
"apa maksudnya? jadi anda adalah kaisar zando..? i..itu, ti..tidak mungkin, beliau bahkan tidak pernah menunjukan wujud manusianya kepada siapapun, termasuk aku. cepat katakan siapa kau sebenarnya?"
"benar sekali.. aku memang tidak pernah menunjukkan wujud manusiaku kepada siapapun selain orang yang kupilih, dan kau telah menjadi salah satunya yang terpilih untuk melihat wujud manusiaku..! karena kini kau adalah pilar ketujuh, dan terakhir. jadi sudah seharusnya kau tahu siapa aku."
jura terdiam sesaat.. sambil memastikan, apakah benar yang ada dihadapannya sekarang adalah sang naga emas.
'tidak mungkin beliau adalah kaisar zando? tapi, warna mata netra emas itu, memang hanya kaisar zando yang memilikinya.'
"omong kosong.. jangan mencoba membohongiku, kau pasti dewa lain yang sedang menyamar dengan menggunakan nama kaisar zando bukan?"
"hahahaha kau benar-benar lucu jura."
"cih lucu kepalamu, jangan tertawa. cepat katakan, siapa kau sebenarnya? dan apa yang kau inginkan dariku!"
tiba-tiba saja dalam waktu yang sangat singkat, tempat mereka berada, telah berpindah kezona mana. jura yang kaget akan perpindahan ruang dimensi tersebut.. sekaligus merasa takjub juga khawatir secara bersamaan. sang kaisarpun duduk diatas singgasana kebesaran miliknya, lalu ia memiringkan sedikit kepalanya yang ditopang pada satu tangan sambil menyeringai.
'cara teleport seperti ini..! hanya kaisar zando yang bisa melakukannya, a..apa mungkin di..dia benar-benar kaisar zando? dan tempat ini memang berada dizona mana, selain aku dan para kakek, juga dewi serta bocah itu, tidak ada lagi yang tau tempat ini. jika dia memang benar kaisar zando! tapi, bagaimana bisa dia juga terlibat dalam kebangkitan kekuatanku? bahkan sampai menjadi spirit dewi, siapa dia sebenarnya? apa jangan-jangan..! tidak, jika memang dia seperti yang aku pikirkan, lalu bagaimana bisa dia menjalin kontrak dengan dewi..? apakah itu hanya salah satu siasatnya.'
jura sedang bergulat dengan pikirannya sendiri, bermacam pertanyaan yang datang bertubi-tubi singgah dibenaknya, seolah-olah tak cukup dengan apa yang telah terjadi, kini ditambah dengan hal menakjubkan lainnya, yang membuat dia terkagum tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"ya itu aku, dan disini hanya ada kita berdua sekarang."
"ti..tidak mungkin..! bagaimana bisa anda mendengar pikiran saya??"
"terserah padamu ingin percaya atau tidak! tapi, jika kau masih menginginkan buktinya, aku akan membantumu untuk mengingatnya sedikit. apa kau masih ingat hukuman yang telah aku berikan kepada kalian para spirit, beberapa hari yang lalu?"
mata jura terbelalak kaget, seakan ia tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya sekarang.
"apakah anda sungguh kaisar zando? jika memang benar, anda adalah spirit dewi.. lalu bagaimana ceritanya anda juga bisa membangkitkan kekuatanku bahkan menjadikanku sebagai pilar ketujuh?'
kaisar zando hanya menanggapinya dengan seringai dinginnya.
"hem.. fhuuuu...." zando meniupkan sesuatu yang mengarah kepada jura, udara yang berdesis lembut merayap dan mengelilingi tubuh jura. tak lama hanya dalam beberapa detik, udara yang ditiupkan sang kaisar telah membuatnya bergerak.
"akhirnya, tubuhku yang kaku telah kembali normal."
karena terlalu senang tubuhnya telah pulih seperti sediakala. ia sampai lupa dengan kaisar yang ada dihadapannya.
"ah benar, aku hampir saja melupakan keberadaannya."
jura berlutut hormat dengan satu kaki, dan satu kaki lagi yang ditekuk, lalu satu tangannya yaang diletakkan diatas lutut, sementara lengan lainnya ia tempelkan di atas dada.
"saya menghadap hormat kepada paduka kaisar sang dewa agung."
"kau tidak perlu menggunakan cara formal seperti itu jura."
"tidak paduka, ini karena saya telah banyak melakukan kesalahan dan telah berani kurang ajar karena tidak mengenali paduka. mohon hukum saya paduka!"
__ADS_1
kaisar zando hanya menanggapinya dengan diam, sesaat suasana dalam ruangan menjadi hening, dan tak lama setelahnya, ia mengeluarkan suara baritonnya yang berwibawa.
"aku datang bukan untuk menghukummu, tapi untuk menemuimu secara resmi. dan, memberi misi pertama kepadamu."
"kalau begitu.. saya merasa terhormat dan juga beruntung. karena telah dapat melihat wujud manusia paduka kaisar, secara nyata. kalau boleh saya tahu, gerangan apakah yang membuat paduka secara langsung datang menemui saya? dan apakah ada yang bisa saya lakukan untuk anda paduka!'
"perhatikanlah dibelakangmu..!"
jura menoleh seperti yang disuruh sang kaisar, lalu dalam sekejap, pria yang kini telah membeku. sudah berada dibelakangnya.
"dia.. bagaimana bisa! apakah anda mengenalinya paduka?"
"apa kau ingat saat permaisuriku kabur dari mantion..?"
'haa permaisuri..? apa lagi ini..! sejak kapan pula dewi, bisa menjadi permaisuri paduka? bukankah paduka juga adalah spirit milik dewi..! ah tidak.. tidak.., semakin lama aku memikirkannya, aku bisa menjadi gila.' jura menjadi tambah kebingungan. "ya.. tentu saja saya mengingatnya paduka."
"tanpa sengaja, permaisuriku telah membuka portal dimensi gaib, dan pergi ketempat wilayah para elf. dan sepertinya, ramalan tentang permaisuriku telah menyebar ketelinga elf, dan anak dibelakangmu itu, hampir menculik permaisuriku."
"apa.. bagaimana itu bisa terjadi paduka?"
"hmm tidak ada yang tidak bisa, jika seseorang sudah dibutakan dengan keserakahan dan kekuasaan. apalagi auranya yang terlalu mencolok, membuatnya mudah dikenali. dan sekarang, dia berusaha membunuh peliharaan kesayangan permaisuriku. untuk itu, aku akan mengahirinya secara langsung. tanpa ia bisa berengkarnasi.. tuk, buussssshhh."
hentakan satu jari telunjuk dari sang kaisar, telah membuat tubuh pria tersebut berakhir menjadi serpihan debu. jura yang melihat merasa ngeri.
'gulp.. semudah itukah beliau mengahiri hidup anak ini.. apalagi aku telah melakukan kesalahan fatal dan memakinya secara terang-terangan, aku tidak boleh melakukan sesuatu yang bisa menyinggung beliau, siapa yang tahu bisa saja.. ini adalah satu peringatan yang ditunjukkan untukku.'
"maafkan saya paduka, saya telah melakukan kesalahan be.."
"apa yang sedang kau lakukan jura, bangunlah! sudah aku katakan, aku datang menemuimu bukan untuk menghukummu. tapi memang sudah sewajarnya sebagai pilarku kau mengetahui sosok manusiaku. walaupun tidak ada yang tau jika wujud asliku adalah naga emas!"
"ba..baiklah paduka."
jura perlahan bangkit berdiri dan mengangkat kepalanya perlahan, lalu ia memberanikan diri menatap wajah sempurna milik sang kaisar, dan mecoba menanyakan apa yang dia pikirkan.
"paduka.. bolehkan saya bertanya?"
"katakan."
"kapan dewi, akan sadar dari tidur panjangnya?"
"kau tidak perlu khawatir tentang itu, aku sengaja membuatnya tertidur panjang, untuk menstabilkan energinya yang telah banyak terserap saat berada dikerajaanku."
"apa.. dewi ketempat anda? jadi saat dewi kabur dia.."
"ya dia bersamaku, tepatnya aku menyembunyikannya."
"pantas saja.. tidak ada satupun diantara kami yang bisa melacak keberadaan dewi."
__ADS_1
"tapi bagaimana, garda bisa berada bersama dewi paduka, bukankah awalnya, dia juga tidak bisa melacak keberadaan dewi?"
"aku yang telah mengundang anak itu, untuk memjemput permaisuriku, yang sedang merajuk karena pertengkaran kecil bersama ayahnya."
'bahkan beliau juga tau seditail itu.'
"apakah garda tau jika anda adalah spirit dewi paduka?"
"tidak, tidak ada satupun yang tau, kecuali kau."
zando menatap nyalang kearah jura, yang sedang merasa tertekan dengan karisma dari sang kaisar.
'celaka, ini benar-benar gawat, berarti aku harus menjaga rahasia yang sangat besar, jika sampai bocor.. aku pasti akan menjadi serpihan debu seperti anak tadi bukan, gulp.'
jura melihat zando yang masih tak bergeming, dari singgasananya.
'kenapa beliau hanya diam saja dan menatapku, aku jadi merasa semakin kecil.' jura mengelap keringat dinginnya yang tiba-tiba keluar. "paduka, ji.. jika boleh saya tau, mengapa anda menjadi spirit dewi? dan apakah anda benar-benar terikat kontrak sesungguhnya dengan dewi..!"
"hem..... aku tidak butuh alasan, hanya untuk menemui permaisuriku sendiri. dan kontrak yang kulakukan hanyalah sebagai formalitas saja, tepatnya kontrak itu tidak berlaku samasekali terhadapku."
'pantas saja dia tidak seperti aku dan yang lainnya, yang bisa menetap dan selalu berada disisi dewi, bahkan dia datang dan pergi seenaknya sendiri seperti dia yang membuat aturannya, ternyata begitu.'
"pe..pertanyaan yang terakhir paduka, apakah dewi sudah tau, wujud anda yang sekarang?"
"tidak, dan belum waktunya, baginya untuk mengetahui siapa aku."
zando diam sesaat, setelah beberapa saat, ia memanggil dengan suara yang tenang dan penuh wibawa.
"jura.."
"saya paduka?"
"berhati-hatilah terhadap spirit bernama argus!"
"argus.. siapa itu paduka?"
"dia adalah spirit milik sibocah lannox. dia masih belum bertemu dengan permaisuri kecilku sekarang, tapi itu pasti akan segera terjadi, tidak lama lagi. dan anak itu, akan jatuh hati padanya pada pandangan pertama, serta akan menjadi terobsesi kepada permaisuriku..!"
"jika begitu, apa yang harus saya lakukan paduka?"
"anak itu mempunyai darah campuran dari setengah dewa dan elf, tapi kekuatan yang sebenar miliknya, masih belum terbangun, jadi untuk sekarang kau tidak perlu merasa khawatir. namun, garda dan spirit lainnya bukanlah tandingan anak itu. hem tapi dia tidak akan bisa menyentuhmu. karena hanya kau yang bisa menandinginya, jura.. aku ingin kau melindungi permaisuriku! jadi misi ini akan kuserahkan kepadamu."
"ke..kenapa begitu paduka? la.. lantas apa yang harus saya laku...kan?"
zando menyeringai, tiba-tiba saja saat kalimat yang diucapkannya belum selesai, jura sudah kembali ketempat awal mereka berada sebelumnya, dan zando telah menghilang, hanya tinggal gaungan suara yang masih bergema ditelinganya.
"kau akan segera mengetahuinya nanti."
__ADS_1