
Saga "dimana zaku, tama, dan jura? apa mereka tidak latihan!"
Roya "entahlah, mungkin saja mereka sedang latihan ditempat lain."
Gira "jangan terlalu mengkhawatirkan mereka bertiga, apalagi jura!"
Saga "bukan begitu! aneh saja rasanya jika tidak melihat mereka."
Gira "ya.. untuk sekarang, kita fokus saja dengan latihan. apalagi kita telah didahului oleh jura.. dan dia telah berevolusi lebih dulu mendahului kita semua. otomatis, levelnya juga jauh berbeda diatas kita. aku juga tidak ingin ketinggalan, apalagi.. jika mengingat kekalahan yang kami alami saat melawan pria itu! yang jelas, kekuatan kita sekarang bukanlah apa-apa baginya."
keduanya menjadi bungkam mendengar apa yang gira sampaikan.
Roya "aku memang tidak tau apa yang telah terjadi saat itu! karena kami juga sedang dalam misi penting. tapi melihat bagaimana reaksi dan mendengar dari keseluruhan cerita yang kalian katakan..! dewa itu pastilah sangat kuat? ya.. kita bukannya tidak tau tentang ramalan sang dewi. bahkan para dewapun sangat ingin memilikinya, akan tetapi.. yang menjadi inti dari permasalahannya sekarang! mengapa diantara banyaknya para dewa, cuma dia yang tampaknya lebih brutal dan agresif."
Saga "apa maksudmu?"
Gira "..............?"
Roya "ya.. bayangkan saja, dewa lain masih belum menampakkan batang hidung mereka. sementara.. dewa yang satu itu, secara terang-terangan menunjukkan diri dan, dengan beraninya menyerang dewi..! apa menurut kalian itu hal yang wajar?"
Saga "ya.. apapun itu, kita tidak boleh lengah. meski kita tidak bisa melawan mereka dengan kekuatan yang kita punya sekarang! paling tidak, kita harus lebih giat lagi dalam berlatih agar cepat menaiki level dan bisa berevolusi seperti jura."
...----------------...
sementara ditempat lain! pria berambut merah oranye itu.. menatap jauh dan dipenuhi rasa kekhawatiran, dan tak lama setelah ia menatap wilayah sekitar. tiba-tiba saja tama langsung bertransformasi kewujud rubah api.. tampak dari kejauhan, sosok monster raksasa yang sedang terbakar! ia melaung dengan sangat lantangnya.. dipuncak gunung. laungannya terdengar jauh sampai ketelinga zaku, jura, begitupun garda. sementara yang tiga lainnya, tidak mendengarkan apapun. karena batas ruang waktu yang sangat berbeda dari dunia manusia, membuat ketiganya tidak bisa mendengarnya. mereka sedang berada di zona mana tapi, ketiganya bisa merasakan perasaan kekhawatiran tama, dan tak lama terdengar rubah api memanggil dengan telepati.
Jura "ini.."
Garda "ya.. aku juga mendengarnya."
zaku yang tengah berjalan, tiba-tiba saja berhenti, dan menoleh kebelakang tempat dimana tama berdiri dengan gagah disana.
Zaku 'apa yang terjadi?! tumben sekali dia memanggil dengan cara seperti ini..? biasanya, jika tama sampai bertransformasi kewujud ini, artinya.. telah terjadi sesuatu yang mengerikan.' zaku melihat tubuh monster raksasa yang diselubungi dengan kobaran api, tama sedang berdiri diatas puncak gunung sambil memandang lepas keseluruh daratan, hingga menembus lautan. kini ia melaungkan lagi dengan lantang seperti sedang memanggil, suaranya bergema diseluruh tanah kekuasaan sang duke.
Tama 'entah kenapa? beberapa hari sebelum berita itu tersebar, aku merasakan sesuatu yang sangat luar biasa kuat dan mengerikan. yang berada diluar benua ini, dan itu sampai membuatku merinding ketakutan! apakah yang lainnya.. juga merasakan hal yang sama?'
__ADS_1
Roya "perasaan ini..!"
Gira "dia memanggil kita"
Saga "ayo kita pergi."
Gira/Roya "ya.."
Jura "ini..! garda, sebaiknya kita tunda dulu perbincangan barusan. aku harus segera pergi.. saudaraku sedang memanggilku." jurapun melompat dari jendela kamar Ravella, dan langsung terbang melayang tinggi keangkasa lepas. dari bentuknya yang kecil, kemudian ia langsung bertransformasi menjadi sosok monster raksasa naga hitam, tampak bayangan hitam menyelimuti daratan yang ia lewati.
Garda "baiklah." garda mengangguk, saat melihat kekhawatiran temannya itu. 'hmm.. apa yang telah terjadi? tidak biasanya sirubah api, bertindak gegabah seperti ini, pasti telah terjadi sesuatu..!' setelah melihat kepergian monster hitam itu, ia kemudian berbalik menghadap kearah Ravella. garda lalu fokus melihat tubuh kecil, yang sedang terbaring kaku di ranjangnya. 'apa sebenarnya yang terjadi dewi..? mengapa kau masih belum terbangun dari tidur panjangmu! kali ini.. kau benar-benar tertidur sangat lama.' "haaah.." 'paduka, sebenarnya apa yang telah terjadi pada tubuh dewi? padahal beliau terlihat baik-baik saja. tapi mengapa ia bisa tertidur begitu lama? biasanya ia hanya akan tertidur selama beberapa hari atau seminggu, kecuali saat beliau berperang melawan para penyihir dari barat."
"garda.. kembalilah sekarang! bukankah ada yang ingin kau katakan kepadaku?"
Garda "suara ini.. p..paduka, jika hamba kembali sekarang! lalu bagaimana dengan dewi? tidak ada yang menjaganya, para spirit sedang tidak berada disisinya sekarang."
"tenanglah.. kau tidak perlu mengkhawatirkan keadaan permaisuriku! dia baik-baik saja. aku memang sengaja membuatnya tertidur panjang, begitupun dengan sukmanya."
Garda "haah.. syukurlah," 'jadi ini ulah paduka.' garda terkejut mendengar apa yang dikatakan sang paduka, namun ia menghelah nafas lega setelahnya. "baiklah jika begitu, hamba akan segera menemui paduka, tapi sebelum itu.. izinkan hamba menemui zion terlebih dulu, paduka."
Zion "apakah itu kakek jura? ada apa..!? ia tidak pernah keluar menggunakan tubuh aslinya yang sebesar itu, kecuali saat berada dizona mana." zion langsung bangkit saat melihat sosok raksasa yang sedang terbang melewati langit mantion.
Roland "astaga, mahluk mengerikan apa itu?? sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya..!" begitupun robi yang tengah latihan di tengah hutan sendirian, langsung terkejut dan terjatuh ketakutan saat melihat ketiga sosok besar, terbang melintasi hutan tersebut dan seluruh hutan menjadi gelap karena tertimpa bayangan mereka.
Robi "oh dewa, a..apa-apaan mahluk itu?"
tampak ketiga monster, sedang terburu-buru melintasi wilayah kekuasaan sang duke.
Saga 'ada apa sampai dia memanggil kita seperti ini..?'
Roya 'entahlah, yang jelas.. ini pastilah sangat penting.'
Gira 'ya.. anak itu tidak pernah memanggil kita seperti sekarang! pasti ada sesuatu yang telah berlaku, karena ingsting sirubah jauh lebih tajam dan tidak pernah meleset.' ketiganyapun terbang dengan tubuh raksasanya, jura yang berada paling belakang.. juga merasakan kekhawatiran yang sama, perasaan tama membuatnya tidak tenang.
Jura 'ada apa dengan sirubah api? apa sebenarnya yang ia takutkan!?' zaku tela tiba lebih dulu, karena posisinya yang paling dekat dengan tama.
__ADS_1
Zaku "ada apa? apa yang membuatmu memanggil.. untuk berkumpul, bukankah tadi kau mengabaikanku?" tama masih bungkam seribu bahasa, dan ia masih terfokus menatap kearah barat. setelah beberapa detik kemudian, iapun mulai berbicara.
Tama "zaku, apa kau tidak merasakan kekuatan yang sangat besar beberapa hari yang lalu? saat perang besar terjadi ditanah barat."
Zaku "apa maksudmu? kekuatan apa yang kau bicarakan???" belum sempat tama menjawabnya, tak lama ketiga spirit lainnyapun tiba.. mereka menanyakan hal yang serupa dengan zaku, namun tama memilih menjawab setelah semuanya telah lengkap. dan paling terakhir tampak dari kejauhan monster naga hitam, jurapun muncul. para raja spirit kuno telah bergabung, dan mulai membahas apa yang ditakutkan tama. dan untuk memyembunyikan sosok keberadaan mereka dari dunia luar, tama membacakan mantra penghilang.
"(AYYAMUN RHAA)"
tidak hanya menghilangkan jejak mereka, tamapun menciptakan ruang kedap suara. agar tidak ada yang mencuri dengar pembicaraan mereka para raja spirit. karena tanpa sengaja, mereka telah mengundang perhatian banyak orang. tidak hanya para manusia, tapi juga para spirit dan hewan-hewan yang berada di seluruh hutan. semuanya telah lengkap dengan kehadiran sang kaisar yang tidak diduga, tubuh mereka berubah menjadi kecil saat tiba dipuncak gunung. karena jika memakai tubuh asli, gunung tidak akan kuat menopang tubuh para spirit.
tak lama setelah tama selesai memasang ruang kedap suara, tiba-tiba saja kaisar zando muncul entah dari mana? jura yang melihat kedatangan sang kaisar, langsung terkejut dan segera menunduk hormat sambil mengepakan sedikit sayapnya yang besar, begitupun dengan raja spirit lainnya. kaisar naga bertubuh emas itu langsung berjalan pelan menghampiri, dengan tekanan auranya yang sangat besar melingkupi dirinya. saat ia datang para spirit memberi ruang untuknya' iapun ikut bergabung duduk diantara mereka berenam para raja spirit kuno, dan jura yang terlihat paling senang diantara spirit lainnya. sang kaisar yang menyadari tatapan itu! dengan cepat langsung menegurnya, tanpa ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Zando 'hmm.. apa kau sesenang itu melihatku? sebaiknya jaga sikapmu. jangan membuat yang lain mencurigaimu.'
Jura 'b..baik paduka, m..maafkan hamba.. hamba hanya merasa sangat senang dengan kehadiran paduka! karena kami semua dilanda kekhawatiran yang diakibatkan oleh tama.'
Zando 'ya.. aku mengerti, untuk itu aku datang menghadiri rapat ini.. jadi kau tidak perlu terlalu khawatir.'
Jura 'baik paduka.'
tanpa mereka tau! waktu diluar telah berhenti. kaisar zando sengaja melakukannya, serta menghapus ingatan para saksi mata yang telah melihat keberadaan para raja spirit. kecuali ingatan zion, dan garda. setelah berbicara dengan jura secara rahasia, sang kaisar mengeluarkan suara baritonnya dan semua yang ada disana terdiam.
Zando "kekacauan apa yang telah kau lakukan? hingga membuat rapat mendadak seperti ini??"
Tama "maafkan saya kaisar, beberapa hari ini, saya mendengar peperangan telah terjadi dibenua barat. dan saya merasakan kekuatan yang luar biasa mengerikan beberapa hari lalu, dari benua barat. untuk itu.. saya mengundang para tetua untuk menghadiri rapat ini, dan mendiskusikan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya." kelima raja spirit lainnya menyimak dengan sangat serius, apa yang disampaikan tama kepada sang kaisar.
Saga "bagaimana bisa, pihak musuh sampai mempunyai kekuatan semengerikan itu?"
Gira "jika tama bisa mendeteksi kekuatan mengerikan! itu berarti, level kita masih jauh berada dibawahnya. ini sangat berbahaya bagi keamanan sang dewi, apalagi jika yang mempunyai kekuatan itu.. adalah orang yang paling berambisi ingin memiliki dewi."
Saga "hmm benua barat ya.. bukankah itu kekaisaran ergben? aku pernah melawan anak penyihir itu sekali..! dan dimimpi dewi juga menyebutkan, jika anak itu bukanlah tandingan sibocah lannox. itu berarti..! dia belum melawan kami dengan sangat serius."
Zaku "apa sebenarnya yang telah telah terjadi..! hingga tama bisa mendekteksi kekuatan sebesar itu? aku jadi penasaran, mmm kaisar.. izinkan aku untuk menyelidikinya!" sang kaisar yang diam menyimak sejak tadi, akhirnya mengeluarkan suara.
Zando: "tidak!"
__ADS_1