AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
HUKUMAN


__ADS_3

"Selain kedua dayang, kalian semua tetap disini." Perintah Duke, kepada sepuluh pengawal Putrinya. Raut wajah kesepuluh pengawal berubah pucat, setelah mendengarkan perintah tersebut.


Lalu, Lannox melihat kearah Zion, dan Argus. Duke mendekati keduanya, berdiri sambil melipat kedua tangannya, ia memperhatikan Argus dan Zion. Argus tampak menunduk, sedangkan Zion menatap balik kearah Duke.


'Apa yang harus aku lakukan kepada kedua Spirit ini, yang satu tampak lebih patuh, sedangkan yang satunya.. Kebalikan darinya, haah.. Jika melihat Zion, aku seperti becermin pada diriku sendiri.


Hmm.. Namun yang salah tetaplah salah, dan hukuman harus tetap di terapkan pada keduanya. Ini juga bisa menjadi contoh bagi yang lain..!' Duke merenung sejenak.


Kesepuluh pengawal melihat kearah Zion, dan Argus. Yang tampak tidak akur satu sama lain, Keduanya saling membuang muka kearah lain.


'Apa yang terjadi.. Hem, sepertinya banyak hal yang telah aku lewatkan selama tidak berada di Mansion.' Pikir Roland memperhatikan suasana tegang di kamar. 'Yang Mulia Duke tampak dingin, seolah sedang memarahi Spiritnya. Apa yang dilakukan para Spirit ,sampai Yang Mulia menghukum keduanya?'


"Baiklah.. Karena kalian tidak ingin mengatakan apapun, sebagai gantinya.. kalian berdua akan diberi hukuman."


"Ya itu lebih baik." Jawab Zion percaya diri.


"Baik Yang Mulia." Ujar Argus patuh.


Duke melihat keduanya sama-sama tidak ada yang mau menyerah, dan lebih suka menerima hukuman darinya. Daripada harus menjelaskan apa yang terjadi.


'Haah.. Sebenarnya masalah apa yang mereka sembunyikan dariku?! Sampai mereka lebih suka menerima hukuman, dari pada menjawabnya..!!' Pikir Duke dalam diam. "Mulai hari ini, kalian berdua tidak boleh menggunakan Sihir, Aura, dan Mana. Selama tiga hari, dan juga, kalian harus lari keliling lapangan sebanyak tiga ratus putaran tanpa berhenti."


"Ya-Yang Mulia.. Tidak bisakah ganti hukuman yang lain saja!!" Ujar Argus meminta keringanan.


"Tidak bisa, hukuman ini sudah paling ringan untuk kelian berdua."


Mendengar jawaban Duke, Argus tidak bisa membantah lagi.


"Cih, cuma tiga ratus putaran itu sangat mudah untukku." ujarnya sombong.


Mendengar ucapan Zion, Duke pun menyeringai licik, membuat Zion merinding melihatnya.


"Ke..kenapa kau tertawa?"


"Hehe.. Sangat mudah jika menggunakan tubuh singamu. Tapi sayangnya kau tidak boleh memakai tubuh itu, biar adil, kau juga harus berlari menggunakan tubuh manusiamu."


"A-apa..!!! Tidak bisa ak..." perkataan Zion langsung di potong dengan Duke.


"Kalau begitu aku tambah jadi empat ratus putaran.. Jika mengeluh akan aku tambah lagi menjadi limaratus putaran."


"pufft.." Argus menahan Tawa.


Argus menahan tawa dengan tangannya, di dengar dengan yang lain. Melihat Argus, Duke kembali berujar.


"Karena menertawakan teman, kau juga harus berlari empat ratus putaran."


Argus terkejut, keceriannya langsung menghilang dari wajahnya. namun ia tidak berani mengeluh, Karena setiap keluhan hukuman juga akan bertambah. Sedangkan Zion menyeringai, merasa senang.

__ADS_1


"Cih.. Baiklah aku akan menerimanya." ujar Zion nampak enggan, meski ia tetap melakukan perintah Masternya.


"Haah.." sedangkan Argus, hanya bisa menghela nafas, atas kesalahannya.


"Apa lagi yang kalian tunggu, cepat mulai sekarang." perintah Duke, pada keduanya.


Argus pun berjalan keluar, sedangkan Zion langsung berubah kewujud manusia yang masih berusia dua puluhan kebawah, Membuat yang tidak pernah melihat sosok manusianya, jadi terkejut tak percaya.


'Astaga.. Dia tampak lebih muda dariku!!' pikir Jay tercengang.


'Rasanya aku tidak habis pikir, bagaimana bisa singa buas menjadi sosok pemuda tampan, dan masih terlihat sangat muda sekali.' pikir Roland seperti tak percaya.


'Ini.. Sungguh berkebalikan dengan wujud Singanya yang tampak buas, dan berwibawa. Meski pun nampak muda, ia juga tampak Galak. seolah-olah ingin menerkam siapa saja yang ada di dekatnya.' begitupun Robi yang tidak kalah terkejutnya.


'Hem.. Dia tampak seumuran aku dan Robi, jika menggunakan wujud manusianya.' pikir dean.


Zion pun berjalan lalu melihat kearah para pengawal yang melihatnya. Dan berhenti di depan mereka.. Membuat semuanya gemetar ketakutan.


"Apa lihat-lihat? Hmm.. apa Jangan-jangan kalian juga mahu ikut berlari dengan ku..!" tanyanya menyeringai.


Kesepuluh pengawal menjadi pucat, dan menelan ludah karena takut. Mereka semua menggelengkan kepala, dan menunduk hormat pada Zion.


"Zion, jangan menjahili mereka, sebaiknya cepat laksanakan hukumanmu. Kecuali jika kau ingin aku menambahnya lagi men.."


"Cih, baiklah-baiklah akan aku lakukan, dasar bocah tengik."


"Dan kalian jelaskan padaku, apa yang telah terjadi..?"


Roland pun menceritakan semua kejadian yang mereka alami, tanpa melewatkan sedikitpun.


"Hem jadi begitu." Duke merenung sejenak. 'berarti sesuai seperti yang di ceritakan Istriku.' "Baiklah, kalian aku beri libur dua hari.. Gunakan waktu yang aku berikan ini untuk istirahat. Agar lusa kalian tidak lelah saat mengawal Putriku."


"Terima kasih Yang Mulia.. Kalau begitu Kami mohon undur diri dulu."


"Hem."


Setelah semua pengawal pergi meninggalkan kamarnya, Duke tinggal sendirian. Ia duduk di ranjangnya, dan mencerna apa yang telah terjadi.


'Apa yang Arabella ceritakan padaku, sama persis dengan yang di alami Putriku. Aku harus berhati-hati sekarang. kemungkinan besar.. Portal itu bisa muncul kapan saja dan dimanapun.


Dengan sifat Putriku yang selalu penasaran akan segala sesuatu yang baru, sudah pasti dia tanpa takut akan langsung masuk kedalam Portal tersebut. Mulai sekarang, aku harus terus bersama Putriku.'


Saat ia sedang sibuk memikirkan Putrinya.. Tiba-tiba matanya tertuju pada surat berstempel lambang kekaisaran. Yang ada di atas nakas disamping ranjangnya.


Lalu ia mengambilnya dan mengingat kembali, undangan minum teh dari Kaisar untuk dia dan Putrinya.


'Hah.. Sungguh buang-buang waktu, karena tidak bisa mengikatku, dan sekarang ia malah menmanfaatkanku untuk mendapatkan Putriku. Cih, jangan mimpi.

__ADS_1


Aku bukan tidak tahu maksud tersembunyi si Ular Tua itu kepada Putriku, aku mengabaikannya.. karena aku ingin menikmati permainan yang ia buat.'


...****************...


Sementara itu di kediaman lain.. Setelah Ravella selesai mandi dan memakai gaun tidur, ia makan sebentar. lalu kembali tertidur setelahnya, tubuhnya mulai kelelahan disebabkan selama tiga hari ia sudah tidak tidur. di temani dengan Gapi, Ravella tidur memeluk peliharaan kesayangannya itu.


Keempat Spirit merasakan kehadiran Ravella, dan segera kembali ke Mansion. Saat mereka muncul, keempatnya menghampiri sang Master yang tengah memeluk erat Gapi.


"Haah.. Syukurlah beliau baik-baik saja. Kelihatannya beliau akan tertidur beberapa hari.. Karena kelelahan." Ujar Jura, melihat kearah sang Master.


"Kau benar, bocah kecil inipun kelihatannya sangat lelah sekali, hingga ia tidak bisa merasakan kehadiran kita." ucap Tama melihat kearah Gapi.


"aku tidak sabar mendengarkan curhat Master, tentang perjalanannya." Sahut Saga.


"Kita tunggu saja sampai beliau bangun, omong-omong bagaimana keadaan dua bocah angkat Dewi? Apa mereka sudah nyaman tinggal di sini.. Atau masih canggung karena merasa asing di tempat yang baru!!" Ucap Roya, pada ketiga Pria tersebut.


Tama berjalan mendekati kearah balkon, ia bersandar di pintu sambil melihat pemandangan luar.


"hmm.. Aku sempat melihat mereka sekilas, keduanya masih canggung dan belum terbiasa dengan keadaan sekitar, mereka juga tidak tahu harus melakukan apa!! Karena setelah kembali dari Zona Mana, Dewi belum menemui mereka sama sekali.


kita tunggu saja setelah Dewi bangun, dan melihat apa yang akan beliau lakukan kepada kedua anak-anak itu." ujar Tama yang juga tidak tahu harus berbuat apa.


"Apa kalian sadar, semenjak bocah Elf itu tinggal disini. Gerak-gerik kita di Mansion jadi terbatas, dan kita harus selalu menghindarinya setiap merasakan kehadiran bocah itu. Dan itu sangat menyebalkan.. Apa kalian tidak merasa terganggu dengan kehadiran bocah itu??" Keluh Roya pada yang lainnya.


"Bagaimana bisa saling bertatap muka!! Jika belum bertemu saja kau sudah emosi duluan, lama-lama apa yang dikatakan Kaisar bisa menjadi kenyataan jika sikapmu seperti itu!


Bukankah beliau sudah katakan, jika kita bisa menyembunyikan mana beast milik kita dengan sempurna. Kita baru bisa menunjukkan diri atau berada di sekitarnya.


Namun jika kau masih belum bisa melakukannya, sebaiknya menghindar lebih baik. Agar tidak terjadi bentrokan energi saat berada di dekatnya." ucap Saga, kepada Roya yang tampak kesal.


"Kalian bisa berkeliaran bebas di Mansion ini.. Asal jangan bertindak memicu perseteruan, atau sesuaru yang lainnya. Dan saranku, sebaiknya kalian sempurnakan lagi energi kalian, untuk menekan keberadaan Mana Beast di dalam diri kalian, dan satu lagi.. belajarlah mengontrol emosi.


Jangan mudah terpancing dengan perkataan yang bersifat menyinggung, tetaplah bersifat tenang, Dengan begitu musuh akan sulit menebak apa yang kalian pikirkan. Apa lagi kalian bertiga..!" Jura melirik kearah Roya, dan Tama.


"Bertiga.. Siapa yang kau maksud?" Tanya Tama, yang melihat tatapan Jura kepadanya dan Roya.


"Haah.. Siapa lagi jika bukan Kalian berdua dan Zaku. Di sini yang paling mudah tersulut omosi adalah kalian bertiga, terutama Zaku. Karena itu Kaisar melarang kalian berada di sekitar Bocah Elf itu!


Kalian harus segera menghindarinya ketika merasakan kehadiran anak itu, karena dia juga sangat sensintif dan peka, akan keberadaan energi lain disekitarnya. Ia yang tidak tahu apa-apa bisa menganggap kalian sebagai musuh, karena telah memasuki wilayah kekuasaan Masternya.


Jangan remehkan usianya, meskipun ia tampak masih anak-anak tapi levelnya berada di atas kita, dan yang jadi masalahnya lagi.. Dia adalah keturunan Setengah Dewa, Jadi akan sulit jika berhadapan dengannya.


Karena itu.. Jika tidak bisa mengontrol emosi, sebaiknya hindari bocah itu. Dan kalian juga masih punya waktu untuk menyempurnakan, Energi Mana Beast kalian.


Yah! sambil menunggu kemunculan Rabarus, kalian juga bisa memanfaatkan waktu luang ini untuk latihan. Dan soal Dewi.. Kalian tidak perlu khawatir. Serahkan saja urusan beliau kepadaku, aku akan menjaganya dengan baik selama kalian tidak ada.


Apa lagi.. Sejujurnya, aku merasakan kebocoran dimensi!!"

__ADS_1


"kebocoran dimensi..!! Apa maksudmu??" tanya Tama yang langsung menghampirinya, begitupun Roya yang juga tertarik.


__ADS_2