
'Heh.. Cepat sedikit, aku tidak bisa menahannya lebih dari lima menit.' sambung Gira.
'Itu sudah lebih dari cukup.' ujarnya sambil merapalkan mantra.
Pria yang sedang menahan serangan Gira.. Meski ia terlihat sedang terdesak dan menangkis serangan, tapi fokusnya tidak beranjak dari sosok pria berambut jingga yang tampak sangar dan bringas, yang posisinya sedang berada jauh di belakang Gira.
Ia terus memperhatikan apa yang Tama lakukan dari kejauhan, sambil bersiap-siap dengan kemungkinan yang akan terjadi.. Dan di dalam diam ia juga merapalkan mantranya.
'Apa yang Pria itu lakukan..? Sepertinya aku harus lebih hati-hati lagi dengannya! dia memang belum mengeluarkan apapun, seperti Pria di hadapanku ini.
Tapi.. Jika di lihat baik-baik, dia lebih berbahaya dari Pria yang ada di depanku sekarang. Bahkan saat pertama kali kemunculannya.. sihirku seolah berontak ingin keluar.
Aku tidak tahu kenapa? Tapi, melihatnya merapalkan sesuatu.. Sepertinya, dia juga seorang penyihir sepertiku! Aku tidak boleh terlalu santai, aku harus bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang terjadi!!
Bisa jadi dia sedang membuat perangkap untukku. Hem.. Jika melihat keadaan Deral! Dia juga sedang terdesak sekarang. namun, sebelum itu aku harus mengahadapi kedua Pria ini dulu, lalu baru membantu Deral.' gumamnya dalam hati.
Tidak hanya Pria penyihir itu saja yang mengkhawatirkan temannya.. Bahkan Deral pun, juga melihat sekilas dari kejauhan, jika temannya sedang terpojok dan tidak bisa membuat celah sama sekali.
Saat Tama membaca Mantranya.. Keluar mahluk aneh dari retakan tanah tempat Pria itu berdiri. Tangan-tangan hitam.. meraih kaki Pria tersebut. dari balik retakan besar ditanah.
Menyadari bahaya.. Pria itu dengan cepat melayang Keudara. Tapi aksinya itu digagalkan Gira, Gira yang melihat Pria tersebut ingin berlari keluar dari kawasan hutan itu. Dengan cepat ia menghentikannya, Akan tetapi.. Pria itu juga tidak bodoh, ia sudah mempersiapkan dirinya dengan apa yang terjadi.
Tiba-tiba ada ledakan besar menghalangi pandangan Gira dan Tama, Dan Pria itu langsung memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk melarikan diri dari tempat pertarungan.
Dan ledakan tidak hanya terjadi di tempat Gira dan Tama saja, tapi bahkan di tempat Zaku dan Roya.. Kedua Pria yang sibuk memukul Deral, pandangan mereka langsung teralihkan, ketika mendengar bunyi dentuman keras tersebut.
Dan Pria yang mengenakan Jubah Abu Tua itu pun.. Dengan cepat meraih tubuh Deral, yang tampak sudah cedera parah karena pukulan dari kedua musuhnya itu.
"Deral, sebaiknya kita mundur dulu dari sini.. Kita kalah jumlah, mari kita balas lain waktu! Wuussshhh.." ujarnya saat menyambar tubuh Deral, dan dalam sekajap langsung menghilang dengan kecepatan penuh.
Melihat musuh yang kabur.. Zaku menjadi kesal dan ingin mengejarnya, namun tubuhnya ditahan oleh Saga dan Roya.
"Sial.. Mengapa kalian membiarkan musuh kabur begitu saja? Seharusnya kita bawa mereka, untuk di jadikan sandera" ujar Zaku kesal.
Zaku berteriak pada keduanya.. Roya malas mendengar oceha temannya itu, dan menutupi kedua telinganya.
Sedangkan Saga, masih diam saja dan bersikap santai mendengarkan omelan temannya itu, ia malas meladeni Zaku, yang tengah emosi.
Di tengah kebisingan yang di buat Zaku, Gira dan Tama, datang menghampiri ketiga temannya itu.
"Hei.. Ada apa ini? Dari tadi aku dengar kau berteriak kencang, seperti wanita yang sedang menemukan suaminya, tertangkap basah karena berselingkuh." ujar Tama mengejek Zaku.
Mendengar itu, Zaku meluap dan membalas Tama yang mebuatnya semakin kesal.
"Haah.. Apa kau bilang? Dasar Rubah sialan tidak tahu diri.. Aku belum membuat perhitungan dengan kalian berdua. Karena telah menjebakku di Zona Mana." ujarnya berbicara pada Roya, dan Tama.
__ADS_1
"Hahaha.. Kalau itu kami akui sih, kami memang salah! Tapi itu, kami lakukan untuk kebaikanmu juga dasar Singa pemarah." gumam Tama, sambil menggaruk kepalanya.
"Hadeeh.. Tidak bisakah kau diam.. Gendang telingaku seperti mau pecah karena omelanmu yang seperti wanita itu." ujar Roya dengan wajah tengilnya.
"Heeh.. Berisik!!!!! kau juga sama saja dasar Burung sialan, kalian bekerja sama hanya untuk mengerjaiku!"
"Ya.. Ya.. Maaf lady. Jika kau tidak senang karena hal itu! jangan salahkan kami. setidaknya kau telah merasakan sendiri hasilnya bukan!!" jawab Roya.
"Heeh.. Bagus apanya! Yang kulihat, dia makin tidak bisa mengontrol emosinya, sejak keluar Dari Zona Mana. Apa Jangan-jangan kau sudah berganti jenis kelamin hihihi..." ejek Tama, membuat Zaku tambah kesal level seratus.
"Kau... Dasar Rubah Bajingan!!!!!!! AAAGGGRRRR..... SSSIIUUUUNNGG... DUNTAM..." Zaku yang tengah dipuncak emosi, jadi makin berang dengan ucapan Tama yang barusan. dan tanpa banyak bicara.. Ia langsung melancarkan serangannya pada Tama.
Menyadari kemarahan temannya itu.. Tama dengan cepat menghindari serangannya, yang berbahaya.
"Sial... Apa kau mau membunuhku Zaku?" teriaknya dari kejauhan, karena melihat keseriusan Zaku.
Zaku yang sudah tidak bisa menolerir perkataan Tama, karena benar-benar sudah dikuasai oleh amarah. Sehingga ia tidak bisa mendengar apapun yang dikatakan Tama padanya.
'Sial.. Dia benar-benar serius rupanya, haah.. Dasar merepotkan. Ah, tapi ini juga karena salahku, Awalnya aku cuma iseng menjahili bocah tempramen ini. ah, sial.. ujung-ujungnya malah jadi seperti ini.
Dia memang tidak bisa di ajak becanda, Mana aku tahu dia akan bereaksi seperti ini..' gumamnya sambil mengelak serangan Zaku.
Sedangkan ketiga temannya yang menyaksikan perkelahian kedua temannya itu, hanya bisa geleng-geleng kepala dan tepuk jidad. Saat melihat pertengkaran keduanya yang seperti anak-anak.
"Ya, itu juga salah Tama, kerana dia melayani orang yang sedang emosi. ujung-ujungnya dia sendiri yang kena batunya, Rasakan itu." ucap Gira menyeringai.
"Hahaha.. Biarkan saja dia dihabisi dengan Zaku. Lagian, siapa suruh dia melayani orang gila seperti Zaku! Sudah tahu Zaku kalau lagi emosi memang suka begitu, tidak mau mendengarkan perkataan siapapun." sambung Roya lagi.
"Kalau begitu kita tunggu saja.. Sampai mereka berdua lelah." ujar Saga, langsung duduk di atas Rumput.
"Kau benar, lalu.. Apa tidak sebaiknya kita menyusul Master, dan yang lainnya.." tanya Gira.
"Haah.. Biarkan saja, aku yakin mereka akan segera kembali." ucap Saga.
Roya yang belum mengetahui permasalahannya, jadi bingung dan penasaran, dengan apa yang telah terjadi, selama ketiadaan mereka bertiga disana.
Gira pun menjelaskan kejadian tersebut.. Hingga sampai mereka ikut menyusul dan di cegat oleh musuh. Dan tak lama setelah ia bercerita.. Zion dan Sang Master, langsung menghampiri mereka dan menanyakan dimana keberadaan Putri kesayangannya itu.
Seperti saat ia ceritakan pada Roya, Gira juga menceritakan hal yang sama pada keduanya.. Membuat keduanya sangat risau dan ingin segera menyusul Putrinya.
Tapi keduanya di tahan oleh Gira, dan yang lainya.. Karena mereka merasakan keberadaan Dewi, dan yang lain. hampir mendekati mereka! Jadi Lannox dan Zion pun, menunggu hingga keduanya tiba.
Dan benar saja.. Di saat mereka tengah membicarakan keduanya.. tak lama muncul sosok Ravella, sedang menunggangi Jura. Dengan Sosok Garda Di belakang Sang Putri kecil itu.
Melihat Sosok Sang Ayah dan Para Spirit lain.. Dari ketinggian udara, Ravella berteriak riang memanggil nama sang Ayah.
__ADS_1
"Ayah......., Kakek......., kalian juga ada disini...?" teriaknya yang hampir lupa, dengan kesalahan yang telah ia perbuat sebelumnya.
Melihat itu, Jura memperingatkan Masternya.. Dan Garda hanya tersenyum mendengar rencana keduanya.
"kheh.. Nak, apa kau sudah lupa dengan apa yang kau lakukan sebelumnya! Apa kau yakin, ingin turun menghampiri Ayahmu sekarang??" ujarnya sambil mengibas sayapnya dengan pelan.
"Ng? Apa maksud Kakek?" tanyanya masih belum sadar.
"Haah.. Kita berduakan telah membuat kehebohan, dan kabur dari Kastil." ujarnya menjelaskan dengan santai.
Mendengar itu, Ravella segera sadar maksud Jura.. Dan berbicara lagi pada Jura.
"Astaga.. Ia, aku hampir melupakan masalah itu. untung saja kau mengingatkanku Kek! Kalau begitu.. kita jangan mampir ketempat mereka Kek, ayo kita langsung kabur Ke Kastil.
Karena aku tidak mau jadi santapan Pak Tua itu.. Cih, Lihatlah wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus. Aku tidak mau menumuinya dalam keadaan seperti itu Kek! Ayo.. kabuuuuur.. Hahahaha.." teriaknya sangat riang.
Suara Ravella bergema di udara, Hingga terdengar oleh mereka yang mengira Masternya akan turun, tapi yang terjadi malah sebaliknya.
"Hahahaha... Kau memang nakal Putri..! Kalau begini, mau tidak mau aku juga akan ikut, hahaha.." tawa Garda pecah, bersama Ravella.
Jura yang mendengarkan sambil terbang, tidak jadi mendarat. dan langsung melayang tinggi meninggalkan semuanya yang sedang memperhatikan mereka dalam kebingungan.
Melihat kenakalan yang dilakukan Putrinya.. Lannox berkecak pinggang dengan satu tangan, dan tangan lainnya mengurut pelipisnya.
Melihat Sosok Naga Hitam yang hampir mendarat, tapi tidak jadi, karena teriakan Ravella yang bilang kabur.. Mendengar itu, Para Spirit tertawa lepas termasuk Zion.
"Hahaha.. Itu baru Master kita." Ujar Roya bangga, yang diangguki temannya.
"Dia benar-benar mirip denganmu Nak.. Melihatnya, Aku jadi teringat masa lalu, Saat kau sedang nakal-nakalnya dengan jiwa pemberontak." ujar Zion mengingatkan.
"Haah.. Dasar anak itu! Padahal aku baru saja mau memarahinya karena kenekatan yang ia lakukan. Pfffttt... Hahahah.. ternyata dia memang Putriku Zion." ujarnya yang juga ikut tertawa lepas, dengan perangai Putrinya yang sangat mirip dengannya sewaktu kecil.
Dan setelah ia puas menertawakan kenakalan Putrinya.. Yang mirip dengannya.. Ia kembali berujar kepada Spiritnya.
"Huuh.. Ayo kita kembali Zion."
"Baiklah Nak." setelah Lannox menaiki punggungnya, Zion pun langsung mengibaskan sayapnya dan mengudara terbang.
Tak Lama disusul Gira, Roya dan Saga. Sedangkan Zaku dan Tama.. Masih bertarung di hutan tersebut.
***
Sesampainya di Kastil, Duke, tidak jadi memarahi Putrinya. Karena sekambalinya Ravella dari perjalanan tersebut, ia langsung tertidur nyenyak. Begitupun Duke, ia tidur sambil memeluk Putri kecilnya itu.
Para Spirit yang menyaksikan pemandangan indah dari kedua Anak manusia tersebut, turut bahagia. Setelah memastikan keduanya tertidur, mereka pun meninggalkan kamar, Dan kembali Ke Zona Mana.
__ADS_1