
halo all maaf baru update, karena kondisi kesehatan saya kurang baik. sebenarnya saya belum bisa up, tapi demi kalian saya usahakan up hari ini terimakasih happy reading.
"tidak perlu, ya.. ya.. baiklah." sebelum ia pergi, ia mengatakan sesuatu pada lannox yang tampak sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
"nak, renungkan kembali apa salahmu? jika kau masih berkeras dengan egomu, maka kau harus siap kehilangan putrimu."
tak lama zionpun memalingkan muka dan, pergi meninggalkan lannox sendirian, lannox melihat kearah pasukan bayangan miliknya.
"kalian juga pergilah, aku sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun malam ini."
"baik yang mulia, kami mohon undur diri. bwushhh.. bwussshh.. bwussshh.."
lannox benar-benar terpukul, dengan perkataan yang dilontarkan jura.
'aku bukannya tidak mengerti, hanya saja.. ! aku benar-benar tidak rela, jika harus berbagi kasih dengan pihak lain. aku terlalu menyayangi putriku, hingga aku sanggup menyerahkan apapun milikku hanya untuknya. bahkan jika itu kekuasaan sekalipun yang dia inginkan, akan aku wujudkan demi putriku.'
ia terbaring lesu di ranjangnya, dan menutup kedua matanya dengan lengan kanannya. egonya yang tinggi membuatnya berusaha keras untuk menahan emosi yang akan meluap keluar. namun pada akhirnya, dia tetaplah seorang ayah yang harus mengakui kekalahannya.
'arabel.. apa yang akan kau lakukan? jika berada diposisiku sekarang, hah.. aku merindukanmu istriku, rasanya.. lelah sekali, ara...bel...'
setelah ia bertahan selama empat hari karena tidak tidur dan tidak makan, pada akhirnya.. tubuh itu mencapai batasnya. puas ia merenung selama beberapa hari terakhir. namun, ia tetap tak mau mengalah dengan hatinya sedikitpun. ia masih merasa keputusan yang diambil putrinya itu sangat salah, ia tidak rela menerima kehadiran orang lain selain putrinya sendiri. dan ia juga tak peduli dengan ancaman garda, walau sedikit membuatnya terkesan dengan kata-katanya yang terlalu berani, akan tetapi..! kata-kata jura yang terakhir terus bersarang dipikirannya.
fajar telah menyingsing, suara kicauan burung berbisik sayup ditelinganya, sentuhan hangat membuatnya tersadar, perlahan kelopak mata indah itu terbuka, tampak warna netra merah maroon bergerak-gerak melihat kesekitar.
"sayang.. apa kau sudah bangun..?"
"suara manja ini." aroma vanilla yang sangat ia rindukan 'arabel..' dilihatnya sosok cantik dengan rambut bewarna ungu terang sedang berbaring dipelukannya. seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "sayang.. kenapa kau hanya diam...? apa kau tidak ingin menyapaku..!" lannox tersadar dari lamunannya "istriku arabel, kau kah itu?" lannox langsung memeluk erat belahan jiwa yang sangat ia rindukan, tidak lupa kecupan demi kecupan mendarat disetiap wajah cantik itu.
"sayang bisakah kau berhenti.."
"hmm baiklah, kapan kau datang? kenapa tidak membangunkan aku!"
"habisnya kau terlalu lelah, sampai kau tidak sadar aku memelukmu."
"maafkan aku sayang, aku benar-benar tidak tau."
"tidak apa-apa, aku mengerti, pasti sangat berat bagimu merawatnya sendirian, anak kita sudah semakin bertumbuh. lihatlah jiwa pemberontaknya yang diwarisi dari sifatmu, dia benar-benar mirip dengan dirimu lan."
lannox bangkit dari tidurnya lalu ia bergeser duduk bersandar pada pohon besar yang ada didekatnya, ia menarik pelan Arabella kedalam pelukannya. lalu memeluknya dengan erat, dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher istrinya.
"hah.. aku sangat merindukan aroma tubuhmu, bisakah kau jangan pergi..? aku sangat membutuhkanmu disisiku."
arabella membelai rambut lannox. yang sedang membenamkan kepalanya di ceruk lehernya.
"ada apa..? apa yang membuatmu begitu rapuh seperti ini lan..! apa karena keputusan yang diambil oleh putri kita?"
lannox terdiam sesaat, lalu kembali bicara.
"aku bingung! terkadang aku berpikir, apa caraku mendidiknya salah..? atau, aku yang terlalu memanjakannya hingga ia menjadi memberontak seperti ini..! aku bingung arabel, apa yang harus aku lakukan pada putri kita?"
arabella membalikkan tubunya, lalu memegang wajahnya dengan kedua tangannya.
"sayang.. lihat aku."
lannox menatap arabella yang ada dihadapannya dengan penuh kelembutan, sambil membelai rambut panjang indah istrinya.
"kau tidak salah sayang, hanya caramu saja yang salah."
"apa maksudmu arabel?"
"putrimu melakukannya karena ia peduli, setiap keputusan yang dia ambil, sudah dipertimbangkannya secara matang-matang. anak yang ditolong putrimu! mereka sebenarnya adalah para bangsawan yang dijual dari negara tetangga, kelanjutan ceritanya.. kau harus menanyakannya sendiri pada putrimu."
"kau curang sayang.., kau tahu segalanya tetapi kenapa kau tidak memberitahukannya kepadaku?"
"karena itu bukan tugasku, itu adalah tugas putrimu. dengar suamiku.., peranmu bukan hanya sebagai seorang ayah saja baginya. namun kau juga harus menjadi teladan untuknya, jika kau ingin lebih akrab lagi dengan putrimu! kau tidak hanya menjadi seorang ayah. tapi kau juga harus menjadi sahabat dan teman baginya."
lannox menunduk dengan tatapan sedih. "kau tau bukan! aku tidak pernah memiliki hal seperti itu dihidupku?"
"siapa bilang..! bukankah zion itu juga sahabatmu..? dia bukan hanya spirit biasa milikmu, tetapi dia juga sudah menjadi bagian dari hidupmu, dia selalu ada disaat kau marah, kesal, sedih. tak peduli apapun yang kau lakukan, dia akan tetap berdiri disampingmu. dan dia juga selalu mendengarkan keluh kesahmu meski itu menyebalkan, dan kadang kala dia berdebat denganmu. namun dia tidak akan segan menegurmu jika itu salah, dia bukan hanya sekedar spirit, tapi juga seorang sahabat dan keluarga bagimu. kau harus belajar hal itu dari putrimu lan..!"
"aku tidak pernah menganggapnya seperti itu."
"karena kau tidak pernah membuka hatimu, untuk menerima keberadaannya. seorang sahabat hanya akan bercerita pada sahabatnya yang membuatnya merasa nyaman, begitupun putrimu. jika kau bertindak sebagai sahabat untuknya, tanpa kau tanyakanpun dia akan datang sendiri dan bercerita segalanya padamu."
"tapi aku adalah ayahnya! mengapa harus ada rahasia?"
"ya itu benar.. peranmu sebagai seorang ayah adalah menjaganya, membesarkannya, dan mendidiknya, serta mengayominya kejalan yang lebih baik. tapi apa kau lupa? banyak anak-anak berkhianat pada orang tuanya, hanya karena ia lebih mempercayakan keamanan rahasianya kepada sahabatnya, ketimbang orang tuanya."
"kenapa begitu?"
"karena orang tua yang suka marah-marah tidak asik diajak bicara, bukan menemukan solusi, malah mendapatkan bahaya, ya seperti kau ini. bagaimana putrimu bisa mempercayakan isi hatinya kepadamu! jika baru saja bicara, kau sudah mengomelinya, dan akan mengancamnya."
__ADS_1
"benarkah aku orang yang seperti itu..!" lannox terus memperhatikan celoteh istrinya yang cantik, yang terlihat lucu baginya. sudah lama ia tidak mendengarkan omelan wanita yang ada dihadapannya ini. dan ia begitu senang mendengarnya.
"sayang.. apa kau mendengarkanku..?" keluh arabel padanya.
"ia.. aku mendengarkanmu istriku, lanjutkan."
"ya, pokoknya jangan jadi ayah yang mengerikan, tapi jadilah ayah yang bersahabat bagi putrinya. maka kau akan mengetahui semuanya tentang putrimu tanpa perlu kau paksa."
lannox meletakkan Arabella kepangkuannya, lalu mengalungkan tangannya pada pinggang arabella, memeluknya dengan erat, dan menyandarkan kepalanya didada sang istri.
"hem istriku memang pintar."
"ini bukan soal pintar, tapi naluri seorang ibu."
"ya..ya.. jangan pergi ya.. temani aku."
Arabella merasa berat menjawabnya, lannox melihat tatapannya yang sedih.
"kumohon jangan pergi...." rayunya memelas.
"ya, aku tidak akan pergi, aku akan menemanimu."
ravella membelai kepala suaminya kemudian memeluk lannox sambil menepuk punggung besarnya dengan lembut, lannoxpun tertidur kembali dan.
...****************...
keesokan harinya.
"sudah bangun?" ejek zion
saat ia membuka matanya hal pertama yang ia lihat malah zion, membuatnya sangat kesal.
"kau.. sejak kapan kau ada disini? dimana istriku..!"
"ha... istrimu..! oh kau ingin aku menjadi istrimu ya...! hehehe sayangku, haruskah aku mengambil air untukmu? atau kau mau dimandikan sekali?"
"cih menjijikan, pergi sana."
lannox bangun dari tempat tidurnya, lalu meraih poci di atas nakas dan menuangkan air kedalam gelas untuk diminum.
"aha.. apa kau bermimpi tentang istrimu lagi? cih dasar, pantas saja hal pertama yang kau tanyakan adalah istrimu. dan lagi sangat menjijikan melihatmu senyam-senyum tidak karuan saat tidur."
wajah lannox bersemu memerah "ehem.. itu bukan urusanmu."
lannox meliriknya, dan merenung sejenak.
"aku akan memberitahukannya nanti, Sekarang! aku ingin mandi, pergilah."
"baiklah! kami akan menunggumu. kuharap jawabanmu tidak mengecewakan!"
zionpun menghilang dalam bayangan.
"apa itu baginda?"
"bocah itu tau rencanaku, jadi dia menolak menyelesaikan kasus ini, jika aku tetap memaksakan putrinya menjadi menantuku kelak."
"itu termasuk pilihan yang berat baginda! namun, jika tetap mempertahankan keinginan anda, maka akan lebih banyak korban yang berjatuhan. dan rakyat akan menjadi taruhannya. tapi, jika anda lebih memilih dia menangani kasus ini..! maka anda harus siap melepaskan calon menantu favorit anda."
"hem..." kaisar termenung sejenak 'jika rencanaku untuk memiliki putrinya gagal, berarti kesempatanku untuk menguasainya dan membuatnya berada disiku juga gagal.'
"lantas apa yang akan anda lakukan baginda?"
"dewi..."
ravella tidak mendengarnya karena dia sedang sibuk bermain bersama sang kelinci.
"putri ravella..."
ravella menoleh pada suara yang memanggilnya. dilihatnya sosok biru yang ada dihadapannya, ia terkejut dan mundur beberapa langkah.
"kakek..! tidak, aku tidak akan kembali."
ia segera berlari, garda berusaha mengejarnya.
"tidak dewi, aku kemari bukan untuk membawamu, tapi aku datang untuk menemanimu."
ravella yang tengah berlari menghentikan langkahnya, sedikit ragu ia menoleh.
"kakek bohong..? kakek pasti disuruh ayah untuk menjemputkukan..!"
"tidak sayang, itu tidak benar..!! tidak ada yang bisa memerintahku selain tuanku dan dirimu nak."
__ADS_1
ravella membalikkan tubuhnya perlahan, dan menatap bingung pada garda yang menatap lembut kepadanya.
"apa maksud kakek?"
"sudah dua minggu berlalu, rasanya menunggu sebulan itu lama sekali. aku tidak sabar ingin menemui pengantinku. inilah sebabnya, aku tidak bisa terlalu sabar..! karena menunggu itu sangat melelahkan."
"tapi, jika Baginda terlalu tergesa-gesa, yang ada hanya akan membuat putri semakin menjauh dari baginda."
"entahlah daskal, terkadang ingin rasanya aku mengurungnya disisiku. agar tidak ada yang bisa merebutnya dariku, aku yakin sekali..! bukan hanya aku saja yang menginginkannya..?"
"apa maksud baginda?"
"pangeran, saya sudah mengatur seperti yang pangeran katakan, tapi.. sayangnya akses diblokir dari dalam, dan saya tidak bisa memasuki kediaman duke. itu terlalu sulit pangeran!"
"hem.. begitu, jadi sekarang duke benar-benar waspada ya..? lalu apa mereka mencurigaimu!"
"tidak pangeran, saya sudah menyamar sebagai pelayan baru di istana, namun saya hanya bekerja diluar mantion dan tidak diizinkan masuk. dan lagi.. para pelayan dan para dayang selalu bungkam jika ditanya tentang putri. jadi saya tidak mencoba lebih jauh lagi, jika saya bertanya terus menerus, mereka pasti akan menaruh curiga kepada saya pangeran."
"kerja bagus, kau boleh pergi."
"baik pangeran saya mohon undur diri."
'jadi untuk mencari tahu tentangnya semakin sulit ya..! apa yang telah kau lakukan duke lannox? tidak.. tidak boleh seperti ini, aku harus mencari kelemahannya, dan membuatnya patuh kepadaku. hanya dengan begitu, aku bisa membuat ravella berada disisiku.'
"Robi kemarilah.!"
"tap.. tap.. tap.. saya pangeran! apa yang bisa saya lakukan untuk anda?"
"cari kelemahan duke lannox, selidiki tentangnya dan bawakan berkasnya kepadaku."
"duke lannox! tapi pangeran, selama ini, beliau tidak pernah melakukan korupsi atau kesalahan yang bisa membuatnya bisa dihukum tepatnya dia tidak punya celah sedikitpun."
"kalau begitu, kita yang harus membuat celah itu. lakukan apapun yang menurutmu baik, jebak dia."
'ada apa dengan pangeran? apa dia tidak tahu! mengganggu duke sama saja dengan mencari mati. bahkan kaisar saja tidak berani mengusiknya, apalagi dia kesayangan kaisar, bagaimana caraku menolaknya! aku tidak mahu terlibat dengan duke lannox, dia sangat mengerikan.'
"kalau begitu akan saya coba pangeran, tapi, saya tidak bisa berjanji jika misi ini akan berhasil."
"ya setidaknya kau sudah mencobanya, bagaimana hasilnya tergantung kinerjamu! kau boleh pergi sekarang."
"baik pangeran saya mohon undur diri."
dengan berat hati robi terpaksa menyetujuinya. sementara itu di kediaman lannox para spirit sudah berkumpul, menunggu jawaban, lannox yang baru turun mengenakan uniform khas miliknya bewarna hitam.
"kelihatannya kalian niat sekali ya..!"
(zaku) "selama itu menyangkut dewi, kami berhak ikut campur."
(saga) "lantas apa keputusanmu nak?"
lannox merenung sesaat, dan berbicara kembali.
"apa diantara kalian ada yang bisa menghubungi putriku?"
(gira) "tentu saja kami yang menjadi spirit miliknya, bisa menghubunginya."
"bagus kalau begitu aku ingin salah satu diantara kalian menghubunginya, setelah aku mempertibangkannya beberapa hari terakhir, aku akan mengabulkan keinginan putriku."
disaat spirit lain sedang rapat, roya dan tama baru saja muncul di mantion. dan ia langsung melihat ke gazebo didanau, tempat yang selalu didatangi ravella. namun, ia tak menemukan sosok ravella berada disana.
(tama) "dimana dewi? kenapa aku tidak merasakan keberadaannya, apa kau juga merasakannya roya?"
(roya) "ya.. aku juga merasakan hal yang sama sepertimu, coba kita kekamar dewi, siapa tahu beliau ada dikamarnya."
(tama) "ya ayo kita kekamarnya."
namun saat mereka tiba dikamar dewi, tidak ditemukan siapapun disana selain naga merah gapi, saat gapi melihat kedua sosok itu.
'siapa kedua paman ini, aura mereka kelihatan mirip dengan spirit milik dewi.'
(roya) "hmm siapa naga kecil ini? kenapa bisa ada naga dikamar dewi..!"
tama mengambilnya dan mengangkat gapi dengan satu tangannya.
(tama) "hei siapa kau? kenapa bisa ada naga. dikamar dewi! apa karena dirimu? dewi menghilang."
'apa.. gawat mereka salah sangka. bisa-bisa aku mati dibunuh dengan kedua paman ini.'
"tunggu dulu paman, aku.. namaku gapi, aku adalah peliharaan dewi. jika kalian membunuhku dewi pasti akan sangat sedih."
(roya) "dia bisa bicara!"
__ADS_1
(tama) "apa peliharaan dewi..! sejak kapan dewi punya peliharaan?"