AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
BAU APA INI..?


__ADS_3

Ada hal penting, yang harus kita bicarakan!' ujarnya ambigu.


'Katakan apa itu?' ucap keduanya serentak.


'Aku merasakan, Perisai yang telah ku buat untuk melindungi Mansionmu! Kini sedang di serang.' ujarnya membuat kedua Pria itu terkejut.


'Apa...!!!' ujar Lannox terkejut. 'Kalau begitu, Ayo kita kembali ke Mansion sekarang!!' ujar Duke tidak sabaran.


'Tunggu dulu Bocah, jangan gegabah. Seharusnya kau sudah tahu, Niat musuh datang menyerang Mansionmu bukan!?' ujar Jura, menahan bahu Lannox.


Lannox berhenti, ia tampak sedang menekan amarah yang ingin keluar di dalam dirinya. Sangking marahnya dengan niat musuh, ia sampai menggertakkan gigi grahamnya..


Rabarus yang sedang bersedekap tangan, memperhatikan gelagat kedua Pria muda itu! Sambil menghela nafas, lalu ia bergumam pada keduanya.


'Apa yang di katakan Jura, ada benarnya Nak! Untuk itulah, aku ingin membicarakan masalah ini pada kalian berdua.' ucap Rabarus mulai serius.


'Heuh apa maksudmu?' tanya Lannox, masih belum mengerti dengan maksud Rabarus.


'Sebaiknya.. Demi keamanan Putrimu! Lebih baik, biarkan Jura, dan Putrimu tinggal di sini. Karena tempat ini tidak bisa di masuki oleh musuh, kecuali.. Yang bersangkutan dengan Putrimu.


Tempat ini, adalah Zona rahasia milik Putrimu. Dan juga.. Tempat ini telah di bentengi dengan Perisai terkuat dari Kaisar Zando. Jadi, mau itu Dewa sekalipun, tidak akan ada yang bisa menembusi tempat ini.'


Ujarnya sambil memetik jarinya, dan seketika munculah Perisai bewarna keemasan. Bahkan Para Spirit. tidak mengetahui hal tersebut! Hanya Rabarus dan Garda yang menyadari akan keberadaan Perisai itu.


Rabarus pun menunjukkannya pada kedua Pria yang tampak terkejut saat melihatnya, Rabarus membuktikan kebenaran dari kata-katanya itu. Setelah ia menyingkap Tabir yang melindungi seluruh Zona Mana.


Ia pun membuat keduanya percaya.. dengan melihat bukti yang telah ia tunjukkan. Rabarus yang telah menyadarinya, saat pertama kali ia menjejakkan kakinya di Zona Mana.


Karena ia pikir, Para Spirit sudah mengetahui tentang keberadaan Perisai itu! Sebab itulah ia tidak membahas hal ini. Tapi, setelah melihat reaksi Jura.. Ia jadi tahu, jika kelima Spirit lain, juga tidak mengetahuinya.


Setelahnya.. Ia pun menutup kembali tabir tersebut. Jura yang melihat hal itu! bergumam dalam hati. 'Kenapa aku tidak pernah menyadarinya, jika ada Perisai yang tersembunyi di sini..! Haah.. Tapi jika itu Paduka, aku sudah tidak merasa heran lagi.' pikirnya.

__ADS_1


Dan Perisai itu menjadi samar kembali, menyatu dengan udara. langit pun kembali tampak terang.. Waktu Di Zona Mana masih sekitar sembilan Pagi saat ini. Berbeda dengan waktu di dunia manusia.


Dan di dunia nyata.. Saat ini telah memasuki pukul tiga pagi. Tak terasa waktu telah berlalu begitu cepat. Duke dan Jura, telah menyaksikan apa yang telah di tunjukkan Rabarus.


Setelah mendengar penjelasan Rabarus, akhirnya kedua Pria itu bisa bernafas lega. Lannox pun setuju dengan usul Rabarus. Dan yang bisa leluasa keluar masuk membuka gerbang di Zona Mana, hanya Ravella, Para Spirit, Garda, dan juga Zion.


Setelah ketiganya selesai berdiskusi.. Lannox menghampiri Putrinya. Dan saat ia mendekati Putrinya, tampak Ravella sedang tertidur sambil memeluk Gapi, hewan kesayangannya. Sementara Jura hanya memperhatikan Sang Master, dengan seringai misteriusnya.


'Haah.. Sangat wajar jika sampai ia tertidur. Karena ini sudah jam tiga lewat.. Putriku pasti kelelahan setelah seharian berpergian. Tapi, Putriku masih belum makan apapun..!' pikirnya Risau.


Melihat kekhawatiran Sang Ayah kepada Putrinya, Jura langsung berbicara membuat Lannox yang tadinya tampak khawatir.. Kini menjadi lega.


"Kau tidak perlu khawatir Bocah, apa kau lupa? Saat ia tidak sadarkan diri, siapa yang telah merawatnya, agar tetap merasa kenyang dan tidak dehidrasi karena tidak bisa makan dan minum.


Dengan kondisinya, yang tidak memungkinkan saat itu." ujarnya mengingatkan, agar Lannox tidak perlu khawatir dengan kondisi Putrinya.


"Haah.. Kau benar! jika begitu, aku titipkan Putriku padamu Jura. Sebagai Spiritnya.. Kau memiliki tanggung jawab penuh untuk melindunginya dari apapun." ujar Lannox meperingatkan.


Lannox tampak berat hati meninggalkan Putrinya.. Ia lalu membelai pipi Putrinya, dan mengecup kening Putrinya dengan lembut, Sambil berujar pelan.


"Ayah pergi dulu, sayang.. Ayah akan segera kembali menjemputmu."


Jura dan Rabarus melihat pemandangan kedua anak manusia, dengan perasaan haru. karena keduanya yang selalu bersama, kini harus berpisah di sebabkan kehadiran musuh.


Dan keamanan Sang Putri adalah yang paling utama.. Sebelum pergi, Lannox berpesan kepada Jura. "Jika nanti Putriku terbangun mencariku, jangan katakan padanya tentang keadaan yang sebenarnya!


Karena jika sampai Putriku tahu Mansion sedang dalam kekacauan, ia akan bertindak nekat pergi kesana. Aku akan segera menyelesaikan masalah di Mansion, dan segera kembali menjemput Putriku." ujarnya.. Lalu berlalu pergi bersama Rabarus.


Jura mengangguk, dan langsung membuka gerbang untuk kedua Pria tersebut. Setelah keduanya menghilang, Jura kembali memperhatikan Ravella dan Gapi.


Keduanya tampak telah tertidur pulas, karena kelelahan. Tidak hanya itu.. Bahkan Ravella melihat segalanya dari alam bawah sadarnya.

__ADS_1


Jura tahu, jika Masternya telah mendengar percakapan antara Lannox dan dirinya. Ia tersenyum, dan langsung menghilang memasuki alam bawah sadar Ravella.


...****************...


Di Mansion, Zion yang sedang berada di area Barat, di belakang Mansion. Sedang berjalan di ikuti dengan beberapa pasukan di belakangnya. Ia pun segera bergegas megikuti instingnya.


Sambil berjalan, mata Zion menyipit liar mencari sesuatu di sekitar area tersebut. Lalu Ia berhenti sejenak. Membuat Rog dan yang lain, ikut berhenti. 'Hem.. Ternyata kau sudah kembali Nak, baguslah. sebaiknya kau segera ajak beberapa pasukan mengikutimu.


Dan, geledah seluruh Mansion. yang di luar.. Serahkan pada kami. kerena aku merasakan Ada Hawa yang aneh menyebar di seluruh Area ini.' ujarnya, yang sudah merasakan keberadaan Masternya.


Lannox yang baru muncul, langsung mengernyitkan kedua alisnya. Saat mendengar suara Zion. 'Baiklah, aku mengerti Pak Tua.'


'Tunggu dulu Nak, apa Nak Dewi juga ikut bersamamu?' tanyanya risau.


'Tidak, aku meninggalkannya di Zona Mana.'


'Keputusan yang bagus, jika begini, kita bisa bebas bergerak.' ujarnya menyeringai senang, karena tidak perlu ada yang di khawatirkan lagi.


'Hem.. Hem.. Kau benar Pak Tua. Kalau begitu, ayo kita cari dalang yang telah berani berniat buruk terhadap Putriku. 'ujarnya menyeringai dingin.'


'Hehe.. Tentu saja.' setelah itu, koneksi pun terputus. Sedangkan Rabarus yang juga merasakan keanehan, Langsung menghilang dari sisi Lannox, tanpa mengatakan apapun.


Lannox membiarkannya pergi begitu saja tanpa menanyakan kemana ia pergi, ia merasa lega dengan keberadaan Rabarus di Mansion. Dengan begitu, ia tidak perlu lagi merasa khawatir, jika ada musuh kuat datang menyerang.


Karena setelah ia bertarung melawan Rabarus, ia merasakan kekuatan Rabarus jauh di atas rata-rata. Bahkan ia yakin, Argus yang memiliki darah setengah Dewa pun! Juga bukan tandingan Rabarus.


'Hem.. Entah kenapa? sejak ia kembali sebagai Rubah dan menunjukkan itensitas kekuatannya, aku merasakan Pak Tua itu sudah jauh berbeda dari sebelumnya,


Saat pertama kali ia datang kemari. Heem.. Selama ia bukan musuh, aku tidak perlu mengkhawatirkan keberadaannya.' pikirnya, lalu menghilang dalam sekejap.


Lannox pun bergegas melakukan apa yang di katakan Zion, ia pergi membawa sebagian pasukan untuk menggeledah seluruh isi Mansion.

__ADS_1


Sedangkan kondisi di luar saat ini.. Zion merasakan Aroma aneh yang sangat kuat, menyeruak menyebar di seluruh Area Mansion.. 'Bau apa ini..?' pikirnya sambil mencari sumber aroma tersebut.


__ADS_2