jadi bernostalgia kemasalalu"
lannox lantas memegang tangan kecil ravella
"apa kau sudah siap nak??"
"tentu saja ayah, aku sudah menantikannya sangat lama, demi kedatangan hari ini"
"hmmmm baiklah, ayo kita berangkat nak"
"ya"
lannox lantas menyalakan portal, keluarlah cahaya lingkaran biru mengelilingi mereka lalu menghilang dalam sekejap.
__ADS_1
note: jangan lupa vote, like, komen karna itu adalah vitamin untukku biar lebih semangat lagi dalam menulis.
pertempuran apakah yang telah menanti mereka.. dan apa yang akan dilakukan ravella saat berhadapan langsung dengan para monster sesungguhnya, nantikan di episode selanjutnya. 😉