AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
ADA APA DENGAN ANAK ITU!


__ADS_3

Ada satu tempat didekat gunung, jauh dari kediaman mantion milik sang duke! yang dibuat khusus untuk mendiang istrinya, arabella. Pohon itu selalu terlihat menyala, baik siang maupun malam. dan tempat itu sering didatangi sang duke dan mendiang istrinya sewaktu hidup! begitupun zaku, dan spirit lainnya Kecuali ravella. zaku duduk didahan pohon sendirian! dan tak lama tamapun muncul.


Zaku yang sedang santai sambil bermain seruling dan menikmati ketenangannya, tiba-tiba saja harus berhenti karena melihat kehadiran sosok bengis. perasaannya yang sedang sendu.. berubah menjadi jelek, sebab merasa terganggu dengan kemunculan tama didekatnya. Namun ia merasa sedikit tergoda, untuk mencari tau! Apa yang telah terjadi pada temannya itu. Karena penasaran dengan riak wajahnya, yang agak muram lalu ia terjun dari pohon tersebut dan menyapanya.


"darimana saja kau? Kenapa wajahmu terlihat sangat jelek?!"


"cih! bukan urusanmu." tama yang masih merasakan perasaan aneh, mengacuhkan keberadaan zaku, dan pergi begitu saja melewatinya.


"heeh, apa yang terjadi dengan sirubah api..? Tidak biasanya dia bersikap seperti itu!" tak lama setelah melihat kepergian punggung bidang itu, tama yang sedang mengenakan pakaian bewarna hijau daun keemasan tampak sangat cocok dengan warna rambutnya. iapun berlalu pergi.. dengan rasa penasaran yang masih tersisa dibenaknya. Tapi ia mengabaikanya, dikarenakan moodnya juga sedang jelek,


Sementara garda dan spirit lainnya sedang tidak berada ditempat.


"aku mendapat laporan dari bawahanku, ternyata salah satu diantara anak-anak itu! adalah mata-mata ganda."


"mata-mata ganda! Jadi maksudmu, dia tidak hanya bekerja pada kaisar tapi juga dengan pihak lain?"


"ya, dan dari semua itu.. Info paling penting adalah! tidak lama lagi.. Akan ada utusan yang membawa pesan langsung dari orsi. Hmm kalau tidak salah, mereka menjulukinya.. (dengan langit biru) dan mereka akan mengadakan pertemuan secara rahasia dengan anak itu. Sepertinya, akan ada masalah baru lagi Dan tidak hanya itu saja.. anak itu juga telah menyadari jika pergerakannya telah dicurigai olehmu."


"hmm begitu ya, melihat dari ceritamu itu! berarti pihak orsi juga telah terlibat banyak dalam wabah yang terjadi beberapa waktu lalu."


"ya tepat sekali, semuanya berjalan lancar sesuai keinginan mereka." lannox merenung sejenak, sambil menopang dagu diatas kedua punggung tangannya.


"kerja bagus zion. baiklah, untuk sekarang kita lupakan dulu soal mereka. Setelah kembali dari misi, aku masih belum memberikan laporan apapun! pada siular tua itu. Sebaiknya aku harus cepat menyelesaikan tugasku jadi nanti, aku tidak perlu terlalu pusing memikirkan masalah laporan."


"ya.. baiklah! Kalau begitu aku pergi dulu." zionpun langsung menghilang.

__ADS_1


"hei garda, latihan apalagi yang harus kami lakukan?" ujar roya bersemangat.


"hmm.. untuk sekarang sudah cukup, Kita istirahat senbentar. Ada yang ingin aku bicarakan kepada kalian, selanjutnya.. aku ingin kalian tetap berlatih tanpaku!"


"tanpamu! Memangnya kau mau kemana?" tanya gira penasaran.


"ada urusan yang harus aku selesaikan, jadi untuk sementara waktu! aku tidak akan bisa menemani latihan bersama kalian." semuanya agak sedikit kecewa mendengarnya, tapi mereka juga tidak bisa memaksakan keinginan mereka. "Sekarang aku akan pergi dulu, lanjutkan lagi latihanya." setelah selesai bicara, gardapun menghilang. 'aku harus cepat memberitahu paduka! Aku yakin dengan apa yang kurasakan kemarin, itu pastilah dia. Tapi sebelum menemui paduka, aku ingin melihat keadaan dewi dulu! Sudah agak lama aku tidak menjenguknya.'


...****************...


Disebelah kamar lannox, gapi yang sudah mulai membaik datang dengan cara sembunyi-sembunyi keruangan sebelah melalui jendela hanya untuk melihat ravella. "gletak.. Duk..Duk.. Bug. haah.. Aku benar-benar merasa bosan! berada dikamar terus. Meskipun pak tua galak itu sudah tidak menggangguku lagi, tapi aku harus tetap berhati-hati kepadanya. Kalau-kalau dia muncul secara tiba-tiba bisa gawat. Demi dewa.. dia terlalu menakutkan, untuk dihadapi."


gapi melihat kesekeliling ruangan. 'akhirnya dia tidak ada disini, aku selamat.' "euh bug." gapi melompat menaiki katil, dan langsung berbaring menimpa perut ravella. "dewi.. Kapan kau akan bangun? Aku sangat kesepian, cepatlah sembuh.. Lalu kita akan pergi bermain bersama. Kemanapun kau inginkan, aku akan selalu bersamamu dan melindungimu. Walaupun sebenarnya.. Kaulah yang sering melindungiku! Hmm dewi.. Aku merindukanmu, cepatlah bangun." ia memelas sedih dengan wajah murung, dan berharap jika ia melakukannya seperti itu.. ravella akan mendengarkannya, dan terbangun dari tidur panjangnya dengan begitu! ia akan langsung memeluknya.


disatu sisi, gapi tidak menyadari keberadaan jura yang sejak tadi, sedang dalam wujud naganya dan berbaring tengkurap seperti kucing. ia berada disudut jendela kamar, Dan terus memperhatikan tingkah lucu gapi, saat bermanja pada ravella yang sedang tidak dalam kondisi sadar. Karena jura memang sengaja menyamarkan keberadaannya, dengan begitu.. jika ada musuh yang datang dan berniat jahat kepada sang dewi, dia bisa langsung menyerangnya dengan cepat tanpa ketauan oleh musuh itu sendiri.


Jura bangun menghampiri gapi, yang sedang berbaring sambil memeluk perut sang dewi. "hei nak, jauhkan tubuhmu dari dewi. Kau bisa melukainya jika menimpanya terlalu lama." gapi meletakkan setengah tubuhnya diatas perut ravella dan, menempelkan kepalanya dengan nyaman seperti sedang berbaring pada bantal yang empuk diatas perut kecil ravella. tak lama setelahnya, gapi langsung kaget mendengar suara yang sedang berbicara kepadanya. 'hah bukankah ini, suara paman jura?' gapi segera bangun dari perut ravella dan melihat sosok yang datang menghampirinya. "paman, sejak kapan kau ada disini?"


"sebelum kau masuk." gapi kaget, dan wajahnya tiba-tiba berubah.


"ja.. jadi, a.. apa paman juga mendengar semuanya?"


"ya.." gapi langsung terjun dari katil ravella, ia buru-buru berlari kejendela dan Langsung melompat pergi karena malu. "hei.. Nak, kau mau pergi kemana? Kau belum sembuh benar!" teriak jura kepadanya.


'oh tidak, ini memalukan sekali. Aku biasanya selalu bersikap tenang dan dewasa, tapi.. tapi....! Haah oh dewa... ini sangat memalukan, kelemahanku diketahui oleh paman. Apakah paman akan memarahiku? Atau Jangan-jangan, dia akan mempermalukanku didepan paman lainnya.'

__ADS_1


"ada apa dengan anak itu! Padahal dia tidak perlu berlari, sampai harus merasa malu saat berada didepanku. Bukankah untuk usianya, itu adalah hal yang wajar. Hmm.. apa dia selalu bersikap seperti ini biasanya?" jura menggaruk pelan pelipisnya yang tidak merasa gatal. "haah terserahlah, sekarang sudah waktunya untukku memberi tubuh dewi nutrisi."


Jura mendekati ravella, lalu.. mengulurkan dan mendekatkan tangannya kewajah sang dewi. Dan ia menyentuh kening ravella dengan jarinya, Kemudian tampaklah cahaya yang menyilaukan keluar dari ujung jari jura, lalu meresap kekeningnya, cahaya itu mengalir perlahan dan menyebar keseluruh tubuh Ravella. Setelah beberapa saat kemudian, iapun selesai dan menarik kembali tangannya.


"hem.. ada apa? kenapa kau tidak masuk dan hanya berdiri disitu!"


"aku melihat kau sedang mentransfer energi alam pada tubuh dewi, jadi aku tidak ingin mengganggumu. Kau merawatnya dengan sangat baik kawan."


"tentu saja, karena beliau adalah dewiku dan juga dewimu!"


"a.. apa maksudmu?" garda tersentak kaget, pupil matanya yang tenang kini tampak membesar mendengar pernyataan jura yang blak-blakan.


"aku sudah tau semuanya, beliau sudah menceritakan segalanya kepadaku, dan tentang siapa dewiku. Ya.. Awalnya aku juga sempat kaget dan tidak percaya dengan apa yang kulihat, dan apa yang kudengar. Semuanya terasa seperti sambaran petir bagiku! tapi setelah menyaksikan sendiri kekuatan paduka, Aku jadi mengerti..! kenapa kau begitu sangat merahasiakan identitasmu dan selalu bungkam saat ditanya siapa pemilikmu dan apa tujuanmu."


Garda menghelah nafas panjang, dan tersenyum simpul. "jadi begitu rupanya, beliau sudah menemuimu secara resmi, berarti kau telah diakui oleh paduka. Dan setelah ini..! tugasmu akan jauh lebih berat lagi, Karena misimu bukan hanya sebagai spirit dan menjaga dewi saja, tapi juga sebagai pilar paduka."


"hmm bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?"


"ya, silahkan!"


"begitu banyak yang lebih hebat dariku, kenapa paduka sampai harus memilihku! Yah, Bukannya aku tidak mensyukuri apa yang telah diberikan kepadaku. Hanya saja.. untuk menjadi pilar ketujuh milik beliau? Bukankah posisi itu terlalu istimewa untukku miliki..!?"


Garda hanya diam, dan menyimak setiap perkataan yang keluar dari mulut jura. 'hmm tidak seperti biasanya, kali ini dia mau terbuka kepadaku dan berbagi mengenai isi pikirannya. Biasanya dia sangat sulit untuk didekati, dan begitu misterius. Bahkan saat aku ajak bicara saja.. dia kelihatan sangat malas dan kadang mengacuhkanku, lalu pergi begitu saja. Apa mungkin! karena dia sudah mengetahui identitasku dan mulai mempercayaiku, makanya dia berani mengutarakan isi pikirannya kepadaku?? Ya.. Baguslah! setidaknya, sudah ada sedikit perubahan darinya. dengan begini, kerja sama antara kamipun kelak akan semakin membaik lagi kedepannya.'


Setelah diam beberapa saat, iapun mulai membalas pertanyaan jura, karena wajah jura terlihat kebingungan sambil menatap tajam kepadanya, dan sedang menunggu jawaban dari garda.

__ADS_1


"hmm.. Apa paduka tidak memberitahukannya kepadamu? Tentang siapa, dan bagaimana beliau bisa memilihmu!!"


__ADS_2