AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
LEPASKAN DIA!


__ADS_3

seminggu kemudian, di istana kekaisaran pergolakan dimeja bundar, tentang perbedaan pendapat terus terjadi, bermacam saran diajukan, namun tak satupun memenuhi keinginan sang kaisar.


"braaak" hempasan tangan dimeja membuat semua yang ada diruangan menjadi bungkam. "bukankah sudah kubilang? jika pertemuan kali ini tidak menemukan solusi samasekali, kalian semua aku pecat. aku tidak butuh saran, yang aku butuhkan adalah tindakan, apa kalian masih tidak mengerti itu hah..! lagrin?"


"siap baginda." lagrin menyerahkan dokumen hasil laporan. "gedebrak" kaisar melempar dokumen diatas meja. "kalian lihat ini..! wabah sudah memakan korban. seratus nyawa telah melayang sia-sia, dan kalian disini masih melempar saran tidak berguna, rapat kali ini tidak ada hasil, seperti janjiku! kalian aku pecat. setelah ini, sebaiknya persiapkan putra kalian masing-masing untuk meneruskan jabatan yang kosong, aku tidak mahu dengar penolakan, rapat ditutup cukup sampai disini."


kaisar dan lagrin langsung pergi meninggalkan ruang rapat, sementara para pejabat yang dipecat hanya bisa pasrah tak berkutik sedikitpun dihadapan sang kaisar.


"baginda, apa tidak sebaiknya anda tenangkan diri terlebih dahulu? mohon dipikirkan kembali keputusan baginda! tidak mudah mencari pengganti untuk posisi yang kosong, itu tidak baik untuk sebuah negara! dibutuhkan seleksi dan kualifikasi panjang, tidak sembarang orang bisa menduduki jabatan, jika hanya bergantung pada bakat yang belum terasah juga, tidak akan menjamin mereka juga mempunyai kualitas dan loyalitas yang tinggi terhadap kepemimpinan. dan lagi.."


"apa kau juga ingin dipecat lagrin?"


"ha.. hamba tidak berani baginda."


"jika begitu! lakukan sebuah tindakan, dan cari solusinya. oh ya, suruh lannox datang menghadap. hanya anak itu yang tidak pernah menghadiri ruang rapat bukan! atau sebaiknya kuserahkan saja tugas ini padanya, bagaimana menurutmu lagrin?"


"itu ide bagus baginda."


"ya, sesekali anak itu juga harus merasakan pusingnya mengurus sebuah negara, hahahaha aku sudah tidak sabar melihat wajah kesal dari anak itu..! dengan begini dia juga harus merasakan apa yang aku rasakan! kalau begitu, tidak perlu suruh dia kesini, cukup sampaikan titahku padanya."


"baik baginda"


sementara itu, Roland yang sedang berada diruang dokumen kekaisaran.


"ini.. tidak mungkin! berarti ini ada campur tangan baginda kaisar. aku harus segera melaporkan kepada yang mulia. pantas saja yang mulia menyuruhku melakukan pengecekan."


"swussss.. swusss.. saya menghadap yang mulia." zion yang melihat kedatangannya sangat tidak suka dengan kehadirannya. "ada apa argus? apa kau sudah menemukan jawabannya."


"oh, ada zion juga, halo kucing lucu! lama tidak bertemu..! kau makin jelek saja hehe."


"bangsat dasar menjijikan bisakah kau pergi? aku tidak sudi melihatmu berlama-lama disini."


"aku juga tidak sudi melihat kucing manja yang kerjanya hanya bisa menempel seperti lumut sangat tidak berguna."


"kau..."


"sudah kalian berdua sebaiknya hentikan..!"


"cih.." mereka berdua saling mengalihkan pandangan.


"katakan argus, kabar apa yang kau dapatkan?"


"baik yang mulia, ada dua kabar. yang mana ingin anda dengar terlebih du.."


"jangan bertele-tele argus, cepat katakan, aku tidak suka menunggu."


"haha baiklah yang mulia, kecurigaan anda terhadap roland ternyata salah yang mulia. dia juga terkejut dan tidak percaya dengan apa yang telah terjadi, intinya roland bisa dipercaya dan tidak terlibat konspirasi dengan kaisar. sementara itu! Saat dia dalam perjalanan kemari.. dia dihadang dan diserang oleh sepuluh orang-orang yang tak dikenal! sepertinya, penyelidikannya telah tercium oleh pihak istana."


"apa? kalau begitu bantulah dia argus, karena hanya sosokmu yang belum dikenali oleh siapapun."


"baik yang mulia, saya undur diri dulu, kucing.." argus melihat kesamping kearah zion yang sedang duduk disamping lannox. "sampai jumpa lagi, aku tidak sabar ingin bercengkrama denganmu."


"aaagggrrrrrrrrr.." zion sangat kesal sampai mengaum seperti ingin menerkam sosok itu. "cih, kenapa juga kau sampai harus mengutus orang itu.. aku tidak suka dengannya."


"hanya dia yang bisa melakukan tugas ini, tanpa diketahui oleh siapapun."


"hah serah kau saja, aku ingin menemui putriku dulu."


"apa putri?! sejak kapan kau mempunyai putri?"


"sejak kehadiran dewi."


"bag" suara buku dilempar, zion cepat-cepat menghindari hilang dalam bayangan.


"heh, ada apa dengan anak itu? tempramennya benar-benar tidak jelas, sering marah-marah, apa dia tidak lelah! aku saja yang melihatnya setiap hari merasa lelah. heran, bagaimana mendiang istrinya bisa bertahan dengan orang seperti itu, kasihan."


sementara di gazebo didekat danau


"kakek, apa menurutmu wabah itu bisa disembuhkan."


"selama ada kau, apa yang tidak bisa dilakukan sayang?"


"apa maksudmu paman?" tanya gapi, ravella yang ingin bertanya merasa terwakilkan oleh pertanyaan gapi. "ya tentu saja, kau mempunyai kekuatan suci, namun hal itu harus disembunyikan rapat-rapat tidak boleh ada yang tahu. jika sampai ada yang mengetahui tentang kekuatan sucimu itu! akan sangat berbahaya untuk dirimu."


"ya itu benar nak, pihak yang paling menginginkan kekuatan itu adalah! pihak yang mengaku atas nama kuil."


"kakek zion, sejak kapan kau ada disitu?" zion datang mendekati lalu duduk disamping ravella. "sejak kakek jura mengatakan kau mempunyai kekuatan suci."


"ya, untuk itulah kau tidak bisa bergerak bebas seperti anak-anak pada umumnya sayang. keindahan rupamu saja sudah menjadi incaran! apalagi kekuatanmu itu, terlalu beresiko jika berada diluar pandangan kami."


"ya.. kek jura benar, itulah mengapa kau hanya bisa bermain di dalam mantion ini nak."


"tapi kek, aku juga manusia biasa, adakalanya aku akan merasa bosan dan jenuh jika hanya berada didalam mantion..!"


"jika kau bosan, katakan padaku, dan lagi bukankah tama juga membawa teman bermain untukmu?" ujar jura

__ADS_1


"hmm entahlah aku juga belum melihat anak itu, dan lagi kakek tahu sendiri bagaimana kerasnya ayah!"


"ya, soal bocah itu biar aku yang urus, kau tenang saja nak. anak itu memang kadang-kadang ada bodohnya dan kasar! tapi sebenarnya dia mempunyai hati yang sangat lembut."


"ya mirip sepertimu zion, wajahmu saja yang garang tapi hatimu seperti kelinci."


"cih ringan sekali mulutmu kek, aku hanya lembut kepada dewi tidak yang lain, jadi jangan samakan aku dengan bocah cerewet itu."


"hahahaha.. ternyata kau memang sangat mirip dengan ayah kek." mereka tertawa bersama, zion yang tak berdaya dengan kata-kata ravella hanya memalingkan muka menahan malu tak berdaya.


(garda) "ada apa dengan kalian bertiga? kenapa wajah kalian seperti orang yang sedang menahan pipis begitu."


(Zaku) "sialan kau."


(gira) "apa pedulimu?"


(garda) "tentu saja aku peduli, kaliankan temanku!"


(saga) "heh sejak kapan kami menjadi temanmu..!"


(garda) "sejak kita bertarung bersama melindungi dewi, sebenarnya ada apa dengan kalian? kenapa wajah kalian terlihat buruk sekali."


gira, zaku, saga. saling memandang satu sama lain. "kenapa wajah kalian sekarang jadi berubah mengerikan firasatku tidak enak!"


(saga) "mumpung kau sudah ada disini ayo kita kezona mana."


(garda) "Ada apa memangnya?".


(gira) "ikut saja. ayo!"


(garda) "huh baiklah"


mereka berempatpun sampai dizona mana.


(saga) "garda, kami ingin kau membantu kami untuk berlatih. apa! kenapa harus aku?"


(zaku) "karena disini kita akan berlatih bebas, dan tidak akan merusak apapun."


(gira) "ya.. juga tidak akan mengundang banyak perhatian, mari kita mulai."


(garda) "tu..tunggu.. tunggu dulu. wushhzz"


ketiga spirit merubah diri mereka kebentuk asal. saga menjadi naga giok, gira dengan wujud ular biru, zaku berubah menjadi singa putih.


(saga) "jangan banyak bicara."


saga mengibaskan sayapnya dan terbang melayang tinggi kelangit tiba-tiba lima bola mana bewarna hijau tampak mengelilingi saga, garda menyeringai.


(garda) "jadi kalian benar-benar serius ya.. baiklah! akan kuladeni ayo kita mulai."


garda merubah wujudnya kembali kebentuk asli bertubuh biru, diapun melayang tinggi mensejajarkan posisinya dihadapan spirit beast.


(garda) "bersiaplah, kali ini aku tidak akan menahan diri."


"gluduar.. gleduar.. dunntam.." garda mengeluarkan petir biru yang menyala-nyala ditangannya, lalu mengarahkan dan menyerang ketiga spirit yang ada dihadapannya, saga yang melihat tidak tinggal diam. salah satu bebola mana yang sudah di persiapkannyapun dilemparkan kearah garda berada, zakupun takmahu ketinggalan ia juga mengeluarkan cahaya bola putih dimulutnya yang semakin lama semakin membesar, dan kemudian diarahkan kepada garda. begitupun dengan gira, ia dengan gesit mengeluarkan sinar laser biru, dari kedua bola matanya. kini semua serangan menjadi satu, dan menuju kearah garda. "boommm" dan, ledakan besarpun terjadi. seringai garda membuat ketiga spirit semakin waspada, mereka tahu betul, jika mereka latihan satu lawan satu mereka tidak akan bisa menang melawan garda sendirian. bahkan saat kejadian putri yang pernah hilang! mereka sempat melawan garda berenam. namun mereka kewalahan, dan masih tak bisa menandinginya. padahal saat itu, garda masih belum serius. dan sekarang karena mereka termotivasi oleh jura, dan merasa sudah ketinggalan sangat jauh dari temannya. jadi membuat mereka lebih bersemangat lagi ingin mengejar ketinggalan mereka itu. dan tak ingin lagi berleha-leha karena musuh yang akan dihadapi kelak jauh lebih kaut daripada garda, untuk itu mereka bergabung, membentuk sebuah tim yang solid.


(gira) 'teman-teman, berhati-hatilah! serang dengan serius, anggap dia sebagai musuh kita yang sebenarnya.'


(zaku) 'bersiaplah, serangan berbahaya akan datang dari arah bawah.'


(saga) 'semuanya ayo kita bentuk formasi tranparan, dan sebarkan aura kalian rasakan kehadirannya.'


(gira,zaku) 'baiklah'


(garda) "heh sangat membosankan, padahal ini baru pemanasan tapi mereka sudah kualahan dipikirnya aku tidak tahu keberadaan mereka, baiklah! jika mereka mampu membuat aku senang, maka aku akan melawan mereka denga serius, terimalah ini."


"hei tama, kenapa aku merasakan gairah kesenangan dari tiga saudara kita! apa kau merasakannya juga?"


"ya, cih dasar sial, terlalu banyak hal menarik yang telah kita lewatkan roya! ayo cepat kita selesaikan misi ini. aku sudah tidak sabar lagi, aku juga tidak ingin ketinggalan merasakan kesenangan yang mereka rasakan."


"ya, begitupun aku bodoh."


"halo permisi tuan-tuan, maaf menyela pembicaraan kalian. apa sebenarnya yang kalian perdebatkan?"


"kau diam saja bocah! fokuslah menjaga adikmu. aku akan pergi sebentar, tama! kali ini biar aku yang urus, kau jaga saja anak itu."


"hei, memangnya kau tahu lokasi mereka dimana?"


"cih jangan remehkan aku sialan, selama ini aku tahu segalanya, apa saja yang kau lakukan dan termasuk mejahili mahluk rendahan haha, hanya saja aku berpura-pura tidak tahu, karena aku tidak ingin membuatmu malu sebab kekurangan kerjaan."


"ja..jadi.. kau juga tahu hal itu?"


"hal itu apa! ah maksudmu waktu kau menjahili seekor tikus?"


"cih dasar burung jelek, tidak perlu juga sampai memperjelasnya dengan rinci."

__ADS_1


"hahaha ya.. ya.. sudahlah jaga anak itu, biar aku yang urus sisanya."


"tuan, sebenarnya apa yang kalian bicarakan..?"


"sudahlah, kau diam saja." tama memejamkan matanya dan melihat apa yang dilihat sang tikus. 'hei jelek, hentikan penyelidikanmu kembalilah sekarang.'


'suara ini, tuan.. kaukah itu?'


'ya.. ini aku tuanmu, kembalilah ada yang ingin kubicarakan padamu.'


'baik tuan, saya segera kesana.'


disebuah tempat dikota nun kumuh didalam rumah megah, sang tikus yang mengintip di atas plafon. setelah mendapat perintah dari sang majikan, tikus itu terus berlari hingga tampak sebuah cahaya kecil menembus lorong, ia terus berjalan dan mendekati lubang di dinding itu, di lubang kecil, ia melihat kesekitar lalu memasuki lubang dinding yang sudah pecah, kemudian ia terjun sambil mengucapkan mantra "(grajiuz ramante)" tikus itupun langsung berubah wujud menjadi seekor elang.


"ini lumayan, aku hampir kenyang walaupun cuma makan seekor tupai sih, besok harus mencari buruan yang lebih besar lagi. kemana ya dewi? sebaiknya aku mencarinya, setelah itu aku akan mengajak dewi bermain bersama denganku."


saat gapi sedang berlari kecil, tiba-tiba langkahnya terhenti. tampak sepatu boot hitam berada dihadapannya, ia perlahan melihat keatas dan tubuhnya menjadi bergidik ketakutan.


'oh tidak, kenapa harus bertemu dengannya sekarang'


lannox memerhatikan gapi.


"dimana putriku?"


"sa..saya tidak tahu tuan, saya juga sedang ingin mencarinya."


"hmm bagus! akhirnya kau sendirian."


"a..apa.. yang anda lakukan tuan?"


"kau harus merasakan sakit hatiku, karena berani merebut perhatian dari putriku, aku menahan diri selama ini, karena kau menjadi kesayangan putriku, dan sekarang rasakan hukumanku."


'celaka, dia masih kesal hanya karena masalah sepele, bukankah sudah lama berlalu? dewi dimana kau.. cepat selamatkan aku dari pak tua yang mengerikan ini dewi.'


lannox lalu memasukan gapi kedalam kurungan kecil, yang memang sudah sejak lama ia persiapkan.


'hmm hukuman apa sebaiknya yang harus aku berikan pada naga kecil ini?' lannox memutar otaknya. "hmm untuk sekarang aku akan memberimu hukuman ringan dulu, tapi jika kau membuat ulah lagi hehe."


'di..dia mengerikan.'


lannox menyeringai licik, lalu ia menyediakan seutas tali, kemudian ia mengikat gapi dipohon besar"


"berusahalah melepas ikatan tali ini jika kau bisa, namun jika tidak! berarti salahkan nasibmu yang malang, tapi jika kau bisa lepas dari ikatan ini berarti nasibmu masih beruntung."setelah selesai mengikat gapi, lannoxpun pergi meninggalkan gapi sendirian. gapi yang sedih hanya bisa melihat punggung lannox dari kejauhan sambil pergi meninggalkannya. "dewi... selamatkan aku!"


"sudah seminggu rog belum juga kembali..! dean, apa menurutmu rog akan kembali?"


"entahlah rey, aku juga tidak tahu! kita tinggu saja sampai malam ini, jika dia belum juga kembali.."


"halo, anak-anak.!"


(rey) "si..siapa kau?"


(dean) 'sejak kapan dia berada disini? kenapa aku tidak merasakan hawa keberadaannya sama sekali...!'


"aku datang kemari karena ingin memberitahu kalian hal pent...."


rey langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang roya, namun pedang itu ditangkis hanya menggunakan dua jari.


(rey) "le...pas...kaaaan."


"hanya begini saja kau tidak bisa melepaskan, lalu bagaimana bisa kau ingin membunuhku? dasar bocah bodoh tak berotak."


"tring.. wushhzz..wushhzz..."


dean terus mengayunkan pedangnya kearah roya. roya dengan sigap mengelak pergerakannya sangat lincah dan cepat, bahkan tak tertangkap oleh mata.


'bangsat, dia terlalu cepat, sampai aku tidak bisa membaca pergerakannya.'


rey tak mahu menyerah lalu rey menendang perut roya, namun roya dalam sekejap sudah berada dibelakangnya dengan sebilah pisau kecil yang hampir menancap dileher rey.


"tenanglah jika kalian diam, aku tidak akan melukai kalian."


saat dean melihat sebilah pisau yang ada dileher rey!


"jika kau maju selangkah saja maka temanmu akan mati." mahu tidak mahu ia menjatuhkan pedangnya.


"lepaskan dia!"


"bukankah sudah kubilang! jika kalian bersikap tenang, maka aku tidak akan melukai kalian berdua, bagaimana?"


"terimalah ini, garda meletakan satu tangannya ketanah lalu keluarlah akar-akar pohon besar melilit tubuh ketiga monster spirit"


para spirit meronta-ronta ingin melepaskan tubuh mereka dari akar pohon besar.


(saga) 'teman-teman tenanglah, jika kalian terus bergerak akar ini akan semakin keras melilit tubuh kita, tenang dan konsentrasi.'

__ADS_1


__ADS_2