
Di halaman mansion.. Ron, dan Rog. Sedang berjalan melihat-lihat kearah sekitar. Mereka berdua berkeliling bagai anak polos yang tidak tahu harus melakukan apa!
Keduanya sama-sama di landa kebingungan, dan bertanya-tanya kemana tentang keberadaan Orang Tua Angkat, yang belum menemui mereka setelah pertemuan terakhir. Sudah beberapa hari mereka berada di mansion, hingga saat ini.. mereka masih belum mendengar kabar apapun darinya.
Keduanya merasa seperti kehilangan pijakan, dan kekhawatiran pun singgah di pikiran keduanya. Sedangkan Jura dan ketiga temannya, memperhatikan dalam diam apa yang dilakukan kedua anak-anak tersebut.
"Kakak.. Mansion ini benar-benar sangat megah dan besar ya..! Dan aku tidak percaya, jika kita sekarang tinggal di kediaman Yang Mulia Duke. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah identitas Orang Tua Angkat kita!!" celoteh Ron, yang membuat Rog mengangguk sependapat.
"Kau benar." Rog melihat ketempat latihan para prajurit.
Keduanya kini duduk di halaman mansion di dekat tangga, sambil memperhatikan para prajurit sedang latihan berpedang, ada yang sedang latihan memanah, latihan olah stamina untuk memperkuat fisik, bahkan ada latihan bertarung, dengan menggunakan tangan kosong.
'Mereka semua adalah prajurit elit, sangat keren. Haah.. Andai saja aku bisa ikut latihan seperti mereka!! Namun, bagaimana bisa Dean seorang informan Orsi, dengan mudahnya bergabung dengan pasukan elit seperti mereka? Apakah ada yang membantunya?!
Jangankan untuk kenal mereka, bahkan untuk bertemu dengan mereka saja sangatlah sulit!! Aku sering mendengar desas-desus tentang pasukan Singa kekaisaran utara, waktu sedang menjalankan misi dulu.
Mereka sering terjun keberbagai misi penting yang sangat berbahaya, dan aku juga selalu mengikuti perkembangan berita tentang mereka. Pasukan singa kekaisaran sering terjun ke misi zona merah, selain misi perebutan negara, mengalahkan para monster, dan bahkan pembantaian habis-habisan sebuah pemberontakan.
Sebuah pasukan terbaik yang di pimpin langsung oleh seorang Duke muda, hingga berhasil memperbesar sebuah negara hanya lewat jasa pengorbanannya. Berkat ketangguhannya.. Kekaisaran ini pun menjadi damai, dan makmur.
Semua hasil kerja kerasnya terbayarkan, para pasukan yang berada dibawah kepemimpinannya, jadi lebih terkenal dan di segani. Bahkan mereka menjadi kebanggaan rakyatnya, Tidak hanya Kekaisaran ini.. bahkan negara lainpun mengaku sepak terjangnya dalam menjalankan misi. Butuh perjuangan keras, agar bisa mencapai kelevel tertinggi seperti mereka.
Lalu yang jadi pertanyaanku, bagaimana bisa seorang Dean, bisa bergabung dengan pasukan elit seperti mereka!! Untuk kemempuan.. Dean memang bisa diandalkan, selain ia mempunyai pengalaman menjadi informan, ia juga bisa menggunakannya sihir, aura dan mana. Dean juga mempunyai ilmu bela diri yang cukup mumpuni, di kelasnya.
Meskipun tidak sebanding dengan prajurit elit, tapi setidaknya pengalamannya terjun di setiap misi kelas B tidak bisa di ragukan lagi. Dean juga cukup kompeten, karena aku pernah berkerja sama dengannya..! Dean.., sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan?
Aku harus mencaritaunya sendiri.. Jika ia dikirim sebagai informan, bisa jadi targetnya adalah aku, atau bisa jadi Duke dan Putrinya.. Yaitu, Orang Tua angkat kami. Selama aku belum tahu maksud dan tujuan anak itu, aku harus berhati-hati dengannya.
Jika kau benar seperti perkiraanku, aku tidak punya cara lain selain membunuhmu. Demi keselamatan kami berdua, dan juga ini kulakukan demi janjiku kepada para paman itu, aku akan selalu setia kepada Tuan Putri.'
"Kakak, apa yang kau pikirkan..? Wajahmu tampak tegang sekali."
__ADS_1
"Ah benarkah terlihat seerti itu!!"
"Emh.." Angguk si Ron.
Rog membelai kepala adiknya.. Dan menenangkannya.
"Kau tidak perlu khawatir Ron, aku hanya sedang meimikirkan bagaimana nasib kita kedepannya. Yah, sebuah keberuntungan kita bisa tinggal dan menikmati segala fasilitas yang diberikan di sini. Namun, kita masih belum tahu tujuannya untuk apa!"
"Hei kakak.. Kau terlalu banyak berpikir, melihat Orang Tua angkat kita yang sangat lucu menggemaskan, dan sangat cantik bak seorang Dewi. Aku yakin nasib kita akan segera berubah kedepannya." Ujar Ron tersenyum ceria, dengan begitu yakinnya.
"Yah semoga saja memang begitu."
Tak lama muncul keempat Pria berperawakan tinggi, dan tampan, berwajah khas, dengan keunikan masing-masing.
"Halo anak-anak apa kabar kalian?" Sapa Jura, di ikuti ketiga lainnya.
"Ugh, halo Paman.. Sejak kapan kalian ada disini?" Tanya Rog pada keempat Pria tersebut.
"Sejak awal kau kemari, kami sudah ada disini." Jawab Tama menyeringai.
"Benarkah, kalau begitu aku mahu Paman, soalnya setelah kami tiba di sini. Kami tidak tahu harus kemana! selain melihat prajurit latihan setiap hari." aku Ron, yang tampak senang dengan tawaran tersebut.
"Kalau begitu mari ikut kami, kami akan mengantarkan kalian berkeliling." ajak Tama ramah.
"Baik Paman, jawab Ron ceria."
"Paman, bagaimana kabar Yang Mulia Putri..?" tanya Rog pada yang lainnya.
"Hmm.. Sekarang beliau sedang istirahat, mungkin setelah beberapa hari kondisi beliau akan segera pulih." Jawab Tama.
"Apakah beliau sakit?" tanya Rog khawatir.
__ADS_1
"Tidak, beliau baik-baik saja.. Namun fisik beliau memang terbilang lemah karena masih kecil."
"sebenarnya apa tujuan beliau mengadopsi kami, Paman??"
...----------------...
......................
...----------------...
Di dimensi lain.. Rabarus masih kukuh dengan pendiriannya. Ia yang sudah terbiasa bertapa, merasa tidak gentar meskipun kakinya sudah hilang rasa..
'Hingga sekarang Kaisar masih belum datang menemuiku, mungkinkah beliau benar-benar tidak ingin menerimaku? Aku akan coba bertahan beberapa minggu lagi, jika apa yang aku pikirkan ini benar..! Aku harap permohonanku tersampaikan padanya.'
Rabarus mulai berdoa dalam hati, dan memohon dengan sangat, agar doanya terkabul. Ia memejamkan mata dan berdoa dengan khusyuk.
'(Wahai Kaisar Naga Emas, sang penguasa para Spirit, Monster, dan para hewan lainnya. aku Rabarus dari hati yang terdalam sangat yakin dengan apa yang aku rasakan. Jika engkau bukan sekadar seorang Kaisar semata, Tapi.... Aku meyakini Jika engkau adalah seorang Dewa Agung. Dan jika apa yang aku yakini ini benar adanya, dengarlah permohonanku wahai Dewa Agung, dan Tunjukkan belas kasihmu kepadaku, aku mohon padamu wahai Dewa..!') Rabarus berdoa dengan khusyuk.
"Geleduk.. Geleduk.. Geleduk... Jeduaaarr.. Jeduaaarrrr..."
Tak lama setelah ia menyatakan permohonan akan doanya.. langit yang tadinya gelap menghitam, kini bergemuruh keras, di iringi dengan suara petir yang Menyambar-nyambar, kerlap-kerlip dari petir menerangi langit gelap.
Mendengar suara bergemuruh keras di langit, dan suara petir yang berdentum hebat, saling bersahutan bersamaan, seakan ingin menyambar apapun yang ada di sekitarnya. Namun, semua itu tak menyusutkan kesungguhan Rabarus, akan doanya tersebut. Ia justru semakin yakin dengan kode alam tersebut, jika apa yang di yakininya adalah sebuah kebenaran mutlak.
Rabarus semakin tenggelam dalam doanya.. Ia tidak peduli meskipun petir akan menyambar habis dirinya.
Sementara itu di singgasananya miliknya.. Sang Kaisar mendengar permohonan Doa Rabarus, Ia menyeringai sambil mengetukkan jari di lengan kursinya.
"Tuk.. Tuk.. Tuk.. Hem, bocah yang menarik, kau kini telah menyadari siapa aku. Karena kau telah berdoa dengan kesungguhanmu, aku akan mengabulkan keinginanmu."
Tak lama.. Sang Kaisar menghilang dari singgahsana miliknya. Dan dalam sekejap ia muncul di hadapan Rabarus dengan sosok manusianya.
__ADS_1
"Tab.. Tab.. Tab.." Pria dengan ketampanan yang sangat sempurna itu, berhenti di hadapan Rabarus. Ia mengenakan Jubah Emas, dengan perpaduan warna hitam. Rambut lurus panjang sehitam malam, terurai bebas membuatnya tampak semakin misterius, netra emas miliknya menatap tajam kepada Rabarus.
"Bangunlah, aku telah mendengar permohonanmu."